Usaha Pelarian Seorang Istri

Usaha Pelarian Seorang Istri
Hukum Dunia


Setelah tiba di kafe yang telah dijanjikan, Nisa langsung disambut oleh seorang wanita yang memakai kacamata hitam. Wanita itu memberi isyarat dengan lambaian tangan agar Nisa menghampirinya.


Nisa langsung bergegas untuk menghampirinya dan duduk secara berhadapan dengannya. Ketika Nisa duduk, wanita itu melepaskan kacamata hitam yang dia pakai. Dan ternyata wanita itu adalah Amanda sendiri. Amanda kemudian tersenyum sambil berkata, "Pesanlah sesuatu, mungkin perbincangan kita akan lama."


"Hehe, aku tidak akan sungkan loh~" ucap Nisa dengan senyum licik.


"Silakan saja~" balas Amanda dengan cara yang sama.


Nisa kemudian memesan berbagai macam makanan dan minuman, dan tentu saja yang dia pilih adalah yang paling mahal. Selama Nisa menikmati makanannya Amanda mencoba untuk berbicara, namun setiap omongan dari Amanda sama sekali tidak digubris oleh Nisa.


"Apa kau mendengarkan aku!?" tanya Amanda dengan tidak sabar.


"Ssstt... diamlah, tunggu aku selesai makan baru kita bicara~" ucap Nisa yang tengah mengunyah makanannya.


"Huh! Baiklah, aku akan bersabar..." kesal Amanda.


Nisa sengaja makan dengan perlahan agar mengulur waktu, dan selama itu juga Amanda terus menatapnya dengan tatapan penuh kebencian. Dan ketika Nisa selesai makan, Amanda langsung berkata, "Bagaimana pendapatmu tentang foto itu?"


"Emmm... apakah ada yang sudah dicetak? Jika ada, biarkan aku melihatnya." ucap Nisa dengan ekspresi tenang.


"Tunggu sebentar," Amanda lalu mengambil beberapa lembar foto dari tas miliknya, dan dengan senyum sinis dia menyodorkan foto itu kepada Nisa. "Silakan dilihat~"


"Terima kasih." Nisa tersenyum dan langsung melihat foto-foto itu dengan saksama.


Wihh... gilaaa!! Bisa-bisanya adegan skidipapap difoto, tapi orang yang di dalam foto ini memang Keyran. Apa benar Keyran dengan artis kampret ini begituan?


Tapi sekarang artis kampret ini malah dengan percaya diri menunjukkan foto perselingkuhannya sendiri, pasti ada sesuatu yang dia inginkan dariku, aku penasaran apa yang sebenarnya dia inginkan. Nanti saja aku tanyakan, sekarang ayo lanjut lihat foto-foto mesum ini. Hmmm... eh!? Ha Ha Ha Ha Ha Ha!!


"Jadi bagaimana?" tanya Amanda senyum licik.


Ini sedikit aneh, dari tadi gadis busuk ini terlihat seperti menahan tawa. Apakah dia sudah gila karena melihat foto-foto itu?


"Menurutku... foto ini bagus, apa boleh aku menyimpannya?" tanya Nisa sambil terus menatap pada foto.


"Apa kau gila? Kau ingin menyimpan foto perselingkuhan suamimu sendiri?" tanya Amanda seakan tidak percaya.


"Perselingkuhan apanya? Semua foto ini editan, orang yang di dalam foto ini bukan Keyran." ucap Nisa dengan santai.


"Apa!?" untuk sejenak Amanda terdiam, "Bagaimana kau bisa tahu kalau itu editan?"


"Yaa.. awalnya aku memang percaya jika ini foto sungguhan, foto ini diedit dengan sempurna. Tapi, ada satu kesalahan besar di salah satu foto." Nisa lalu meletakkan salah satu foto yang dimaksud di atas meja. "Lihatlah dengan teliti, di pojok kanan bawah! Editor yang kau bayar lupa menghapus watermark, hahaha itulah kesalahannya!"


Sebenarnya masih ada kesalahan lain, aku ingat betul seperti apa bentuk tubuhnya Keyran, dan yang difoto itu berbeda jauh dengan kenyataan. Tunggu sebentar... kenapa aku bisa mengingat hal bodoh iniii!?


