(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds

(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds
chapter 113 (S2): Raja Elf dan Manusia


"haa, kebohongan yang memuakkan" Ucap Lie Hao tiba tiba di depan pintu masuk ruang kerja Lie Mei. Setelah selesai mengantar Lie Jiao dan Lie Chen ke kamar mereka.


"kebohongan?? Apa maksudmu Lie Hao bagaimana kau bisa mengetahui jika aura hitam ini berbohong??" Tanya Lie Mei.


"karena semua kebohongan aura hitam itu sudah terlihat sangat jelas di mata ku ini" Ucap Lie Hao sambil berjalan ke arah Lie Mei.


Walau Lie Mei tidak mengerti dengan perkataan Lie Hao itu tapi ia percaya jika ucapan Lie Hao itu benar. Setelah itu Lie Mei memerintahkan Zhe Lin untuk membawa dan menyiksa semua aura hitam tersebut di penjara bawah tanah yang ada di kekaisaran Meng.


Lie Hao yang melihat Zhe Lin itu sedikit terkejut lalu tersenyum kecil. "kak, tampaknya kau berhasil menjadi Raja Elf yaa" Ucap Lie Hao menyeringai.


"heh, sudah kuduga jika kau sudah mengetahui nya. Dan dilihat dari manusia bayangan yang masuk ke bayangan mu tadi sudah dapat dipastikan jika kau juga merupakan Raja dari Ras manusia ini. Bukankah begitu Lie Hao!" Ucap Lie Mei sambil duduk di kursi kerjanya.


"kemampuan kakak sudah tidak diragukan lagi ya, bahkan sekali lihat saja kakak sudah mengetahui nya. Jadi sepertinya aku tidak perlu menceritakan nya lagi, karena kakak pasti sudah mengetahui nya jika aku menjadi Raja manusia karena permintaan ku dikabulkan setelah berhasil melewati kultivasi tertutup" Ucap Lie Hao.


"ya tentu saja aku sudah mengetahui nya. Tapi apa kau tidak menyesal menjadi Raja dari sebuah Ras itu hanya sebuah gelar saja, bukankah akan lebih baik jika kau meminta sebuah kekuatan yang dapat meningkatkan kekuatan milikmu, Lie Hao??" Tanya Lie Mei.


"yah Raja dari sebuah Ras itu memang hanya sebuah gelar saja. Tapi aku yakin sebuah gelar ini akan berubah menjadi kekuatan yang hebat suatu hari nanti" Ucap Lie Hao dengan sangat percaya diri.


"hm kau sudah berubah yah Lie Hao" Gumam Lie Mei tersenyum kecil.


"apa tadi kakak mengatakan sesuatu??" Tanya Lie Hao.


"tidak ada apa-apa aku hanya senang karena sikap mu sudah berubah menjadi lebih dewasa saja. Ah yang lebih penting sekarang kita membereskan si pembuat masalah pangeran kedua sialan itu" Ucap Lie Mei menyeringai.


"kau benar kak, tapi bukankah kau masih memiliki masalah lain yang harus kau selesaikan terlebih dahulu" Ucap Lie Hao.


Mendengar ucapan Lie Hao itu Lie Mei tiba-tiba langsung berteleportasi ke pagoda 13 lantai tempat ujian Raja Elf tadi, setelah ingat jika ia masih harus menghajar calon Raja Elf dari Ras Iblis karena perbuatan yang dilakukan nya, Lie Mei jadi terlambat menyelamatkan Kekaisaran Meng dari serangan Lie Jiao dan Lie Chen.


★di depan pagoda 13 lantai★


Saat sampai di depan pagoda 13 lantai Lie Mei hanya dapat melongo tidak percaya dengan apa yang dilihat nya. Karena saat ini didepan Lie Mei hanya terdapat reruntuhan dari pagoda 13 lantai yang hancur lebur setelah pertempuran dengan para tahanan yang ada di lantai bawah pagoda 13 lantai.


