Usaha Pelarian Seorang Istri

Usaha Pelarian Seorang Istri
Violent Zone (2)


Kesepakatan antara Keyran dengan Chelsea sudah terjadi. Mereka berdua memutuskan untuk segera pergi meskipun acara pesta resepsi adik mereka belum sepenuhnya usai.


Transportasi yang mereka berdua pilih adalah helikopter. Keluarga Kartawijaya juga mempunyai landasan helikopter atau yang biasa disebut dengan helipad di kediaman utama mereka. Tentu saja menggunakan helikopter dapat menarik perhatian orang lain, tetapi kedua orang itu beralasan bahwa harus menangani masalah bisnis yang mendesak.


Sang pilot pun hanya bisa diam dan mematuhi perintah atasan untuk merahasiakan hal ini. Karena mereka terbang pada malam hari, yang mengakibatkan penerbangan tidak seleluasa saat siang, maka waktu penerbangan menjadi sedikit lebih lama.


Tempat tujuan mereka telah terlihat dari atas, sebuah kapal pesiar mewah yang cukup besar itu dikelilingi oleh perairan lautan malam. Lampu sorot dari helikopter itu menyala terang, menyinari area helipad yang berada di atas kapal pesiar itu.


Baling-baling helikopter berhenti berputar, semua mesin juga sudah dimatikan. Keyran dan Chelsea segera bersiap untuk turun, tapi sebelum turun dari helikopter tersebut mereka masih melakukan sesuatu. Mereka ingat betul apa peraturan dasar dari tempat itu, yaitu diharuskan untuk menjaga identitas masing-masing.


Keyran dan Chelsea mengenakan topeng wajah untuk merahasiakan wajah mereka, bukan topeng cantik layaknya topeng pesta, namun topeng putih polos yang menutupi seluruh wajah mereka.


Ketika mereka berdua turun, sudah ada seseorang yang menyambut kedatangan mereka. Yang menyambut mereka ada seorang wanita, berpakaian formal dengan celana panjang dan blazer serta sepatu hak tinggi. Wanita itu juga memakai topeng, namun bukan topeng putih polos yang sama seperti yang dipakai Keyran dan Chelsea, melainkan topeng bermotif hewan rubah.


Dengan nada yang ramah, wanita itu pun berkata. "Selamat datang di kapal kami wahai kedua tamu VIP yang terhormat. Perkenalkan, saya Foxy, saya yang akan memandu kalian di kapal ini. Mari, silakan ikuti saya!"


Wanita dengan nama samaran Foxy tersebut memimpin jalan, dia memandu jalannya Keyran dan Chelsea ke bagian dalam kapal.


"Saya ditugaskan untuk menyambut kedatangan kalian berdua. Tapi ... tidak biasanya ada tamu VIP yang datang di waktu seperti ini, biasanya para VIP hanya datang di saat pertunjukan dimulai. Lantas, apa keperluan kedua VIP yang terhormat ini?"


"Aku ada keperluan dengan pemimpinmu, bawa aku untuk menemuinya!" ucap Keyran.


Foxy menyeringai di balik topeng rubah yang dia kenakan. "Maaf, pemimpin kami sedang tidak berada di kapal. Bahkan sebenarnya saya juga tidak tahu sekarang beliau ada di mana. Mungkin beliau saat ini sedang menikmati hidup."


"Kalau begitu, untuk saat ini siapakah yang bertanggung jawab atas tempat ini?" tanya Chelsea.


"Para eksekutif," jawab Foxy singkat.


"Bawa kami untuk menemui eksekutif itu!" pinta Chelsea.


Tiba-tiba saja Foxy berhenti melangkah, dia berbalik badan dan menatap Keyran dan Chelsea lekat-lekat. "Sayalah eksekutif itu~"


"Bohong!" bentak Keyran. "Orang-orang yang berkedudukan tinggi di sini memakai topeng yang berbeda. Topeng hewan dari 12 shio, dan kau tidak termasuk karena kau adalah rubah!"


"Hahaha, maaf jika seandainya Tuan VIP yang terhormat tersinggung. Saya hanya sekadar melakukan tes kecil saja~ Untuk berjaga-jaga agar tidak ada VIP palsu yang menyamar."


"Alasanmu tidak bisa dibenarkan, itu sama sekali tidak sopan jika meragukan VIP." ucap Chelsea.


"Maaf jika Nona VIP tersinggung, tapi ini perintah dari atasan. Saya tidak berani melanggar. Dan satu hal lagi ... jika kalian berdua ingin bertemu dengan eksekutif, saya rasa itu tidak bisa."


"Kenapa? Apakah ada syarat khusus untuk bisa bertemu dengannya?" tanya Keyran.


