(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds

(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds
chapter 127 (S2): Cerita Era Kehancuran


Zhan Luo mendadak berhenti setelah sampai di ambang pintu keluar, ia berbalik badan dan berkata, "Yang Mulia, saya lupa mengatakan jika anda bisa langsung menemui saya di Sekte Zhan, dengan benda ini."


Zhan Luo menerbangkan sebuah Liontin dengan batu permata berwarna merah dan juga sebuah Tanda Pengenal dengan tulisan dan simbol dari Sekte Zhan ke genggaman Lie Mei. Kemudian penjaga segera membukakan pintu dan mengantar kepergian Zhan Luo beserta kedua murid yang bersamanya.


Hening mulai memenuhi Ruang Tamu setelah pintu kembali tertutup, sorot mata Jenderal Lie Fan mulai tajam menatap mata Lie Mei dan Lie Hao bergantian. Tentunya Lie Mei dan Lie Hao tahu jika mereka tidak akan bisa menyembunyikan sesuatu dari kakeknya itu.


Jenderal Lie Fan memulai pembicaraan terlebih dahulu. "Jadi bisa ceritakan apa yang terjadi kepada kakimu, Lie Mei?!" Ucapnya sembari menatap kedua kaki Lie Mei yang kini terlihat kebiruan.


Lie Mei sedikit gugup ia menelan ludah nya sendiri, baginya ini adalah kali pertamanya ia bisa melihat kakeknya berwajah menyeramkan seperti sekarang. Walau begitu ia tahu jika ekspresi yang ditunjukkan kakeknya itu bukan untuk dirinya, melainkan untuk orang yang sudah melukainya.


Lie Mei menyembunyikan ekspresinya dan berusaha untuk tetap tenang. Setelah akhirnya ia mulai membuka mulut dan menceritakan apa yang terjadi pada kedua kakinya, juga tentang Pangeran Kedua yang memiliki hubungan dengan kelompok Monster Manusia Bayangan.


Setelah mendengar semua yang diceritakan oleh Lie Mei, tentu saja Jenderal Lie Fan terkejut dan tidak percaya jika kelompok penyerang yang membuat kekacauan di beberapa wilayah beberapa hari ini ternyata adalah dalang dari Monster Manusia Bayangan.


"Itulah yang terjadi... Aku bahkan tidak menyangka jika kelompok Manusia Bayangan sudah memulai penyerangan mereka secepat ini." Ucap Lie Mei setelah selesai menceritakan apa yang terjadi.


"Ternyata ada kelompok berbahaya seperti itu yang akan menyerang Dunia Manusia?!! Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, kita harus segera melaporkan ini pada Penguasa Dunia Manusia!!" Ucap Jenderal Lie Fan sedikit panik.


"Kakek tenanglah. Serangan yang dilakukan oleh mereka itu masih tahap awal. Mereka tidak mungkin mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya, karena itu aku yakin mereka tidak akan terburu-buru untuk menyiapkan senjata terbaik milik mereka." Ucap Lie Mei menyeringai.


"Apa maksudmu, Lie Mei...?" Tanya Jenderal Lie Fan.


"Hmm kakek apa kau ingat dengan Era Kehancuran?" Lie Mei tersenyum dan balik bertanya. Ketika mendengar kata Era Kehancuran Jenderal Lie Fan akhirnya mengerti maksud dari ucapan Lie Mei.


"Jadi kau berpikir jika mereka adalah kelompok penyerang yang sama dengan saat Era Kehancuran terjadi?" Tanya Jenderal Lie Fan dan dibalas anggukan dari Lie Mei.


'Tapi apa itu mungkin? Aku yakin jika kelompok ''Malam Darah'' yang membuat kekacauan ribuan tahun itu sudah musnah tidak tersisa oleh mereka berdua. Tapi bagaimana bisa kelompok itu masih ada?' Pikir Jenderal Lie Fan dalam hati.


"Ah benar, apa kakek mengetahui cerita tentang Era Kehancuran itu?" Tanya Lie Mei dengan mata berbinar-binar. Karena penasaran dengan cerita Era Kehancuran.


"Kakek kau pasti mengetahuinya kan? Ceritakan pada kami.." Ucap Lie Hao yang juga sangat penasaran.


"Ya, tentu saja aku mengetahuinya. Bahkan aku juga ada dan melihat langsung saat Era Kehancuran itu terjadi." Ucap Jenderal Lie Fan dengan tersenyum.


"EHH....." Ucap Lie Mei dan Lie Hao terkejut tidak percaya dengan hal tidak terduga yang dikatakan oleh kakeknya itu.


Kemudian Jenderal Lie Fan menceritakan semua yang diketahui nya tentang Era Kehancuran pada Lie Mei dan Lie Hao. Keduanya menyimak dengan baik semua yang diceritakan oleh kakeknya.


Jenderal Lie Fan memulai ceritanya dari awal sebelum terjadinya Era Kehancuran atau lebih tepatnya saat dimana tanda-tanda Era Kehancuran mulai terjadi. Itu adalah saat-saat dimana munculnya masalah yang sangat misteri.


Sebelum Era Kehancuran terjadi seluruh dunia memiliki kehidupan yang damai dan harmonis karena saat itu tidak sama seperti sekarang ini. Kehidupan yang damai dan harmonis yang dimaksud itu adalah 3 Dunia yang dulu terikat dengan persahabatan yang sangat kuat dan erat.


