(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds

(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds
chapter 58: mata elang emas


"yang namanya pembunuh pasti memang akan membunuh orang yang dibencinya, tapi aku tidak bisa membiarkan mereka bertiga membunuh orang yang tidak bersalah apalagi dihadapan ku" ucap lie mei dengan mata dewa miliknya


lie mei pun segera menuju ke hutan patung batu singa itu untuk menghampiri Tuo Li, Quen Tin, dan Jie Rui yang sedang mengubur mayat dua orang yang dibunuh mereka itu


"cepatlah gali tanah itu, jika tidak yang mulia mungkin akan tahu kalo kita sedang tidak menjaga kamarnya" ucap Tuo Li


"kak Tuo Li harus nya kau juga membantu kami jika ingin cepat, jangan diam saja di atas situ" ucap Jie Rui kesal


"benar yang dikatakan adik Jie Rui itu" ucap Quen Tin yang masih menggali tanah untuk mengubur mayat itu


dan akhirnya mereka pun selesai mengubur mayat dua orang yang mereka bunuh tadi, tanpa mereka sadari kini lie mei sudah berada di belakang mereka bertiga dengan tatapan kesal nya itu


"akhirnya selesai juga mengubur mayat mereka, ini semua karena perbuatan kalian jika tidak kita tidak perlu susah payah melakukan ini semua" ucap Tuo Li sambil menatap tajam pada Quen Tin dan Jie Rui


"maaf kak kami masih tidak terbiasa untuk tidak membunuh orang setiap hari, kakak kan tau sendiri jika kita dulu selalu melakukan misi untuk membunuh orang tiap hari jadi kami masih tidak biasa untuk tidak membunuh orang bahkan sedetikpun" ucap Quen Tin dengan wajah penuh nafsu membunuh nya


"haaahh aku tahu itu tapi sebaiknya kalian berdua mengendalikan nafsu membunuh kalian itu, jika kita ketahuan oleh yang mulia aku tidak tahu apa yang harus aku katakan padanya jika kita menyamar menjadi prajurit nya" ucap Tuo Li menghela nafas panjang


"ternyata begitu yah, jadi bisa kalian jelaskan apa yang terjadi disini" ucap lie mei dengan meyeringai sambil mengeluarkan aura membunuh nya dibelakang mereka bertiga


"apa lagi yang terjadi tentu saja kita sedang menggali kuburan untuk orang yang kalian bunuh tadi" ucap Tuo Li yang masih tidak menyadari keberadaan lie Mei dibelakang nya


"kak Tuo Li itu bukan kami yang bicara" ucap Jie Rui sambil gemetar ketakutan melihat lie Mei yang sudah berada di belakang nya dengan aura membunuh milik nya itu


"apa maksudmu adik Jie Rui disini tidak ada orang selain kita, dan lagi kenapa kau mengeluarkan aura membunuh mu jangan bilang kau ingin membunuh lagi" ucap Tuo Li yang masih tidak menyadari keberadaan lie mei


"k....kak Li...hat lah ke.. belakang" ucap Quen Tin terbata bata sambil menunjuk ke arah lie mei yang masih mengeluarkan aura membunuh nya


dengan perlahan Tuo Li melirik ke belakang nya, Tuo Li sangat terkejut melihat lie Mei di sana dengan menatap tajam ke arah nya


"y...yang mulia apa yang anda lakukan disini, ini sudah sangat malam bukannya anda harus nya tidur sekarang" tanya Tuo Li mencoba mengalihkan pembicaraan


"jadi bisa kalian bertiga beritahu aku kenapa kalian membunuh orang yang tidak bersalah" ucap lie mei menatap tajam pada mereka bertiga


"hahaha membunuh apa nya yang mulia pasti salah dengar" ucap Tuo Li tidak berani menatap lie Mei sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"iya itu benar yang mulia mungkin salah dengar mana mungkin kami membunuh orang yang tidak bersalah" ucap Quen Tin meyakinkan lie Mei


heh berani sekali yah kalian menipu ku, kita lihat apa kalian bisa menipuku setelah ini


karena mereka bertiga tidak mau mengakui perbuatan mereka lie mei pun mengeluarkan Shang Zuo, Shang Zhi dan Shang Xie keluar dari ruang dimensi lie Mei juga meminta Shang cai berubah ke bentuk asli nya agar membuat mereka ketakutan dan mengakui kesalahan dan perbuatan mereka


"jika kalian masih tidak ingin mengakui kesalahan kalian aku akan menyuruh mereka untuk menyiksa kalian agar mengakui nya" ucap lie mei mengancam mereka bertiga


mereka bertiga sangat terkejut melihat hewan penjaga lie mei yang adalah hewan suci dan juga raja dari ras mereka, seketika mereka mengakui kesalahan mereka mereka juga mengakui jika mereka menyamar menjadi prajurit nya untuk membunuh musuh mereka yang ada di istana kekaisaran meng


walaupun mereka adalah pembunuh paling kuat di antara para pembunuh, tapi jika lawan mereka adalah 4 hewan suci sekaligus raja mereka hanya bisa bertekuk lutut di hadapan hewan suci itu


