(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds

(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds
chapter 22: kemenangan yang cepat


"walaupun kau mempunyai 2 elemen tapi kau jangan meremehkan orang lain karena masih banyak orang yang lebih kuat dari mu" ucap lie mei


"iya aku tau kok" ucap lie Hao


"kalo begitu ayo pergi ke arena nomor 4" ucap lie mei


"baik" ucap lie Hao


★di arena nomor 4★


"hei, coba lihat itu bukannya dia perempuan tapi kenapa bisa ada di ujian murid dalam" ucap murid dalam A


"iya kau benar, kalo begini perempuan itu pasti akan di icar pertama kali" ucap murid dalam B


"kak sin seperti nya ada perempuan yang mengikuti ujian murid dalam" ucap seorang pria


"aku sudah tau itu adik lan, memang jarang sekali ada perempuan yang bisa menjadi murid dalam aku jadi ingin tau seperti apa kekuatan nya" ucap kakak Sin


"kak sin apa kau berniat melawan nya, kalo iya mungkin perempuan itu tidak akan selamat lagi" ucap adik lan


★di tempat lie Mei★


"kak sepertinya kau sudah menjadi incaran dari para murid dalam" ucap lie Hao khawatir


"apa yang kau khawatirkan, bukannya kau bilang akan melindungi ku" ucap lie mei


"yah aku memang bilang begitu, tapi kalau melawan semua orang ini aku tidak mungkin bisa menang" ucap lie Hao


"lie Hao percaya lah pada kekuatan mu aku yakin kau bisa mengalahkan mereka" ucap lie mei


"oh coba lihat ini bukankan kau kak lie Mei bagaiman kakak bisa ada di ujian murid dalam apa karena ayah merekomendasikan kakak jadi kakak bisa masuk tanpa ujian beladiri" ucap pangeran lie Sao


"siapa kau berani sekali bilang begitu pada kakak ku" ucap lie Hao marah


"oh apa kau pangeran pecundang itu siapa nama mu lie Hao kah" ucap pangeran lie Sao mengejek


"kita tidak ada urusan dengan mu dan lagi kami tidak mengenal orang seperti mu" ucap lie mei melotot


"cih lihat mata mu itu sungguh menyeramkan, seperti orang nya" ucap pangeran lie Sao kesal


"kak sepertinya aku pernah melihat wajah nya di buku kerajaan yang waktu itu kita baca siapa namanya kalo tidak salah pangeran lie siapa yah, ah sepertinya lie shui


" eh lie shui, bukan nya namanya itu lie san yah" ucap lie mei


"kak namanya bukan lie san, ah aku ingat pasti nama nya lie Shai benarkan pangeran lie Shai


"nama ku itu lie Sao bukan lie Shai tahu, bahkan kalian tidak mengenal nama pangeran dari permaisuri yah kalian cuma anak selir sih jadi aku bisa memaklumi nya" ucap pangeran lie Sao kesal


"hanya karena kau anak dari permaisuri bukan berarti kau lebih kuat dari kami tau" ucap lie Hao marah


"sudahlah lie Hao kau tidak perlu marah wajar saja dia tidak tau kalo kita lebih kuat dari nya karena pasti kerjaan nya di kerajaan hanya bermalas malasan" ucap lie mei mengejek


"hahaha, kau benar kak kali ini aku mendukungmu" ucap lie Hao


"kalian berdua berani sekali tidak sopan pada ku, aku ini anak dari permaisuri loh aku pasti akan melaporkan perbuatan kalian pada ayah dan ibu nanti" ucap pangeran lie Sao mengancam


"memang kenapa kalo anak dari permaisuri, sekarang ini kita berada di sekolah beladiri jadi status keluarga tidak lah penting karena disini kekuatan lah yang lebih di utamakan" ucap lie Hao


"pertandingan babak pertama di mulai" ucap kakak si


"heh karena kau bilang kekuatan lebih diutamakan biar aku beri kau pelajaran lie Hao" ucap pangeran lie Sao sambil menggunakan kekuatan elemen api pada lie Hao


"hanya kekuatan api level 2 saja sudah bangga tapi kekuatan api milik kakak ku lebih hebat lagi dari ini, rasakan lah kekuatan angin milik ku ini" ucap lie Hao menyerang pangeran luo Shin dengan kekuatan angin


lalu pangeran luo Shin terjatuh sampai garis batas karena serangan lie Hao


"wuahhhh, bagaimana bisa kekuatan nya lebih kuat dari ku" ucap pangeran lie Sao tidak percaya


"heh bagaiman apa kau sudah melihat kekuatan milik ku ini jika kau saja tidak bisa mengalahkan aku jangan harap bisa mengalahkan kak lie Mei" ucap lie Hao


"lihat saja aku pasti akan membalas penghinaan yang kalian lakukan pada ku hari ini" ucap pangeran lie Sao sambil lari meninggalkan arena