"Cih, sialan." tiba-tiba Amanda merebut semua foto yang masih dipegang oleh Nisa, dan kemudian merobek semuanya.


"Ckck... untuk apa kau melakukan ini?" tanya Nisa dengan pandangan merendahkan.


"Dasar gadis busuk, kau merebut Keyran dariku! Seharusnya dia itu milikku, tapi kau yang hanya gadis kampungan tanpa latar belakang malah mendapatkannya! Tujuanku melakukan ini karena ingin kau berpisah dengannya! Jadi tinggalkan Keyran sekarang, kau sama sekali tidak pantas untuknya!" gertak Amanda.


"Heh, memangnya kau lebih pantas dariku? Kau juga belum tahu latar belakangku seperti apa~ Aku juga belum membuat perhitungan denganmu, aku tahu kalau kau yang mendorongku saat di kediaman Cakrakumala. Kau bisa hidup sampai sekarang itu karena kemurahan hatiku. Jadi jaga bicaramu!" ucap Nisa dengan tatapan sinis.


"K-kau..." Amanda tersentak, dan tangannya mulai gemetaran. "Kenapa percaya diri sekali, apa kau punya bukti bahwa aku adalah pelakunya?"


"Haha.. jangankan bukti, aku juga punya saksi~ Apa kau masih mau menyangkalnya?"


"S-siapa saksi yang kau maksud hah!?" Ekspresi  Amanda langsung berubah panik.


"Hemm.. menurutmu~" Nisa tersenyum dan Amanda terlihat semakin panik. "Baiklah, akan aku beritahu. Saksi itu adalah David, dan sebagai tambahan... untuk kedepannya aku ingin kau menjauh darinya! Jika tidak, maka aku akan melaporkanmu atas tuduhan percobaan pembunuhan. Kalau itu sampai terjadi... kau sendiri sudah tahu kan akibatnya~"


David mengirim pesan kepadaku, dia melihat semuanya dan sebenarnya juga berniat untuk menolongku, tapi dia keduluan oleh Ricky. Haiss... apa jadinya jika David yang memberiku napas buatan? Pasti semua fansnya langsung menyerangku.


"Uuhh.. baiklah, aku mengaku. Dan aku juga akan menjauh dari David, jadi kau jangan pernah melaporkanku."


Sialan, kenapa jadinya malah dia yang mengancamku? Rencanaku juga sudah gagal, sebaiknya aku segera pergi! Aku tidak ingin dipermainkan oleh gadis busuk ini.


Amanda lalu mengambil tas miliknya dan hendak berdiri, namun menyadari hal itu seketika Nisa berkata, "Tunggu sebentar, kau belum boleh pergi! Aku masih ingin berbicara denganmu!"


"Soal apa?" Amanda kembali duduk dengan tenang.


"Soal Keyran, aku hanya ingin bertanya apakah kau sungguh menginginkannya dan sungguh menyukainya?" tanya Nisa dengan ekspresi serius.


"Tentu saja, sejak dulu aku sudah menyukai Keyran." jawab Amanda secara spontan.


"Maka rebutlah!"


"Hah!? Kau ingin aku merebut suamimu sendiri? Apa kau sungguh mengatakan itu?" tanya Amanda seakan tidak percaya.


"Iya, kau ingin dia maka berusahalah untuk mendapatkannya. Aku juga tidak akan menghalangimu." ucap Nisa sambil mengangkat kedua pundaknya.


"Apa kau sungguh akan membantuku merebut suamimu?"


Apa gadis kampungan ini sudah gila? Padahal pria yang dia miliki adalah pria yang diinginkan oleh banyak wanita, bisa-bisanya dia melepaskannya semudah itu.


"Kau salah, aku tidak akan membantumu atau pun menghalangimu. Artinya aku mempersilakan semua yang akan kau lakukan untuk merebut Keyran. Aku akan membiarkanmu berbuat semaumu, tapi dengan satu syarat."


"Apa syaratmu?" tanya Amanda sambil tersenyum.