Melihat pagoda 13 lantai yang sudah hancur berantakan tersebut Lie Mei sangat yakin jika calon Raja Elf dari Ras Iblis itu sudah pasti tidak terselamatkan lagi. Walau begitu untuk memastikan jika perkiraan nya tidak salah, Lie Mei tetap mencari mayat calon Raja Elf dari Ras Iblis tersebut dengan menggunakan mata dewa miliknya.


Lie Mei mencari di reruntuhan pagoda 13 dan disekitar nya tapi tidak dapat menemukan tanda-tanda keberadaan mayat dari calon Raja Elf dari Ras Iblis tersebut. Karena tidak dapat menemukan mayat dari calon Raja Elf dari Ras Iblis tersebut Lie Mei hanya dapat berpikir jika calon Raja Elf dari Ras Iblis tersebut berhasil melarikan diri.


"cih, seperti nya aku terlambat datang kesini. Tapi itu tidak masalah karena dimana pun kau bersembunyi aku tetap akan menemukan ku dengan menggunakan mata dewa ku ini" Ucap Lie Mei menyeringai menyeramkan.


"hm, apa itu seperti nya aku melihat sebuah cahaya hijau di balik dinding reruntuhan besar itu" Ucap Lie Mei segera menuju ke cahaya hijau yang dilihat nya.


Ketika sampai disana Lie Mei dapat melihat keempat sosok Elf yang merupakan empat Elf yang menonton Lie Mei dengan cermin surgawi saat ujian sebelum nya. keempat Elf tersebut tampak tidak sadarkan diri di dalam pelindung berwarna hijau yang mengelilingi mereka.


'mereka sepertinya menggunakan kekuatan terakhir mereka untuk membuat pelindung ini. Tapi siapa ketiga Elf yang bersama dengan gadis penjaga lantai 11?? hmm mungkin saja mereka bertiga adalah penjaga lantai 12, 13, dan 14' Pikir Lie Mei.


Karena Lie Mei tidak menemukan calon Raja Elf dari Ras Iblis itu dirinya memutuskan untuk kembali ke Kekaisaran Meng. Tapi karena tidak tega meninggalkan keempat Elf yang ada disana Lie Mei akhirnya memutuskan untuk membawa keempat Elf itu kembali bersama nya ke Kekaisaran Meng.


Lie Mei kemudian meletakkan tangan kanannya pada pelindung yang mengelilingi keempat Elf tersebut sambil menyalurkan sedikit energi kekuatan nya. Tidak beberapa lama kemudian pelindung yang dibuat oleh keempat Elf tersebut hancur berkeping keping. Segera Lie Mei memasukan keempat Elf tersebut ke dalam ruang dimensi miliknya. Lalu Lie Mei langsung berteleportasi ke Kekaisaran Meng tepat nya di ruang kerja nya.


"hm kakak sudah kembali. Bagaimana apa masalah nya sudah diselesaikan??" Tanya Lie Hao setelah melihat Lie Mei sudah kembali.


"sudah terlambat, sepertinya calon Raja Elf dari Ras Iblis itu sudah melarikan diri saat aku berada di sini" Ucap Lie Mei sambil duduk di hadapan Lie Hao.


"tapi tenang saja aku sudah mengetahui tempat persembunyian nya, dan seperti nya calon Raja Elf dari Ras Iblis itu mempunyai hubungan kerjasama dengan pangeran kedua " Ucap Lie Mei.


"begitukah, kalo begitu tempat persembunyian nya sudah pasti berada di mansion pangeran kedua yang ada di hutan bagian barat. Jika keduanya berada ditempat yang sama, ini akan mempermudah pekerjaan kita untuk menghabisi mereka" Ucap Lie Hao menyeringai kecil.


"yah itu benar, tapi bagaimana kau bisa mengetahui tempat persembunyian mereka berada di hutan bagian barat?? Apa sebelumnya kau pernah pergi kesana??" Tanya Lie Mei.


"ah itu..."