"baguslah kalian mengakui kesalahan kalian itu, jika tidak mungkin aku harus menyiksa kalian terlebih dahulu" ucap lie mei dengan meyeringai tipis


"yang mulia tolong ampuni kesalahan kami, kami berjanji akan selalu setia pada mu" ucap mereka bertiga bersamaan sambil berlutut memohon pada lie mei


"terserah saja, tapi jika kalian bertiga berani membunuh orang tidak bersalah lagi sebaiknya kalian bertiga bersiap siap menuju ke neraka" ucap lie mei sambil menatap tajam pada mereka bertiga


"kami berjanji tidak akan membunuh orang tidak bersalah lagi" ucap mereka bertiga bersumpah pada lie Mei


disisi lain tiba tiba muncul sesosok pria muda dengan mata elang emas dengan rambut berwarna silver miliknya disebuah pohon di dekat tempat lie mei berada, pria itu meyeringai melihat lie mei memiliki 4 hewan suci sekaligus raja dari ras mereka pada nya


karena tempat pria muda bermata elang emas itu tidak jauh dari lie mei, lie mei pun langsung melirik ke sebuah pohon tempat pria muda bermata elang emas itu berada


seketika pria muda bermata elang emas itu menghilang dari kegelapan setelah menyadari jika keberadaan nya sudah diketahui oleh lie mei


"ada apa yang mulia apa ada sesuatu di pohon itu??" tanya Jie Rui penasaran setelah melihat lie mei tiba tiba melihat ke arah pohon itu


aneh perasaan tadi seperti ada orang yang berada di pohon yang ada disana itu tapi kenapa tiba tiba menghilang, bahkan dengan mata dewa milikku aku tidak bisa mendeteksi keberadaan seseorang di pohon itu


aku tidak mungkin salah merasakan keberadaan seseorang, apa mungkin orang itu bisa teleportasi jadi dia bisa menghilang secepat itu


"yang mulia apa kau dengar, kenapa diam saja dari tadi" ucap Tuo Li menyadarkan lie mei dari lamunannya


"bukan apa apa ayo kita kembali" ucap lie mei segera membalikkan tubuhnya kembali menuju ke arah kamar nya


Tuo Li, Quen Tin, dan Jie Rui hanya menatap heran atas tingkat anehnya itu lalu mereka segera mengikuti lie mei menuju ke arah kamar nya


setelah menyadari keberadaan lie mei dan lain nya perlahan menjauh dari hutan itu, pria muda bermata elang emas itu tiba tiba muncul kembali di pohon tempat nya tadi


"haaahh tidak disangka jika dia bisa merasakan keberadaan ku padahal aku sudah menyembunyikan hawa keberadaan ku, kenapa dia masih saja menyadari keberadaan ku" ucap pria muda bermata elang emas itu sambil menghela nafas panjang


"jika bukan karena aku mempunyai jurus penyamar bayangan mungkin aku sudah ketahuan dari tadi, tapi kau memang gadis yang menarik" ucap pria muda bermata elang emas itu


"heh gadis kecil dengan mata elang emas milik ku ini kau tidak bisa menyembunyikan identitas mu itu, jika takdir menyatukan kita aku yakin kita pasti akan bertemu lagi" batin pria muda bermata elang emas itu sambil tersenyum tipis


lalu tiba tiba terlihat wanita muda yang memakai cadar dan memiliki mata elang emas yang sama dengan pria itu dengan rambut berwarna hitam pekat milik nya menghampiri pria muda bermata elang emas itu


"apa yang sedang kau lakukan disini" tanya wanita muda bermata elang emas itu sambil menepuk pundak pria muda bermata elang emas yang sedang melamun itu


"bukan apa apa ayo kita lanjutkan perjalanan kita" ucap pria muda bermata elang emas itu dengan dingin lalu meloncat ke pohon yang lainnya dan pergi meninggalkan wanita muda bermata elang emas itu di sana


"kau benar benar aneh, aku yakin kau pasti melihat sesuatu yang menarik sampai bisa membuat mu tersenyum seperti itu" batin wanita muda bermata elang emas itu lalu segera pergi melanjutkan perjalanannya


★di depan kamar lie Mei dan lie jiao★


"ingat jika aku melihat kalian membunuh lagi awas saja kalian" ucap lie mei mengingatkan mereka bertiga


"tenang saja yang mulia kami tidak akan mengulangi kesalahan kami untuk kedua kalinya" ucap Tuo Li meyakinkan lie Mei


lalu lie mei pun segera masuk ke kamarnya setelah mendengar perkataan Tuo Li itu, sedangkan Tuo Li, Quen Tin dan, Jie Rui menjaga di depan pintu kamar lie mei dan lie Jiao


gara gara mereka aku jadi tidak bisa berkultivasi lagi, tapi sebaiknya aku tidur saja karena ini sudah malam dan lagi besok aku harus bangun pagi untuk melanjutkan perjalanan kekaisaran meng


lalu lie Mei membaringkan tubuhnya di atas kasur sebelah lie Jiao yang masih tertidur pulas, tidak berapa lama lie mei pun ikut tertidur pulas


††††††††††††


maaf kalo ada typo yaa


jangan lupa like sebelum baca yah agar author bisa lebih semangat nulis nya


nantikan chapter berikutnya besok sore yah