
besok pagi nya, di taman belakang istana sudah ada lie mei dan lie Hao yang sedang santai sambil meminum teh hangat
"minum teh hangat di pagi hari yang sejuk ini memang sangat nikmat sekali" ucap lie mei sambil meminum teh nya dengan elegan
"kau benar kakak" ucap lie Hao sambil menyeruput secangkir teh hangat yang ada di tangan nya
dari kejauhan terlihat lie Jiao dan lie Chen sedang mencari lie mei, dan akhirnya mereka melihat lie mei di taman belakang istana lalu segera menghampiri nya
"kakak kau enak sekali yah, disaat kami sedang bekerja sampai tidak tidur semalaman kalian berdua malam asik minum teh disini" ucap lie Chen kesal
"hehehe, tidak masalah kan jika sekali sekali kita bersantai minum teh seperti ini lagipula aku tidak ada kerjaan lagi" ucap lie mei tertawa canggung
"terserah kakak deh, oh iya tadi kami bertemu dengan Zhu Ting dia meminta kami untuk memanggil kakak ke aula utama" ucap lie Chen
"hm, ada masalah apa sampai memanggil ku sekarang??" tanya lie Mei
"aku tidak tau, yang pasti saat kami melewati aula utama terlihat banyak sekali orang orang disana tapi sepertinya buka dari kekaisaran meng" ucap lie Chen
"kalo begitu aku pergi dulu, ayo lie Hao kita pergi" ucap lie mei sambil menggunakan topeng dan segera pergi ke aula utama, begitu pun dengan lie Hao, lalu kedua nya segera pergi ke aula utama
★di aula utama★
sesampainya di sana lie mei dan lie Hao terkejut melihat banyak orang asing yang bukan dari kekaisaran meng setelah itu lie mei segera duduk diatas tahtanya
bukan hanya itu saja tubuh mereka semua sangat kurus kering pakaian mereka juga compang camping, melihat keadaan itu lie mei dan lie Hao seketika mengerutkan keningnya tidak percaya dengan apa yang mereka lihat itu
setelah melihat lie mei duduk di atas tahta kaisar, orang orang itu segera bersujud dan memberikan hormat pada lie mei yang selaku calon kaisar kekaisaran meng
"yang mulia maaf membuat anda melihat pemandangan yang mengerikan ini, kami sudah melarang mereka untuk masuk ke dalam istana tapi mereka tetap saja menerobos masuk ke dalam" ucap Zhu Shen merasa bersalah
"tidak masalah, kalian semua berdiri lah dan beritahu aku kenapa kalian berada di kekaisaran ku ini" perintah lie mei dengan datar
"sebelum nya saya minta maaf karena kami menerobos masuk ke dalam istana yang mulia tanpa izin, kedatangan kami kesini sebenarnya untuk meminta bantuan kepada yang mulia" ucap seorang pria paruh baya sambil membungkuk meminta maaf
"minta bantuan?? kalo boleh tau kalian ini berasal dari mana??" tanya lie Mei dengan bingung
"kami semua berasal dari kerajaan Liao, seperti yang anda lihat sendiri kami sedang mengalami musibah sehingga tubuh kami menjadi seperti ini dan juga sebenarnya saya diperintahkan langsung oleh raja Liao jin untuk meminta bantuan dari yang mulia" ucap pria paruh baya itu menjelaskan
"kerajaan Liao aku tidak pernah mendengar nya" ucap lie mei
"wajar saja yang mulia tidak tau, itu adalah kerajaan independen letak nya juga berada di antara kekaisaran meng dan kekaisaran Yan tapi akhir akhir ini juga terdengar kabar kalo kerajaan Liao sedang terkena wabah aneh yang tidak bisa disembuhkan" ucap Zhu Ting
"ehhh kalo adik ketiga tau mereka terkena wabah, kenapa masih membiarkan mereka masuk ke istana apa kau ingin membuat yang mulia terkena wabah juga" ucap Zhu Tao kesal
"maaf kakak pertama aku lupa jika mereka terkena wabah aneh itu" ucap Zhu Ting sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"sudah lah, aku tidak masalah dengan itu jadi sekarang apa kalian kesini untuk meminta bantuan ku mengurus masalah wabah ini??" tanya lie Mei dengan datar
"itu benar yang mulia" ucap pria paruh baya itu
"tapi kenapa kalian meminta bantuan pada kami, bukan nya kalian juga bisa meminta bantuan dari kekaisaran Yan??" tanya lie Mei penasaran
