
"Hahhh, sudah kuduga aku tidak bisa membohongi mu Lie Hao, tapi sejak kapan kau memiliki kemampuan mata kebohongan dan kejujuran itu?" Tanya Lie Mei menghela nafas panjang kemudian menatap mata Lie Hao dengan dalam.
"Tidak ku beritahu pun kakak pasti sudah mengetahui nya. Kekuatan mata ini sudah kudapatkan semenjak aku berkultivasi tertutup selama beberapa bulan ini" Jawab Lie Hao.
"Hoo, begitukah baiklah aku mengerti" Ucap Lie Mei menyeringai ketika melihat sesuatu yang luar biasa berada di dalam tubuh Lie Hao adiknya itu, setelah menggunakan mata dewa tahap kedua miliknya beberapa saat tadi.
Sesuatu yang dilihat Lie Mei adalah sejumlah kekuatan yang sangat besar dan juga sangat mengerikan. Kekuatan itu tersegel didalam tubuh Lie Hao sudah sangat lama, bahkan mungkin kekuatan mengerikan itu sudah berada di dalam tubuh Lie Hao sejak ia lahir.
Tapi Lie Mei merasa sangat aneh dan bingung kenapa kekuatan sebesar dan semengerikan itu berada di dalam tubuh Lie Hao dan mengapa kekuatan sebesar dan semengerikan itu tidak dapat dirasakan nya padahal dirinya selalu berada di dekat Lie Hao??
Dipikirkan bagaimana pun juga Lie Mei tidak dapat menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut, dan dirinya hanya menganggap jika kekuatan mengerikan dan misterius yang berada di dalam tubuh Lie Hao itu sudah merupakan takdir besar yang harus dibawa oleh adiknya itu.
Walaupun Lie Mei berpikir seperti itu, tapi dirinya tidak mengetahui jika sebenarnya dirinyalah yang akan membawa takdir yang sangat besar berada dikedua tangannya nanti. Dan takdir yang berada di tangannya itulah yang akan menentukan nasib seluruh dunia nantinya.
Lie Mei, Lie Hao, Lie Chen, dan Lie Jiao tiba tiba merasakan keberadaan Pangeran Kedua yang melewati mereka secepat mungkin. Lie Jiao dan Lie Chen mengerutkan dahi mereka secara bersamaan ketika melihat Pangeran Kedua tersebut masih hidup dan melarikan diri menuju ke arah batu besar berada.
"Ternyata ayah masih memiliki kartu lain yang belum dia gunakan. Tapi aku tidak akan membiarkan dia melarikan diri begitu saja" Ucap Lie Chen lalu segera bergegas mengejar Pangeran Kedua bersama dengan Lie Jiao.
Kondisi Lie Mei sekarang semakin parah, tubuhnya mengalami demam tinggi, nafasnya juga mulai tidak teratur. Kaki kirinya yang terkena racun hitam sekarang mati rasa. Dan tiba-tiba saja Lie Mei tidak sadarkan diri lalu jatuh terkapar di atas tanah. Tapi Lie Hao yang melihat Lie Mei hampir terjatuh itu segera menangkap Lie Mei kedalam pelukannya.
"Zao Yan! Sembuhkan kakakku apapun caranya!!" Perintah Lie Hao dengan nada sedikit meninggi.
Panggilan Lie Hao tersebut membuat sesosok manusia bayangan hitam yang ada dibayangan Lie Hao segera keluar dengan bercucuran keringat karena ketakutan melihat Lie Hao yang tampak sangat marah terhadap orang yang melukai kakaknya itu.
"I..tu Yang Mulia saya minta maaf karena tidak bisa menyembuhkan nona. Tapi saya yakin orang yang membuat monster raksasa aura hitam tadi pasti memiliki penawar racun hitam tersebut" Ucap Zao Yan dengan gemetar ketakutan dan tidak berani melihat wajah Lie Hao yang menakutkan.
Zao Yan merupakan penjaga pribadi dari setiap Raja Manusia. Sama seperti Zhe Lin yang menjadi penjaga pribadi Lie Mei karena Lie Mei merupakan seorang Raja Elf, dan Zao Yan adalah penjaga pribadi Lie Hao karena Lie Hao kini sudah menjadi Raja Manusia.
