(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds

(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds
chapter 55: sampai di kerajaan Liao


besok pagi nya, lie mei, lie Hao, lie Jiao dan lie Chen segera bersiap-siap untuk berangkat ke kerajaan Liao, tentu nya mereka berempat masih memakai jubah dan topeng untuk menyembunyikan identitas mereka


★di depan gerbang istana kekaisaran meng★


"yang mulia saya masih khawatir jika anda pergi berempat saja, karena itu aku sudah memanggil 3 prajurit yang hebat untuk mengawal anda ke sana" ucap Zhu Tao


"hahh kau ini kenapa masih tidak percaya dengan ku sih, lagi pula aku ini masih calon kaisar bukan kaisar jadi tidak perlu pengawal juga" ucap lie mei


"tetap saja Yang mulia harus membawa beberapa orang untuk mengawal anda selama perjalanan, yang mulia bawalah mereka bertiga dengan anda mereka ada para prajurit yang sangat kuat dan berbakat" ucap Zhu Tao sambil mendorong ketiga prajurit itu pada lie mei


ternyata 3 pembunuh yang menyamar menjadi prajurit ku waktu itu yah


"terserah saja, cepatlah kita harus pergi sekarang" ucap lie mei sambil naik kedalam kereta kuda yang sudah di siapkan oleh Zhu Shen


lalu lie Hao, lie Jiao, dan lie Chen juga segera masuk kedalam kereta kuda, 3 prajurit yang menjadi pengawal perjalanan mereka juga segera menaiki kuda mereka


3 prajurit itu mengawal mereka dari sisi kanan, kiri, dan sisi belakang kereta kuda yang dinaiki oleh mereka berempat


"selamat jalan yang mulia, semoga anda segera kembali ke sini" ucap Zhu Shen sambil melambai kearah kereta kuda yang dinaiki oleh lie mei begitu pun dengan Zhu Tao dan Zhu Ting


kereta kuda mereka berempat dengan cepat menghilangkan dari hadapan Zhu Tao, Zhu Shen,dan Zhu Ting, setelah itu mereka segera masuk ke dalam istana dan melanjutkan pekerjaan mereka


perjalanan mereka berempat mungkin akan memakan waktu sekitar 1 hari karena letak kerajaan Liao memang sangat dekat dengan kekaisaran meng


tiba tiba kereta yang dinaiki mereka dihadang oleh sekelompok perampok yang membawa senjata tajam di tangan mereka


"ada apa kenapa kereta nya berhenti??" tanya lie Hao penasaran sambil melihat ke luar jendela


"panglima Xian Hao sekarang kita sedang dihadang oleh sekelompok perampok didepan, anda tenang saja kami akan mengurus mereka" ucap salah satu prajurit yang mengawal


"tidak perlu biar aku saja yang mengurus para serangga tidak berguna itu" ucap lie Hao lalu ia segera menggunakan jurus beladiri tornado angin milik nya


dalam sekejap para perampok itu terhempas oleh tornado angin milik lie Hao


"kerja bagus lie Hao, tidak kuduga ternyata jurus beladiri tornado angin milik mu sudah mencapai level 3 sekarang jurus mu sudah menjadi jurus beladiri tingkat dewa" ucap lie mei dengan bangga


"tentu saja selama ini aku selalu bekerja keras untuk menjadi kuat, dengan kekuatan ku ini aku pasti akan melindungi kakak dari bahaya apa pun" ucap lie Hao percaya diri


"hehe mungkin kau butuh 100 tahun agar bisa menjadi kuat untuk melindungi ku" ucap lie mei mencoba bercanda


"kakak aku serius tau, aku tidak akan membiarkan orang lain melukai mu sedikit apapun" ucap lie Hao dengan wajah nya yang serius


aku tidak pernah melihat lie Hao seserius ini, biasa nya lie Hao selalu ceria dan tidak pernah serius dalam melakukan sesuatu tapi kenapa sekarang dia berubah


"yah aku percaya pada mu" ucap lie mei sambil membelai rambut lie Hao


lalu mereka segera melanjutkan perjalanan mereka ke kerajaan Liao setelah lie Hao mengurus para perampok itu


karena hari sudah malam mereka memutuskan untuk menghentikan perjalanan mereka di sebuah kota kecil yang bernama kota badai angin, lalu mereka segera mencari penginapan di kota itu


"panglima Xian mei penginapan nya ada di ujung jalan sana" ucap salah satu prajurit sambil menunjuk ke arah penginapan itu


"baiklah ayo segera kesana" ucap lie mei segera pergi ke arah penginapan yang di tunjukkan tadi dan diikuti oleh yang lain


★di dalam penginapan★


"bibi tolong berikan kami 4 kamar dengan dua kasur" ucapan lie mei pada bibi pemilik penginapan itu


"mohon maaf tuan, sekarang kamar nya hanya tinggal 1 kamar dengan 2 kasur besar" ucap bibi pemilik penginapan itu


lie mei seketika melirik pada 3 prajurit dan pak kusir, tapi mereka hanya mengangguk pada lie mei


"baiklah bibi aku ambil kamar itu, kami akan menginap disini semalam" ucap lie mei kepada bibi pemilik penginapan itu setelah mengerti dengan maksud 3 prajurit dan pak kusir


