(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds

(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds
chapter 102 (S2): ujian Elf sejati


Lie Mei memejamkan mata nya karena cahaya hijau yang dipancarkan oleh seruling giok putih sangat terang. Perlahan lahan cahaya hijau pada seruling giok putih tersebut mulai memudar dan menghilang. Lie Mei membuka matanya dan tersentak ketika melihat seruling giok putih yang dipegang nya.


Seruling giok putih yang dipegang oleh dirinya itu kini sudah berubah menjadi warna hijau dengan sedikit corak emas di beberapa tempat. Melihat perubahan warna seruling tersebut setelah dipegang oleh dirinya, Lie Mei langsung mengingat kejadian saat ia memegang busur panah tingkat dewa.


'hmm jika seruling giok putih ini berubah warna saat aku pegang, berarti seruling ini adalah senjata tingkat dewa!! Tapi seruling ini tampak biasa saja. Apa benar ini senjata tingkat dewa' Batin Lie Mei tidak yakin jika seruling giok putih tersebut adalah senjata tingkat dewa.


"tuan, seruling giok putih itu memang senjata tingkat dewa. Hanya saja ada beberapa senjata tingkat dewa yang tidak mengeluarkan aura mereka. Karena itu seruling giok putih tersebut tampak seperti seruling biasa" Ucap Shang Cai didalam pikiran Lie Mei.


'hmm ternyata begitu, yah tapi seruling giok putih ini milik gadis Elf penjaga lantai 11 ini, jadi aku tidak bisa mengambilnya' Batin Lie Mei mengerti lalu meletakkan kembali seruling giok putih tersebut ke tempat nya.


Tapi setelah Lie Mei meletakkan seruling giok putih tersebut. Seruling giok putih itu malah mengeluarkan cahaya hijau nya lagi. Seolah-olah seruling giok putih tersebut akan mengamuk jika tidak bersama dengan Lie Mei.


Lie Mei juga dapat merasakan keinginan seruling giok putih tersebut yang ingin terus bersama dengan dirinya, seperti mengaggap Lie Mei sebagai pemilik nya. Lie Mei sedikit ragu untuk mengambil seruling giok tersebut, karena ia tahu jika seruling tersebut bukan miliknya.


Tiba-tiba terdengar suara dalam benak Lie Mei yang mengatakan bahwa dirinya bisa mengambil seruling giok putih tersebut. Mendengar suara tersebut Lie Mei langsung mengetahui jika suara itu berasal dari gadis Elf penjaga lantai 11.


'penjaga lantai 11 bagaimana kau bisa melakukan telepati??" Tanya Lie Mei dalam benaknya.


'aku tidak melakukan telepati, aku hanya menggunakan jurus penghubung pikiran padamu. Tidak usah basa-basi lagi karena jurus penghubung pikiran ini cepat menguras habis energi jiwa ku' Ucap gadis Elf penjaga lantai 11 itu.


'dengarkan baik-baik. Seruling giok putih tersebut bukan milikku. Seruling giok putih tersebut sebenarnya dititipkan oleh orang tua penghianat itu padaku. Ia mengatakan padaku jika suatu hari nanti seruling giok putih tersebut bereaksi terhadap seseorang, artinya orang tersebut merupakan keturunan/anak dari dirinya' Ucap gadis Elf penjaga lantai 11 tersebut menceritakan pada Lie Mei.


'orang tua penghianat?? Keturunan?? Anak??' Batin Lie Mei bingung.


'orang tua penghianat itu sebenarnya adalah teman dekat ku, tapi karena dia melanggar sebuah peraturan dari Ras Elf ia sekarang dianggap sebagai penghianat. Dan karena kau membuat seruling giok putih tersebut bereaksi padamu, itu artinya kau adalah anak dari orang tua penghianat itu' Ucap gadis Elf penjaga lantai 11 tersebut menjelaskan.


'hmm ternyata aku anak dari orang tua yang menjadi penghianat itu yah. Eh tunggu sebentar apa maksudmu ayahku itu adalah kaisar Yan dari kekaisaran Yan terdahulu. Dan lagi ayah ku itu manusia bukan seorang Elf' Batin Lie Mei tidak percaya dengan perkataan penjaga lantai 11.


'hah ternyata kau tidak mengetahui kebenaran nya yah. Untuk saat ini aku hanya bisa mengatakan jika kaisar Yan yang kau anggap sebagai ayah mu itu bukanlah ayah kandung mu. Jika kau menginginkan informasi selengkapnya sebaiknya kau tanyakan sendiri kepada kakekmu atau keluarga ibumu' Ucap gadis Elf penjaga lantai 11 tersebut.


'ah satu hal lagi, karena kau adalah anak dari orang tua penghianat itu. Kau tidak perlu mengikuti ujian lantai 12 dan 13. Sebagai gantinya akan ada ujian Elf sejati di lantai 14' Ucap gadis Elf penjaga lantai 11 tersebut lalu memutuskan jurus penghubung pikiran nya pada Lie Mei.