Dan karena persahabatan itu Dunia Manusia, Elf, dan Iblis hidup bersama dengan harmonis tanpa diskriminasi sedikitpun. Namun ikatan persahabatan ketiga dunia itu menjadi kacau semenjak munculnya masalah yang diduga adalah perbuatan Ras Iblis.


Masalah yang muncul itu adalah kasus kasus aneh dan misteri yang muncul sebelum Era Kehancuran terjadi. Salah satu kasus yang muncul antara lain seperti kasus orang hilang dari ketiga Ras, tapi orang-orang hilang itu tidak pernah ditemukan bahkan jasadnya sekalipun.


Namun setelah beberapa tahun berlalu kasus-kasus itu mulai berkurang dan tidak pernah terjadi lagi. Orang-orang sangat senang ketika mendengar kabar bahwa kasus orang dan hewan hilang itu sudah tidak terjadi lagi.


Tetapi tidak seperti dugaan. Setelah kasus itu terjadi, pada hari pagi yang cerah tiba-tiba langit menjadi hitam awan-awan hitam yang ada di langit bergerak seperti menyelimuti dan menutup seluruh wilayah Dunia Manusia, Dunia Dewa dan Dunia Iblis.


Peristiwa aneh dan menegangkan itu membuat semua orang panik dan beranggapan jika hari kiamat telah tiba. Peristiwa itu terjadi selama 3 hari penuh, selama tiga hari itu orang orang dari ketiga Ras hidup dalam kegelapan malam yang menyeramkan.


Setelah peristiwa tersebut keesokan harinya tiba-tiba tanah berguncang hebat, kilatan petir menyambar dengan cepat dan kuat, angin berhembus dengan kencang dan menghancurkan beberapa pohon dan juga rumah penduduk.


Kejadian itu terjadi dengan cepat dan singkat. Semua orang dari ketiga Ras yang menyaksikan kejadian itu secara langsung tiba-tiba menjadi panik ketika melihat sesuatu muncul dari atas awan.


Terlihat beberapa sosok yang terbang mengambang diatas langit. Terkejut melihat sosok-sosok itu semua orang yang ada di bawah mulai panik dan segera berlarian menyelamatkan diri.


Sosok-sosok yang berwujud manusia bayangan hitam itu tertawa sinis melihat kepanikan orang-orang yang ada dibawah. Mereka dengan cepat terbang dan menyerang orang-orang yang ada dibawah dengan tertawa senang.


Sesosok manusia bayangan dengan sepasang sayap hitam yang menghiasi punggungnya hanya berdiam di atas langit melihat bawahannya menyerang orang orang yang berada dibawah tanpa belas kasih.


Sosok yang diduga sebagai pemimpin itu tiba-tiba turun dan mendarat di atas tanah. Tidak lama kemudian muncul sebuah cahaya yang membentuk sebuah portal di hadapan Sosok manusia bayangan bersayap itu.


Mengenali cahaya portal tersebut manusia bayangan bersayap itu segera berlutut dengan satu kaki menghadap ke arah cahaya portal. Segera sesosok pria iblis yang berwajah menyeramkan keluar dari portal diikuti oleh 4 pria iblis yang juga terlihat menakutkan.


Setelah kelima iblis itu keluar dari portal. terlihat banyak barisan prajurit iblis yang keluar dari portal. Prajurit iblis itu membentuk barisan di belakang kelima iblis yang sebelumnya keluar duluan.


"Hormat pada Yang Mulia Raja Kematian." Ucap Manusia Bayangan bersayap itu pada pria iblis yang kini ada di depan nya.


Pria iblis yang merupakan Raja Kematian itu melihat sekeliling keributan yang terjadi disana. Ia menyeringai kemudian berkata, "Hm, Pemandangan yang indah." Ucapnya ketika mendengar jeritan kesakitan dan keputusasaan dari orang-orang, dan melihat lautan darah dimana-mana.


"Weilin! Laksanakan rencana tahap menengah!" Perintah Raja Iblis pada Manusia Bayangan bersayap yang dipanggil Weilin itu.


"Akan segera saya laksanakan." Jawab Weilin masih dengan posisi berlutut nya. Setelah itu ia segera terbang dan menghilang ke suatu tempat.


Raja Kematian kembali menyeringai melihat pemandangan yang dipenuhi lautan darah itu dengan sangat senang.


"Inilah pemandangan yang sudah kita tunggu-tunggu sejak lama. Tanpa berlama-lama lagi kita mulai saja penyerangan ini." Ucap Raja Kematian dengan lantang dan tegas pada semua bawahannya.


Seluruh prajurit iblis berseru dengan keras dan segera menyerbu serta menyerang orang-orang dari ketiga ras yang masih hidup dengan senjata pedang dan tombak yang mereka miliki.


Prajurit iblis menyerang orang-orang tanpa pandang bulu, mereka menyerang seperti binatang yang sedang mengamuk. Sedangkan Raja Kematian dan 4 Iblis yang ada dibelakang nya hanya melihat semua pemandangan itu dari jauh dengan hati senang.


------•••××{∆∆^\=^}×ו••------


Maaf 🙏🙏 author baru bisa up sekarang, karena Minggu-minggu kemaren author lagi ulangan jadi gak bisa update.


Terima kasih bagi yang sudah membaca. Jangan lupa like dan vote serta komentar nya yaa🤗🤗