
"kak ayo pergi ujian babak ke dua sudah di mulai" ucap lie Hao
" baiklah, guru ran kalo begitu kami pergi dulu dan terima kasih atas minuman nya" ucap lie mei
"yah pergi lah dan pastikan kalo kau masuk menjadi murid dalam resmi" ucap guru ran
"tentu saja, kami pasti akan menjadi murid dalam resmi" ucap lie mei lalu pergi ke arena
" aku harap itu memang terjadi " pikir guru ran
★di arena 1★
"karena semua nya sudah ada disini aku akan mulai menjelaskan peraturan ujian murid dalam babak ke dua, berbeda dengan babak pertama yang dibagi menjadi 4 arena sekarang kita hanya memakai 1 arena saja yaitu arena 1 yang sekarang kalian berada" ucap kakak si
"dan juga dibabak ini kalian akan bermain secara berkelompok bukan berpasangan kelompok kalian sesuai dengan 10 besar yang ada pada arena kalian jadi intinya kalian akan bertarung melawan 10 besar di arena lain, tentunya kalian tidak boleh saling membunuh kalian menang jika lawan kalian menyerah atau tidak sadarkan diri" ucap kakak si menjelaskan peraturan
"nomor urut dan lawan kalian akan di tentukan dari undian , silakan tentukan 1 perwakilan dari kelompok kalian dan ambil undian kalian" ucap kakak si
"siapa yang akan mengambil undian nya??" tanya lie Mei pada kelompok nya
"kau saja yang ambil" ucap adik lan
"kalo begitu kalian ingin melawan siapa?? dan ingin urutan nomor berapa??" tanya lie Mei
"memang kau bisa mengetahui yang mana yang harus di ambil??" tanya adik lan
"yah aku bisa mengetahui nya makanya aku bertanya pada kalian mungkin saja kalian ingin melawan arena yang kalian inginkan" ucap lie Mei
"kalo bisa kami ingin melawan arena nomor 1 karena musuh Ku ada disana" ucap seorang pria 1
"yah aku juga setuju karena arena nomor 1 sangat lah kuat aku ingin sekali melawan mereka" ucap pria 2
" baiklah lawan kita adalah arena nomor 1 dan urutan nya??" tanya lie Mei
"kalo bisa aku ingin nomor 2 saja agar bisa beristirahat dulu" ucap pria 3
"kalo begitu aku pergi dulu" ucap lie Mei lalu pergi mengambil undian dengan mata dewa
setelah mengambil undian
"aku sudah mengambil nya, sesuai yang kalian katakan" ucap lie Mei memberikan undian pada mereka
"ternyata perempuan ini memang bisa mengetahui nya yah memang hebat menurut ku" pikir adik lan
"karena kita ada diurutan kedua jadi kita bisa saling berkenalan dulu bagaimana??" tanya adik lan
"kalo begitu perkenalkan namaku lan dari klan pendekar pedang api, dan yang di sebelah ku ini adalah kakak sepupu ku panggil saja san dia orang nya tidak pernah berbicara dengan orang lain" ucap lan
"nama ku sai ini adik ku rai kami dari sekte Chan" ucap pria 3
"salam kenal nama ku rai" ucap pria 2
"sekte Chan?? bukan nya kalian bisa masuk ke sekte kalo sudah menjadi murid dalam " ucap lan
"yah itu memang benar tapi karena ayah kami adalah tetua dari sekte Chan, kami dari kecil sudah masuk ke sekte Chan" ucap Sai
"ternyata begitu, lalu bagaimana dengan kalian berdua jarang sekali ada perempuan yang bisa masuk menjadi murid dalam" ucap lan
"nama ku lie mei dan ini adik ku lie Hao salam kenal" ucap lie mei
"salam kenal aku lie hao" ucap lie Hao
"baiklah karena sekarang kita sudah berkenalan jadi mohon kerjasamanya saat pertarungan nanti" ucap lan
"eh bagaimana dengan mereka berdua, mereka kan belum memperkenalkan diri" ucap lie mei
"apa kau tidak melihat logo yang ada di pedang mereka itu??" tanya lan
"logo?? maksudnya yang gambar tengkorak itu" ucap lie mei
"yah itu, apa kau tidak tahu semua orang yang mempunyai logo itu adalah pembunuh jadi sebaiknya kalian jangan berbicara dengan mereka dan berdekatan dengan mereka" ucap lan
"pembunuh yah, aku mengerti" ucap lie mei
"kak kenapa di kelompok kita ada pembunuh dan lagi kenapa mereka bisa ada di sini" ucap lie Hao ketakutan
"heii yang benar saja kau ketakutan cuma karena ada pembunuh disini, lagipula kau kan punya 2 elemen jadi tidak perlu takut kan" ucap lie mei
"aku tidak ketakutan aku cuma penasaran kenapa mereka ada di sini" ucap lie Hao kesal
"iya iya mana mungkin adik ku yang berbakat ini bisa takut hanya karena ada pembunuh" ucap lie mei
tapi sepertinya tujuan mereka kesini untuk membalas dendam pada musuh yang mereka bilang ada di arena 1 itu
