
setelah keluar dari ruang bawah tanah, lie mei memerintahkan para rakyat yang terkena wabah racun milik siluman ular untuk mengikuti nya pergi ke aula utama kerajaan Liao untuk menyembuhkan wabah racun yang ada pada mereka
para rakyat tidak membantah perintah dari lie mei, dan segera mengikuti lie mei ke ruang aula kerajaan Liao
selama perjalanan mereka, para rakyat sangat bingung karena tubuh lie mei tidak tertular wabah racun dari mereka sehingga salah satu rakyat pun memberanikan diri untuk bertanya pada lie mei
"permisi tuan, jika boleh tahu kenapa tubuh tuan tidak tertular wabah aneh pada tubuh kami karena yang kami tau setiap orang yang memasuki kerajaan ini pastinya akan tertular wabah aneh ini" tanya seorang rakyat yang penasaran
"itu karena wabah itu tidak akan berpengaruh pada tubuh ku" jawab lie mei
"ternyata begitu, tuan apa kau benar benar bisa menyembuhkan kami??" tanya rakyat itu lagi
"kau akan tahu nanti" ucap lie mei sambil berjalan ke arah aula utama
lalu mereka semua pun sampai di aula utama kerajaan Liao, di sana juga terlihat Tuo Li, Quen Tin, Jie Rui, dan pak kusir yang sedang mengobrol dengan pria paruh baya tadi
mereka pun segera menghentikan obrolan mereka ketika melihat lie mei memasuki aula utama dan mereka segera memberi hormat pada lie mei, para rakyat yang kini berada di belakang lie mei sangat terkejut setelah mendengar mereka memanggil lie mei yang mulia tiba tiba semua rakyat itu berlutut pada lie mei
"kalian semua cepat lah berdiri, dan berbaris lah membentuk satu barisan agar aku bisa memberi kalian obat untuk menyembuhkan wabah yang ada pada tubuh kalian" perintah lie mei pada para rakyat itu
lalu para rakyat segera berdiri dan membentuk satu barisan di depan lie mei, lie mei pun memberikan mereka obat penyembuh tingkat dewa dan obat pelindung tubuh pada mereka
"ngomong ngomong kemana perginya raja Liao jin dan 3 panglima perang??" tanya Jie Rui sambil melihat ke arah pintu aula utama
"para panglima perang sedang mengurus raja Liao jin yang ternyata adalah siluman yang menyamar menjadi raja Liao" ucap lie mei sambil membagikan obat pada para rakyat
"oh ternyata begitu..... ehhhh apa tadi yang mulia bilang raja Liao jin adalah siluman yang sedang menyamar" ucap Jie Rui sambil berteriak karena terkejut
"apa itu benar yang mulia, kalo raja Liao itu siluman??" tanya pria paruh baya itu tidak percaya
"yah itu benar, kau akan tahu sebentar lagi" ucap lie mei yang masih memberikan obat pada para rakyat
tidak lupa lie mei memberikan obat pada pria paruh baya dan pangeran juga setelah lie mei selesai memberikan obat pada para rakyat , para rakyat segera meminum obat yang diberikan oleh lie mei itu dan dalam sekejap tubuh kurus kering mereka kembali semula dan mereka pun berlutut lagi pada lie mei untuk berterima kasih pada nya
lalu dari arah pintu masuk aula utama kerajaan Liao terlihat lie Hao dan lie Chen yang menyeret masuk tubuh mayat siluman ular yang sudah dikalahkan oleh mereka tadi, dan mereka berdua segera membawa tubuh siluman ular itu di hadapan lie mei
"kak kami sudah selesai mengurus siluman ular yang menyamar menjadi raja Liao jin ini" ucap lie Hao pada lie mei
"yah kerja bagus, seperti yang kalian lihat sendiri dia adalah siluman ular yang menjadi raja kalian dan dia jugalah yang membuat kekacauan ini terjadi pada kalian" ucap lie mei dengan tegas pada para rakyat dan pria paruh baya itu
"aku tidak menyangka jika selama ini yang aku layani adalah siluman rendahan ini" ucap pria paruh baya itu dengan tatapan sinis pada mayat siluman ular itu
para rakyat yang mendengar perkataan lie mei itu juga manatap sinis pada mayat siluman ular itu, karena mereka tidak menyangka jika selama ini raja mereka adalah siluman jahat yang membuat mereka menderita selama ini
