
"kenapa kau bisa seyakin itu Shang cai?? Dan lagi tanda merah yang kau maksud itu apa??" Tanya Lie Mei.
Shang Cai menjawab jika jaman dulu orang-orang menyegel dengan menggunakan kertas segel. Ketika seseorang menyegel sesuatu biasanya mereka akan meninggalkan sebuah tanda di atas kertas segel mereka.
Tanda yang ditinggalkan berfungsi sebagai tingkat bahaya dari sesuatu yang disegel oleh sang pembuat. Cara mengetahui tingkat bahaya tersebut dapat dilihat dari warna tanda yang ditinggalkan oleh sang pembuat segel.
Tanda memiliki 3 macam warna pertama adalah hijau tingkat bahaya nya berada di tingkat rendah, yang berarti sesuatu yang disegel tersebut tidak terlalu berbahaya. Biasanya tanda hijau berada di segel yang menyegel arwah penasaran yang suka mengganggu manusia.
Lalu kedua adalah warna biru yang memiliki tingkat bahaya yang berada di tingkat menengah, tanda biru biasanya ada di segel yang menyegel iblis, siluman, hewan suci dan hewan keramat yang suka membunuh dan menyerang manusia.
Ketiga dan terakhir adalah warna merah yang sama seperti yang ada di batu besar di depan Lie Mei saat ini. Tanda merah memiliki tingkat bahaya yang berada di tingkat tinggi. Tanda merah biasanya berada di segel yang digunakan untuk menyegel monster iblis dan mahluk-mahluk yang memiliki keinginan membunuh yang sangat kuat, sehingga dapat menjadi masalah yang dapat menghancurkan dunia.
"hmm aku mengerti, kalau begitu batu besar ini pasti benar-benar menyegel monster yang sangat mengerikan dan dapat menghancurkan dunia ini. Heh menarik sekali aku ingin tahu seberapa kuatnya mahluk yang disegel di batu besar ini" Ucap Lie Mei menyeringai setelah mendengar penjelasan dari Shang Cai.
"Tuan anda tidak bermaksud untuk membuka segel dan bertarung dengan mahluk yang disegel di batu besar itu kan??" Tanya Shang Cai.
"menurutmu bagaimana?" Ucap Lie Mei balik bertanya pada Shang Cai dengan tersenyum misterius.
"Haahh jika itu yang ingin anda lakukan, saya tidak bisa melarang anda. Tapi sebaiknya anda melakukannya saat urusan anda dengan pangeran kedua itu sudah selesai" Ucap Shang Cai.
"kau benar. Baiklah mari kita pergi melihat ekspresi wajah pangeran kedua itu" Ucap Lie Mei tersenyum menyeramkan. Kemudian segera melanjutkan perjalanannya ke mansion pangeran kedua.
★di mansion pangeran kedua saat ini★
Disaat Lie Mei menuju ke mansion pangeran kedua. Saat ini di mansion pangeran kedua terlihat dua orang pria yang tampak berteriak kesakitan karena terkena racun, salah satu pria tersebut tentunya adalah pangeran kedua dan juga calon Raja Elf dari Ras Iblis.
"hee bukankah kau ini pangeran kedua anak dari Raja Iblis. Tapi tidak diduga ternyata kau sangat lemah terhadap racun. Kalo begitu nikmatilah rasa sakit kalian berdua sampai kak Lie Mei sampai kesini" Ucap Lie Hao menyeringai.
"Yang mulia, kami sudah membereskan semua prajurit iblis yang ada di mansion ini" Ucap Lie Jiao dan Lie Chen sambil menyeret para prajurit iblis yang sudah terikat dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Baiklah, sepertinya semua nya sudah selesai. Sekarang kita hanya perlu menunggu kakak sampai kesini" Ucap Lie Hao.
Tiba-tiba saja Lie Hao merasakan sedikit aura yang tidak asing baginya sedang mengawasi dirinya. 'bala bantuankah?? Tapi bagaimana bisa mereka ada disini?? Sepertinya tidak mungkin jika mereka bala bantuan karena mereka tidak datang menolong pangeran kedua dan iblis ini. Cih, gawat mereka seperti nya sudah sadar jika aku mengetahui keberadaan mereka, aku harus cepat menangkap mereka sebelum mereka berhasil melarikan diri' Pikir Lie Hao.
"Lie Jiao! Lie Chen! Kalian berdua jaga mereka, jika kak Lie Mei sudah sampai bilang padanya jika aku pergi mengurus sesuatu yang ada di peperangan besar dulu" Ucap Lie Hao langsung pergi keluar dari mansion.
"baik, kami mengerti" Jawab Lie Jiao dan Lie Chen bersamaan.
'tidak akan ku biarkan kalian berhasil melarikan diri dari diriku' Batin Lie Hao mengejar beberapa orang yang tadi mengawasi dirinya.