"Mudah saja, dalam setiap rencana yang akan kau gunakan, kau tidak diperbolehkan untuk menyeretku ke dalamnya atau pun melakukan sesuatu yang berimbas padaku. Aku hanya akan berperan sebagai penonton."


"...." untuk sejenak Amanda termenung, "Apa alasanmu hingga rela melepas suamimu?"


"Kau seharusnya paham, kau menyukai Keyran, itulah sebabnya kau ingin mendapatkannya. Dan aku sebaliknya."


"...."


Sepertinya gadis kampungan ini sudah buta! Bisa-bisanya dia tidak tertarik sedikit pun pada Keyran. Dan mungkin saja dia sudah menyukai orang lain. Tapi... gadis ini sering mempermainkan aku, dan sedari tadi dia juga bersikap tenang, pokoknya aku tidak boleh lengah, mungkin saja ini bagian dari rencananya untuk menjatuhkan aku! Sebaiknya aku coba tanyakan tentang hal itu.


"Kau... apa kau bermaksud untuk menjebak dan menghancurkan karierku?" tanya Amanda dengan tatapan curiga.


"Naif. Jika aku memang ingin menghancurkan kariermu, aku bisa melakukannya tanpa harus menemuimu seperti ini. Lagipula... aku bisa kapan saja melakukannya, bahkan kau juga sudah membuat jalan kehancuranmu sendiri~" ucap Nisa sambil tersenyum.


"Aku membuat jalan kehancuranku sendiri? Apa maksudmu?" tanya Amanda dengan wajah bingung.


"Maksudku sederhana, kau dengan tanpa malu ingin merebut suamiku. Itu artinya kau seorang pelakor! Dan bagaimana jika aku menyebarkan tentang ini, mungkin saja media akan menulis artikel seperti... ANASTASIA AMANDA, SEORANG ARTIS PAPAN ATAS TERNYATA ADALAH PELAKOR!!!" ucap Nisa dengan senyum licik.


"Cih, kau hanya bisa mengancam. Kau tidak punya bukti bahwa aku adalah seorang pelakor, foto-foto ini juga sudah aku robek sekecil-kecilnya. Mustahil akan ada orang yang percaya denganmu!" ucap Amanda dengan percaya diri.


"Ckck... ternyata kau sudah melupakan perbuatanmu sendiri. Email yang kau kirimkan juga melampirkan foto-foto mesum yang sama. Dan aku juga sudah membuat salinannya. Orang-orang tidak tahu bahwa foto itu adalah editan, bahkan jika kau membuat klarifikasi bahwa foto itu editan, tetap saja citramu akan hancur karena kau sendiri yang membayar editor dari foto itu."


"K-kau..." ucap Amanda terbata-bata sambil menunjuk ke arah Nisa.


"Dan.. kau sendiri pasti sudah tahu betapa kejamnya hukum dunia bagi pelakor. Jika aku menyebarkannya lewat media sosial, sudah pasti kau akan dihujat oleh banyak orang. Setelah itu kau akan dipaksa keluar dari dunia hiburan, masyarakat juga akan mengucilkanmu. Dan yang terburuk... mungkin saja tidak akan ada yang mau untuk menikahimu, termasuk Keyran!" ucap Nisa penuh keyakinan.


"Kenapa kau yakin sekali? Jika kau menyebarkan foto itu, otomatis Keyran juga akan terkena imbasnya. Dan malah mungkin saja dia menikahiku, dengan begitu tujuanku akan tetap tercapai meskipun aku harus menjadi istri yang kedua. Toh untuk orang seperti Keyran mempunyai istri lebih dari satu adalah hal yang wajar. Jadi tindakanmu itu tetap akan membawa keuntungan untukku~"


"Hahaha... ternyata selain naif kau juga bodoh! Keyran bisa saja berbalik melawanmu, dan pandangan publik tetap tidak akan berubah. Orang-orang selalu mendukung penuh istri sah dibanding dengan pelakor. Keyran tentu saja tidak bisa membiarkan namanya tercemar dengan menikahi seorang pelakor."


Bahkan jika Keyran mau menikahimu, masih ada ayah mertuaku yang sudah pasti akan menentangnya.


