(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds

(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds
chapter 34: lantai 100


lalu lie mei langsung mengambil pedang iblis itu


pedang ini memang sangat kuat aku juga bisa merasakan keinginan darah segar dari pedang iblis ini


"heii apa kau benar benar menginginkan pedang itu, pedang itu sepertinya sangat berbahaya" ucap ular itu


kalian ini kenapa sih terus saja melarang ku memiliki pedang ini padahal aku bisa mengendalikan pedang ini jadi tidak masalah untuk ku memiliki pedang ini


"apa yang kau ucapkan itu benar, kalo begitu aku tidak masalah sih" ucap ular itu


tentu saja, tapi sebelum itu aku harus membuat kontrak darah dengan pedang iblis ini supaya pedang ini bangkit dari tidurnya


lalu lie mei menggigit ujung jari nya dan meneteskan darah nya pada pedang iblis itu


seketika pedang itu menyerap darah milik lie mei dan bangkit karena menyerap darah lie mei


sepertinya pedang iblis ini bertipe pemilik juga yah, karena bertipe pemilik pedang ini yang akan memilih pemilik nya, aku pasti akan membuat nya mengakui ku sebagai pemilik nya


"pedang iblis jika kau mengakui ku sebagai pemilik mu, aku akan memberikan mu darah tapi aku tidak akan memberikan nya setiap hari seperti pemilik mu sebelum nya dan aku juga akan menyegel mu agar keinginan mu akan darah sedikit berkurang bagaimana??" tanya lie mei


"jika kau setuju mengakui ku sebagai pemilik mu silahkan maju ke depan dan jika tidak setuju kau bisa tetap disana" ucap lie mei


pedang iblis maju ke depan yang artinya dia setuju menjadi pedang milik lie Mei


"baiklah karena kau sudah menjadi pedang milik ku aku akan memberikan mu nama yaitu biao jin, masuk lah keruang penyimpanan ku" ucap lie mei lalu biao jin masuk ke ruang penyimpanan


"kak lie Mei bukannya pedang itu milik ku, kenapa kakak yang mengambilnya" ucap lie Hao sebal


"pedang ini bukan milikmu, tapi aku akan memberikan mu pedang ku ini" ucap lie mei sambil memberikan pedang batu energi pada lie Hao


"wah, pedang ini sangat bagus apa beneran boleh buat aku??" tanya lie Hao sangat senang


"tentu saja boleh aku kan sudah janji akan memberikan mu pedang, oh iya pedang ini sangat spesial karena kau bisa menyalurkan kekuatan mu ke pedang itu agar cocok dengan mu" ucap lie Mei


"pedang ini benar benar hebat, aku akan mencoba menyalurkan kekuatan elemen petir dan angin saat kembali ke asrama nanti" ucap lie Hao tidak sabar


"lie Mei, kami sudah memilih pedang sesuai keinginan mu sekarang apa yang harus kami lakukan??" ucap xin menghampiri lie Mei


"kita akan melakukan nya di asrama nanti, ayo kembali sekarang" ucap lie Mei lalu pergi


" baik" ucap mereka


setelah selesai memperlihatkan pedang mereka pada pengurus paviliun pusaka, mereka segera menuju ke asrama mereka


tapi langkah mereka berempat berhenti saat melihat kepala sekolah dan seorang pria berdiri di depan mereka


lie mei tau kalo pria di samping pak kepala sekolah adalah orang yang mengajak taruhan kepala sekolah


"jangan harap kau bisa mendapatkan ku hanya karena menang dari taruhan konyol itu" ucap lie mei dengan sangat dingin dan pergi begitu saja melewati mereka


"apa tidak apa apa kau bilang seperti itu lie mei, aku yakin pria itu sangat marah" ucap Wen


"biarkan saja, lagipula taruhan mereka tidak ada hubungannya dengan ku" ucap lie mei


"ah iya aku lupa, kak kita harus memilih hewan penjaga dulu sebelum kembali ke asrama" ucap lie Hao sambil menepuk jidatnya karena lupa dengan hal yang penting


"benar juga ayo kita segera pergi ke paviliun hewan penjaga" ucap lie mei lalu segera pergi


ketiganya juga langsung pergi menuju paviliun hewan penjaga untuk memilih hewan penjaga mereka


★di paviliun hewan penjaga★


"kakek kami kesini untuk memilih hewan penjaga" ucap lie Hao pada pengurus paviliun hewan penjaga


"kalian hanya boleh memilih 1 hewan penjaga, di paviliun ini ada 100 lantai di bawah semuanya berisi hewan keramat dan suci tapi di setiap lantai ada tekanan yang harus kalian hadapi semakin besar lantainya semakin kuat hewan keramat, suci, dan tekanan yang kalian terima " ucap pengurus paviliun hewan penjaga


"pergi lah ke area pemindahan, kalian akan dibawa ke lantai 1" ucap pengurus paviliun hewan penjaga


