
para rakyat kekaisaran meng sangat antusias dan senang setelah mendengar berita tentang kaisar Shing yang akan dieksekusi besok
tentu saja para rakyat senang karena mereka bisa melihat dengan mata mereka sendiri kaisar iblis yang membuat mereka menderita selama ini mati di eksekusi
suara para rakyat yang bersemangat ingin kaisar segera dieksekusi terdengar jelas sampai ke dalam istana kekaisaran meng
bahkan semua rakyat berkumpul di sekitar istana kekaisaran meng, mereka semua ingin menyaksikan langsung eksekusi kematian kaisar iblis itu
★dikamar lie mei★
tok tok tok
"kak ayo bangun kita harus segera pergi mengeksekusi kaisar Shing itu" ucap lie Hao mengetuk pintu sambil mengucek mata nya yang baru bangun tidur
"yah aku tau itu, ayo kita pergi" ucap lie mei sambil membuka pintu
lie Hao terkejut melihat lie mei memiliki lingkaran hitam di matanya
yah semua itu disebabkan para rakyat yang sangat tidak sabar menunggu eksekusi kaisar bahkan saat jam 4 subuh sudah ada rakyat yang datang sambil berteriak ingin mengesekusi kaisar segera
karena suara teriakan itu lie mei tidak bisa tidur karena merasa terganggu oleh suara itu, ingin sekali lie mei keluar dan memarahi mereka tapi tidak bisa karena nanti akan menghancurkan nama baik nya
tidak seperti lie Hao yang tidur nyenyak karena hewan penjaga nya memiliki kemampuan khusus yaitu perendam suara, dan karena itu lie Hao tidak terganggu oleh suara teriakan para rakyat itu
melihat lie mei seperti itu lie hao ragu ragu bertanya pada lie mei
"kak apa kau tidak tertidur semalam ??" tanya lie Hao sambil menatap wajah mei
"apa aku terlihat bisa tidur" ucap lie mei sambil memperlihatkan wajah nya
lie Hao yang melihat wajah lie mei yang memiliki lingkaran hitam di kedua matanya itu tertawa terbahak-bahak
"hahaha, kakak kau lucu sekali dengan lingkaran hitam di mata mu itu" ucap lie Hao mengejek lie mei sambil tertawa terbahak-bahak
melihat lie Hao tertawa terbahak-bahak seperti itu lie mei kesal dan tidak tahan lagi, lalu sebuah pukulan mendarat tepat di atas kepala lie Hao yang tengah tertawa itu
"masih berani kau menertawai ku, mulai hari ini kita tidak berhubungan satu sama lain lagi" ucap lie mei kesal lalu pergi meninggalkan lie Hao
"kak lie Mei jangan kak, ampunilah adik mu yang bodoh ini aku tidak akan mengulangi nya lagi maaf kak, kak lie Mei" ucap lie Hao sambil memegang kaki lie mei untuk menghentikan langkahnya
tapi lie Mei tidak mempedulikan nya dan menyeret kaki nya bersama dengan tubuh lie Hao yang masih memegangi kaki nya
dan lie mei segera pergi ke aula utama tempat dimana para rakyat yang sedang menunggu seorang penyelamat mereka datang
★di perjalanan ke aula utama★
diperjalanan nya lie mei melihat ada mata air disebelah nya lie mei langsung mengambil nya dan menyiram nya ke wajah nya untuk membuat wajahnya segar kembali lalu lie mei kembali melanjutkan perjalanan nya ke aula utama
disepanjang jalan para pelayan dan penjaga terkejut melihat tingkah laku mereka berdua yang seperti itu
kemudian terlihat 3 sosok pria yang menghampiri mereka berdua dan memberi hormat pada mereka, 3 sosok itu tidak lain adalah putra mahkota dan dua pangeran
"kak lie Mei yang baik yang cantik yang tidak memiliki mata panda tolong ampuni adikmu ini" ucap lie Hao sambil merengek minta maaf
"cih berisik, jika kau ingin aku ampuni pergi lah menulis 100 lembar kertas penyesalan mu" ucap lie mei kesal dan tidak tahan dengan perilaku lie Hao
"baik akan aku kerja kan sekarang juga" ucap lie Hao pasrah dan segera pergi menulis
"mereka berdua terlihat seperti anak kecil (emang anak kecil kok 😝😝)" pikir mereka bertiga serempak setelah melihat kelakuan mereka
"tuan, para rakyat dan 4 raja dari kerajaan besar sekarang sudah menunggu anda" ucap putra mahkota
"baik ayo segera kesana" ucap lie mei
lalu mereka berempat segera pergi ke aula utama
★di aula utama★
"putra mahkota dan kedua pangeran serta tuan besar memasuki aula utama" ucap seorang penjaga yang melihat mereka berempat datang
"oh lihat penyelamat kita sudah datang" ucap rakyat 1
"tapi kenapa penyelamat kita memakai topeng , aku jadi tidak bisa melihat wajah nya" ucap rakyat 2 kecewa
"yang mulia, semua rakyat di kekaisaran meng sudah menunggu anda untuk memulai eksekusi mati kaisar Shing" ucap seorang pria berlutut dengan 1 kaki
