(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds

(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds
chapter 26: ujian babak final


setelah selesai makan


"wah, enak sekali makanan aku jadi ingin


makan lagi" ucap lie Hao


"tidak boleh untuk malam ini kita makan segini dulu, kalo ada kesempatan aku akan memasak lagi untuk kalian" ucap lie mei


"lalu bagaimana dengan kalian berdua apa kalian mau tinggal disini, asrama ini sangat besar jadi kalo kami berdua tinggal di sini akan terasa sepi??" tanya lie Mei


"apa kau yakin mengizinkan pembunuh seperti kami tinggal di asrama ini??" tanya xin


"tentu saja bukan nya kalian tidak ada tempat tinggal lagi, jadi tinggal lah di sini bersama kami lie Hao juga setuju yah kan lie Hao" ucap lie mei


"yah kakak benar, jika bukan karena kalian aku pasti tidak akan makan makanan enak malam ini" ucap lie Hao


"baiklah karena kau bilang begitu kami berdua akan tinggal di sini" ucap xin


"baguslah, kalo begitu perkenalkan namaku lie mei 12 tahun ini adikku lie Hao 10 tahun" ucap lie mei memberikan tangan nya untuk berjabat tangan


"panggil saja xin 15 tahun ini wen teman ku tapi sudah kuanggap seperti adik sendiri 14 tahun" ucap xin sambil berjabat tangan dengan lie Mei


"sekarang kita sudah menjadi teman, jadi tidak usah sungkan jika ada masalah nanti" ucap lie mei


"oh ini sudah waktunya tidur pergi lah ke kamar kalian untuk tidur, aku akan mencuci piring ini terlebih dahulu' ucap lie mei


"apa perlu kami bantu untuk mencuci nya??" tanya xin


"tidak perlu istirahat lah, biar aku saja yang mencucinya sendiri" ucap lie mei lalu pergi ke dapur


★di dapur★


"aku tidak sabar dengan ujian murid dalam besok aku yakin besok aku akan menang dan menjadi murid dalam resmi" ucap lie mei sambil mencuci piring


"ada apa ini kenapa ruang penyimpanan bisa bergetar, apa aku melakukan kesalahan??" tanya lie Mei kaget


"wuah, pedang milik kak xin dan Wen keluar dari penyimpanan sekarang ada apa ini kenapa tiba tiba pedang nya keluar" ucap lie mei bingung


★ di kamar Wen dan xin★


"perasaan ini apa jangan jangan pedang milik ku yah??" tanya xin


tok tok tok


"kak apa kau merasakan nya juga??" tanya Wen


"yah aku merasakan nya tapi kenapa bisa aktif nya sekarang" ucap xin sambil membuka pintu


"apa jangan jangan aktif karena lie mei" ucap Wen


"itu mungkin saja ayo pergi, mungkin sekarang lie mei sedang bingung dengan situasi nya" ucap xin lalu pergi menuju lie Mei


" yah ayo" ucap Wen lalu pergi


★di dapur★


"lie mei apa kau baik baik saja" ucap xin


"kak xin pedang milik mu dan kak Wen tiba tiba keluar dan mengikuti aku terus sebenarnya apa yang terjadi??" tanya lie Mei tidak mengerti


"sepertinya pedang nya memilih mu" ucap Wen


"apa maksud kak Wen kenapa pedang kalian malah memilih ku??" tanya lie Mei


"biar aku yang menjelaskan nya, jadi pedang kami itu adalah jenis pedang pemilik yang artinya pedang itu sendiri yang memilih pemilik nya sebenarnya kami menyukai pedang itu tapi karena jenis pedangnya pemilik jadi kami tidak bisa memiliki nya karena itu kami membuat segel darah pada pedang itu agar mengakui kita sebagai pemilik nya tapi sepertinya tidak bertahan lama karena pedang itu akan memilih pemilik nya lagi" ucap xin menjelaskan


"jadi pedang ini memilih ku menjadi pemilik nya, tapi aku sudah mempunyai pedang milik ku sendiri aku tidak membutuhkan pedang lain lagi" ucap lie Mei


"oh dan juga pedang ini memiliki jiwa jadi dia akan selalu mengikuti perintah pemilik nya" ucap Wen


"benarkah, hemm kalo aku menyuruh nya membunuh seseorang apa dia akan membunuh nya??" tanya lie Mei


"yah dia akan melakukan nya karena itu perintah pemilik nya" ucap xin


"baiklah sepertinya berguna juga untuk ku aku akan menerima nya, tapi bagaimana dengan kalian sekarang kalian tidak mempunyai pedang lagi dong" ucap lie Mei


"itu bukan masalah untuk kami, kami bisa memilih senjata saat menjadi murid dalam resmi nanti" ucap xin


"tapi aku jadi tidak enak karena mengambil pedang milik kalian, kalo begitu biar aku saja yang memilih pedang untuk kalian nanti" ucap lie Mei


