(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds

(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds
chapter 107 (S2): Era Kehancuran


Sesuatu yang di lihat oleh Lie Mei di samping token biru tua yang diberikan oleh kakek tua tadi adalah sebuah simbol tiga awan putih. Shang Cai, Ling Hun, dan Zhe Lin juga terkejut bersamaan ketika melihat simbol tiga awan putih tersebut berada token biru tua tersebut.


Lie Mei kemudian memeriksa token hijau muda dan kunci yang diberikan Raja Liao Jin untuk melihat apakah ada simbol tiga awan putih. Dan benar saja di token dan kunci yang di berikan oleh Raja Liao Jin juga terdapat simbol tiga awan putih tersebut.


Lie Mei, Shang Cai, Ling Hun, dan juga Zhe Lin sangat tahu mengenai simbol tiga awan putih tersebut. Simbol tiga awan putih yang berada di tiga benda pusaka milik Lie Mei tersebut adalah simbol dari Dunia Dewa.


Karena ketiga benda pusaka tersebut terdapat simbol tiga awan putih tersebut. Sudah dipastikan ketiga benda pusaka milik Lie Mei tersebut berasal dari Dunia Dewa. Entah apa yang membuat ketiga benda pusaka tersebut berada di Dunia Manusia.


"Token dewa suci!!" Teriak Shang Cai Ling Hun dan Zhe Lin bersamaan setelah mengingat sesuatu tentang ketiga benda pusaka milik Lie Mei.


"Token dewa suci apa itu?? Apa kalian bertiga mengetahui sesuatu tentang ketiga benda pusaka ini??" Tanya Lie Mei sangat penasaran.


Kemudian Shang Cai menceritakan tentang Token Dewa yang dikatakan nya tadi. Walau sedikit tidak yakin, tapi Shang Cai mengatakan jika beberapa ribu tahun yang lalu terdapat ramalan yang mengatakan jika Era Kehancuran ke-2 akan terjadi lagi dalam beberapa abad kedepan.


Dan karena ramalan tersebut ketiga penguasa dunia dulunya membuat yang namanya Token Dewa Suci. Token dewa suci tersebut berfungsi untuk mencari para Pendekar Hebat yang mempunyai kekuatan yang dapat menyelamatkan dunia dari Era Kehancuran ke-2 yang akan datang.


Saat Shang Cai ingin menceritakan tentang Era Kehancuran yang ia katakan tadi. Shang Cai tiba-tiba gemetar ketakutan dan berubah ke bentuk aslinya, Ling Hun yang didalam ruang dimensi dan Zhe Lin juga ikut gemetar ketakutan karena mengingat kejadian mengerikan yang ada di Era Kehancuran pertama.


"A..apa yang terjadi pada kalian bertiga?? Kenapa kalian gemetar ketakutan seperti ini??" Tanya Lie Mei khawatir dan juga bingung melihat mereka bertiga bisa ketakutan hebat seperti itu.


"wa...jiwa..ge..lap" Gumam mereka bertiga masih gemetar ketakutan. Lie Mei yang mendengar gumaman mereka bertiga tersebut jadi semakin bingung. Lie Mei hanya bisa menebak jika Shang Cai, Ling Hun, dan Zhe Lin ketakutan setelah mengingat kejadian yang terjadi di Era Kehancuran.


"jika kalian tidak ingin menceritakan nya, aku tidak akan memaksa kalian. Sekarang lebih baik kalian beristirahat di ruang dimensi saja" Ucap Lie Mei kemudian membawa masuk Shang Cai dan Zhe Lin kedalam ruang dimensi miliknya.


★di dalam ruang dimensi Lie Mei★


Setelah sampai di dalam ruang dimensi Lie Mei langsung membuat obat penenang mereka bertiga dengan menggunakan sihir peracik obat nya. Beberapa menit kemudian Lie Mei sudah selesai membuat obat penenang tingkat tinggi dan segera memberikan nya kepada Shang Cai, Ling Hun, dan Zhe Lin.


Karena Lie Mei sudah terlalu lama berada di atas awan hitam tempat nya sekarang berada, ia segera bergegas keluar dari ruang dimensi dan turun ke bawah. Sebelum keluar dari ruang dimensi Lie Mei memerintahkan hewan penjaga naga apinya yaitu Shang Zhi dan Shang Xie serta hewan penjaga macan putih nya Shang Zuo untuk menjaga Shang Cai, Ling Hun, dan Zhe Lin.


Lalu Lie Mei pun kembali turun kebawah dan masuk kedalam tubuh fisik nya. Sebelum Lie Mei memulai ujian Elf sejati ketiga yaitu ujian jenis keberuntungan, Lie Mei terlebih dahulu memeriksa keadaan di Kekaisaran Meng dengan kekuatan mata dewa nya karena takut jika firasat nya sudah terjadi.


