
Lie Mei membulatkan kedua matanya lebar-lebar ketika mengetahui pesan yang disampaikan oleh paman itu barusan, ternyata merupakan pesan dari ayah kandung nya sendiri. Lie Mei bertanya tanya mengapa ayahnya bisa mengetahui keberadaan nya padahal dirinya saja belum pernah bertemu dengannya secara langsung.
"Nona muda anda pasti bertanya kenapa Tuan bisa mengetahui keberadaan anda. Mengenai itu saya tidak dapat menjawab nya karena beliau melarang saya untuk memberitahu anda. Tapi yang pasti selama ini Tuan selalu memperhatikan anda dan juga saudara anda" Ucap pria paruh baya tersebut.
"Apa benar begitu, jika memang ayah selalu memperhatikan kami kenapa dia bahkan tidak pernah mengunjungi kami walau hanya sebentar saja??" Tanya Lie Mei dengan menatap tajam pada paman tersebut.
"Hal itu juga tidak bisa saya beritahu pada nona. Tapi Tuan pasti memiliki alasan mengapa dirinya tidak pernah mengunjungi anda serta saudara anda secara langsung" Jawab pria paruh baya tersebut.
"Huh, alasan?? Memangnya ada alasan untuk seorang ayah bertemu dengan anaknya sendiri!! Alasan apa itu sampai ia tidak pernah mengunjungi kami bahkan sampai ibu tiada saja ia tidak pernah menunjukkan batang hidungnya!!!" Ucap Lie Mei berteriak kesal.
"Nona muda tenanglah... Tuan hanya melakukan tugasnya sebagai orang tua, anda mungkin tidak akan mengerti karena anda belum pernah menjadi orang tua. Tapi tidak ada orang tua yang ingin anak-anaknya terluka. Karenanya saat itu beliau memutuskan untuk meninggalkan anda dan saudara anda agar anda berdua bisa hidup bahagia" Ucap pria paruh baya tersebut menjelaskan kepada Lie Mei.
Walau tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh paman itu tapi Lie Mei merasa jika Ayah kandung nya itu melakukan semua itu bukan tanpa alasan. Tapi Lie Mei tetap merasa sangat marah karena Ayahnya itu meninggalkan keluarga nya dan menghilang begitu saja.
Lie Mei juga sangat penasaran kenapa sosok ayah kandung nya itu disembunyikan oleh semua orang dan apa yang sebenarnya terjadi sehingga Kaisar Yan dari kekaisaran Yan menjadi ayah angkatnya waktu itu. Dalam pikiran Lie Mei ia menebak jika kaisar Yan dulu menyukai ibunya dan akhirnya mereka berdua pun menikah.
Selain itu Lie Mei masih tidak mengerti dengan pesan dari ayahnya yang disampaikan oleh paman tadi sebelumnya. Lie Mei juga bingung mengapa ayahnya bisa mengetahui musuh-musuh yang akan dihadapi oleh dirinya, dan apa maksud dari pesan yang diberikan untuk dirinya.
"Jika dilihat dari wajah anda sepertinya anda masih tidak mengerti dengan pesan yang diberikan oleh Tuan. Nona muda pasti bingung dengan pesan Tuan yang sangat berbeda dengan apa yang anda lihat didalam istana itu. Kalo begitu biar saya beritahu beberapa kata kunci yang ada di pesan beliau pertama musuh, kedua kekuatan dan kemampuan, ketiga adalah yang anda lihat, lalu terakhir adalah takdir. Keempat Itu adalah kata kunci yang harus anda cari tahu" Ucap pria paruh baya tersebut tersenyum tipis.
"Anda harus mengetahui makna dari keempat kata kunci tersebut jika anda tidak menginginkan seluruh dunia ini hancur" Ucap pria paruh baya tersebut dengan wajah serius.
Lie Mei menelan paksa ludah nya karena tahu jika ia sekarang akan memiliki tugas yang sangat besar dan juga berat untuk ia jalani. Walaupun begitu Lie Mei masih bertanya tanya tentang 4 kata kunci yang diberikan oleh ayahnya itu. Entah mengapa Lie Mei merasa jika 4 kata kunci tersebut sangat penting untuk dirinya dimasa depan nanti.