Lie Hao yang mendengar perkataan Zao Yan tiba-tiba langsung melesat pergi mengejar Pangeran Kedua dengan pikiran yang sudah dipenuhi dengan kemarahan yang amat besar. Zao Yan yang melihat Lie Hao dipenuhi kemarahan dan menuju ke arah Pangeran Kedua itu langsung mengetahui jika masalah besar akan segera terjadi.
"Gawat!! Yang Mulia pasti tidak dapat mengendalikan kekuatan nya dalam kondisi emosi yang meledak-ledak itu. Jika tidak dihentikan bisa-bisa beliau akan menghancurkan seluruh hutan ini" Ucap Zao Yan dengan sangat panik.
"Tenanglah! Kekuatan tuan muda yang sebenarnya sekarang masih tersegel jadi tuan muda pasti hanya bisa menggunakan 5% kekuatan misterius nya itu" Ucap Zhe Lin tiba-tiba keluar dari bayangan Lie Mei.
Ekspresi Zao Yan mendadak berubah menjadi sangat senang ketika melihat Zhe Lin yang merupakan teman seperjuangan nya muncul di hadapan nya. "Tidak disangka jika kita akan saling bertemu seperti ini, kira-kira kita sudah tidak bertemu selama puluhan ribu tahun lamanya" Ucap Zhe Lin dengan tersenyum kecil.
"Kau benar, tapi aku tidak menyangka jika tuan kita berdua ternyata bersaudara. Benar benar kejadian yang sangat langka sekali" Ucap Zao Yan sambil melihat Lie Mei.
"Itu memang benar kejadian yang sangat langka. ah iya, beberapa hari yang lalu 'mereka itu' memberikan aku sebuah pesan, apa kau juga mendapatkan pesan dari 'mereka itu' ??" Tanya Zhe Lin dengan sangat penasaran.
"Hah jadi kau juga mendapatkan pesan itu. Lalu bagaimana dengan penjaga pribadi dari Raja Iblis apa dia juga mendapatkannya?" Tanya Zao Yan dengan kaget.
"Aku tidak tahu, kalo bertemu nanti kita tanyakan saja. Sekarang tugasku adalah menjaga Yang Mulia Lie Mei jadi kau kembalilah ke tempat tuanmu berada" Ucap Zhe Lin.
Zao Yan terlihat pasrah kembali ke tempat Lie Hao berada karena dirinya tidak bisa membiarkan Lie Hao membuat masalah besar di sana. Setelah Zao Yan pergi Zhe Lin memberikan kekuatan penyembuhan miliknya kepada Lie Mei untuk mengurangi rasa sakit dan memulihkan kembali tubuh Lie Mei.
★di dalam alam mimpi Lie Mei★
Ketika pingsan beberapa saat yang lalu Lie Mei terlihat terkejut melihat tempatnya berada sekarang di alam mimpi nya. Lie Mei melihat sekelilingnya tapi dia tidak pernah melihat sebuah bangunan yang tampak seperti sebuah istana kuno yang berada disekitarnya.
Dari apa yang dibaca oleh Lie Mei tempat nya sekarang berada bernama Istana Kematian. Istana Kematian adalah tempat tinggal dari seorang Raja Kematian yang bernama Huo Zhen. Tidak ada yang pernah mengetahui letak dari Istana Kematian ini.
'Hmm seperti nya aku sedikit familiar dengan nama Huo Zhen ini. Ah, aku ingat sekarang bukankah itu nama dari pria muda yang waktu itu muncul didalam mimpi ku saat aku tidak sadarkan diri di Ujian Raja Elf sejati' Batin Lie Mei baru mengingat nama Raja Kematian tersebut.
Lie Mei sangat bingung mengapa Raja Kematian bisa muncul dalam mimpi nya, dan bahkan sekarang Istana Kematian juga muncul dalam mimpi nya. Entah apa hubungan Raja Kematian dengan Lie Mei yang bahkan tidak mengenal Raja Kematian tersebut.
Disaat Lie Mei masih berpikir keras tentang kedua mimpi yang dialami itu, seorang pria yang tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda tiba-tiba muncul di samping Lie Mei sontak Lie Mei yang menyadari hal tersebut langsung melompat kebelakang dan bersikap waspada terhadap pria paruh baya tersebut.
