
Darah segar terus mengalir dari tubuh Lie Jiao dan Lie Chen setelah ditusuk oleh Pangeran Kedua dengan menggunakan tangannya. Pangeran Kedua mencabut kedua tangannya dari tubuh Lie Jiao dan Lie Chen, sehingga mereka berdua jatuh terkapar di atas tanah.
"Cih, tanganku jadi kotor karena terkena darah iblis campuran seperti kalian." Ucap Pangeran Kedua dengan kesal sambil merobek sebagian kecil kain dari bajunya dan mengelap darah pada kedua tangannya.
Sementara itu Lie Jiao dan Lie Chen tampak masih terkejut dan tidak percaya jika Pangeran Kedua dapat mengalahkan mereka. "Tidak, kami masih belum kalah" Gumam Lie Jiao dan Lie Chen tidak menerima kekalahan mereka.
"Hmm... apa kalian mengatakan sesuatu?" Tanya Pangeran Kedua sembari membuang kain yang dipakainya untuk mengelap darah di tangannya.
"Kami masih belum kalah!!" Lie Jiao dan Lie Chen berucap dengan nada lemah. Sambil berusaha bangkit dari tempatnya.
"Hah, apa!! Kalian masih belum kalah?!! Hahahaha jangan membuatku tertawa, memangnya apa yang bisa kalian lakukan dengan tubuh seperti itu. Sebaiknya kalian diam saja disitu jika tidak kalian akan cepat mati karena kehabisan darah." Ucap Pangeran Kedua dengan tertawa terbahak-bahak.
"Baiklah, aku tidak ada waktu untuk bermain-main bersama kalian lagi. Jadi aku pergi dulu. Se..la..mat ting...gal anak-anak tercintaku." Ucap Pangeran Kedua tersebut, pergi dengan tertawa keras.
Lie Jiao dan Lie Chen kini terlihat sudah berdiri dengan susah payah. Tapi ada yang berbeda dengan mereka berdua, seluruh tubuh mereka diselimuti aura berwarna merah tua. Aura itu berasal dari darah milik mereka yang telah berubah menjadi energi kekuatan mereka.
Mereka berdua juga merasakan energi yang sangat luar biasa mengalir deras dalam tubuh mereka. Sebuah tanduk kecil berwarna hitam tiba-tiba muncul di kepala kiri Lie Jiao dan di kepala kanan Lie Chen.
Setelah tanduk itu muncul di kepala mereka. Tanduk mereka itu mendadak mengeluarkan aura merah tua yang sama dengan yang ada pada tubuh mereka, dan aura itu dengan cepat menjalar masuk ke luka tusukkan yang dibuat oleh Pangeran Kedua tadi.
Aura merah tua yang masuk kedalam luka mereka itu menghentikan pendarahan pada jantung mereka, tidak hanya itu luka pada tubuh Lie Jiao dan Lie Chen juga menutup berkat aura merah tua yang masuk itu.
Melihat hal yang ajaib itu tentu saja membuat Lie Jiao dan Lie Chen terkejut tapi untuk saai ini mereka tidak terlalu mempedulikan tentang hal itu. Karena sekarang yang mereka pikirkan adalah untuk membunuh Pangeran Kedua.
Keduanya segera mengeluarkan sayap hitam mereka dan terbang mengejar Pangeran Kedua dengan kecepatan yang luar biasa cepat. Kecepatan mereka berdua bahkan sampai tidak bisa diikuti dengan mata telanjang.
★di tempat Pangeran Kedua berada★
Saat ini Pangeran Kedua sedang terbang menuju markas tempatnya tinggal saat ini. Pangeran Kedua terlihat sangat senang karena mengira jika ia sudah berhasil membunuh Lie Jiao dan Lie Chen yang merupakan Iblis tingkat tinggi yang juga memiliki bakat meteor.
"Khehehe... apanya yang bakat meteor?!! Bahkan aku bisa mengalahkannya dengan mudah, ah mungkin saja itu berkat kekuatan wujud bayangan hitam ini." Ucap pangeran Kedua menatap kedua tangannya.
"Sepertinya bergabung bersama mereka itu memang merupakan pilihan yang sangat tepat. Dengan kekuatan wujud bayangan hitam ini aku akan menjadi yang tak terkalahkan di dunia ini." Ucap Pangeran kedua dengan menyeringai senang.
'Tidak lama lagi aku pasti akan menjadi penguasa Dunia Manusia ini. Setelah hal itu terjadi aku akan segera mewujudkan mimpiku untuk menghancurkan para manusia kurang ajar itu!!' Batinnya dengan sangat marah ketika teringat suatu ingatan yang membuatnya sangat membenci manusia.
"Aku tidak akan pernah melupakan hari itu!! Hari dimana aku berjanji untuk menghancurkan kalian manusia!!!" Ucap Pangeran Kedua menggertakkan giginya dengan amarah yang sangat besar terhadap manusia.
Tanpa di sadari Pangeran Kedua, Lie Jiao dan Lie Chen kini sudah terlihat berada tidak jauh dari tempatnya berada. Saat menyadari keberadaan mereka Pangeran Kedua tentu saja terkejut, ia tidak menyangka jika Lie Jiao dan Lie Chen yang harusnya akan mati sekarang malah mengejarnya.
"Ada apa ayah apa kau terkejut melihat kami masih hidup?!!" Ucap Lie Jiao menyeringai.