"Tidak ada syarat khusus, hanya saja para eksekutif adalah orang yang tidak bisa ditemui seenaknya. Mereka hanya akan menampakkan diri hanya saat pertunjukan saja. Dan lagi ... selama saya bergabung dengan kapal ini, saya belum pernah melihat ada seorang pun tamu VIP yang berkesempatan menemui eksekutif."


"Yang jelas, apakah ada seorang eksekutif yang saat ini berada di kapal ini?" tanya Keyran lagi.


"Untuk saat ini ada 2 orang eksekutif yang berada di kapal. Mr. Tiger dan Mr. Ox, tetapi saya tetap ragu beliau akan mau menemui kalian."


"Adinata." ucap Chelsea.


"Apa?!" tanya Foxy seakan tidak percaya.


"Bilang padanya kalau perwakilan dari keluarga Adinata datang dan ingin bertemu!"


Foxy menghela napas. "Hahh ... Nona sampai membocorkan identitas sendiri. Kalau begitu akan saya coba tanyakan lebih dulu apakah mereka bersedia bertemu atau tidak."


Foxy berbalik badan dan lanjut berjalan ke arah lain. "Mari ke arah sini, ikuti saya! Ruangan kedua eksekutif saat ini berada di kabin yang berdekatan dengan area bar."


Keyran dan Chelsea lalu mengikuti ke mana Foxy memandu mereka. Tempat yang mereka tuju adalah salah satu fasilitas yang ada di kapal, yaitu bar. Foxy mempersilakan Keyran dan Chelsea menikmati minuman cocktail di bar tersebut, sedangkan dirinya lalu menuju ke ruangan sang eksekutif.


Keyran dan Chelsea yang saat ini berada di counter bar hanya diam dan sesekali saling menatap satu sama lain. Mereka berdua merasa seperti tidak nyaman berada di kapal itu. Apalagi saat mereka tahu bahwa bartender sekali pun juga diharuskan mengenakan topeng sama seperti mereka, hanya saja warnanya berbeda, yaitu hitam polos. Bahkan para awak kapal yang mereka temui semuanya juga memakai topeng, sungguh rasanya seperti memasuki dunia yang sangat berbeda.


Tak berselang lama kemudian Foxy kembali, dia lalu menghampiri Keyran dan Chelsea yang masih berada di counter bar.


"Mr. Ox maupun Mr. Tiger tidak bersedia bertemu dengan kalian. Maaf atas ketidaknyamanan ini, sebagai gantinya saya akan mengajak kalian untuk berkeliling di seluruh penjuru kapal ini."


"Apa kau sudah bilang siapa aku?" tanya Chelsea.


"Sudah, tetapi mereka tetap tidak mau. Maaf Nona ... meskipun keluargamu adalah mantan pemilik utama bisnis ini, tetapi itu cuma di masa lalu, sudah tidak berlaku lagi untuk saat ini."


Chelsea beranjak dari kursi dan berdiri dengan pose menantang terhadap Foxy. "Aku tidak bisa kembali dengan tangan kosong! Apa seperti ini cara kalian memperlakukan VIP?! Aku tidak peduli! Suruh tuanmu si eksekutif itu ke sini sekarang juga!"


"Tolong jangan memaksaku melakukan kekerasan, Nona!" sebelah tangan Foxy tiba-tiba maju dan mencengkeram pundak Chelsea dengan kuat.


"Uuhh ..." Chelsea mengernyit, dia merasa kesakitan dengan cengkeraman tangan itu.


Foxy mendekat lagi dan berbisik, "VIP memang mendapatkan perlakuan khusus dari kami, tetapi tempat ini adalah milik kami. Kami memiliki aturan sendiri yang berlaku dan harus dituruti. Jika Nona masih bersikeras dan Tuan Eksekutif sampai tersinggung, jangan salahkan saya jika melempar Nona ke laut dari atas deck kapal. Ingatlah, ini tengah laut, orang mati pun tidak ketahuan~"


Foxy lalu melepaskan cengkeraman tangannya. Chelsea yang merasakan sakit di pundaknya pun didekati oleh Keyran.


"Kau tak apa?" tanya Keyran.


"Yaah ... aku tak tahu kalau dia kuat." jawab Chelsea.


"Sudah begini, kalau begitu kita pulang saja. Tak masalah aku tidak mendapat apa yang aku inginkan. Terima kasih sudah mau menemaniku ke sini."


Keyran lalu beralih menatap Foxy. "Kami akan pergi, tak perlu kau antar!"


Keyran dan Chelsea yang sudah pasrah tak mendapat apa pun lalu berjalan pergi ke arah pintu keluar. Namun saat mereka sudah mendapatkan beberapa langkah, tiba-tiba sesuatu terdengar.