"kalo siluman ini yang menyamar menjadi raja Liao jin lalu dimana raja Liao jin yang asli??" tanya pria paruh baya itu pada lie mei
"hmm, sepertinya raja Liao jin yang asli ada di sebuah hutan yang dekat dengan patung batu singa disebelah nya" ucap lie mei setelah mencari raja Liao jin dengan mata dewa miliknya
lalu pria paruh baya itu segera memerintahkan prajuritnya untuk pergi ke hutan yang dimaksud oleh lie mei itu untuk mencari keberadaan raja Liao jin
"yang mulia terima atas bantuan anda hari ini, jika bukan karena batuan dari anda kerajaan Liao pasti tidak akan selamat seperti sekarang" ucap pria paruh baya itu sambil berlutut pada lie mei
"berdiri lah paman, ini bukan masalah besar untuk ku lagipula aku bukan bermaksud membantu kalian juga ingatlah syarat yang aku berikan pada mu sebelum nya karena aku sudah berhasil menyelamatkan kalian jadi kalian harus memenuhi syarat dari ku itu" ucap lie mei mengingatkan
"oh iya siapa nama paman??" tanya lie Mei penasaran
"nama saya Qi Lin yang mulia, saya sebenarnya adalah tangan kanan dari raja Liao jin" ucap Qi Lin memperkenalkan diri
"baiklah kalo begitu aku aku memanggil anda paman Qi Lin" ucap lie mei
lokasi istana kerajaan Liao sangat dekat dengan hutan yang mempunyai patung batu singa yang dimaksud oleh lie mei, jadi para prajurit yang diperintahkan oleh paman Qi Lin dapat kembali dengan cepat
karena raja Liao jin ditemukan tidak sadarkan diri di hutan patung batu singa itu, para prajurit memutuskan untuk mengantar raja Liao jin ke dalam kamar nya terlebih dahulu
setelah itu mereka baru melaporkan pada paman Qi Lin bahwa raja Liao jin ada di kamar nya, paman Qi Lin yang mendengar laporan mereka langsung bergegas menuju kamar raja Liao jin
sebelum paman Qi Lin pergi ia meminta lie mei dan lain nya untuk menginap semalam di istana kerajaan Liao, lie mei pun menyetujui permintaan paman Qi Lin itu karena hari memang sudah sangat malam
paman Qi Lin memerintahkan para prajurit nya yang tadi untuk mengantar lie mei dan lainnya ke kamar nya, setelah itu paman Qi Lin segera pergi ke kamar raja Liao jin
"yang mulia mari saya antar ke kamar anda" ucap prajurit itu
lie mei hanya mengangguk dan mengikuti prajurit itu menuju ke kamar nya, begitu pun dengan yang lainnya
setelah Mereka keluar dari aula utama para rakyat juga pamit undur diri untuk kembali ke rumah mereka masing masing
setelah sampai dikamar mereka lie mei dan lie Jiao tidur bersama di satu kamarnya, sedangkan lie Hao dan lie Chen tidur di kamar sebelah lie mei dan lie Jiao
sementara Tuo Li, Quen Tin, dan Jie Rui menjaga di depan kamar lie Mei dan lie Jiao, pak kusir juga tidur dikamar yang sudah disiapkan
★tengah malam di kamar lie Mei dan lie Jiao★
dikamar lie Mei dan lie Jiao terlihat lie mei
yang dari tadi tidak bisa tidur, dan akhirnya lie mei memutuskan untuk pergi ke luar
"mungkin lebih baik aku pergi untuk meningkatkan kultivasi ku saja" ucap lie mei sambil membuka pintu kamar nya
"eh kemana perginya Tuo Li, Quen Tin, dan Jie Rui bukannya mereka harus nya menjaga didepan pintu kamar ku" ucap lie mei heran setelah melihat mereka tidak ada di depan pintu nya
"kalo begitu lebih baik aku melihat dimana mereka berada" ucap lie mei lalu ia meloncat ke atas atap kamarnya setelah itu lie mei mengaktifkan mata dewa miliknya untuk mencari keberadaan Tuo Li, Quen Tin, dan Jie Rui
"heh ternyata kalian bertiga disana yah, apa yang sedang mereka lakukan di dalam hutan patung batu singa itu" tanya lie Mei bingung
lie mei seketika menyeringai menakutkan melihat apa yang dilakukan mereka bertiga di hutan itu
†††††††††††
maaf kalo ada typo yaa
jangan lupa berikan like dan komentar nya
nantikan chapter berikutnya nanti malam yah