"Uuhh... baiklah, aku tidak akan mencari masalah lagi denganmu. Aku juga ingin kau jangan pernah menyebarkan foto ini. Tapi, kau belum berubah pikiran kan?"


"Yaa.. aku akan tetap mempersilakan jika kau ingin merebut Keyran, bahkan jika kau hamil anaknya aku juga tidak peduli." Nisa lalu mengecek ponselnya. "Perbincangan kita memakan waktu yang cukup lama, sekarang aku pamit. Dan.. jangan lupa untuk membayar tagihannya~" Nisa lalu beranjak dari kursi dan segera meninggalkan kafe.


Amanda tersenyum saat melihat Nisa yang sudah pergi, lalu dia bergumam, "Dasar anak kecil, mungkin saja kau akan menyesal~"


...Malam hari, di sebuah presidential suite...


...••••••...


Di sebuah presidential suite yang sudah disiapkan dengan begitu sempurna, terdapat seorang wanita yang sibuk merias diri. Wanita itu tidak lain adalah Amanda, dia merias diri dengan begitu cantik dan bahkan mengenakan mini dress yang memperlihatkan belahan dada.


Amanda lalu menuangkan wine pada dua buah gelas. Dia sudah sangat tidak sabar menunggu kehadiran seorang pria, pria itu tidak lain adalah Keyran. Dan tak berselang lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu.


Tok tok tok...


Amanda bergegas membuka pintu dan menyambut Keyran dengan senyum ramah. "Key... kamu sudah datang, silakan masuk~" tanpa berkata sepatah kata pun Keyran lalu masuk, dan setelah itu Amanda mengunci pintu.


Keyran lalu duduk di sebuah sofa, dan dia terus menatap Amanda dengan tatapan sinis. "Cepat mulai! Kau bilang ingin membahas masalah pekerjaan, memangnya ada masalah apa dengan iklan yang kau bintangi?"


Cih, aku malas sekali! Jika Manda bukan artis yang membintangi salah satu produk dari perusahaanku, sudah pasti aku akan menolak untuk datang kemari.


Sebenarnya aku lebih suka bercanda dengan Nisa, yaahh... meskipun terkadang sedikit tidak nyambung, dia sering sekali membahas tentang kartun atau apalah yang dia bilang anime. Dia sangat tergila-gila dengan hal yang tidak nyata. Mungkin saja itu yang membuat sifatnya seperti anak kecil.


"Kenapa buru-buru sekali?" Amanda lalu mendekat dan duduk di sebelah Keyran. Dia juga menyodorkan segelas wine kepadanya, "Minumlah dulu, mungkin saja kau haus~"


"Tidak, terima kasih. Kau minum saja sendiri!" ucap Keyran acuh tak acuh.


Tsk! Aku sudah berulang kali menghadapi situasi ini, pasti dia memasukkan sesuatu dalam wine itu. Bahkan dia berdandan sangat menor, dan bau parfum yang dia pakai sangat menyengat.


"Ayolah... minum sedikit saja, aku sedih jika kamu terus menolak apa pun yang aku tawarkan..." Amanda lalu memasang tampang cemberut.


"Aku bilang tidak ya tidak! Jadi jangan memaksaku!" Keyran tiba-tiba merebut gelas yang berisi wine dari tangan Amanda, dan kemudian membanting gelas itu ke lantai.


Praaang!!


"Baiklah, aku minta maaf... jangan disimpan di dalam hati..." Amanda lalu bergeser sedikit lebih dekat dengan Keyran. "Sebelum itu... menurutmu bagaimana penampilanku? Bukankah aku lebih cantik dari istrimu?"


"Biasa saja, dan untuk apa kau bawa-bawa Nisa? Aku peringatkan, kau jangan mencoba untuk melukainya! Aku tahu semuanya, kau yang mendorongnya hingga tercebur ke kolam renang. Kau masih di dunia hiburan itu karena aku masih menganggapmu sebagai teman seangkatan waktu kuliah dulu. Kau harus sadar dimana tempatmu yang sebenarnya!"


