(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds

(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds
chapter 33: pedang iblis


"hmm, buku jurus beladiri ini sepertinya sangat bagus, aku akan mengambil 2 buku jurus beladiri ini" ucap lie mei lalu mengambil buku jurus beladiri nya


"kau memilih buku yang sangat bagus, buku jurus beladiri itu sangat kuat tidak sembarang orang yang bisa menguasai jurus itu" ucap ular itu


"yah aku juga mengetahui nya, tapi karena itu lah aku memilih buku jurus beladiri ini" ucap lie mei


"kau memang orang yang sangat aneh" ucap ular itu


"kak lie Mei, aku sudah memilih buku jurus beladiri nya" ucap lie Hao sambil memberikan buku jurus beladiri kepada lie mei


kekuatan telepati yah dengan begini aku dan lie Hao bisa berkomunikasi dari jarak jauh


"bagaimana kak apa buku jurus penghubung pikiran ini bagus??" tanya lie Hao dengan semangat


"buku ini sangat bagus, jika kau bisa menguasai nya kita bisa berkomunikasi dari jarak jauh" ucap lie mei sambil mengelus kepala lie Hao


"hehehe, tentu saja aku pasti akan menguasai nya" ucap lie Hao senang


"lalu bagaimana buku jurus beladiri kakak, boleh aku melihat nya??" tanya lie Hao


"ini bukunya, aku memilih nya karena sangat menarik dan sepertinya jurus ini sangat kuat" ucap lie mei lalu memberikan buku jurus beladiri nya


" ternyata kakak memilih buku jurus penguat tubuh dan penyerap alam yah, setahu aku buku ini tidak ada yang bisa mempelajari nya apa kakak yakin ingin mengambil buku ini" ucap lie Hao


"yah aku yakin, karena tidak ada jurus beladiri yang tidak bisa aku pelajari sekali pun" ucap lie mei sambil mengangguk


buku kematian saja bisa aku pelajari jadi buku jurus beladiri ini aku pasti juga bisa mempelajarinya


"terserah kakak saja, ayo kita pergi berikan buku jurus beladiri ini pada kakek lu" ucap lie Hao lalu pergi ke tempat kakek lu


"baik" ucap lie mei lalu pergi menyusul lie Hao


★di tempat kakek lu★


"kakek lu kami sudah selesai memilih buku jurus beladiri nya" ucap lie mei


"letakkan di atas meja, aku akan memberikan cap agar kalian bisa membawanya keluar" ucap kakek lu


lalu mereka berdua meletakkan buku jurus beladiri mereka di meja


kakek lu terkejut melihat buku jurus beladiri yang dipilih lie mei dia tidak menyangka akan ada orang yang mau memilih 2 buku jurus beladiri yang sangat sulit dipelajari itu


terlebih lagi yang memilih nya adalah seorang perempuan


"kakek lu aku tau apa yang kau pikirkan, kau pasti tidak percaya seorang perempuan seperti ku tidak bisa mempelajari buku jurus beladiri ini kan" ucap lie mei


"aku tidak peduli tentang itu, karena tidak tidak pernah mendengar ada orang yang bisa menguasai jurus beladiri ini tapi semoga saja lalu bisa berhasil gadis kecil" ucap kakek lu lalu memberikan buku jurus beladiri yang sudah di cap pada lie Mei


"tentu saja aku pasti berhasil mempelajari nya, ayo kita pergi ke paviliun pusaka" ucap lie mei lalu pergi meninggalkan paviliun bintang


"baik kak" ucap lie Hao


★paviliun pusaka★


"hah kakak kau enak sekali bisa mendapatkan pedang, padahal aku juga ingin memiliki pedang dari dulu" ucap lie Hao kecewa


"kenapa kau tidak bilang pada ku, aku pasti akan memberikan pedang pada mu" ucap lie mei


"benarkah kakak janji yah, aku sejak dulu sangat suka berpedang tiap hari di sekolah beladiri aku selalu berlatih berpedang diam diam tapi aku tidak memiliki pedang untuk bertarung" ucap lie Hao senang


"tenang saja aku pasti akan memberikan mu pedang agar kau bisa bertarung" ucap lie mei sambil tersenyum


lie Hao mengangguk dengan sangat senang karena dia tidak sabar melihat pedang nya


"oh, kak xin dan kak Wen kau sudah ada di sini yah, apa kalian mau memilih pedang" ucap lie mei


"kau akhirnya datang juga kami sudah lama menunggu mu di sini, bukan nya kau bilang yang akan memilih kan pedang untuk kami" ucap xin


"iya aku minta maaf ayo kita langsung saja memilih nya" ucap lie mei lalu segera masuk ke paviliun pusaka


★di dalam paviliun pusaka★


"kak xin aku akan memberikan hadiah pedang tingkat tinggi milik ku pada mu, dan kak xin bisa berikan hadiah pedang milik kakak pada kak Wen" ucap lie mei menjelaskan


"kalo begitu aku akan memilih pedang tingkat tinggi dan Wen memilih 2 pedang tingkat menengah" ucap xin