"Sebagai Tangan kanan ayah tolong paman sampaikan pesan kami jika kami akan segera menemui nya, dan setelah bertemu nanti dia harus menceritakan alasan mengapa dirinya meninggalkan kami dan tidak pernah menemui kami" Ucap Lie Mei dengan dingin.
"Baik, akan saya sampaikan pada Tuan. Jika anda ingin bertemu dengan tuan silakan datang ke..." Lie Mei yang tahu apa yang akan dikatakan paman tersebut langsung menghentikan perkataannya.
"Heh, paman tidak perlu memberitahu tempat ayah berada. Karena aku yang akan mencari nya sendiri!! Lagipula aku juga sudah tahu dimana ayah berada sekarang" Ucap Lie Mei menyeringai.
"Hm, baiklah jika itu kemauan nona. Satu hal lagi..." Paman itu memberikan sesuatu berbentuk rantai besar pada tubuh Lie Mei. Rantai besar tersebut masuk kedalam tubuh Lie Mei dan mengunci sesuatu yang ada di dalam tubuh Lie Mei.
Ketika selesai melakukan hal tersebut paman itu kembali berucap "Saya melakukan ini atas perintah dari Tuan. Kekuatan yang diwarisi kepada anda terlalu kuat dan sangat berbahaya. Karena itu saya terpaksa harus mengunci kekuatan nona agar tidak bangkit dan tidak membahayakan orang-orang disekitar anda" Ucap paman tersebut pada Lie Mei.
"Kekuatan yang diwarisi kepadaku??" Lie Mei memiringkan kepalanya dan menatap bingung pada pria paruh baya yang merupakan tangan kanan dari ayahnya itu.
"Nona muda jika sudah pada waktu nya anda pasti akan mengetahui kekuatan anda yang sebenarnya. Tentu anda tidak bisa mengetahui untuk saat ini, karena anda masih belum mampu untuk mengendalikan kekuatan tersebut" Jawab paman tersebut yang perlahan mulai menghilang dari hadapan Lie Mei.
'Betapa tidak beruntungnya nona muda karena memiliki "kekuatan itu" pada usianya yang masih muda. Semoga saja "kekuatan itu" tidak bangkit karena jika tidak nyawa nona pasti akan dalam bahaya besar....' Batin paman itu menatap Lie Mei dengan kasihan lalu menghilang dari pandangan Lie Mei.
Jawaban yang diberikan paman itu malah semakin membuat Lie Mei kebingungan dan juga disertai rasa penasaran dengan kekuatan miliknya yang dibicarakan oleh paman itu. Karena ia tidak bisa mendapatkan jawaban dari rasa penasaran nya, Lie Mei jadinya hanya bisa menunggu sampai tiba saatnya dimana ia bisa mengetahui kekuatan nya itu.
Tiba-tiba saja alam mimpi tempat Lie Mei berada saat ini bergetar hebat setelah paman itu menghilang. Istana Kematian yang ada di depan Lie Mei kini juga terlihat mulai lenyap, dan semua yang dilihat oleh Lie Mei juga menjadi buram dan lenyap secara perlahan-lahan.
Tanpa disadari kesadaran Lie Mei saat ini sudah kembali ke tubuh nya. Dirinya terlihat sudah sadar setelah beberapa saat tidak sadarkan diri. "Ugh, apa yang terjadi padaku" Ucap Lie Mei meringis kesakitan ketika akan bangkit dari tempat nya tidak sadarkan diri tadi.
Melihat sosok pria muda yang berada disampingnya itu Lie Mei langsung mengenali sosok tersebut sebagai Zhe Lin yang merupakan penjaga pribadinya. 'Tidak disangka walau hanya terkena setetes saja, efek dari racun hitam tersebut sangatlah kuat. Bahkan sampai bisa membuat tubuh bagian bawahku ini mati rasa' Batin Lie Mei.
"Zhe Lin sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?" Tanya Lie Mei.
"Yang mulia tidak sadarkan diri sudah sekitar 5 jam" Jawab Zhe Lin tiba-tiba kembali kebentuk semula nya menjadi sosok bayangan hitam berbentuk manusia.
