Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat)

Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat)
Jangan Salahkan Aku


NOTE : 21++++ yang benaran ++


...Harap Bijak dan Berhati-hati memilih bacaan....


...Jika tidak suka atau tidak nyaman, bisa di skip dan tunggu chapter lain nya....


...~ Happy Reading ~...


.


.


.


.


.


.


_________


"Sayang, kamu beneran mau pergi ketemu sama teman kamu?" Tanya Felix manja sambil terus memeluk erat tubuh Barbara yang sedang bergerak untuk mencari pakaian yang cocok untuk ia kenakan.


"Em. Kamu mau ikut?" Barbara menawarkan Felix untuk ikut.


"Emang boleh?" Felix bertanya menyakinkan.


Barbara mengangguk.


"Boleh sayang." Barbara kemudian meraih sehelai Dress yang cukup sexy dan mencocokkan pada tubuhnya didepan cermin.


"Bagus nggak?" Barbara bertanya pendapat Felix.


"Bagus." Felix mengangguk.


Felix mengambil dress tersebut dari tangan Barbara, kemudian ia berjalan ke arah nakas dan meraih sebuah gunting.


Ia menggunting sebelah lengan dress Barbara.


"Fel, ngapain sih?" Barbara bertanya kesal saat melihat kelakuan gila Felix.


"Kayak gini lebih bagus sayang. Lebih hot." Felix tersenyum menggoda.


"Kamu nggak marah gitu aku pake pake yang sexy terbuka gitu?" Barbara bertanya heran.


"Nggak. Aku malah suka. Apalagi kalo kamu pakai nya pas cuma kita berdua dikamar kayak sekarang." Felix menggoda Barbara.


Barbara hanya tersenyum sinis.


"Bar, mulai sekarang kita resmi jadian kan?" Felix bertanya dengan penuh harap.


"Mana aku tau. Yang buat perjanjian kontrak kemarin siapa?" Barbara balik bertanya acuh pada Felix.


"Nggak mau kontrak itu lagi Bar. Aku mau nya kamu. Cuma kamu selamanya." Felix berucap serius, mata nya menatap dalam mata Barbara.


"Jadi kita resmi jadian yah?" Felix meminta tapi sebenarnya memerintah.


"Iya. Aku udah terlanjur cinta sama kamu Fel. Nggak bisa lagi lepas dari jerat kamu." Barbara berucap pasrah.


Felix tersenyum penuh kemenangan.


"Makasih sayang. Mulai sekarang usahakan cuma panggil aku pake sayang yah." Felix meminta.


Barbara mengangguk dan tersenyum manis.


Mereka baru saja menemukan cinta diantara mereka. Entah berapa lama akan bertahan? Entah benar-benar cinta atau perasaan nyaman semata.


"Ya udah aku mau mandi dulu habis itu kamu." Barbara memberi perintah.


"Mandi sama-sama ya sayang. Cuma mandi doang aku janji." Felix meminta.


Barbara menatap ragu pada pria yang sekarang adalah kekasihnya.


"Please sayang." Felix mengatupkan kedua tangannya memohon pada Barbara.


Barbara terpaksa mengangguk.


Barbara kemudian meraih sehelai handuk dan hendak melepas pakaian nya.


Felix mencegah tangannya untuk menutupi tubuh nya dengan handuk.


Barbara keheranan. Felix kemudian berjalan kearah nakas lalu meraih sebilah pisau ditangan nya.


Ia kemudian mendekati Barbara dan menyambar bibir Barbara. Satu tangannya melepaskan pakaian Barbara menggunakan pisau ditangan nya.


Barbara terbakar suasana hingga sangat menikmati setiap sentuhan yang Felix berikan pada nya.


"Fel..um.." Ditengah ciuman panas mereka.


Barbara kini tidak tertutup oleh sehelai benang pun.


Felix melepaskan diri dari Barbara dan berjalan sedikit menjauh untuk melihat bentuk asli dari Barbara. Bentuk yang selalu membuatnya penasaran.


"Sayang.." Ucap Barbara saat merasakan gerakan tangan Felix memainkan gundukan nya.


Barbara tidak bisa lagi menolak jika Felix menuntut hak nya sekarang.


Felix membawa Barbara keatas ranjang, kemudian meraih seutas tali lalu mengikat tangan Barbara pada ukiran besi dikepala ranjang nya.


Tubuh Barbara yang polos tanpa kain benar-benar membuatnya mabuk.


Ia menggores bagian yang merupakan titik sensitif Barbara seperti leher, dada, hingga dibawah pusar bahkan paha mulus Barbara tidak terlewatkan.


Barbara merasakan sensasi aneh saat Felix melakukan itu. Tidak merasa sakit, malah merasa ingin lagi.


Felix mulai kembali mencumbu tubuh Barbara yang ia gores dengan pisau tadi sesekali menghisap nya yang tentu akan membuat darah Barbara keluar sedikit lebih banyak dari luka pisau nya.