"eh tidak perlu kok biar kami saja yang memilih nya" ucap Wen


"tenang saja, aku pasti akan memilih pedang yang bagus untuk kalian nanti kalo begitu aku kembali ke kamarku dulu" ucap lie Mei lalu kembali ke kamarnya


"kak xin aku tidak percaya kalo pedang kita akan memilih lie Mei sebagai pemilik nya" ucap Wen


"yah aku juga masih tidak percaya, lie Mei selalu membuat kita terkejut dengan perbuatannya itu" ucap xin


"kau benar, bahkan dia bisa mengubah asrama ini menjadi istana memasak makanan yang tidak pernah ada sebelumnya lalu diakui oleh pedang kita aku ingin tau seperti apa lagi lie Mei mengejutkan kita" ucap Wen


"aku tidak menyangka kalian memilih ku menjadi pemilik kalian apa bisa kalian berubah menjadi pedang yang tidak menakutkan, simbol tengkorak pada kalian bisa membuat orang mengira aku adalah pembunuh tau" ucap lie mei


seketika kedua pedang itu berubah menjadi tidak menyeramkan



"kalo begini kan orang lain tidak akan mengira aku ada pembunuh, baiklah kalian masuk lah ke ruang penyimpanan" ucap lie mei


lalu kedua pedang itu masuk ke ruang penyimpanan


"yah baiklah sekarang sudah saat nya tidur karena besok aku harus mengikuti ujian murid dalam babak final " ucap lie mei lalu tertidur


besok hari nya


"lie Hao ayo cepat nanti kita akan telat, kak xin dan Wen juga kenapa lama sekali mandinya" ucap lie mei


"iya sebentar, lagi pula ini masih jam 5 tahu kenapa membangun kan kami sekarang bukannya ujian nya jam 8 pagi" ucap xin


"kak xin benar, padahal aku masih ingin tidur lagi tau" ucap lie Hao kesal


"karena aku ingin pergi nya sekarang jadi kalian juga harus pergi sekarang, cepat lah kalo kalian lama aku tidak akan memasak untuk kalian lagi" ucap lie mei


"jangan lie Mei, lihat aku sudah selesai sekarang apa aku sudah boleh makan" ucap Wen


"yah tentu saja makan lah, ini sarapan pagi untuk kakak Wen" ucap lie mei


" kak lie mei aku juga mau makan" ucap lie Hao


"jangan lupa kan aku juga" ucap xin


"tenang saja semua nya kebagian kok, cepat lah makan rotinya lalu pergi ke ujian murid dalam " ucap lie mei


"baik, jadi ini roti yah aku tidak pernah mendengar nama nya yah sudah lah makan saja yang pasti kalo dibuat oleh kak lie Mei pasti enak" ucap lie Hao lalu memakan roti nya


"wuahh enak sekali" ucap mereka bertiga


"jadi ini yang nama nya roti benar benar enak dan manis" ucap Wen


"yah tentu saja karena aku yang membuat nya, aku akan membuat roti untuk sarapan pagi setiap hari nya" ucap lie mei


"makan makanan enak setiap hari memang yang terbaik, aku sudah selesai ayo pergi sekarang" ucap lie Hao


"yah ayo pergi" ucap xin


"baiklah ayo pergi sekarang" ucap lie mei


lalu mereka pergi ke ujian murid dalam babak final


★di tempat ujian murid dalam★


"oh, lie Mei kau datangnya pagi juga yah" ucap lan


"bukannya kakak yang datang duluan" ucap lie mei


"aku baru datang kok karena asrama ku dekat jadi aku bisa datang lebih awal" ucap lan


"yah itu benar juga sih, asrama ku jauh dari sini jadi tidak secepat kakak yang datang duluan" ucap lie mei


"aku dengar kau tinggal di asrama lama dengan lie hao, apa kau tidur nyenyak tadi malam??" tanya lan


"yah tentu saja, aku tidur nyenyak dan aku tinggal bersama dengan kak xin dan Wen juga di asrama" ucap lie mei


"yang benar saja lie Mei tinggal dengan pembunuh itu apa dia tidak takut yah, bahkan dia sudah mengenal nama nya" pikir lan


"ternyata begitu yah Baguslah kalian tidak tinggal berdua saja, pasti kalian akan kesepian" ucap lan


"yah kakak benar" ucap lie mei


"sepertinya kedua kelompok sudah ada disini kalo begitu aku akan memulai ujian murid dalam babak final nya" ucap kakak si


"untuk semua kelompok silahkan datang ke arena nomor 2 di depan ku ini" ucap kakak si


"kak ayo kita pergi" ucap lie Hao


" baiklah ayo" ucap lie mei


★di arena nomor 2★


"baiklah ujian murid dalam tahun ini akan berbeda dengan tahun sebelumnya karena akan ada hadiah bagi yang bisa menang menjadi juara 5 besar " ucap kakak si


†††††††††††


maaf kalo ada typo yaa


jangan lupa like dan komentar nya


nantikan chapter berikutnya