"saya tidak tau yang mulia akan percaya atau tidak, tapi di kerajaan Liao kami memiliki seorang peramal dan peramal itu mengatakan hanya kekaisaran meng yang bisa menyelamatkan kerajaan Liao dari wabah aneh ini oleh sebab itu raja Liao jin memerintah kan saya untuk pergi meminta bantuan pada anda yang mulia" ucap pria paruh baya itu
heh peramal itu pasti sangat hebat karena bisa mengetahui kekuatan milik ku ini
"yah aku memang bisa menyelamatkan kalian dengan kekuatan milik ku ini tapi.." ucap lie mei dengan dingin
semua orang kerajaan Liao itu sangat senang setelah mendengar lie mei bisa menyelamatkan mereka tapi setelah mendengar kata tapi raut wajah mereka seketika berubah menjadi kecewa
"tapi apa yang mulia??" tanya pria paruh baya itu dengan hati hati agar tidak membuat lie mei marah
"itu kerajaan kami sudah tidak punya apa apa lagi yang bisa kami berikan pada yang mulia anda bisa lihat sendiri bagaimana keadaan kami, membeli pakaian dan makanan saja kami tidak bisa apalagi harus memberikan yang mulia imbalan" ucap pria paruh baya itu dengan raut wajah sedih
"baiklah kalo begitu kami pamit undur diri" ucap pria paruh baya itu
mereka pun melangkah ke luar aula utama karena mereka sadar jika mereka tidak bisa meminta bantuan dari lie mei tanpa memiliki imbalan untuk lie Mei, tapi langkah mereka tiba tiba dihentikan oleh suara milik lie Mei
"jika kalian berani melangkah lagi aku pastikan kalian tidak akan mendapat bantuan dari ku lagi" ucap lie mei dengan berteriak
"apa maksud perkataan mu yang mulia??" tanya pria paruh baya itu bingung
"apa kau masih tidak mengerti, aku akan membantu kalian tapi dengan satu syarat" ucap lie mei
wajah sedih mereka seketika berubah menjadi sangat senang mendengar lie mei mengatakan akan membantu mereka
"apa syarat nya itu??" tanya pria paruh baya itu dengan sangat bahagia
"lie Hao beritahu pada mereka" ucap lie mei pada lie Hao
"baik kak" ucap lie Hao lalu segera turun menuju pria paruh baya itu
setelah itu lie Hao membisikkan sesuatu pada telinga pria paruh baya itu, pria paruh baya itu mengangguk mengerti dengan yang dikatakan lie Hao
"saya setuju dengan syarat dari yang mulia, dan juga saya yakin raja Liao jin juga akan setuju dengan persyaratan dari yang mulia ini" ucap pria paruh baya itu
"hmm baguslah" ucap lie mei
lalu semua orang dari kerajaan Liao itu pamit untuk kembali ke kerajaan mereka begitu pun dengan Zhu Tao, Zhu Shen, dan Zhu Ting, sedangkan lie mei dan lie Hao memutuskan pergi ke halaman belakang untuk melihat perkembangan dari para prajurit nya
★di perjalanan menuju halaman belakang istana★
"kak apa kau benar benar bisa menyembuhkan wabah aneh dari kerajaan Liao itu??" tanya lie Hao tidak percaya
"lie Hao kau masih saja tidak percaya dengan kekuatan milik ku ini, tentu saja aku bisa aku kan tidak pernah bohong dengan ucapan ku" ucap lie mei dengan percaya diri
"mana mungkin aku percaya, kakak bahkan belum memperlihatkan ku kekuatan mu yang sebenarnya" ucap lie Hao dengan cemberut
"hahaha iya juga yah, tenang saja saat peperangan besar nanti aku pasti akan menunjukkan kekuatan ku yang sebenarnya padamu" ucap lie mei sambil merangkul pundak lie Hao
"benar yah kak, aku harap kakak bisa menepati janji mu itu" ucap lie Hao dengan tidak sabar melihat kekuatan lie mei
"tentu saja aku kan tidak pernah melanggar janji ku" ucap lie mei
setelah sampai di halaman belakang istana lie mei dan lie Hao terkejut melihat para prajurit yang sedang berlatih itu
"ya Tuhan, apa apaan ini padahal baru 1 hari tapi kenapa para prajurit ku yang kurus kerempeng bisa jadi seperti ini" ucap lie mei dengan sangat terkejut
lie mei dan lie Hao hanya bisa membuka mulutnya lebar-lebar setelah melihat perubahan yang terjadi pada para prajurit nya
†††††††††††
maaf kalo ada typo yaa
jangan lupa like sebelum membaca agar author bisa lebih semangat nulis nya
terima kasih
nantikan chapter berikutnya