"Key... kenapa kamu membelanya sampai seperti ini, bukannya kamu sama sekali tidak punya perasaan untuknya. Kamu menikah dengannya karena dipaksa oleh ayahmu, jadi kenapa kamu tidak menikah saja dengan orang pilihanmu sendiri? Anggap saja istrimu itu sebagai pajangan, dia sama sekali tidak pantas untukmu."


"Tutup mulutmu! Apa kau mengundangku kemari hanya untuk membicarakan hal ini!? Jika memang begitu, lebih baik aku pergi!" Keyran lalu berdiri dan bergegas ingin pergi, namun saat berjalan 2 langkah dia tiba-tiba berhenti.


Ugh... kepalaku... aku merasa tubuhku panas dingin, terasa sangat gerah... dan aku juga mulai bergairah...


"Key..." Amanda mendekat ke arah Keyran lalu memeluknya dari belakang. "Jangan ditahan, lampiaskan semuanya~ ada aku disini~"


Hehehe, mungkin Keyran tidak meminum wine, tapi aku sudah mempersiapkan semuanya, parfum yang aku pakai ternyata lebih manjur...


"Manda..." Keyran melepaskan tangan Amanda yang memeluk tubuhnya, dia lalu berbalik dan memegang dagu Amanda. "Cepat... cepat berikan kuncinya padaku!" tiba-tiba saja Keyran mencekik leher Amanda. "Dimana kau menaruhnya hah!?"


"Ukh... l-lepas... a-akan a-aku... be-beritahu..." ucap Amanda yang gemetaran.


"Cepat katakan!!" Keyran semakin kuat mencekik leher Amanda.


"Uukh... i-ini..." Amanda lalu menyerahkan kunci pintu dengan tangan yang gemetaran.


"Dasar j*lang!" Keyran langsung merebut kunci itu dan segera meninggalkan Amanda seorang diri di presidential suite.


Braakk!! suara bantingan pintu.


"Ukh... sialan!" Amanda lalu menggosok-gosok lehernya.


Ternyata Keyran lebih memilih membunuhku daripada melampiaskan hasratnya. Sialan!! Pasti setelah ini akan semakin sulit untuk mendekatinya.


***


Keyran langsung bergegas pulang begitu sadar bahwa dirinya telah diberi obat perangsang. Dia langsung menuju ke kamarnya, namun dia tidak melihat keberadaan Nisa. Dia akhirnya memutuskan untuk pergi ke kamar mandi, dan mandi menggunakan air dingin supaya efek dari obat itu berkurang.


Setelah selesai mandi efek dari obat itu sudah berkurang, dan ketika keluar dari kamar mandi Keyran masih tidak melihat keberadaan Nisa. Dan setelah memakai piyama, akhirnya Keyran bergegas untuk segera tidur. Namun tak berselang lama kemudian, Nisa tiba-tiba masuk ke kamar dengan perasaan riang, bahkan dia juga bernyanyi.


"La la la~ Pak Erwin pak botak.. tugasmu gak ngotak... cuma bikin capek pak... Eh!?" Nisa terkejut karena melihat Keyran yang sudah pulang.


Hmmm... aku pikir Keyran lembur terus ketiduran di kantor, ternyata sudah pulang dan bahkan sudah tidur. Bodo amat lah, mending ganti baju dulu.


Nisa lalu berganti pakaian, dan seperti biasa dia hanya memakai tank top dan celana pendek. Setelah selesai, dia langsung berbaring di ranjang dan masih memainkan ponselnya.


Tak lama kemudian, saat masih asyik bermain game di ponselnya, Nisa dikejutkan oleh tangan Keyran yang tiba-tiba merangkul perutnya. Dan semakin lama tangan Keyran semakin ke atas hingga menyentuh dada Nisa. Dan tentu saja Nisa merasa sangat terganggu, "Woii... woi... tangannya tolong dikondisikan!" Nisa lalu melirik ke arah Keyran.


Ternyata Keyran tidur, mungkin saja dia menganggap kalau aku ini guling.


Nisa mematikan ponselnya dan menaruhnya di meja yang berada di samping ranjang. Dia lalu mencoba untuk memindahkan tangan Keyran, dan begitu dia menyentuh tangan Keyran, "What!? Tangan Keyran panas sekali, apa mungkin Keyran demam?"