"Tenanglah saya tidak bermaksud jahat. Saya datang ke mimpi anda hanya untuk memberikan sebuah pesan" Ucap pria paruh baya tersebut dengan sangat berwibawa
"Pesan apa maksud paman itu??" Tanya Lie Mei kembali tenang.
Pria paruh baya itu tidak menjawab dan kemudian dia berbalik menuju ke Istana Kematian yang berada lumayan jauh dari tempat Lie Mei berada. Lie Mei hanya mengikuti paman tersebut dari belakang. Setelah sampai di depan Istana Kematian tersebut Lie Mei menutup hidung dan mulut nya karena mencium bau busuk yang sangat menyengat yang berasal dari Istana Kematian tersebut.
'Bau busuk ini bukannya bau mayat mati, kenapa bisa berada disini. Yang aneh nya bukankah ini di alam mimpi kenapa aku bisa mencium bau ini??' Batin Lie Mei bertanya-tanya dalam hati nya.
"Nona muda apa anda lihat Istana di depan anda itu??" Tanya pria paruh baya tersebut melirik pada Lie Mei.
"Tentu saja aku melihat nya. Untuk apa paman menanyakan istana ini, yang aku tanyakan itu adalah pesan yang ingin paman sampaikan pada ku" Ucap Lie Mei sedikit kesal.
"Akan saya beritahu nanti, sekarang anda lakukan yang saya perintahkan saja. Karena anda melihat nya sekarang nona muda silakan gunakan kekuatan anda untuk melihat yang ada di dalam istana itu" Perintah pria paruh baya tersebut.
Lie Mei mengerutkan keningnya dan menatap kesal pada pria paruh baya tersebut yang berani memerintah dirinya. Tapi karena sangat penasaran dengan pesan yang ingin disampaikan oleh paman tersebut dan juga karena Lie Mei sendiri juga ingin tahu apa yang ada di dalam istana tersebut, Lie Mei memutuskan untuk mengikuti perintah paman tersebut.
Lalu Lie Mei mengaktifkan mata dewa tahap awalnya karena dirinya sudah kehabisan energi kekuatan setelah menggunakan kekuatan mata dewa tahap kedua terlalu lama. Lie Mei langsung menelusuri ke dalam istana tersebut tapi baru melihat ke dalam gerbang Istana Kematian tersebut Lie Mei langsung terkejut dengan apa yang dilihat nya.
Hoekkk
Melihat hal menjijikkan dan mengerikan tersebut membuat Lie Mei mual dan pusing karena tidak tahan dengan apa yang dilihat nya. "Nona muda kau masih belum cukup kuat untuk membawa takdir besar yang akan diberikan pada mu nanti" Ucap pria paruh baya tersebut.
"Mereka yang ada didalam adalah musuh-musuh yang akan anda hadapi suatu hari nanti. Sebaiknya anda meningkatkan kekuatan dan kemampuan milik anda jika tidak ingin menjadi seperti yang anda lihat di dalam itu. Begitulah pesan dari Tuan saya yang merupakan ayah kandung nona muda" Ucap pria paruh baya tersebut.
------•••××{^\=^∆∆}×ו•------
Maaf lama upnya. Author lagi sibuk kerjain tugas kelompok beberapa hari yang lalu jadi gak sempat buat chapter selanjutnya.
Semoga kalian suka dengan chapter ini😊😊 dukung author terus yah biar author tambah semangat melanjutkan novel ini.
Dukung author dengan cara like tiap chapter, vote seikhlasnya dan juga komentar apapun itu. Karena kalo tidak mood author jadi turun kalo liat para pembaca tidak ada like atau komentar, padahal yang baca banyak 🤧🤧
Yah gitu aja dulu semoga kalian selalu setia dengan novel author ini, karena author masih mau nunjukin kekuatan Lie Mei yang bahkan lebih kuat dari kekuatan misterius Lie Hao.
Karena itu baca terus yah, oke terima kasih buat yang sudah mendukung author sampai sekarang.
Sampai jumpa 👋👋di chapter berikutnya besok (kalo gak ada halangan yah😅😅)