"baik" ucap mereka berempat


lalu mereka berdiri di area pemindahan, dan berpindah ke lantai 1


"aku ingin tau di lantai mana mereka akan bertahan semoga mereka tidak mengecewakan ku seperti murid dalam lain yang hanya bisa bertahan di lantai 30" pikir pengurus paviliun hewan penjaga


★di lantai 1★


"aku bisa merasakan tekanan yang dibilang oleh kakek itu" ucap lie mei


"kak di sini banyak sekali hewan keramat nya" ucap lie Hao kagum melihat hewan keramat yang sangat banyak


"tekanan disini sangat kecil sebaiknya kita pergi ke lantai berikutnya" ucap xin


"yah itu benar ayo pergi ke lantai berikutnya" ucap lie mei


lalu mereka pergi sampai ke lantai 30


★di lantai 30★


"bagaimana dengan kalian apa kalian masih bisa menahannya??" tanya lie Mei


"aku masih bisa menahannya ayo lanjut ke lantai berikutnya" ucap xin


"aku juga masih bisa menahannya" ucap Wen


lalu mereka melanjutkan ke lantai berikutnya sampai ke lantai 50


★di lantai 50★


"kak aku sudah tidak bisa menahannya lagi" ucap lie Hao ngos-ngosan


"baiklah kau bisa memilih hewan penjaga mu disini, apa kalian masih bisa melanjutkan nya??" tanya lie Mei


"yah kami masih bisa melanjutkan nya" ucap xin


"aku juga sama" ucap Wen


"kalo begitu kami akan melanjutkan lantai berikutnya, kau tunggu kami di lantai 1 yah lie Hao" ucap lie mei


"baiklah" ucap lie Hao


lalu mereka pergi ke lantai selanjutnya


"manusia aku merasakan tubuh ku berada di sini" ucap ular itu


kalo tubuh mu ada di sini, tapi di lantai berapa tubuh mu berada


sepertinya tubuh ku berada di lantai paling bawah yaitu lantai 100


ehh yang benar saja bagaimana bisa tubuh mu ada disana, kalo begitu kau ini hewan suci yang sangat kuat dong


kau baru menyadari nya, aku memang hewan suci dan juga seorang raja ular


ohh pantas saja tubuh mu ada di lantai 100


kau tidak terkejut, aku ini hewan suci dan seorang raja dari ras ku loh kenapa reaksi biasa saja


untuk apa aku terkejut aku bahkan memiliki 3 hewan suci dan juga raja seperti mu jadi aku tidak terkejut lagi


yang benar saja kau memiliki 3 hewan suci dan raja bagaimana bisa, aku bahkan tidak pernah melihatnya


yah itu karena aku menyimpan mereka di ruang dimensi milik ku, nanti aku akan memperkenalkan nya pada mu


★di lantai 72★


"lie mei aku sampai disini saja, aku sudah tidak kuat menahan tekanannya aku akan menunggu di lantai 1 bersama lie Hao" ucap Wen


"baiklah, kami akan melanjutkan ke lantai berikutnya" ucap lie mei


lalu mereka melanjutkan sampai ke lantai 80


di lantai 80 xin tidak kuat menahan tekanannya dan berhenti di sana


"apa kau akan melanjutkan ke lantai selanjutnya??" tanya xin


"yah aku masih bisa bertahan, mungkin aku akan berada di lantai 100 jadi kalo sudah selesai memilih hewan penjaga nya kalian tunggu aku di lantai 1"ucap lie mei lalu pergi melanjutkan perjalanan nya ke lantai 100


"lie mei memang seorang gadis monster bahkan lantai 100 pun bukan apa apa baginya, Untung waktu itu aku tidak mencari masalah dengan nya mungkin saat itu aku dan Wen sudah tidak ada di dunia ini" pikir xin


★di lantai 100★


"akhirnya sampai juga, ternyata butuh 2 jam untuk sampai ke lantai 100 ini sangat melelahkan" ucap lie mei


"tapi kenapa wajahmu masih tenang saja, apa tekanan di sini tidak terasa oleh mu??" tanya ular itu


"tekanan disini bukan apa-apa untuk ku, aku bahkan tidak merasakan tekanan yang ada di sini" ucap lie mei sombong


"ternyata gadis ini adalah monster berbahaya, aku tidak boleh mencari masalah dengan nya" pikir ular itu


"heii kau kira aku tidak tau apa yang kau pikirkan, cepat beritahu aku dimana tubuh mu berada" ucap lie mei kesal


"tubuh ku ada di ujung sana, jadi ayo kita pergi ke sana" ucap ular itu


"baik ayo kita pergi" ucap lie mei


lalu mereka segera pergi ke tempat tubuh ular itu


††††††††††


maaf kalo ada typo yaa


jangan lupa like dan komentar nya


nantikan chapter berikutnya