Walaupun Lie Mei masih memiliki banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada penjaga lantai 11 tersebut, tapi Lie Mei memilih untuk menyimpan nya untuk nanti. Untuk saat ini Lie Mei mendapat 4 kesimpulan yang didapat nya setelah mendengar penjelasan dari penjaga lantai 11 tadi.


Pertama, kaisar Yan bukalah ayah kandung Lie Mei. Kedua, ayah kandung nya adalah seorang Elf yang menjadi penghianat karena melanggar peraturan dari Ras Elf. Ketiga, ayah kandung nya itu sudah mengetahui bahwa dirinya akan mengikuti ujian Raja Elf. Keempat kakek Lie Mei dan keluarga ibunya sudah tahu tentang ayah kandung nya.


Lie Mei kemudian mengambil kembali seruling giok putih yang ada dihadapan nya, karena penjaga lantai 11 tersebut sudah mengizinkan Lie Mei untuk mengambil seruling giok putih tersebut. Saat Lie Mei berbalik badan dirinya sudah dapat melihat sebuah pintu dimensi ujian tahap ketiga.


Segera Lie Mei memasuki pintu dimensi tersebut, dan tiba di sebuah kolam besar yang sangat besar. Kolam tersebut tampak terlihat seperti biasa saja, tapi ketika Lie Mei mendekati kolam tersebut ia dapat merasakan sedikit tekanan yang menekan dirinya.


"heh sekarang ujian ketahanan yah. Tapi jika tekanannya hanya seperti ini tidak akan berpengaruh untuk ku. Bahkan tekanan nya masih terlalu lemah dibandingkan dengan tekanan yang diberikan oleh monster manusia bersayap di peperangan besar dulu" Gumam Lie Mei sedikit menyeringai.


Tanpa terlihat ragu Lie Mei langsung memasuki kolam besar tersebut. Ketika Lie Mei masuk kedalam kolam tersebut, tekanan yang diberikan oleh air kolam tersebut masih tidak dapat menekan dirinya.


Tapi semakin lama Lie Mei berendam di kolam besar tersebut, tekanan yang diberikan oleh kolam tersebut juga semakin kuat. Walau begitu Lie Mei masih bisa menahan tekanan yang diberikan itu.


Beberapa menit kemudian Lie Mei terlihat berkeringat karena tiba-tiba air kolam besar tersebut menjadi panas. Tapi karena tubuh nya sudah mencapai penguat tubuh tahap akhir Lie Mei tidak merasakan rasa panas pada air kolam besar tersebut.


Waktu terus berjalan, dan Lie Mei masih tidak merasakan apa-apa. Dirinya terlihat seperti sedang berendam di dalam kolam air panas biasa. Dan tentu saja para Elf yang menonton Lie Mei dengan cermin surgawi hanya dapat melongo melihat Lie Mei yang memiliki kekuatan yang luar biasa.


"heii, kepala penjaga lantai 11 aku tahu jika dia adalah anak dari orang tua penghianat itu. Tapi bukankah kekuatan nya itu terlalu mengerikan, di ujian tahap kedua tadi ia tampak kesulitan. Tapi di ujian tahap ketiga ini gadis manusia itu malah berkembang pesat" Ucap gadis Elf berambut putih, penjaga lantai 12.


"haha, baru kali ini aku melihat seseorang yang bisa berkembang pesat selama mengikuti ujian. Tapi bukannya itu sangat hebat, dengan kekuatan nya itu sudah pasti ia akan menjadi Raja Elf berikut nya" Ucap pemuda Elf berambut merah dengan senang.


"tapi tetap saja karena calon Raja Elf dari Ras Manusia itu adalah anak dari penghianat itu ia harus berhasil dalam ujian Elf sejati baru ia akan diakui menjadi Raja Elf selanjutnya" Ucap pemuda Elf berambut biru muda, yang merupakan penjaga lantai 13.


"yah itu benar, karena gadis manusia itu adalah anak dari seorang penghianat, dirinya harus mengikuti ujian Elf sejati tersebut. Karena jika tidak ia juga akan dianggap sebagai penghianat dan akan dibunuh di pagoda 13 lantai ini" Ucap gadis Elf penjaga lantai 11.


Ujian Elf sejati sebenarnya adalah ujian yang dibuat khusus untuk calon Raja Elf yang memiliki hubungan dengan seorang penghianat. Walaupun calon Raja Elf tersebut memiliki hubungan dengan penghianat mereka akan tetap bisa menjadi Raja Elf apabila berhasil melewati Ujian Elf sejati. Tapi jika mereka kalah tentu saja mereka akan mati.


Ujian Elf sejati juga merupakan ujian yang sangat sulit. Karena ujian tersebut diberikan oleh langit. Ujian nya sendiri pun berbeda-beda, biasanya ujian yang diberikan oleh langit adalah jenis ujian fisik, ujian jiwa, dan ujian keberuntungan.


------•••××{∆∆°\=°}×ו••------


Maaf hari ini hanya bisa up 1, karena author hari ini lagi sibuk.


Jangan lupa like dan vote untuk terus mendukung author agar bisa melanjutkan perjalanan Lie Mei.


Maaf kalo ada typo yaa. Nantikan chapter berikutnya besok.