(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds

(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds
chapter 130 (S2): Kekaisaran Yun


4 Hari telah berlalu semenjak kematian Ling Hun, akan tetapi tidak ada orang yang tau keadaan atau keberadaan Lie Mei.


★Di Halaman Belakang Istana Kekaisaran Meng★


Lie Hao terlihat sedang berkultivasi. Ia sudah disana selama 4 hari penuh. Karenanya ia tidak tahu tentang Lie Mei yang tidak pulang selama 4 hari.


"Setelah mengalami kemacetan selama beberapa bulan, akhirnya aku bisa menembus ke tingkat Dewa Iblis tahap akhir." Ucap Lie Hao dengan tersenyum senang.


"Ah, sudah berapa hari aku berkultivasi?" .


"Yang Mulia, anda sudah 4 hari berkultivasi disini." Ucap Zao Yan saat keluar dari bayangan Lie Hao dan berubah ke bentuk manusia bayangan.


"Lumayan cepat juga. Lalu apa ada kabar terbaru tentang kak Lie Mei?" Tanya Lie Hao.


Zao Yan terkejut mendengar nya ia tidak mengira bahwa tuannya bisa mengetahui tentang keberadaan Lie Mei yang tidak diketahui selama 4 hari ini, padahal selama itu tuannya sedang berkultivasi.


"Kau ingin bertanya kenapa aku bisa mengetahuinya padahal aku berkultivasi selama 4 hari, bukan?"


"Ya, Yang Mulia."


"Itu mudah aku mengetahuinya dari kakek yang terus-menerus datang kesini dengan khawatir dan cemas. Karena itu aku menyimpulkan bahwa kak Lie Mei tidak pulang selama 4 hari ini." Ucap Lie Hao.


"Ternyata begitu. Tentang Nona Lie Mei aku mendapat kabar dari temanku Zhe Lin, kalo tuannya saat ini ada di Pohon Yuan Jian. Katanya nona hanya berdiam diri menatap pohon itu setelah kepergian Peri Elf yang bernama Ling Hun." Ucap Zao Yan.


'Pohon Yuan Jian? Ah, apa maksudnya pohon pengukur kekuatan saat di festival Yuan Jian dulu.' Batin Lie Hao.


"Sepertinya aku tidak perlu mengkhawatirkan Kakak..."


"Apa maksud anda, Yang Mulia?" Tanya Zao Yan bingung.


"Maksudku kakak pasti akan segera kembali, karena dia pasti tahu apa yang harus diutamakan nya saat ini." Jawab Lie Hao.


Seseorang terlihat berlari menghampiri Lie Hao dengan tergesa-gesa. "Hm? Zhu Tao apa yang terjadi? Kenapa tergesa-gesa begitu?" Tanya Lie Hao pada sosok pria yang adalah Zhu Tao Jenderal besar Kekaisaran Meng sekaligus pengganti sementara Kaisar.


Zhu Tao memberi hormat pada Lie Hao kemudian segera berbicara. "Yang Mulia pangeran. Zhu Ting mengabarkan dari menara pengawas, bahwa ada rombongan pasukan tidak dikenal datang ke Istana." Lapornya.


"Dari mana rombongan itu berasal?"


"Mereka menyebut diri mereka Kerajaan Yun, Yang Mulia" Jawab Zhu Tao.


'Kekaisaran Yun? Aku tidak pernah mendengar ada kerajaan dengan nama itu sebelumnya. Apa yang diinginkan kerajaan itu dengan Kekaisaran Meng?' Tanya nya dalam hati.


Lie Hao bergegas menuju gerbang istana. Dan memerintahkan Zhu Tao untuk memanggil kakeknya jenderal Lie Fan beserta 200 prajurit dari pasukan infanteri, untuk berjaga-jaga jika terjadi penyerangan.


★Di depan Gerbang Istana★


Saat ini di depan gerbang istana Kekaisaran Meng terlihat banyak prajurit berkuda dan bersenjata lengkap. Di barisan terdepan terdapat sebuah kereta kuda besar dan mewah yang di tunggangi oleh 2 prajurit berpakaian serba hitam.


"Cih, lihatlah pelayanan buruk dari Kekaisaran Meng ini, bagaimana bisa mereka membuat Baginda menunggu lama di luar seperti ini." Ucap kesal salah satu pria yang menunggangi kuda tersebut.


"Jangan bicara begitu Pengawal Mu. Mereka mungkin terkejut dengan kedatangan kita yang tiba-tiba ini." Ucap suara seseorang dari dalam kereta kuda.


"Maaf Baginda saya tidak bermaksud begitu. Hanya saja saya tidak terima anda diperlakukan seperti ini." Ucap Pengawal Mu dengan membungkuk badan kearah kereta kuda.


Kemudian Gerbang Istana Kekaisaran Meng terbuka. Terlihat Lie Hao, Jenderal Lie Fan dan Zhu Tao berjalan menuju rombongan didepan mereka.


"Jika saya boleh tahu ada keperluan apa Kekaisaran Yun anda datang Kekaisaran Meng ini?" Tanya Jenderal Lie Fan membungkuk sedikit kearah kereta kuda.


"Hei kamu pak tua jaga bicaramu terhadap Baginda. Kau tidak boleh seenaknya bertanya pada Yang Mulia." Ucap Pengawal Mu menatap sinis Jenderal Lie Fan, Lie Hao, dan Zhu Tao.


