
Disaat Lie Mei terbaring tak sadarkan diri di atas tanah. Biao Jin yang sekarang juga tergeletak di atas tanah mendadak kembali ke wujud semulamya. Tidak lama kemudian Lie Mei terlihat sudah sadar dan bangun dari posisi terbaring nya.
Urghhh
Lie Mei sedikit meringis kesakitan sambil memegang mata kanannya yang terasa sangat sakit. Entah sejak kapan iris mata kanan Lie Mei kini sudah berubah menjadi warna merah pekat, tapi perubahan itu hanya terjadi dalam sekejap mata saja. Lie Mei sendiri juga tidak mengetahui perubahan aneh yang terjadi pada mata kanannya itu.
Ketika iris mata kanan Lie Mei yang tadinya berwarna merah sudah kembali normal, Lie Mei sudah tidak merasakan rasa sakit pada matanya lagi. Walau Lie Mei sangat bingung dengan kejadian aneh yang terjadi kepada nya tadi, tapi saat ini Lie Mei tahu jika sekarang ia tidak mempunyai waktu untuk memikirkan hal tersebut, karena sekarang Lie Mei masih harus pergi ke mansion pangeran kedua.
"Hmm, apa tadi aku salah lihat bukankah Biao Jin tadi berubah wujud menjadi pedang iblis yang menyeramkan, kenapa sekarang malah kembali ke wujud semulanya" Ucap Lie Mei menatap aneh pada pedang iblis yang berada di genggamannya itu.
'Pikirkan nanti saja, sekarang lebih baik aku pergi ke mansion Pangeran Kedua itu. Eh bukankah itu Lie Jiao dan Lie Chen sepertinya mereka sedang mengejar Pangeran sialan itu' Batin Lie Mei ketika melihat Lie Jiao dan Lie Chen sedang mengejar Pangeran Kedua, yang berada tidak jauh dari tempatnya.
''Kenapa mereka berdua mengejar Pangeran Kedua?? Dan dimana Lie Hao, bukankah harusnya dia bersama dengan Lie Jiao dan Lie Chen?? Ah, jangan-jangan Lie Hao sedang bertarung dengan musuh lain, jika benar begitu sekarang Lie Hao pasti sedang dalam masalah besar" Ucap Lie Mei merasa cemas pada Lie Hao, lalu dirinya segera mengaktifkan mata dewanya untuk mencari keberadaan dan melihat keadaan Lie Hao.
Lie Mei merasa sangat lega ketika melihat Lie Hao baik-baik saja. Tapi dirinya juga sangat terkejut melihat Lie Hao sedang bertarung dengan 3 sosok yang sudah tidak asing baginya. Ketiga sosok yang kini sedang bertarung sengit dan brutal dengan Lie Hao tersebut adalah Monster manusia bayangan yang pernah muncul dan menyerang Lie Mei saat peperangan besar dulu.
'Apa yang dilakukan ketiga Monster manusia bayangan itu di sini?? Apa mereka datang untuk membalas dendam kepada kami karena kami membunuh teman-teman mereka' Pikir Lie Mei tidak menyangka jika dirinya dapat melihat Monster manusia bayangan yang ada di peperangan besar waktu itu lagi.
Melihat Lie Hao yang tidak kesulitan ketika melawan ketiga monster manusia bayangan tersebut, Lie Mei percaya jika Lie Hao dapat mengalahkan ketiga monster manusia bayangan itu tanpa bantuan dari dirinya. Dan juga karena Pangeran Kedua merupakan ayah kandung dari Lie Jiao dan Lie Chen, jadi Lie Mei membiarkan kedua adiknya itu untuk mengurus Pangeran Kedua.
Karena semua musuh sudah di urus oleh Lie Hao, Lie Jiao dan Lie Chen. Lie Mei memutuskan untuk memeriksa mansion Pangeran Kedua, karena sedari tadi dirinya dapat merasakan energi gelap dan juga sangat jahat berasal dari mansion pangeran kedua.
"Apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Pangeran Kedua didalam mansion milik nya itu??" Ucap Lie Mei mengernyitkan keningnya karena dirinya tidak dapat mengetahui jumlah energi gelap dan jahat yang dirasakannya di dalam Mansion Pangeran Kedua tersebut.