Lie Mei memeriksa setiap wilayah di Kekaisaran Meng dan ia merasa lega karena ia tidak melihat kejadian seperti yang ia takutkan. Kemudian Lie Mei memeriksa keadaan Istana Kekaisaran Meng dan ia terkejut melihat Lie Jiao dan Lie Chen berbaring dikasur sambil berteriak kesakitan, sama seperti saat mereka mengalami masa kedewasaan atau berevolusi.


"Lie Jiao!! Lie Chen!! Lie Hao!! aku tahu kalian bertiga sedang berjuang saat ini. Karena itu mari kita berjuang bersama-sama, melewati semua rasa sakit ini walau tidak berada di tempat yang sama" Ucap Lie Mei dengan sedih.


Lie Mei kemudian menyalurkan kekuatan jiwanya pada batu energi yang sekarang sudah ada dihadapan nya. Setelah proses penyaluran tersebut selesai, batu energi tersebut kini berubah warna menjadi warna merah terang.


Dari atas langit terlihat sepuluh ular kecil yang berjatuhan ke tubuh Lie Mei. Ular kecil tersebut tampak menyerap sesuatu pada tubuh Lie Mei. "apa yang dimakan oleh ular kecil ini?? walaupun aku tidak tahu tapi sepertinya akan berbahaya jika ular kecil ini dibiarkan lebih lama menyerap sesuatu dari tubuhku" Ucap Lie Mei.


Segera Lie Mei menebas sepuluh ular kecil tersebut dengan pedang iblis nya Biao Jin. Tapi Lie Mei tidak dapat menebas sepuluh ular kecil tersebut walau sudah menebas nya beberapa kali lamanya. Karena tidak bisa menebasnya Lie Mei kemudian memerintahkan Biao Qin dan Biao Lin untuk membantu dirinya.


Biao Qin dan Biao Lin menjalankan perintah dari Lie Mei tapi mereka juga tidak dapat menebas sepuluh ular kecil tersebut. Karena Lie Mei tidak bisa menyerang ular kecil tersebut dengan menggunakan pedang. Lie Mei lalu mencoba menyerang ular kecil tersebut dengan sihir kekuatan elemen nya.


wushhhh


Lie Mei menyerang sepuluh ular kecil tersebut dengan kekuatan elemen apinya, tapi apinya itu tidak berpengaruh terhadap sepuluh ular kecil tersebut. Kemudian Lie Mei menggunakan kekuatan elemen air, angin, tanah, petir, es, cahaya, dan kegelapan milik nya satu persatu.


Tapi hasil nya tetap sama, sepuluh ular kecil tersebut tidak terluka sama sekali dan masih terus menerus menyerap sesuatu dari dalam tubuh Lie Mei. "ular macam apa mereka ini, ditepas dan di serang dengan kekuatan sihir saja tidak bisa terluka. Apa aku harus memakai kekuatan jiwaku lagi, padahal kekuatan jiwaku sudah hampir terkuras habis" Ucap Lie Mei terpaksa memakai kekuatan jiwa nya lagi.


Lie Mei mengubah kekuatan jiwanya menjadi bola-bola cahaya kecil dan melemparkannya ke sepuluh ular kecil tersebut.


boommm


Terdengar suara ledakan yang besar dari arah sepuluh ular kecil tersebut. Asap putih tebal muncul dari ledakan besar tersebut, sehingga Lie Mei tidak melihat apa yang terjadi pada sepuluh ular kecil tersebut.


Lie Mei kemudian menggunakan sihir kekuatan elemen angin untuk menyingkirkan asap putih tebal tersebut. Setelah asap putih tersebut sudah menghilang Lie Mei terbelalak melihat sepuluh ular kecil tersebut masih baik-baik saja.


"arghhh, apa-apaan ini bahkan kekuatan jiwa saja tidak dapat melukai sepuluh ular kecil ini" Ucap Lie Mei kesal karena tidak bisa mengalahkan sepuluh ular kecil tersebut.


"cih, tidak disangka di ujian Elf sejati ketiga ini aku akan menggunakan kekuatanku yang sebenarnya. Tapi kekuatan itu hanya bisa digunakan sekali saja, dan kekuatan itu pun akan menguras semua kekuatan dan tenaga yang tersisa pada tubuh ku setelah memakai nya" Ucap Lie Mei dengan terpaksa harus menggunakan kekuatan nya yang paling kuat di ujian Elf sejati ketiga yaitu ujian jenis keberuntungan.


------•••××{∆∆°\=°}×ו••------


Maaf kalo ada typo yaa.


Jangan lupa like dan juga vote untuk terus mendukung author agar bisa semakin semangat melanjutkan perjalanan Lie Mei 🤧🤧🤧


Nantikan chapter berikutnya besok.