Tok tok tok


Lie Hao yang belum menyelesaikan perkataannya tiba-tiba dihentikan dengan suara ketukan pintu dari luar ruangan kerja Lie Mei. "masuklah!" Ucap Lie Mei.


Terlihat Zhu Tao memasuki ruang kerja Lie Mei kemudian Zhu Tao melaporkan bahwa Lie Jiao dan Lie Chen sudah sadarkan diri dari pingsannya. Segera Lie Mei dan Lie Hao pergi meninggalkan ruang kerja Lie Mei lalu pergi menuju ke kamar Lie Jiao dan Lie Chen setelah mendengar laporan dari Zhu Tao tersebut.


★dikamar Lie Jiao dan Lie Chen★


Setelah sampai dikamar Lie Jiao dan Lie Chen. Lie Mei dan Lie Hao dapat melihat kedua adiknya itu sedang tidur di atas 2 kasur yang ada dikamar mereka itu. Tapi Lie Mei dan Lie Hao hanya tersenyum kecil karena mengetahui jika kedua adik kembarnya itu hanya berpura-pura tidur.


Lie Mei lalu melirik ke arah Lie Hao dengan tatapan jahil, Lie Hao yang mengetahui maksud kakaknya itu hanya memberi anggukan kecil kepadanya. "ekhem, seperti nya mereka berdua masih tidur. Bagaimana menurut mu Lie Hao apa kita perlu membangunkannya??" Tanya Lie Mei.


"hm untuk apa membangunkannya, kedua orang yang tidak tahu diri seperti mereka harus nya kita bunuh saja. Bagaimana bisa mereka tidur dihadapan kedua Raja seperti kita" Ucap Lie Hao dengan dingin.


"oh yang kau katakan benar juga. Kedua orang yang membuat masalah di kekaisaran ku ini memang pantas untuk mati" Ucap Lie Mei dengan sedikit mengeluarkan aura membunuh nya.


"kakak kau jangan lupa untuk menyiksa mereka sebelum dieksekusi. ah akan bagus jika kepala mereka kita gantung di depan gerbang masuk kekaisaran Meng. Agar menjadi peringatan bagi orang-orang tidak tahu diri, yang mencari masalah dengan Kekaisaran Utama dunia manusia kita ini" Ucap Lie Hao dengan menyeringai iblis.


"Yah itu benar. Dan sepertinya mereka berdua tidak bisa bangun karena itu sebaiknya kita memerintahkan para penjaga untuk menyiksa dan eksekusi mereka" Ucap Lie Mei lalu beranjak keluar dari kamar Lie Jiao dan Lie Chen bersama dengan Lie Hao.


Lie Jiao dan Lie Chen yang mendengar pembicaraan Lie Mei dan Lie Hao itu langsung pucat dan ketakutan. Karena tidak ingin hal yang diucapkan Lie Mei dan Lie Hao terjadi keduanya memutuskan untuk segera bangun dari tempat tidur mereka.


"kedua Yang mulia mohon ampuni nyawa kami. Kami berdua memang bersalah karena membuat masalah pada kekaisaran ini, karena itu kami akan melakukan apa saja untuk menebus dosa kami" Ucap Lie Jiao dan Lie Chen dengan berlutut dan memohon pada Lie Mei dan Lie Hao.


Lie Mei dan Lie Hao hanya bisa menahan tawa mereka melihat kedua adiknya itu bisa ketakutan seperti itu. "hm baiklah aku tidak akan membunuh kalian, lagipula kalian masih berguna untukku. Sebagai gantinya kalian harus menerima hukuman karena perbuatan kalian yang tidak bisa dimaafkan" Ucap Lie Mei.


------•••××{∆∆^\=^}×ו••------


Maaf 🙏🙏 up nya lama karena author lagi ada ujian dan tugas praktek yang belum selesai. Hari ini up satu dulu yah, besok baru up seperti biasa nya.


Jangan lupa like dan vote serta komentar agar author bisa lebih semangat melanjutkan perjalanan Lie Mei 🤧🤧🤧


Nantikan chapter berikutnya besok.