kalo begini mungkin mereka akan melakukan pembunuhan di sini dan kalo mereka melakukan itu kelompok kami akan didiskualifikasi dari ujian murid dalam ini
aku harus menghentikan mereka melakukan pembunuhan karena aku tidak mau mengulang ujian ke dua kali nya
"ayo pergi sekarang giliran kita" ucap lan
"baik ayo pergi" ucap lie mei
★di arena nomor 1★
"silahkan pilih lawan kalian masing masing" ucap kakak si
"siapa lawan aku yah" ucap lie mei
"hai apa kamu mau jadi lawan ku" ucap seorang pria
"bagaimana dengan lawan lie hao, apa Lawan nya kuat" ucap lie mei
"hei aku sedang berbicara pada mu kanapa kau cuekin aku" ucap pria itu
sepertinya lawan lie sangat kuat dia tidak akan bisa menang kalo begini
"lie Hao kita tukaran tempat saja, lawan ku sangat kuat kau saja yang melawan nya" ucap lie mei
"baiklah aku pasti akan mengalahkan lawan yang menurut kakak kuat ini" ucap lie Hao percaya diri
"karena semua sudah mendapatkan lawan nya, ujian murid dalam babak kedua kita mulai" ucap kakak si
"aku tidak tau kenapa kau bertukar tempat dengan bocah itu tapi sepertinya kau tau kalo bocah itu tidak akan bisa mengalahkan ku jadi kau yang menggantikan nya" ucap lawan lie mei
"kau salah aku bertukar tempat karena lawan ku sangat lemah jadi aku ingin melawan mu yang sedikit kuat" ucap lie mei
"apa kau bilang sedikit kuat!! biar aku beritahu bagaimana kekuatan ku yang kau bilang sedikit kuat ini gadis kecil" ucap lawan lie mei lalu menyerang lie Mei
"kalo aku bilang lemah yah lemah" ucap lie mei lalu menangkis serangan yang di berikan oleh lawan nya dengan tangan kosong
"apa bagaimana bisa gadis kecil seperti mu menangkis serangan ku dengan tangan kosong saja" ucap lawannya terkejut
"aku tidak punya banyak waktu bermain dengan mu karena aku harus menghentikan para pembunuh itu" ucap lie mei lalu mengaktifkan kan sihir angin dan menyerang musuh nya
"wuaaah kekuatan macam apa yang kau miliki ini sebenarnya" ucap lawannya lalu pingsan setelah terkena serangan lie mei
"baiklah karena sudah selesai aku harus menghentikan pembunuh itu melakukan pembunuhan di sini" ucap lie mei lalu segera pergi mencari dua pembunuh itu
★di tempat 2 pembunuh★
"sudah 5 tahun aku menunggu untuk membalas dendam pada mu atas kematian orang tua ku" ucap pembunuh 1
"aku tidak tau kau menunggu selama itu hanya untuk membalas dendam pada ku" ucap lawannya
"aku tidak peduli berapa lama itu, karena hari ini aku bisa membunuh mu disini sekarang" ucap pembunuh 1
"kak tidak perlu membuang waktu lagi ayo bunuh saja mereka berdua sekarang" ucap pembunuh 2
"kau benar adik ku ayo kita bunuh 2 ******** ini sekarang hiattttt" ucap pembunuh 1 menyerang lawan nya dengan pedangnya
"rasakan lah balasan dari perbuatan kalian ini" ucap pembunuh 2 menyerang lawan nya dengan pedang
"tidak aku menyerah, aku menyerah sekarang" ucap lawannya
"dimana sih mereka, itu dia mereka, tidak aku telat mereka akan segera melakukan nya" ucap lie mei lalu segera mengaktifkan teleportasi ke arah pembunuh itu
"sudah cukup bukannya lawan kalian sudah menyerah, apa kalian berniat membunuh mereka" ucap lie mei lalu menangkis pedang mereka dengan tangannya
"kau berani sekali menghentikan serangan kami apa kau sudah bosan hidup" ucap pembunuh 1 marah
"harus nya aku yang marah pada kalian tau, kalo kalian ingin membunuh mereka jangan lakukan disini karena kami nanti akan didiskualifikasi dari ujian murid dalam ini" ucap lie mei kesal
"itu bukan urusan ku juga kalo kalian didiskualifikasi" ucap pembunuh 2
"cih kalian ini, kalo kalian tadi membunuh mereka kita akan didiskualifikasi dari tadi tau itu karena kesalahan kalian" ucap lie mei tegas
"aku tidak peduli tentang itu, minggir kau jangan menghalangi kami membalas dendam" ucap pembunuh 1 kesal
"kalian berdua masih saja ingin membunuh mereka kalo begitu aku sita pedang kalian ini" ucap lie mei lalu mengambil pedang mereka berdua dan menyimpan nya di ruang penyimpanan
"heii berani sekali kau mengambil pedang pembunuh kami" ucap pembunuh 2
"kembalikan sekarang juga, dimana kau menyimpan pedang kami!!" ucap pembunuh 1
"aku akan menyitanya untuk sekarang supaya kalian tidak membunuh di sini lagi" ucap lie mei lalu pergi meninggalkan mereka
†††††††††††
maaf kalo ada typo yaa
jangan lupa berikan like dan komentar
nantikan chapter berikutnya