TRINGG TRINGG!


"S-suara lonceng dari Mr. Tiger!" Foxy terkesiap dan seketika merasa gugup. Tanpa basa-basi lagi dia langsung berlari secepatnya ke arah di mana lonceng itu dibunyikan.


Keyran yang menyadari hal itu lalu berhenti melangkah dan menahan Chelsea. "Sebentar, kita lihat dulu apa yang sebenarnya terjadi."


"Baiklah."


Tak berselang lama kemudian tiba-tiba Foxy kembali dan berlari ke arah Keyran dan Chelsea. "Syukurlah kalian masih di sini! Mr. Tiger berubah pikiran, dia bersedia untuk bertemu!"


"Apa yang membuatnya berubah pikiran?" tanya Keyran dengan nada curiga.


"Entah, saya juga tidak tahu. Tapi beliau hanya mau bertemu denganmu Tuan VIP, tapi tidak dengan Nona VIP. Jadi hanya satu di antara kalian yang bisa menemuinya."


Keyran dan Chelsea lalu saling menatap. Kemudian Chelsea berkata, "Tak apa, kau temui saja dia. Aku bisa menunggu sambil menikmati cocktail di sini. Tapi jangan lupakan syarat yang sebelumnya aku katakan!"


"Baiklah," ucap Keyran sambil mengangguk. Dia kemudian beralih menatap Foxy. "Tunjukkan jalannya padaku!"


"Mari, silakan ikuti saya."


Foxy lalu mengantar Keyran ke kabin tempat sang Mr. Tiger berada. Foxy hanya mengantar sampai di depan pintu, dia lalu memberi arahan agar Keyran masuk seorang diri.


KLAKK!


Pintu terbuka, Keyran langsung ternganga saat melihat apa yang telah menunggunya di dalam sana. Hiasan kepala macan yang menempel di dinding, patung macan yang berada di sudut ruangan, karpet kulit macan yang menghiasi lantai, dan ada seorang pria yang tengah duduk di sofa tampak mengenakan topeng macan. Tetapi yang membuat Keyran tidak habis pikir adalah pakaian pria itu juga kaus yang bermotif macan.


Pria bertopeng macan itu lalu beranjak dari sofa, dia beralih duduk di kursi yang berada di balik meja kerja. "Duduklah!" pria itu mempersilakan Keyran untuk duduk di kursi yang berhadapan dengannya.


Keyran tak bicara sepatah kata pun dan hanya mengangguk. Dia duduk di kursi sesuai apa yang pria bertopeng macan itu minta.


"Aku dengar kau ingin menemuiku, sekarang hal itu sudah terjadi. Sekarang katakan apa tujuanmu ingin menemuiku!" ucap pria bertopeng macan itu.


"Aku butuh informasi." jawab Keyran tanpa ragu.


"Informasi tentang apa?"


"Tentang tempat ini. Aku ingin tahu semua seluk beluk tentang apa itu Violent Zone!"


"Wah wah ... semuanya kau bilang, tidakkah itu terlalu serakah? Aku beritahu ya, orang yang tahu terlalu banyak hal yang seharusnya tidak perlu mereka ketahui, biasanya mereka tak akan bertahan hidup lama."


"Kau tak perlu peduli soal hidup dan matiku!" jawab Keyran dengan ketus.


"Hahaha, aku suka gayamu! Tapi memangnya apa tujuanmu ingin mengetahui semuanya?"


"Ini berhubungan dengan sosok orang paling penting dalam hidupku, jadi aku ingin tahu semuanya yang berhubungan tentangnya. Aku ingin berhenti menaruh curiga padanya, jika aku terus curiga, selamanya aku tak akan pernah merasa tenang. Jadi beritahu aku semua informasi yang aku butuhkan! Tolonglah, Mr. Tiger!"


Sejenak Mr. Tiger termenung. Dia menghela napas lalu berkata, "Apa yang akan kau lakukan jika sosok orang yang kau maksud itu ternyata tidak sesuai dengan ekspektasimu?"


"Entahlah, tapi aku punya keyakinan besar untuknya."


"Hahh ... ya sudah, semoga kau nanti tidak kecewa." gumamnya.


"Apa maksud dari ucapanmu itu?" tanya Keyran penasaran.


"Hei, ini belum terlambat. Aku peringatkan, apa pun yang ingin kau ketahui itu tak satu pun di antaranya adalah hal yang baik! Apa kau benar-benar sudah siap mengetahuinya?"


"Aku sepenuhnya siap. Itulah mengapa aku berada di sini." jawab Keyran tanpa ragu.