Ketika Lie Hao sudah keluar dari mansion dan meninggalkan Lie Jiao dan Lie Chen untuk menjaga pangeran kedua dan calon Raja Elf dari Ras Iblis. Pangeran Kedua mendadak tertawa keras karena rencananya telah berhasil. Pangeran Kedua dan calon Raja Elf dari Ras Iblis tersebut terlihat tidak kesakitan sama sekali, bahkan keduanya dapat berdiri dan berjalan dengan baik.
"huh, tikus kecil sialan itu benar-benar sudah membuatku marah. Berani nya dia mengatakan jika aku sangat lemah terhadap racun yang tidak mematikan seperti itu" Ucap pangeran kedua tersebut dengan wajahnya yang sangat murka.
"Yang mulia tenanglah. Sebaiknya anda utamakan lebih dulu rencana kita" Ucap calon Raja Elf dari Ras Iblis tersebut.
"cih, pergi urus tikus kecil yang sedang dalam perjalanan kesini. Jangan biarkan tikus kecil kotor itu masuk kedalam mansion ku ini" Perintah pangeran kedua tersebut sambil duduk kembali di atas tahtanya.
Calon Raja Elf dari Ras Iblis tersebut membungkuk kepada pangeran kedua lalu segera pergi keluar mansion untuk mengurus Lie Mei agar tidak bisa masuk ke dalam mansion sesuai perintah dari pangeran kedua tersebut.
Lie Jiao dan Lie Chen tampak kebingungan melihat pangeran kedua dan calon Raja Elf dari Ras Iblis tersebut tidak menghiraukan keberadaan mereka sama sekali. Karena hal itu Lie Jiao dan Lie Chen merasa sedikit kesal karena merasa jika pangeran kedua dan calon Raja Elf dari Ras Iblis tersebut mengaggap mereka berdua sangat lemah, sehingga tidak perlu diperhatikan.
"Sialan, jangan meremehkan kami yang merupakan sang Raja Iblis ini. Jika tidak kau pasti akan menyesal" Ucap Lie Chen langsung menerjang sambil mengarahkan tombak miliknya ke arah pangeran kedua yang berada di atas tahtanya.
Tapi pangeran kedua tersebut dapat menghentikan serangan Lie Chen hanya dengan menggunakan jarinya saja. Melihat Lie Chen tidak berhasil menyerang pangeran kedua Lie Jiao langsung melompat ke atas pangeran kedua dan melemparkan tombak miliknya yang sudah dialiri energi kekuatan miliknya.
Serangan tiba-tiba yang datang dari atas itu membuat pangeran kedua sedikit kesulitan untuk menghentikan tombak berkekuatan tinggi tersebut, Karenanya tangan pangeran kedua terluka cukup dalam saat menghentikan tombak milik Lie Jiao tersebut dengan tangannya.
"Heh, bagaimana apa sekarang kau masih meremehkan kekuatan kami. Akan ku katakan saat ini kami hanya menggunakan 5% dari kekuatan kami, jadi sebaiknya kau tidak meremehkan kami dan bertarung dengan serius" Ucap Lie Jiao dengan menatap tajam pada pangeran kedua.
"kekuatan kalian berdua memang sangat kuat dan hebat. Tapi aku tidak pernah mengatakan jika aku meremehkan kemampuan dan kekuatan dari anak-anak tercinta ku ini" Ucap pangeran kedua tersebut dengan tersenyum mencurigakan.
"Anak-anak mu?? Sialan, apa maksud perkataan mu itu??" Tanya Lie Chen.
"Kalian ini bagaimana bisa berkata kasar pada ayah kalian sendiri. Hmm apa masih kurang jelas, biar ku katakan sekali lagi kalian berdua adalah anak-anak kandungku. Sudah sangat lama aku mencari kalian sejak kalian diculik saat lahir waktu itu. Tapi sekarang aku sangat bahagia dapat melihat kalian berada berada disini" Ucap Pangeran Kedua tersebut dengan tersenyum senang.
"kenapa kalian melihat ku seperti itu apa kalian tidak percaya dengan ayahmu ini??" Tanya pangeran kedua dengan berpura-pura sedih.
Lie Jiao dan Lie Chen saling melirik satu sama lain keduanya entah kenapa dapat merasakan jika pangeran kedua tersebut memang merupakan ayah kandung mereka. " Dilihat dari wajah kalian seperti kalian percaya jika aku adalah ayah kandung kalian. Dan sebagai seorang anak kalian bukankah harus membantu ayah mu ini. Karena itu bisakah kalian membantuku membereskan kedua tikus kecil yang ada diluar itu??" Tanya pangeran kedua dengan tersenyum palsu.
"Tentu saja kami akan membantumu karena kau adalah ayah kami. Lagipula kedua yang mulia itu bukan siapa-siapa kami, jadi tidak ada alasan bagi kami untuk terus berada di pihak mereka. Tapi.." Lie Jiao dan Lie Chen memandang satu sama lain kemudian keduanya saling mengangguk bersamaan.
------•••××{∆∆^\=^}×ו••------
Hari ini up satu dulu yah. Maaf kalo ada typo yaa.
Jangan lupa like dan vote serta komentar agar author bisa lebih semangat melanjutkan perjalanan Lie Mei.
Nantikan chapter berikutnya besok.