
Setelah Lie Mei pergi dan mempercayakan adik-adik nya untuk mengatasi monster tanaman dan juga Pangeran Kedua. Ia merasa sedikit khawatir karena firasat nya mengatakan jika ada sesuatu yang buruk akan terjadi sebentar lagi.
'Jika ada yang berani menyentuh keluargaku!! Aku pasti akan membunuhnya apapun caranya!!' Batinnya mengernyit dengan wajahnya yang saat ini tampak menyeramkan.
Shang Zuo yang sedang terbang membawa Lie Mei dipunggung nya, tampak sangat ketakutan dan berkeringat dingin karena merasakan aura yang menakutkan dari tuannya itu.
'Ugh... benar-benar aura yang sangat mengerikan, siapa yang telah membuat tuan semarah ini. Sepertinya orang-orang itu sangat tidak beruntung karena sudah membuat tuan marah.' Batin Shang Zuo yang sedang berusaha untuk menahan aura dari tuannya.
Sementara Lie Mei pergi keluar dari hutan bagian barat bersama dengan hewan penjaga nya Shang Zuo. Pertarungan Lie Hao dengan monster tanaman tampak sudah dimulai.
Lie Hao melompat keatas sulur-sulur raksasa dari tanaman monster dengan jurus meringankan tubuh nya. Lalu ia berlari di atas sulur-sulur raksasa itu menuju ke arah bunga raksasa yang dilindungi oleh sulur-sulur tanaman raksasa.
Ketika hampir sampai ke bunga raksasa tersebut, sulur-sulur raksasa dari tanaman monster yang berjumlah sangat banyak itu kembali menyerang Lie Hao namun serangan itu dengan mundah ditangkis oleh Lie Hao dengan menggunakan pedang batu energi yang sudah dialiri kekuatan elemen petir miliknya.
Lie Hao terus berlari sambil menangkis setiap serangan dari sulur-sulur raksasa yang menghampirinya. Saat sampai di depan bunga raksasa itu Lie Hao kembali melompat ke atas setinggi mungkin. Dengan menggenggam pedang batu energinya dengan kedua tangannya ia meluncur ke bawah dengan cepat.
Lie Hao mengangkat pedang nya keatas dan ketika sudah berada di atas bunga raksasa ia mengayunkan pedangnya dengan sangat kuat pada bunga raksasa itu dan
Srettttt
Lie Hao berhasil membelah bunga raksasa itu menjadi dua bagian. Sulur-sulur raksasa tanaman monster itu terlihat menggeliat ketika bunga raksasa itu dibelah oleh Lie Hao. Tidak berapa lama kemudian seluruh bagian monster tanaman itu terlihat mengering secara perlahan-lahan kemudian hancur menjadi abu.
'Ternyata memang harus menyerang bunga raksasa itu baru bisa mengalahkan monster ini ya. Ah itu sebabnya saat aku memotong sulur-sulur itu mereka terus saja tumbuh kembali.' Batin Lie Hao akhirnya paham mengapa setiap sulur-sulur tanaman yang ia potong selalu tumbuh kembali.
Beberapa saat yang lalu saat Lie Mei masih tidak sadarkan diri. Lie Hao menyerang monster tanaman itu dengan memotong setiap sulur-sulur yang datang menyerang menggunakan pedangnya. Tapi sulur-sulur itu selalu tumbuh kembali setiap Lie Hao memotongnya.
Dan juga karena saat itu Lie Hao sedang dipenuhi amarah karena kakaknya terluka oleh monster aura hitam yang dibuat oleh pangeran kedua, jadi ia tidak bisa berpikir jernih dan menyerang apapun yang ada disekitarnya.
Itu sebabnya Lie Hao berhasil dililit oleh sulur-sulur tanaman raksasa karena tidak bisa memikirkan cara untuk mengalahkan monster tanaman itu. Tapi setelah melihat Lie Mei yang datang membantu nya tadi, amarah pada dirinya lenyap dan akhirnya ia bisa berpikir jernih.
Setelah itu Lie Hao mengetahui sesuatu jika ia harus menghancurkan bunga raksasa yang berada di atas. Karena ia merasa jika bunga raksasa itu harus dihancurkan, dan juga karena ia merasakan energi yang sangat besar pada bunga raksasa tersebut.
Dan melihat bunga raksasa itu sangat dilindungi oleh sulur-sulur tanaman, sudah pasti bunga raksasa itu sangatlah penting, karena itu Lie Hao menyerang bunga raksasa tersebut.
Setelah mengalahkan monster tanaman itu Lie Hao akhirnya tahu jika bunga raksasa itu merupakan pusat energi dari monster tanaman. Karena itu tadi Lie Hao merasakan energi yang sangat banyak pada bunga raksasa itu.
Ketika mengetahui jika bunga raksasa itu merupakan pusat energi dari monster tanaman. Lie Hao akhirnya mengetahui alasan mengapa sulur-sulur raksasa yang di potong olehnya selalu tumbuh kembali, itu karena bunga raksasa memberikan energinya pada sulur-sulur tanaman agar terus tumbuh kembali atau beregenerasi.
Oleh sebab itu Lie Hao memang harus menyerang bunga raksasa. Karena selama bunga raksasa atau pusat energi dari monster tanaman itu tidak hancur. Bunga raksasa itu akan terus memberikan energi nya pada sulur-sulur yang dipotong oleh Lie Hao, sehingga sebanyak apapun ia memotong sulur-sulur raksasa dari monster tanaman tersebut, sulur itu akan terus tumbuh kembali.
"Huft... Untunglah aku menyerang dibagian yang tepat. Dengan begitu energi kekuatanku tidak akan banyak terkuras karena menyerang sulur-sulur yang tidak ada habisnya itu" Ucap Lie Hao menghela nafas lega.