"siapa kau??" tanya lie Mei sambil menatap tajam kearah pria itu
"hamba adalah raja dari salah satu kerajaan besar, nama saya Chao Huang dari kerajaan Chao" ucap Chao Huang dengan gemetar ketakutan
"apa aku pernah mengatakan kalo aku adalah yang mulia dari kekaisaran ini" ucap lie mei dengan dingin sambil mengeluarkan aura dingin yang lebih menakutkan
tekanan kuat yang diberikan oleh lie mei membuat satu ruangan itu seketika hening dan membuat semua orang yang ada di sana bergidik ketakutan
"hamba minta maaf tuan besar, hamba memang pantas mati" ucap Chao Huang dengan nada gemetar
lie mei tentu saja tidak akan membunuh orang hanya karena masalah kecil, tapi sebenarnya lie mei hanya ingin menunjukkan kekuatan nya pada mereka agar tidak mencari masalah dengan nya suatu hari nanti
"berdiri lah untuk apa aku harus membunuh hanya karena masalah kecil itu, cepat bawa kaisar Shing itu ke sini aku akan memulai eksekusi nya" ucap lie mei dengan dingin
para penjaga yang mendengar perintah dari lie Mei segera pergi membawa kaisar Shing ke aula utama
sedangkan Chao Huang masih tidak percaya kalo lie mei tidak membunuh nya, karena kalo itu kaisar Shing pasti sudah dibunuh dari tadi
"jika dia memang ingin menjadi seorang kaisar aku pun tidak akan masalah dengan itu" pikir Chao Huang dengan senang
begitu pun dengan tiga raja kerajaan besar lainnya yang tidak percaya dengan perkataan lie mei, ketiga kerajaan itu adalah kerajaan wu yang dipimpin oleh raja Wu Wang, kerajaan Sui yang dipimpin oleh raja Sui Yang, dan kerajaan Ming yang dipimpin oleh raja Ming Yue
ketiga kerajaan itu adalah kerajaan besar yang dipimpin langsung oleh kekaisaran meng, mereka ada kerajaan yang sangat kuat di bidang militer dan politik
setelah itu para penjaga yang pergi membawa kaisar Shing datang ke aula dengan kaisar Shing di tangan mereka
para rakyat yang melihat kaisar Shing itu langsung menatap sinis wajah kaisar Shing dan tidak sabar memulai eksekusi mati nya
"baiklah ikat dia dan letakkan di hadapan ku" ucap lie mei datar pada penjaga itu
"baik tuan besar" ucap kedua penjaga lalu mengikat kaisar Shing dengan tali dan meletakkan nya dihadapan lie mei
wajah kaisar Shing yang sombong dan menakutkan itu sekarang berubah menjadi wajah pasrah yang sedang menunggu kematian nya
"kaisar Shing, karena semua kejahatan yang kau lakukan selama ini kau akan di eksekusi mati hari ini didepan seluruh rakyat mu" ucap lie mei dengan lantang
kaisar Shing hanya diam mematung di tempatnya, dia hanya berharap cepat mati dari neraka yang menakutkan ini
"tapi yang mengeksekusi kau bukanlah aku, melainkan para rakyat yang kau buat menderita itu" ucap lie mei dengan menyeringai menakutkan
semua orang yang ada di aula utama itu tercengang mendengar perkataan lie mei itu
"kenapa apa kalian tidak mau" ucap lie mei dingin setelah melihat ekspresi mereka itu
"kami sangat bersyukur tuan besar, kami tidak menyangka kalo tuan besar mengizinkan kami untuk mengeksekusi kaisar iblis ini" ucap seorang rakyat
"sebelum dieksekusi aku ingin kaisar Shing di siksa terlebih dahulu, kalo begitu eksekusi mati kaisar Shing dimulai" ucap lie mei dengan meyeringai kecil
para rakyat sangat bersemangat mendengar itu, yah tentu saja karena mereka dapat membalas dendam atas perbuatan kaisar Shing yang membuat mereka menderita selama ini
bukan hanya para rakyat saja raja dari kerajaan besar juga ikut menyiksa kaisar Shing, siksaan mereka sungguh sadis seperti yang pernah kaisar Shing lakukan pada rakyat nya
ada beberapa rakyat yang melempar batu, ada yang memotong jari kaisar Shing satu persatu dan ada juga yang menusuk kaisar dengan belati
pertunjukan itu seperti melihat banyak iblis yang sedang menyiksa seorang manusia yang lemah, suasana di aula itu benar benar sangat mencekam tapi tidak bagi lie mei yang sedang menikmati pertunjukan itu dengan seringai senang terukir di bibirnya
disisi lain lie Hao sedang menulis 100 lembar kertas penyesalan yang diberikan lie mei sebagai hukuman
"haahh, ini benar benar melelahkan aku yakin sekarang kak lie Mei sedang menikmati pertunjukan menyenangkan itu" ucap lie Hao mengeluh
"ahhh, aku juga ingin menonton pertunjukan menyenangkan itu" ucap lie Hao kesal sambil memukul meja nya
††††††††††††
maaf kalo ada typo yaa
jangan lupa berikan like dan komentar nya
nantikan chapter berikutnya