"bagaimana dengan kekuatan ku tadi kak apa aku hebat wuahhhh kakak apa yang kau lakukan" ucap lie Hao terkejut melihat lie mei


"apa yang aku lakukan? tentu saja aku menghajar mereka apa kau tidak bisa melihat nya sendiri " ucap lie mei dengan santai


"aku tau itu tapi bagaimana bisa kakak mengalahkan mereka semua hanya dalam sekejap, bahkan jumlahnya ada sekitar 20 orang bukan pasti sekitar 40 orang di sini" ucap lie Hao tidak percaya


"aku tidak tau padahal aku baru mengunakan 10% kekuatan ku tapi mereka semua malah pingsan Begitu saja" ucap lie mei


"kak sepertinya aku tidak perlu melindungi mu lagi kekuatan mu saja sudah lebih dari cukup untuk menjaga diri mu sendiri" ucap lie Hao


"baiklah, karena kakak masih membutuhkan ku menjadi pelindung mu" ucap lie Hao


★di tempat lain★


"kak perempuan itu benar benar sangat kuat bahkan bisa mengalahkan 40 orang hanya dalam sekejap saja" ucap adik lan


"bukan hanya cantik tapi juga sangat kuat memang benar seperti tipe ku sekali" ucap kakak sin


"kak sin jangan bilang kau menyukai nya, kak ingat lah kalo kita ini adalah pendekar pedang" ucap adik lan mengingatkan


"yah aku tau kalo seorang pendekar pedang seperti kita tidak boleh mencintai seseorang sebelum berhasil menemukan jalan berpedang" ucap kakak Sin


"baguslah kalo kakak ingat, karena kita kesini hanya untuk mengumpulkan informasi berpedang dari sekolah beladiri ini" ucap adik lan


"aku mengerti" ucap kakak sin


★di tempat lie Mei★


"kak sepertinya kelompok kita selesai yang pertama kali" ucap lie Hao


"oh benarkah, ternyata cepat juga yah aku kira bakal memakan banyak waktu" ucap lie mei


"yah tentu saja itu kan karena kakak yang mengalahkan 40 orang dari mereka dengan mudah, bahkan aku hanya bisa mengalahkan 1 orang saja" ucap lie Hao sebal


"kelompok 4 seperti nya sudah selesai, bagi 10 besar di kelompok 4 bisa istirahat sebentar sebelum memulai babak ke dua" ucap kakak si


"lie Hao ayo kita istirahat di Bangku yang ada di ujung itu" ucap lie mei sambil menunjuk ke arah bangku


"baik ayo kesana" ucap lie Hao lalu pergi ke bangku itu


★di bangku tempat istirahat★


"haah, benar benar melelahkan" ucap lie Hao


"lelah apanya bahkan kau cuma mengalahkan 1 orang, aku harus nya yang bilang kalau ini melelahkan" ucap lie mei


"kalo melelahkan minumlah air ini" ucap seseorang sambil memberikan minuman pada lie mei


perempuan kenapa bisa ada perempuan di sini dan lagi seperti nya usia nya lebih tua dari ku


"siap kau??" tanya lie Mei sambil menerima minuman dari nya dan memeriksa minuman itu


"hahaha, apa perlu kau sampai memeriksa minuman itu aku tidak memberikan racun juga pada mu" ucap perempuan itu


"walaupun begitu aku tidak mengenal mu jadi aku harus tetap waspada, lie Hao ini buat kau saja" ucap lie mei memberikan minuman pada lie Hao.


"benarkah kakak memang yang terbaik" ucap lie Hao langsung mengambil minuman dari lie mei dan meminum nya


"yah padahal aku membeli nya untuk mu" ucap perempuan itu


"jadi siapa sebenarnya kau ini??" tanya lie mei


"baiklah akan ku beritahu, aku adalah satu satunya guru wanita di sini panggil saja guru ran" ucap guru ran


"ternyata ada guru wanita di sini juga yah aku baru tau" ucap lie mei


"yah walaupun aku seorang guru tapi aku menjadi guru karena rekomendasi dari ayahku yang seorang kepala sekolah dari sekolah beladiri ini" ucap guru ran


"ternyata begitu yah" ucap lie mei


"kenapa respon mu hanya begitu saja, apa kau tidak terkejut aku anak dari kepala sekolah ini" ucap guru ran


"yah karena aku tidak peduli kau berasal dari mana" ucap lie mei


sebenarnya karena aku sudah mengetahui nya dari mata dewa


"baiklah semua kelompok sudah selesai bertarung, sekarang saya akan memulai ujian murid dalam babak ke dua" ucap kakak si


"kepada seluruh murid yang masuk 10 besar harap segera datang ke arena 1" ucap kakak si


†††††††††††


maaf kalo ada yang typo yaa


jangan lupa berikan like dan komentar nya


nantikan chapter berikutnya