
'Hah, akhir dari hidupku!! Yang benar saja omong kosong dari mana itu. Aku yang merupakan seorang Raja Manusia ini tidak mungkin bisa mati semudah itu, hanya karena terjebak di dalam array segitiga yang lemah ini. Terlebih lagi aku masih memiliki tugas untuk melindungi kak Lie Mei, Lie Jiao dan Lie Chen' Batin Lie Hao dengan mengepalkan tangannya dengan kuat.
Disaat-saat terakhir tubuh Lie Hao yang berada di ambang kematian karena berubah menjadi transparan dan mulai menghilang, tiba-tiba saja muncul sebuah cahaya yang amat terang dari dalam tubuh milik Lie Hao. Karena cahaya yang sangat terang itu membuat Lie Hao dan juga 3 monster manusia bayangan yang berada disana harus memejamkan mata mereka.
Krakkk
Prangg
Ketika keempatnya memejamkan mata mereka terdengar suara retakan yang berasal dari array segitiga dan juga dinding penghalang tidak terlihat yang berada di sekitar Lie Hao. Array dan dinding penghalang tidak terlihat itu retak diakibatkan karena tidak dapat mampu menahan cahaya yang dipancarkan oleh tubuh Lie Hao.
Seiring berjalannya waktu retakan-retakan yang muncul tersebut semakin bertambah banyak dan karena sudah mencapai batas untuk menahan cahaya yang dipancarkan oleh tubuh Lie Hao tersebut, Array dan dinding penghalang di sekitar Lie Hao itu akhirnya hancur menjadi serpihan lalu menghilang.
Ketiga monster manusia bayangan yang kini sudah membuka matanya itu langsung terkejut dan tidak percaya melihat Lie Hao dapat menghancurkan array segitiga yang dibuat oleh mereka itu.
Dan lagi array segitiga yang dibuat oleh mereka itu bukanlah sebuah array segitiga biasa, karena array tersebut dibuat dengan mengorbankan nyawa mereka demi memberikan seluruh darah milik mereka untuk membuat array segitiga tersebut.
Dan juga karena ketiga monster manusia bayangan itu sudah memberikan darah mereka untuk membuat array segitiga tersebut, tidak lama lagi hidup mereka bertiga akan segera berakhir.
Disaat cahaya yang dipancarkan dari dalam tubuhnya menghilang, tiba-tiba saja muncul sebuah aura berwarna biru tua yang menyelimuti seluruh tubuh milik Lie Hao yang kini masih memejamkan matanya.
Ketika Lie Hao membuka matanya terlihat kedua matanya kini juga mengeluarkan aura berwarna biru tua yang sama dengan aura yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Entah sejak kapan muncul sebuah simbol berbentuk bulan sabit dan 3 bintang kecil berwarna hitam di bawah mata kanan Lie Hao.
Lie Hao kemudian melihat seluruh tubuh nya yang diselimuti oleh aura berwarna biru tua itu, tapi ia tidak terkejut dengan perubahan besar yang terjadi pada tubuhnya itu. Lie Hao tidak terkejut karena perubahan yang sama pernah terjadi saat dirinya sedang mengikuti ujian Raja Manusia tahap terakhir, dan juga sebenarnya karena kekuatan misterius yang muncul tiba-tiba itu Lie Hao dapat berhasil melewati ujian Raja Manusia dan dirinya resmi menjadi Raja dari Ras Manusia.
Ketiga monster manusia bayangan yang berada di ketiga sisi Lie Hao tampak tersentak sekali lagi melihat perubahan besar yang terjadi pada dirinya. "Tidak mungkin bagaimana bisa kau memiliki aura berwarna biru tua dan simbol itu. Hah tidak, aku yakin kekuatan itu hanya mirip saja, karena tidak mungkin ada manusia yang bisa memiliki kekuatan yang sama dengan orang itu" Ucap salah satu monster manusia bayangan dengan tidak mempercayai Lie Hao yang memiliki kekuatan yang sama dengan orang yang dikenal oleh dirinya.
"Oh, tampaknya kau mengetahui tentang kekuatan ini, kalo begitu beritahu aku semua yang kau tahu tentang kekuatan ini!! Kau pasti tahu kan apa yang akan terjadi jika kau tidak menuruti perintahku" Ucap Lie Hao dengan ekspresi datarnya dan menatap tajam pada monster manusia bayangan yang berada di depan nya.
"hah, berani seorang manusia seperti mu memerintah diriku ini!! Dan lagi aku tidak akan memberitahumu walaupun aku mengetahui nya. Beberapa detik lagi mungkin aku akan segera mati jadi aku tidak memberitahumu walau aku mati sekalipun. Lagipula aku tidak ingin membicarakan tentang orang yang sudah menghancurkan dan menghapus keberadaan kami" Ucap monster manusia bayangan tersebut kemudian dirinya dan juga kedua monster manusia bayangan lainnya mati secara bersamaan.
Lie Hao hanya menghela nafas panjang karena tidak dapat menemukan informasi tentang kekuatan misteriusnya itu. Karena pekerjaannya sudah beres Lie Hao langsung pergi kembali ke mansion pangeran kedua, karena dirinya dapat merasakan keberadaan Lie Mei dan juga sesuatu yang sangat berbahaya berada di mansion tersebut.
★ditempat Lie Jiao dan Lie Chen★
Sementara itu ditempat Lie Jiao dan Lie Chen terlihat mereka masih mengejar Pangeran Kedua yang berusaha kabur dari kejaran Lie Jiao dan Lie Chen. Tapi sekuat dan secepat apapun Pangeran Kedua tersebut berlari dengan jurus meringankan tubuh nya, Lie Jiao dan Lie Chen dapat mengimbangi kecepatan Pangeran Kedua yang menurut mereka sangat lemah.