"yah, tapi pedang milik kak Wen akan aku buat menjadi pedang tingkat tinggi" ucap lie mei


"kalian akan tau nanti, kalian pergi lah pilih pedang milik kalian aku akan mencari pedang untuk lie Hao" ucap lie mei


lalu xin dan Wen pergi mencari pedang mereka sesuai perkataan lie mei


lie mei dan lie Hao pergi membeli pedang untuk lie Hao


"lie hao kau ingin pedang seperti apa??" tanya lie Mei


"aku ingin pedang yang sangat kuat tapi cocok dengan ku" ucap lie Hao


kuat dan cocok yah, aku akan liat dengan mata dewa pedang yang cocok dengan lie Hao


lie mei mencari semua pedang yang cocok untuk lie Hao di paviliun pusaka, dan matanya berhenti setelah melihat pedang yang memiliki aura yang sangat kuat yang dipajang di sudut ruangan


pedang itu memiliki aura petir yang sangat kuat, sangat cocok dengan lie Hao yang memiliki elemen petir dan lagi pedang itu memiliki kekuatan yang lebih kuat dari pedang milik ku


itu akan sangat bagus jika lie Hao mempunyai pedang seperti itu


"gadis kecil kau tidak berniat memilih pedang itu kan, pedang terkutuk itu tidak cocok dengan mu" ucap seorang pria


"siapa paman ini tiba-tiba bilang seperti itu" ucap lie mei


"hahaha, maaf aku belum memperkenalkan diri aku adalah pengurus paviliun pusaka ini gadis kecil sebaiknya kau pilih pedang lain saja jangan pedang itu" ucap pengurus paviliun pusaka


"karena paman bilang seperti itu aku jadi makin menginginkan pedang itu" ucap lie mei dengan seringai menyeramkan nya


gadis ini sudah tidak waras yah sudah aku bilang pedang itu terkutuk tapi dia malah makin menginginkan pedang itu


"jadi kenapa pedang itu disebut terkutuk, padahal aku lihat pedang itu sangat lah kuat" ucap lie mei


"hah, baiklah akan ku ceritakan jadi dengar kan baik baik" ucap pengurus paviliun pusaka


pengurus paviliun pusaka mengatakan kalo pedang itu adalah pedang milik iblis yang sangat kuat, iblis itu sudah sangat banyak membunuh orang sehingga pedang nya juga berubah menjadi iblis yang sangat menginginkan darah


karena pedang itu sangat menginginkan darah bahkan iblis yang menjadi pemilik nya juga dibunuh oleh pedang itu sendiri, setelah iblis itu dibunuh ada seorang pemuda yang menemukan pedang itu


sama seperti yang terjadi pada iblis itu pemuda yang menemukan pedang itu dibunuh karena tidak bisa memberikan darah yang sangat banyak pada pedang itu


karena pedang itu selalu membunuh pemilik nya, pedang itu disebut pedang terkutuk atau kadang juga disebut sebagai pedang iblis


"jadi gadis kecil sebaiknya kau tidak memilih pedang itu" ucap pengurus paviliun pusaka


"heh pedang iblis yah benar benar sangat menarik" ucap lie mei sambil menyeringai senang


"yang benar saja gadis ini malah senang mendengar cerita itu, aku kira setelah mendengar cerita itu gadis ini akan ketakutan dan tidak mau lagi memilih pedang ini" pikir pengurus paviliun pusaka


tapi sepertinya akan sangat berbahaya untuk lie Hao dan aku yakin lie Hao tidak bisa mengendalikan pedang iblis ini, sebaiknya aku berikan saja pedang batu energi ku pada lie Hao pedang itu juga sangat cocok dan kuat untuknya


"paman apa pedang iblis itu kau jual aku menginginkan nya??" tanya lie Mei


"pedang itu tidak dijual, jadi pergi cari pedang yang lain saja" ucap pengurus paviliun pusaka lalu pergi


"paman aku tidak menginginkan pedang lain, aku hanya menginginkan pedang iblis itu" ucap lie mei keras kepala


"gadis ini keras kepala sekali, bahkan laki laki saja tidak ada yang berani memilih pedang ini tapi gadis kecil ini malah menginginkan pedang terkutuk itu" pikir pengurus paviliun pusaka kesal


"paman jika kau tidak menjualnya apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan nya" ucap lie mei


"haaahh, baiklah aku akan memberikan nya padamu tapi jika kau terjadi apa apa itu bukan salah ku" ucap pengurus paviliun pusaka


"benarkah, apa aku bisa mengambil nya" ucap lie mei senang


"ambil lah, lagipula tidak ada yang menginginkan pedang itu kau tidak perlu membayar nya aku harap kau tidak terbunuh oleh pedang itu dan menjadi pemilik yang diakui nya" ucap pengurus paviliun pusaka


"tentu saja, lagi pula pedang itu tidak mungkin membunuh ku aku juga akan membuat nya mengakui" ucap lie mei percaya diri


†††††††††††††


maaf kalo ada typo yaa


jangan lupa like dan komentar nya


nantikan chapter berikutnya