Tanpa membuang waktu lagi Lie Mei segera pergi menuju ke mansion Pangeran Kedua, untuk mencaritahu apa yang terjadi di mansion tersebut sehingga bisa memiliki energi gelap dan juga jahat yang jumlahnya tidak dapat diketahui tersebut.
★di tempat Lie Hao yang sedang bertarung dengan 3 monster manusia bayangan★
Pertarungan Lie Hao dan ketiga monster manusia bayangan itu saat ini terlihat sangat sengit dan juga hebat, tapi walau keduanya sudah lama bertarung Lie Hao sama sekali tidak kelihatan lelah sedikitpun. Sedangkan ketiga monster manusia bayangan yang dilawan oleh Lie Hao saat ini tampak sangat lelah dan juga mulai kesulitan menghadapi setiap serangan pedang Lie Hao yang sangat cepat.
Lie Hao sedikit kecewa dengan lawannya itu, karena dirinya mengira bisa menghadapi musuh yang kuat karena mereka bertiga adalah monster manusia bayangan yang menurutnya memiliki kekuatan yang sangat kuat seperti di peperangan besar dulu.
Ketiga monster manusia bayangan tersebut sudah mengetahui jika mereka tidak akan bisa mengalahkan Lie Hao, karena perbedaan kekuatan mereka dengan Lie Hao yang sangat besar. Walaupun begitu mereka tidak menyerah begitu saja karena mereka tidak ingin mati tanpa melakukan perlawanan sedikitpun.
"Bentuk formasi segitiga!!!" Perintah salah satu monster manusia bayangan dengan sedikit berteriak, kepada kedua monster manusia bayangan yang berada di samping kiri dan kanan nya.
"Baik" Jawab kedua monster manusia bayangan itu bersamaan.
Ketiga monster manusia bayangan tersebut segera pergi mengepung Lie Hao dari ketiga sisi, seperti membentuk sebuah segitiga. Ketiga monster manusia bayangan tersebut menggigit ujung jari mereka bersamaan dan dan meneteskan darah milik mereka ke telapak tangan mereka yang satunya.
Setelah itu ketiganya meletakkan tangan mereka yang sudah ditetesi dengan darah milik mereka ke atas tanah. Ketiganya segera membacakan sebuah mantra aneh mereka, dan tiba-tiba sjaa muncul sebuah garis merah yang membentuk sebuah array segitiga dibawah kaki Lie Hao.
Lie Hao yang saat ini berdiri tepat dibawah array segitiga tersebut tidak dapat berbuat apa-apa karena dirinya sudah terjebak di dalam array segitiga itu. Lie Hao beberapa kali berusaha keluar dari array segitiga tersebut tapi ia tidak dapat keluar karena disekitarnya seperti ditutupi oleh sebuah dinding penghalang yang tidak terlihat.
Lie Hao terus mencoba untuk keluar dari array segitiga yang dibuat oleh ketiga monster manusia bayangan tersebut, tapi ia tetap tidak bisa keluar meski ia sudah menyerang dinding penghalang yang ada disekitarnya dengan pedang maupun kekuatan elemen angin dan petirnya.
"Manusia kau tidak akan mungkin bisa keluar dari array segitiga itu meski kau menyerang nya berapa kalipun. Sebaiknya kau terima saja nasibmu untuk mati bersama kami" Ucap salah satu monster manusia bayangan yang kini terlihat sangat pucat begitu juga dengan kedua monster manusia bayangan lainnya.
Tiba-tiba tubuh bagian bawah Lie Hao terlihat menjadi transparan. Ketiga monster manusia bayangan yang ada di ketiga sisinya juga terlihat pucat dan juga ngos-ngosan untuk menahan array segitiga yang ada di bawah kaki Lie Hao.
Perlahan lahan seluruh tubuh Lie Hao menjadi semakin transparan dan tidak terlihat. 'Apa ini benar benar akhir dari hidupku??' Tanya Lie Hao dalam hatinya, yang tanpa sadar mengeluarkan air matanya.
------•••××{∆∆^\=^}×ו••------
Maaf kalo ada typo yaa.
Jangan lupa like dan vote serta komentar agar author bisa lebih semangat melanjutkan perjalanan Lie Mei.
Nantikan chapter berikutnya hari Senin.