'Aku sudah selesai mengatasi monster ini. Lalu bagaimana dengan pertarungan Lie Jiao dan Lie Chen, apa mereka sudah mengalahkan ******** sialan itu??' Tanya nya dalam hati.
"Yah, dengan kekuatan yang mereka miliki aku tidak perlu khawatir karena mereka berdua pasti bisa mengatasi nya dengan mudah. Jadi sebaiknya aku pergi saja menemui kakak di luar hutan bagian barat." Ucap Lie Hao sembari menyimpan kembali pedang nya di cincin penyimpanan nya. Lalu pergi dengan jurus meringankan tubuh nya menuju ke luar hutan bagian barat.
★ditempat Lie Jiao dan Lie Chen★
Hal itu disebabkan karena tiba-tiba saja Pangeran Kedua berubah menjadi monster manusia bayangan yang memiliki kekuatan yang sangat kuat, bahkan kekuatan nya lebih kuat dari lawan-lawan yang pernah dihadapi oleh Lie Jiao dan Lie Chen.
"Ada apa?! Kemana perginya semangat bertarung kalian tadi?!!" Ucap Pangeran Kedua dengan senang karena berhasil memojokkan Lie Jiao dan Lie Chen.
'Wujud itu!! Aku ingat wujud dan aura ini sama persis dengan yang ada di peperangan besar dulu. Bagaimana bisa Pangeran kedua berubah wujud menjadi monster-monster itu.' Tanya Lie Chen dalam hatinya dengan bingung.
'Cih tidak ada waktu untuk memikirkan itu, sekarang kami harus mengalahkan monster ini dulu' Batin Lie Chen.
Setelah itu Lie Chen dan Lie Jiao saling melirik dan mengangguk bersamaan, kemudian keduanya menutup kedua mata mereka dan perlahan-lahan muncul simbol bakat meteor di dahi Lie Jiao dan Lie Chen.
Mereka berdua lalu membuka mata, dan langsung mengarahkan tangan pada Pangeran Kedua. Sebuah lubang hitam muncul di bawah Pangeran Kedua setelah Lie Jiao dan Lie Chen menggunakan jurus iblis tingkat tinggi.
Namun Pangeran Kedua berhasil menghindari lubang hitam yang dibuat oleh Lie Jiao dan Lie Chen. Tidak sampai disitu mereka berdua terus menerus membuat lubang hitam dibawah Pangeran Kedua, tapi Pangeran Kedua selalu berhasil menghindarinya.
"Khehehe... lebih baik kalian berhenti saja!! Karena dengan jurus lemah seperti ini aku bisa dengan mudah menghindarinya" Ucap Pangeran Kedua sambil melompat menghindari setiap serangan lubang hitam Lie Jiao dan Lie Chen.
"Oh benarkah, kalau begitu bagaimana dengan ini apakah kau juga bisa menghindari nya?!!" Ucap Lie Chen dengan menyeringai kecil.
Kemudian Lie Chen membuat lubang hitam di tempat pangeran kedua akan mendarat setelah menghindari lubang hitam yang dibuat oleh Lie Jiao. Pangeran kedua tidak terlihat terkejut ia tiba-tiba mengeluarkan sayap hitam miliknya sehingga ia melayang di udara sebelum jatuh kedalam lubang hitam.
"Apa kalian kira aku hanya bisa melompat saja!! Jangan lupa jika aku ini adalah iblis. Dasar bodoh!!" Ucap Pangeran Kedua dengan tertawa senang.
Lie Jiao dan Lie Chen tampak sangat marah dengan perkataan Pangeran Kedua itu, keduanya bersamaan langsung menerjang ke arah pangeran kedua dengan tombak mereka yang terlihat mengeluarkan aura berwarna merah gelap karena dialiri kekuatan darah milik Lie Jiao dan Lie Chen.
Tetapi Lie Jiao dan Lie Chen mendadak berhenti ketika mendengar suara seseorang yang muncul tiba-tiba. "Heii, iblis sialan apa yang kau lakukan cepat kembali sekarang!! Hanya karena kau sudah diangkat menjadi petinggi, jangan kira kau bisa bersikap seenaknya!!" Ucap suara pria yang muncul tiba-tiba itu dengan berteriak marah pada Pangeran Kedua.
"Iya..iya.. tentu saja aku tahu itu. Aku kan sudah bilang jika aku sedang melakukan uji coba dengan hasil penelitian ku di dunia manusia ini. Bukannya kau sendiri tahu jika manusia itu sangat cocok untuk menjadi kelinci percobaan kita. Benar begitu, Kaili??" Ucap Pangeran Kedua dengan menyeringai iblis.
"Cih... lakukan dengan cepat dan segera kembali kesini dasar iblis sialan!!!" Ucap suara pria yang bernama Kaili itu kemudian menghilang.
"Yah seperti yang kalian dengar tadi sayangnya aku tidak bisa berlama-lama lagi disini karena aku masih memiliki tugas yang harus aku kerjakan. Karena itu..." Ucap Pangeran Kedua lalu tiba-tiba muncul di hadapan Lie Jiao dan Lie Chen dengan cepat dan.
Jleb
Pangeran Kedua langsung menusuk Lie Jiao dan Lie Chen tepat di jantung mereka dengan kedua tangan nya secara bersamaan. Lalu melanjutkan perkataanya tadi, "Karena itu aku akan berhenti bermain-main bersama kalian." Ucap Pangeran Kedua dengan tertawa keras.
------•••××{∆∆^\=^}×ו••------
Maaf kalo ada typo yaa.
Jangan lupa like dan vote serta komentar agar author bisa lebih semangat melanjutkan perjalanan Lie Mei.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya.