(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds

(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds
chapter 66: bermain Xiang qi


"jagalah obat penyembuh tingkat dewa ini, karena obat ini sangat lah langka dan hanya bisa dibuat olehku, jadi pastikan kalian memakan hanya jika kalian terluka sangat parah saja" ucap lie Mei setelah selesai memberikan obat penyembuh tingkat dewa pada ketujuh pemenang perburuan.


"kami mengerti panglima Xian Mei" ucap mereka bertujuh serempak dengan membungkuk pada lie mei.


"untuk para prajurit yang tidak menang kalian tidak perlu kecewa Jika kalian berusaha lebih kuat lagi aku yakin kalian bisa menang, jadi berlatihlah lebih keras agar kalian bisa menang di perburuan besok" ucap lie Mei menyemangati para prajurit nya.


"baik panglima Xian Mei" ucap semua prajurit serempak.


"karena hari sudah siang kita akan kembali ke istana menggunakan array perpindahan saja, jadi kalian semua bergandengan tangan lah satu sama lain" perintah lie Mei pada mereka semua yang ada di sana.


walaupun semua prajurit terkejut dengan perkataan lie Mei itu, tapi mereka segera mengikuti perkataan lie Mei begitu pula dengan lie mei, lie Hao, lie Jiao, dan lie Chen.


"baiklah karena semua sudah bergandengan tangan, kita pergi sekarang" ucap lie Mei lalu mengaktifkan sihir teleportasi nya menuju ke halaman belakang istana.


dengan cepat mereka semua sekarang sudah berada di halaman belakang istana, setelah sampai lie Mei memerintahkan para prajurit nya kecuali ketujuh pemenang untuk berlatih lagi.


"kalo begitu kita akan bermain Xiang qi sesuai urutan pemenang paling tinggi, bagaimana apa kalian setuju??" tanya lie Mei pada mereka bertujuh.


"kami setuju" ucap mereka bertujuh bersamaan.


"baiklah Tuo Li ayo kita bermain" ucap lie Mei dengan dingin.


"tentu panglima Xian Mei, tapi jangan salahkan saya jika anda kalah dari saya nanti" ucap Tuo Li tersenyum licik.


jangan harap bisa menang dari ku karena didalam kamus ku tidak akan pernah ada kata kalah.


seperti biasa lie mei bermain permainan Xiang qi itu dengan sangat tenang berbeda dengan Tuo Li yang sudah sangat serius dari awal permainan.


tentu nya para pemenang yang lain juga ikut menonton permainan Xiang qi mereka yang sengit itu, tidak dengan lie Hao yang sedang mengajari lie Chen dan lie Jiao bermain Xiang qi menggunakan papan permainan Xiang qi yang lama milik nya.


"memang tidak salah jika panglima Xian Mei dikatakan sebagai pemain pro, bahkan jebakan yang aku buat beberapa kali tidak mempan untuk nya, jika begini terus aku akan kalah hahhh seperti nya aku terpaksa menggunakan cara itu" batin Tuo Li.


heh tidak disangka Tuo Li ternyata bisa mengetahui strategi ini, strategi ini dulu pernah membuat ku kesulitan saat bermain catur dulu tapi untung nya waktu itu aku mengetahui kelemahan dari strategi ini.


tapi sayang sekali kau bermain dengan orang yang salah karena aku sudah mengetahui kelemahan strategi ini dari awal.


"bagaimana bisa panglima Xian Mei mengetahui kelemahan strategi ini" batin Tuo Li terkejut setelah lie Mei meletakkan bidaknya pada kelemahan strategi Tuo Li.


"panglima Xian Mei kau adalah orang pertama yang mengetahui strategi ku ini dan juga aku tidak menyangka jika aku akan kalah dengan strategi andalan ku ini" ucap Tuo Li kagum.


orang kalo kalah harus nya kecewa atau sedih karena dikalahkan, tapi di dunia ini orang kalah malah kagum dengan orang yang menang, benar benar dunia yang aneh.


"panglima Xian Mei boleh kita bermain satu kali lagi, kali ini aku pasti tidak akan kalah" pinta Tuo Li dengan semangat.


"tidak boleh setiap pemenang hanya boleh bermain satu kali, jika ingin bermain lagi besok menang lah dalam perburuan" ucap lie Mei dengan datar.


wajah Tuo Li seketika menjadi kecewa setelah mendengar perkataan lie Mei itu, lalu Tuo Li segera berdiri dari kursinya agar digantikan oleh Quen Tin pemenang ke dua.


"panglima Xian Mei walaupun kemampuan bermain Xiang qi ku terkenal kuat dari pedesaan ku, tapi aku tidak tahu apakah bisa mengalahkan anda yang seorang pemain pro ini" ucap Quen Tin pada lie Mei.


"tenang saja lagipula kau tidak akan pernah menang dari ku juga, kalo begitu aku akan ambil bidak yang hitam" ucap lie Mei dengan sombong sambil mengambil bidak dengan tulisan aksara berwarna hitam.


lie Mei dan Quen Tin bermain dengan gerakan yang sangat cepat, seakan akan mereka berdua bermain tanpa berpikir sedikit pun.


orang orang yang menonton permainan Xiang qi mereka itu hanya bisa melongo tidak percaya dengan yang dilihat nya.


Quen Tin ini seperti sangat mahir membaca dan memahami arti dari setiap aksara pada bidak Xiang qi ini, aku tidak boleh meremehkan nya begitu saja.


"heh bagaiman panglima Xian Mei apa kau terkejut melihat kemampuan ku ini??" tanya Quen Tin dengan sombong.


"aku tidak pernah membuat kesalahan sekecil apapun dalam bermain Xiang qi walaupun pun sedang berbicara sekali pun" ucap Quen Tin percaya diri masih bermain Xiang qi.


tidak pernah yah kalo begitu aku akan membuat nya menjadi pernah, heh waktu yang tepat saat nya menjalankan strategi penipuan.


seketika lie Mei meyeringai tipis setelah melihat kesempatan nya untuk menang telah muncul dihadapan nya.


"heh sepertinya yang membuat kesalahan itu bukan aku tapi malah panglima Xian Mei sendiri yang membuat kesalahan, dengan ini aku pasti bisa menang" batin Quen Tin sambil meletakkan bidaknya pada tipuan milik lie Mei.


sudah kuduga tipuan ku akan dimakan oleh Quen Tin, karena Quen Tin bukan orang yang akan membiarkan kesempatan menang sedikit pun diambil dari nya.


tapi sebenarnya kesalahan yang aku buat itu hanya tipuan untuk mengalihkan perhatian nya agar tidak melihat kesempatan menang dari ku, tentu nya permainan ini akan berakhir dengan langkah ku yang terakhir ini.


"skakmat!!! jadi Quen Tin apa sekarang kau pernah membuat kesalahan??" tanya lie Mei sedikit tersenyum tipis.


"ba... bagaimana bisa aku termakan tipuan dari panglima Xian Mei, dan lagi bisa bisa nya aku membuat kesalahan" batin Quen Tin tidak percaya.


hehehe aku yakin sekarang Quen Tin sedang kecewa dengan dirinya yang membuat kesalahan besar seperti itu.


"panglima Xian Mei...aku tidak menyangka jika anda mempunyai strategi yang bisa membuat ku, membuat sebuah kesalahan besar" ucap Quen Tin dengan mata berbinar binar nya.


hah untuk apa aku terlalu banyak berharap nyatanya mereka tidak akan pernah sedih atau kecewa karena kalah, yang ada mereka pasti akan senang karena dikalahkan oleh ku.


"kalo begitu selanjutnya Jie Rui untuk bermain dengan ku" ucap lie Mei.


"panglima Xian Mei permainan mu memang sangat kuat, tapi kemapuan bermain Xiang qi ku itu lebih kuat dari pada kak Tuo Li dan Quen Tin, jadi aku harap panglima Xian Mei tidak kalah saat awal permainan seperti lawan ku sebelum nya" ucap Jie Rui sambil duduk di kursi depan meja lie Mei.


"oh benarkah, tapi sekuat apa pun kemampuan bermain mu, aku pasti akan mengalahkan nya dengan mudah" ucap lie Mei dengan sombong.


"baiklah kalo begitu aku akan jalan duluan, semoga panglima Xian Mei tidak masuk dalam jebakan yang aku buat ini" ucap Jie Rui meyeringai senang.


baru awal saja sudah membuat jebakan untuk ku, tapi jebakan seperti ini tidak akan berguna untuk ku yang sudah mengetahui semua strategi dan jebakan saat bermain catur di kehidupan ku sebelum nya.


tidak butuh waktu lama, lie Mei akhirnya bisa mengalahkan jie Rui dengan mudah, tentunya para pemenang lain nya juga dikalahkan oleh lie Mei dengan mudah.


tidak terasa mereka semua bermain sampai larut malam, dan sekarang lie Mei sedang mengalami sedikit kesulitan dengan lawannya yaitu Hong men.


prajurit bernama Hong men ini benar benar memiliki kemampuan yang lebih kuat dibandingkan pemain sebelumnya, bahkan bisa membuatku menjadi sedikit serius dalam permainan ini, aku yakin dia selalu berlatih bermain Xiang qi tiap hari.


strategi seperti ini biasanya hanya digunakan beberapa orang untuk membuat jebakan pada lawannya, tapi kesulitan strategi ini sebenarnya adalah kita harus mencari tempat yang tidak dijebak agar bisa menangkap raja atau jenderal musuh.


karena banyak nya jebakan yang ada pada strategi ini, membuat sebagian besar lawannya harus menyerah karena tidak berhasil menemukan jalan keluar yang tidak dijebak, tapi aku tentu saja tahu dimana jalan keluar yang tidak dijebak itu karena tempat nya ada di dalam istana musuh itu sendiri.


"tertangkap, walaupun strategi ini bagus untuk membuat lawan menyerah karena tidak bisa menemukan jalan keluar, tapi strategi ini tidak akan berguna untuk ku" ucap lie Mei dengan sedikit tersenyum tipis.


"panglima Xian Mei anda memang berbeda dengan pemain pro yang pernah menjadi lawan ku sebelum nya, bahkan strategi jebakan ini saja bisa anda atasi dengan mudah" ucap Hong men takjub pada kemampuan bermain Xiang qi lie Mei.


"yah aku tahu itu, sekarang sudah larut malam sebaiknya kalian beristirahat sekarang, ah iya besok waktu perburuan akan lebih cepat dari kemarin karena besok pagi aku harus pergi" perintah lie Mei sampai beranjak pergi dari halaman belakang istana menuju kamar nya untuk tidur bersama dengan lie Hao, lie Jiao, dan lie Chen yang mengikuti nya dari belakang.


semua perajurit segera bergegas kembali ke asrama mereka untuk tidur setelah lie mei pergi dari halaman belakang istana.


------•••××{∆∆°__°}×ו••------


maaf kalo ada typo yaa


jangan lupa berikan like dan komentar sebelum membaca agar author bisa lebih semangat nulis nya


nantikan chapter berikutnya nanti malam yah