'Hmm cukup lama juga. Aku harus segera mencari cara untuk menyembuhkan racun hitam ini, jika tidak seluruh tubuhku akan mati rasa dan kemungkinan terburuk nya nyawaku mungkin akan terancam bahaya' Batin Lie Mei.
Karena kondisi tubuhnya saat ini, Lie Mei mengurungkan niatnya untuk pergi ke alam kegelapan/ Dunia Iblis. Dan fokus mencari cara untuk menyembuhkan racun hitam pada tubuh nya terlebih dahulu.
Arghhhh
Dari arah hutan yang tidak terlalu jauh dari tempat Lie Mei terdengar suara teriakan yang tidak lain adalah suara teriakan dari Lie Hao. Lie Mei yang mengetahui suara teriakan tersebut langsung memanggil Shang Zuo macan putih miliknya. Shang Zuo segera keluar dari ruang dimensi Lie Mei dan langsung terbang membawa pergi Lie Mei menuju asal suara teriakan Lie Hao.
Zhe Lin menghela nafas panjang melihat Lie Mei yang pergi tanpa pikir panjang pada kondisinya saat ini. "Dengan kondisi tubuh nya yang tidak bisa bergerak begitu, Yang Mulia bisa-bisanya menghawatirkan orang lain dibandingkan kondisinya saat ini" Ucap Zhe Lin geleng-geleng kepala. Kemudian segera pergi mengikuti Lie Mei dan masuk kembali ke bayang Lie Mei.
Shang Zuo semakin mendekati asal suara Lie Hao. Dari atas langit Lie Mei yang kini berada di punggung Shang Zuo terlihat sangat pucat ketika melihat Lie Hao adiknya itu berdarah-darah disekujur tubuh nya karena terlilit sejumlah sulur berduri yang berukuran raksasa.
Melihat Lie Hao yang kesakitan seperti itu tentu saja Lie Mei tidak bisa membiarkannya begitu saja. Tapi karena tubuh nya saat ini Lie Mei tidak mungkin bisa bertarung karena dirinya tidak bisa berjalan menggunakan kedua kaki nya yang kini mati rasa.
Oleh karena itu Lie Mei memutuskan untuk tidak bertarung dengan jarak dekat melainkan bertarung dengan jarak jauh, karena dirinya masih memiliki senjata yang bisa ia gunakan tanpa harus memakai kakinya. Senjata itu tentu nya adalah busur panah tingkat dewa milik nya.
Tanpa berlama-lama lagi Lie Mei langsung mengambil busur panah tersebut dari dalam ruang penyimpanannya dan segera membidik pada sulur-sulur berduri raksasa yang melilit tubuh Lie Hao.
Srattt
Srattt
Srattt
Tiga anak panah yang sudah dialiri kekuatan sihir elemen api milik Lie Mei langsung terbang menancap pada sulur-sulur yang melilit Lie Hao. Akibatnya sulur-sulur raksasa yang melilit Lie Hao tersebut terbakar dan mengendorkan lilitannya dari tubuh Lie Hao.
Melihat kesempatan untuk dirinya terlepas, Lie Hao pun segera melompat keluar dari lilitan sulur tersebut. Lie Hao tersenyum ketika menengadah ke atas dan melihat Lie Mei berada disana. "Kak Lie Mei, terima kasih atas bantuannya. Aku tidak akan lengah lagi jadi biar kami yang mengatasi monster ini" Ucap Lie Hao.
"Ya, baiklah ku percayakan kepada mu Lie Hao. Jika sudah selesai kita bertemu kembali di luar hutan bagian barat" Ucap Lie Mei dengan tersenyum lalu pergi meninggalkan Lie Hao serta Lie Jiao dan Lie Chen yang saat ini sedang bertarung dengan ayah mereka yaitu Pangeran Kedua.
-------•••××{∆∆^\=^}×ו••-------
Maaf 🙏🙏 lama upnya karena author lagi sibuk ujian beberapa hari yang lalu jadi gak bisa update.
Ikuti terus perjalanan Lie Mei untuk menjadi kuat dan melindungi dunia dari ancaman yang akan dihadapi di masa depan nanti.
Jangan lupa like dan vote serta komentar jika ingin novel ini dilanjutkan. Nantikan chapter berikutnya besok.