'Apa mereka berdua ini benar-benar seorang Iblis campuran manusia? Kenapa sudah berlari selama ini mereka sama sekali tidak terlihat kelelahan' Batin Pangeran Kedua tersebut masih terus berlari sekuat tenaga nya.
Tidak lama kemudian Pangeran Kedua mendadak berhenti berlari ketika dirinya memasuki hutan yang cukup jauh dan dalam dari mansion Pangeran Kedua. Entah rencana apa yang dibuat oleh Pangeran Kedua tersebut, Lie Jiao dan Lie Chen tidak membiarkan pangeran kedua tersebut membuat rencana miliknya berhasil.
Dalam waktu singkat Lie Jiao dan Lie Chen sudah berada di hadapan Pangeran Kedua dengan kedua nya segera menusukkan tombak mereka pada leher Pangeran Kedua. Tapi sebelum lehernya tertusuk Pangeran Kedua berhasil menghindari kedua tombak milik Lie Jiao dan Lie Chen dengan cepat.
Tapi serangan tombak Lie Jiao dan Lie Chen dapat dihindari oleh Pangeran Kedua dengan sangat mudah. Merasa serangan mereka tidak akan mempan terhadap Pangeran Kedua lagi, Lie Jiao dan Lie Chen saling melirik dan mengangguk bersamaan. Keduanya melompat beberapa langkah kebelakang.
Saat Lie Jiao dan Lie Chen melompat kebelakang mereka tiba-tiba tidak bisa menggerakkan kaki mereka, seperti ditahan oleh sesuatu. "Heh, bagaimana jebakan yang dibuat ayah kalian ini, bukankah ini sangat hebat. Hahaha bahkan kalian saja tidak menyadari jika dibelakang kalian sudah ada jebakan yang aku buat selama pertarungan tadi" Ucap Pangeran Kedua tersebut dengan tertawa keras melihat Lie Jiao dan Lie Chen berhasil terkena jebakan dari dirinya.
Lie Jiao dan Lie Chen tidak terlihat panik sama sekali, kedua nya malah terlihat menyeringai seakan-akan mereka sengaja melompat ke jebakan yang dibuat Pangeran Kedua yaitu formasi pengekangan yang membuat seseorang yang terkena formasi ini tidak akan bisa bergerak selam 15 menit. Lie Jiao dan Lie Chen kini sudah dalam mode seriusnya keduanya tampak tidak kesulitan untuk menghancurkan formasi pengekangan tersebut hanya dengan mengangkat kedua kaki mereka.
"A..apa!! T..tidak mungkin bagaimana bisa kalian berdua dengan mudahnya menghancurkan formasi pengekangan ku yang sudah berada di tahap terakhir" Ucap Pangeran Kedua dengan terputus-putus tidak percaya jika Lie Jiao dan Lie Chen masih memiliki kekuatan yang lebih kuat dari sebelumnya.
Lie Jiao dan Lie Chen tiba-tiba menerjang maju ke arah Pangeran Kedua yang masih bengong tidak percaya dengan apa yang dilihat nya.
Jleb
Brakkk
Lie Chen menusukkan tombak miliknya tepat di jantung Pangeran Kedua, kemudian Lie Jiao dengan kecepatan yang luar biasa kuatnya langsung menghantam kepala Pangeran Kedua dengan sangat kuat ke atas tanah. Hantaman kuat yang dibuat oleh Lie Jiao membuat tanah disekitar mereka retak cukup besar dan dalam.
"Apa aku terlalu berlebihan" Ucap Lie Jiao menatap tangannya.
"Hah, berlebihan?? Sebagai seorang Raja Iblis bukankah wajar jika kita memiliki kekuatan yang sangat kuat, jadi retakan kecil seperti ini tidak ada artinya untuk Raja Iblis seperti kita" Ucap Lie Chen menepuk kepala Lie Jiao.
"Kak, bukankah kita belum mengikuti ujian Raja Iblis tapi kenapa dari kemarin kakak selalu bilang kita ini Raja Iblis?? Dan lagi mana ada Ras yang bisa memiliki dua Raja. Karena itu sebagai Calon Raja Iblis kita berdua seharusnya adalah musuh" Ucap Lie Jiao menjelaskan.
"Ehh, mana bisa aku tidak mau mengaggapmu sebagai musuhku karena kau adalah adikku, kau juga berpikir begitukan Lie Jiao?" Tanya Lie Chen.
"Entahlah, aku tidak yakin. Tapi jika kita memang akan bersaing sebagai musuh, aku tidak akan menahan diri hanya karena kau adalah kakakku. Karena aku juga sangat ingin menjadi seorang Raja Iblis" Ucap Lie Jiao dengan bertekad kuat.
"Yah, baiklah jika itu keinginanmu, aku juga tidak akan menahan diri jika harus bertarung dengan dirimu nanti" Ucap Lie Chen dengan sedikit tersenyum.
Keduanya pun segera bergegas pergi kembali ke mansion Pangeran Kedua untuk bertemu dengan Lie Mei dan juga Lie Hao yang sudah sampai dan sedang dihadapi sebuah masalah besar yang sedang menimpa mereka.
------•••××{∆∆^\=^}×ו••------
Maaf kalo ada typo yaa.
Jangan lupa like dan vote serta komentar yah, agar author bisa lebih semangat melanjutkan perjalanan Lie Mei 🤧🤧
Nantikan chapter berikutnya besok.