"Hmph, itu tidak penting. Lagipula aku bisa membunuh kalian lagi, dan kali ini akan ku pastikan jika kalian akan benar-benar mati!!" Balas Pangeran Kedua langsung berhenti di udara dan membalikkan badannya. Dengan cepat ia mengarahkan kedua tangannya pada Lie Jiao dan Lie Chen segera sebuah cahaya merah darah melesat menyerang kearah mereka.
Serangan dekat itu membuat mereka berdua tidak dapat menghindar, sehingga mereka mendapatkan luka lumayan besar di samping perut mereka. Hal ajaib kembali terjadi lagi luka mereka mendadak tertutup dengan cepat dan itu membuat Lie Jiao dan Lie Chen bingung.
Padahal tubuh mereka tidak memiliki kekuatan regenerasi yang sangat cepat, tapi bagaimana bisa luka yang lumayan besar itu dapat tertutup dengan sempurna bahkan tanpa meninggalkan bekas sedikit pun. Itulah yang dipikirkan oleh mereka.
Mereka tidak memikirkan hal itu terlalu lama lagi. Karena fokus mereka saat ini adalah untuk membunuh Pangeran Kedua. Keduanya dengan cepat mengambil tombak milik mereka yang juga terlihat diselimuti aura merah tua sama seperti tubuh mereka, lalu mereka menghilang dan seketika sudah berada di belakang Pangeran Kedua.
Lie Jiao mengarahkan tombaknya ke leher Pangeran Kedua sedangkan Lie Jiao mengarahkan tombaknya ke jantung Pangeran Kedua. Tapi sayangnya serangan mereka berdua berhasil dihentikan oleh seorang pria yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
Pria itu mengerutkan alisnya ketika melihat Lie Jiao dan Lie Chen. Ia tampak mengenal perubahan ajaib yang terjadi pada mereka berdua. "Kalian... bagaimana bisa memiliki kekuatan itu?!!" Ucap pria dengan rambut perak yang diikat satu itu, tidak menyangka jika Lie Jiao dan Lie Chen memiliki kekuatan yang dikatakan sangat langka itu.
"Kaili?!! Apa yang kau lakukan disini?!" Tanya Pangeran kedua ketika melihat sosok pria yang sangat dikenalnya itu. Pria bernama Kaili itu adalah pemilik suara yang muncul tiba-tiba tadi.
"Hah?! Kau tanya apa yang aku lakukan disini?! Tentu saja aku kesini untuk menjemputmu iblis sialan!!" Ucap Kaili dengan emosi.
'Cih, aku tidak mengerti apa yang dipikirkan Yang Mulia Raja sehingga setuju menerimamu menjadi anggota kami...' Batin Kaili.
"Hei, iblis sialan cepat kita kembali. Kita masih harus melanjutkan penelitian kita yang sebelumnya" Ucap Kaili pada Pangeran Kedua kemudian tiba-tiba muncul sebuah portal di depan Kaili.
"Tunggu dulu! Aku masih harus membunuh iblis campuran ini" Ucap Pangeran Kedua.
Kaili melotot pada Pangeran Kedua ketika mendengar itu. "Disaat kau hampir saja terbunuh tadi kau bisa-bisanya masih mengatakan hal itu!! Kau ini buta apa bodoh?!! Lihat baik-baik lawanmu itu dasar iblis sialan" Ucap Kaili dengan geram. Kemudian menendang Pangeran Kedua masuk kedalam portal miliknya.
Kaili berdiri di depan portal miliknya lalu berbalik badan melihat Lie Jiao dan Lie Chen yang sedang mencerna apa yang terjadi. "Aku tahu jika kalian sangat ingin membunuh si iblis sialan itu, tapi untuk saat ini aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Karena dia adalah aset penting milik kami yang sangat berharga" Ucap Kaili kemudian masuk dan menghilang ke dalam portal.
Lie Jiao dan Lie Chen saling menatap satu sama lain, mereka berdua akhirnya mengetahui jika Pangeran Kedua dan pria yang bernama Kaili tadi merupakan anggota kelompok dari monster manusia bayangan yang muncul di peperangan besar dulu.
Firasat mereka mengatakan jika kelompok mereka itu akan kembali menyerang lagi. Tapi saat ini tidak ada yang mengetahui tujuan mereka menyerang saat di peperangan besar dulu.
Namun Lie Jiao dan Lie Chen dapat mengambil kesimpulan jika Pangeran Kedua dan juga pria bernama Kaili itu adalah seorang petinggi di kelompok mereka. Dan juga saat ini mereka sedang meneliti suatu hal yang berkaitan dengan penyerangan mereka di masa mendatang.
"Sebaiknya kita segera kembali Karena kak Lie Mei dan kak Lie Hao pasti sudah menunggu kita." Ucap Lie Chen.
"Ya, itu benar. Dan juga kita harus memberitahukan mereka tentang informasi yang kita dapatkan ini." Ucap Lie Jiao dan dibalas anggukan dari Lie Chen. Kemudian mereka segera pergi dengan jurus bayangan iblis milik mereka.
------•••××{∆∆^\=^}×ו••------
Maaf jika ada typo yaa.
Jangan lupa like dan vote serta komentar agar author bisa lebih semangat melanjutkan perjalanan Lie Mei dan lainnnya.
Ditunggu chapter selanjutnya besok.