Seorang pria terlihat membuka tirai jendela dari dalam kereta kuda. Tampak seorang pria muda yang berusia sekitar 19 atau 20 tahun.


"Maaf sebelumnya tolong jangan hiraukan perkataannya. Aku akan menjawab pertanyaan mu." Ucap pria muda tersebut.


"Sebenarnya kami datang kemari untuk berbicara dengan kaisar dari Kekaisaran Meng. Saya mempunyai beberapa hal untuk didiskusikan dengan beliau." Ucap Kaisar Yun.


"Kalo begitu mungkin kami akan mengecewakan anda, karena Yang Mulia saat ini sedang tidak berada di Istana." Ucap Jenderal Lie Fan.


"Sungguh waktu yang tidak tepat untuk berkunjung. Namun apakah kami boleh tinggal dan menunggu Beliau? Karena tidak memungkinkan untuk kami kembali sekarang ke kediaman kami." Ucap Kaisar Yun.


"Ya, tentu saja kami sangat terbuka untuk menerima tamu seperti anda. Mari-mari silahkan masuk. Tidak perlu sungkan. Anggaplah seperti kediaman anda sendiri." Ucap Lie Fan mengajak rombongan Kekaisaran Yun untuk masuk.


Kereta kuda dan beberapa pengawal Kaisar Yun masuk ke istana Kekaisaran Meng. Sementara rombongan pasukan mendirikan tenda di luar istana.


Setelah mengantar Kaisar Yun ke Kamar tamu, Jenderal Lie Fan pergi menuju Ruang kerja Lie Mei untuk bertemu dengan Lie Hao yang berada di sana.


★Ruang kerja Lie Mei★


Tok tok tok


"Kakek, masuklah." Ucap Lie Hao dari dalam ruangan.


Jenderal Lie Fan membuka pintu dan berjalan masuk. "Bagaimana menurutmu tentang Kekaisaran Yun itu. Lie Hao?" Tanya Jenderal Lie Fan sembari duduk di depan Lie Hao.


"Seperti dugaanku mereka memiliki niat lain. Dengan jurus mata kebohonganku, aku sudah memastikan jika perkataan Kaisar Yun itu bohong." Ucap Lie Hao sambil melihat-lihat tumpukan gulungan kertas satu-persatu.


"Sama halnya denganku. Entah apa yang diinginkan oleh Kaisar Yun itu, tetapi kita lebih baik memperketat pengawasan terhadap mereka." Saran Jenderal Lie Fan.


"Ya, aku setuju dengan itu. Biar aku yang mengurus hal itu. Kakek kau lebih baik memerintahkan para prajurit yang terpercaya untuk mengawasi para pasukan yang di bawa Kaisar Yun." Ucap Lie Hao.


"Baiklah kakek mengerti, sepertinya kau masih sibuk kalo begitu aku tidak akan mengganggumu lagi." Ucap Jenderal Lie Fan lalu segera pergi keluar.


Lie Hao masih tetap sibuk dengan tumpukan gulungan kertas yang ada di meja. Gulungan itu adalah informasi dari Kekaisaran dan Kerajaan yang ada di Dunia Manusia.


Lie Hao berniat untuk mencaritahu tentang Kekaisaran Yun, akan tetapi semua gulungan yang sudah dibaca nya tidak terdapat informasi dari Kekaisaran Yun.


"Haaa... Dimana aku bisa mencari informasi tentang Kekaisaran Yun?" Tanya nya menghela nafas.


"Seandainya Kakak ada disini dia pasti mempunyai solusi untuk masalah ini."


"Tidak tidak aku tidak boleh selalu mengandalkan kakak. Aku akan mencarinya sendiri." Ucap Lie Hao kemudian memerintahkan Zao Yan untuk mengawasi pergerakan Kaisar Yun secara diam-diam.


★Di Pohon Yuan Jian★


Di sisi lain Lie Mei terlihat duduk bersila memandangi pohon Yuan Jian dari bawah. Ia sudah seperti itu selama 4 hari dan tidak bergeming sedikitpun dari posisinya.


Shang Cai dan yang lainnya hanya bisa melihat Tuan mereka dari dalam ruang dimensi. Mata Lie Mei terlihat kosong dan hampa, ia tidak tahu apa yang akan dilakukannya sekarang.


Namun, ia berpikir jika dia terus seperti ini tidak akan ada yang berubah, Ling Hun sudah tidak ada dia tidak akan bisa kembali lagi.


Lie Mei melihat benih milik Ling Hun yang ada ditangannya, ia berjalan ke arah pohon dan menggali tanah kemudian mengubur benih itu disana.


"Ling Hun semoga kau tenang disana. Aku pasti akan mewujudkan permintaanmu. Terima kasih karena sudah bersamaku." Ucap Lie Mei ke arah benih yang sudah dikubur nya.


Shang Cai keluar dari Ruang dimensi Lie Mei dalam wujud Ular merah kecil. "Tuan, apa yang akan kau lakukan sekarang?" Tanya nya.


"Kita pulang sekarang. Ada beberapa tikus yang menyusup masuk ke kediamanku, jadi aku harus mengurusnya." Ucap Lie Mei lalu segera berteleportasi ke Kekaisaran Meng.


------•••××{∆∆^\=^}×ו••------


Terimakasih sudah membaca 🥀🥀


Jangan lupa untuk klik like, Vote dan komentar jika kalian suka dengan novel ini


Nantikan kelanjutannya.