Nisa kemudian mencoba untuk menyentuh dahi Keyran, seketika Keyran langsung membuka matanya dan menggenggam tangan Nisa. Keyran kemudian bangun, dan wajahnya terlihat sangat merah. "Nisa... tolong aku..."


"Oke, kau tenang saja, aku akan menolongmu. Tapi... lepaskan dulu tanganku, aku harus mengambil air hangat untuk mengompresmu."


"Panas... rasanya sangat gerah..."


"Panas?" untuk sejenak Nisa terdiam, "WTF!!" Seketika Nisa menarik tangannya dan langsung turun dari ranjang untuk menjauh dari Keyran.


Gilaaa! Kalau sakit demam harusnya yang dia rasakan adalah dingin dan tubuhnya menggigil. Tapi yang Keyran rasanya adalah panas, jangan-jangan dia diberi obat perangsang! Ini gawaaat, aku harus segera kabur!


"Nisa... kau harus jadi obatku..." Keyran lalu membuka kancing baju piyama.


"Glup..." Nisa menelan ludah.


Gimana nih? Kalau nggak ditolong kasihan, tapi kalau ditolong jadinya aku yang rugi. Apa aku harus menghubungi kenalanku yang open BO? Aaahhh nggak tau ah, aku coba saja cara yang gila!


"Keyran, aku akan membantumu!" Nisa lalu mendekat dan kemudian menarik tangan Keyran. Namun dia justru menyeret Keyran untuk masuk ke kamar mandi, Nisa bahkan menutup pintu dan membiarkan Keyran seorang diri di dalam.


"Nisa, apa yang kau lakukan!?" teriak Keyran yang berada di dalam kamar mandi.


"Aku sedang menolongmu! Kau bisa mandi air dingin, kalau masih kurang maka gunakan saja jarimu atau sabun batang!" teriak Nisa yang masih berada di luar kamar mandi.


"Dasar istri tidak berguna!!"


Nisa sungguh gila, dia menyuruhku untuk ønani. Sialan, aku harus mandi air dingin untuk kedua kalinya. Semoga saja efek dari obat ini akan hilang.


Nisa masih terus berdiri di dekat pintu kamar mandi, dan dia mendengar ada suara gemericik air shower yang cukup deras. Dia bahkan mulai tersenyum bodoh, "Hehehe..."


Kocok terus tuh batang! Kata orang-orang ønani itu enak, mungkin saja Keyran sangat menikmatinya. Sekarang aku sudah bisa tenang, lebih baik aku tidur, besok masih ada kuis di kelasnya pak Erwin.


Setelah itu Nisa bergegas berbaring di ranjang untuk tidur. Dan tak butuh waktu lama akhirnya Nisa tertidur pulas. Tak berselang lama Keyran sudah keluar dari kamar mandi. Melihat bahwa Nisa sudah tertidur pulas, Keyran hanya menatapnya dengan tatapan penuh kekesalan. Dan setelah Keyran berpakaian kembali, dia lalu bergegas untuk tidur.


Menit demi menit telah berlalu, Keyran yang sedari tadi sudah menutup matanya rapat-rapat, masih belum bisa tidur. "Hmmm..."


Aroma ini... wangi sekali... dari mana asalnya? Karena inilah aku tidak bisa tidur.


Saat Keyran membuka matanya, tepat di hadapannya adalah Nisa yang sudah tertidur sangat pulas. Begitu melihat ada seorang gadis yang tidak berdaya, Keyran kembali merasakan hasrat yang bergejolak dalam dirinya.


Tiba-tiba saja Keyran turun dari ranjang, dan mengambil sesuatu dari dalam lemari. Kemudian dia berjalan mendekat ke arah ranjang sambil membawa sebuah dasi. Dia menggertakkan giginya dan juga terus-terusan menatap Nisa.


"Nisa, kau tidak bisa kabur lagi!" gumam Keyran.


Aku harus mengikatmu, ini semua karena dirimu sendiri yang tidak menurut. Hanya kau yang bisa menolongku saat ini. Kau adalah barang bekas, jadi rasanya tidak akan menyakitkan.