Barbara benar-benar mabuk dibuat Felix. Sensasi yang Felix berikan pada nya sangat berbeda dari Frans. Ia benar-benar tidak sanggup bahkan tidak ingin menolak Felix.


Gairah nya semakin memuncak saat Felix mencium, menghisap goresan yang Felix buat dibawah pusar nya lalu pahanya.


Felix berhenti sebentar. Kemudian melanjutkan hingga ke area pribadi Barbara.


"Fel..awhh.." Barbara mendesah saat Felix bermain diarea pribadi nya dengan mulutnya.


"Please Fel.." Barbara meminta lebih.


Felix segera menghentikan permainan nya.


"Fel please jangan berhenti. Jadiin aku milik kamu seutuhnya. Aku mohon." Barbara meminta pada Felix.


Dirinya benar-benar tidak sanggup lagi menahan semuanya setelah semua sentuhan yang Felix berikan pada nya.


"Nggak Bar, aku nggak mau nyakitin kamu." Felix berusaha menyadarkan Barbara.


Sebenarnya Felix tidak ada niatan melakukan lebih dari sekedar pemanasan.


"Fel, please. Aku nggak bisa lagi nahan diri. Ini udah lebih dari yang aku bisa." Barbara kembali meminta pada Felix.


Felix pasrah, bagaimanapun dirinya juga pria normal. Ia juga teramat sangat ingin memiliki Barbara secara utuh.


"Jangan salahkan aku sayang." Felix berucap.


Ia kembali memberi rangsangan pada Barbara sebelum akhirnya menyatukan miliknya.


"Akh sakit Fel.." Barbara merasakan sakit saat Felix menerobos milik nya.


"Tahan Bar..kamu yang minta dan aku nggak pernah berhenti kalo udah setengah jalan gini." Felix berucap serius. Barbara hanya mengangguk.


Perlahan Felix akhirnya berhasil menerobos milik Barbara, kemudian menghentak miliknya perlahan hingga berubah menjadi semakin cepat. Tangan Barbara terikat, sehingga Barbara hanya bisa menikmati apa yang Felix lakukan.


"Aku cinta sama kamu Barbara." Felix akhirnya tidak sanggup menahan untuk menyatakan perasaannya pada Barbara.


Barbara hanya mengangguk dan menikmati setiap hujaman yang diberikan oleh kekasih nya.


"Fel..awh.." Barbara kembali mendesah membuat Felix semakin bersemangat.


"Kamu milik ku Bar. Hanya milik ku. Barbara hanya milik Felix Lorenzo. Kamu hanya boleh menyandang nama Lorenzo dibelakang nama kamu." Felix berucap penuh cinta pada Barbara sambil terus bergerak di atas Barbara.


"Aku milik kamu Fel. Hidup ataupun mati, aku cuma milik kamu." Kini Barbara yang berkata.


Felix segera mempercepat gerakannya mengingat Barbara dan diri nya harus pergi bertemu dengan teman-teman Barbara.


Setelah selesai, Felix merebahkan diri di samping Barbara. Ia memeluk Barbara dari samping hingga Barbara berhadapan dengan nya. Barbara bisa berbalik ke samping walau tangannya masih terikat.


"I love you Bar. Always and forever." Felix berucap kemudian kembali melahap bibir kekasihnya.


"Jangan ijinkan pria lain nyentuh kamu lagi Bar. Kamu udah benar-benar milik aku sepenuhnya. Nggak ada lagi yang bisa kamu kasih buat pria lain." Felix memberi perintah mutlak pada Barbara.


Barbara mengangguk lemah karena merasa lelah walaupun dirinya tidak bergerak sedikit pun.


"Kita nikah yah?" Felix mengajak Barbara menikah.


Barbara membulatkan mata nya tidak percaya dengan ajakan Felix. Barbara tidak pernah menyangka Felix bisa seserius ini. Barbara mengira Felix hanya akan menggunakan tubuhnya saja dengan mengumbar kata cinta. Tapi nyatanya Felix memang seserius itu dan hanya pada Barbara seorang ia ingin terikat pada komitmen yang lebih jauh.


"Tapi Fel, kamu yakin?" Barbara takut suatu hari nanti Felix akan berubah pikiran dan mencampakkan dirinya saat Barbara sudah terlalu mencintai nya.


"Aku serius Bar. Aku nggak bisa lagi lepasin kamu buat siapapun apalagi harus membunuh kamu. Aku udah terlanjur nggak sanggup tanpa kamu." Felix berucap sambil melepaskan ikatan tangan Barbara.


"Kamu mau kan kita nikah dan hidup sama-sama selamanya?" Felix bertanya menuntut kepastian dari Barbara.


...~ To Be Continue ~...


******


Maaf lagi lagi mengandung unsur yang emm........


Bagi yang nggak suka maaf.


Bagi yang bisa menerima jangan lupa jempol dan komentar nya.


Makasih.