"baiklah harga nya jadi 300 ribu Yuan" ucap bibi itu sambil memberikan kunci kamar pada lie mei


lalu mereka segera menuju ke kamar mereka, sebelumnya pak kusir sudah pamit pada lie mei untuk tidur di kereta kuda nya


"apa kalian tidak masalah tidak tidur??" tanya lie Mei pada 3 prajurit


"tentu saja panglima Xian mei, tidak tidur satu hari itu bukan masalah untuk kami" ucap salah satu prajurit dengan percaya diri


"ngomong ngomong aku belum tau nama kalian, bisa kalian beritahu aku nama kalian" ucap lie mei pada Mereka bertiga


"saya Tuo Li di sebelah kiri saya Quen Tin lalu di sebelah kanan saya Jie Rui" ucap Tuo Li memperkenalkan diri pada lie mei


"yah baiklah" ucap lie mei lalu masuk ke kamar nya bersama lie Hao, lie Jiao, dan lie Chen


setelah masuk lie mei dan lie Jiao merebahkan tubuh mereka di kasur sebelah kanan sedangkan lie Hao dan lie Chen di kasur sebelah kiri dengan cepat mereka terlelap dalam tidur mereka, sementara Tuo Li, Quen Tin, dan Jie Rui menjaga di depan pintu kamar mereka


keesokan paginya mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kerajaan Liao dengan menggunakan kereta kuda, dan akhirnya mereka sampai di kerajaan Liao saat hari sudah siang


tentu nya kondisi kerajaan Liao sungguh memprihatinkan, kerajaan itu sangat suram dan seperti tidak ada tanda kehidupan dari sana, semua rakyat kerajaan Liao seperti sudah dilahap oleh wabah aneh yang muncul tiba tiba itu


"kalian semua sebelum kita masuk minumlah obat pelindung tubuh ini" ucap lie mei sambil memberikan 3 obat pelindung tubuh yang sudah dibuat nya sebelum pergi ke kerajaan Liao pada lie hao, lie Jiao dan lie Chen lalu lie mei memberikan 4 obat pelindung tubuh lainnya pada Tuo Li, Quen Tin, Jie Rui, dan pak kusir


obat pelindung tubuh bisa melindungi tubuh dari segala penyakit, virus, bakteri, bahkan racun sekali pun, efek obat pelindung tubuh hanya bertahan selama 1 bulan tidak lebih


mereka semua segera mengambil obat pelindung tubuh itu dan meminum nya, karena tubuh lie mei sudah mencapai penguat tubuh tahap akhir ia tidak membutuhkan obat pelindung tubuh lagi


lalu mereka semua segera masuk ke dalam kerajaan Liao dan menuju ke istana kerajaan


★di dalam kerajaan Liao★


"tempat ini benar benar menyeramkan, dan lagi tidak ada satupun orang di sini" ucap lie Jiao sambil melihat ke luar jendela di belakang tempat duduk nya


"kau benar, walaupun ada rumah sebanyak ini tapi aku tidak bisa merasakan keberadaan orang lain di dalam sana" ucap lie Chen setuju dengan perkataan lie Jiao sambil melihat ke luar jendela yang dilihat oleh lie Jiao


"kak lie Mei sebenarnya kemana perginya para rakyat kerajaan ini??" tanya lie Hao pada lie mei


"mereka tentu saja dikurung di suatu tempat agar wabah pada mereka tidak menyebar luas ke berbagai daerah, tapi setelah datang ke kerajaan Liao langsung aku seperti merasakan sesuatu yang aneh" ucap lie mei merasa aneh dengan wabah yang ada di kerajaan Liao


"apa yang membuatmu merasa aneh kak??" tanya lie Hao


"entah kenapa aku merasa jika wabah ini muncul karena perbuatan seseorang dengan sengaja" ucap lie mei


"maksud kakak ada orang yang sengaja membuat wabah ini, jika itu memang benar ada biar aku hajar orang tidak waras itu" ucap lie Hao dengan kesal


heh aku ingin tau orang seperti apa yang berani membuat kekacauan seperti ini, dan lagi kenapa aku merasa seperti mengetahui tentang wabah ini mungkin hanya perasaan ku saja


tiba tiba ada sesosok anak kecil laki laki yang berusia sekitar 8 tahun menghalangi kereta kuda mereka


"berhenti, jangan masuk lebih dalam lagi tempat ini sangat berbahaya sebaiknya kalian semua cepat pergi dari sini" ucap anak laki-laki itu


lalu terlihat seorang pria paruh baya yang menghampiri anak laki laki itu, pria paruh baya itu tidak lain adalah pria paruh yang pernah datang kekaisaran meng


"pangeran kenapa anda di sini, bukannya sudah aku bilang tidak boleh keluar dari kamar anda" ucap pria paruh baya itu


"tapi paman aku tadi melihat mereka ingin masuk ke dalam jadi aku keluar untuk menghalangi mereka" ucap anak laki-laki itu sambil menunjuk ke arah kereta kuda mereka


lalu lie mei, lie Hao, lie Jiao dan lie Chen turun dari kereta kuda, pria paruh baya itu seketika berlutut dengan 1 kaki setelah melihat mereka berempat turun dari kereta kuda


††††††††††


maaf kalo ada typo yaa


jangan lupa like sebelum baca yah agar author bisa lebih semangat nulis nya


nantikan chapter berikutnya