
Zero dan Zeya berjalan beriringan meninggalkan kantin sekolah, seperti biasa Zero melewati Alena tanpa memandang maupun menyapanya.
Walau Alena telah menghancurkan hati Zero tapi dia tidak bisa membenci gadis itu, perasaan cinta yang tertanam hampir tiga tahun lamanya tidak mungkin bisa dengan mudah Zero hapus begitu saja dari lubuk hatinya.
Kadang sempat terbersit di hati Zero, andai cinta Alena kuat dan dia sabar menunggu, pasti sekarang Zero akan lebih bisa memberikannya kebahagiaan.
Zero bisa memberikan apa saja yang Alena inginkan, baik perhatian, cinta, kasih sayang keluarga dan juga harta.
Namun untuk menghargai komitmennya, Zero harus terus berusaha membuka hatinya untuk Zeya dan berjuang melupakan Alena.
Alena menghapus air mata sambil menundukkan kepala, dia tidak memiliki keberanian untuk menatap Zero saat pemuda itu melintas di hadapannya.
Kemudian Alena juga pergi masuk ke dalam kelas, dia ingin mengambil tas dan menemui Vano untuk mengajaknya pulang.
Ternyata Vano tadi sempat memperhatikan Alena, hatinya sakit setiap kali melihat gadis yang dia cintai meneteskan air mata saat menatap Zero, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali bila Alena sendiri bersedia menerima tawaran darinya untuk mengungkapkan kebenaran di hadapan Zero.
Enam bulan telah Vano lalui, menjalin hubungan dengan Alena, tapi Vano tetap belum berhasil membuat gadis itu tersenyum manis seperti dulu. Seperti saat Alena masih menjadi pacar Zero. Yang bisa Vano lihat di sana hanyalah kemurungan, mendung yang setiap saat siap turun hujan air mata.
Setelah mengenal Alena lebih dekat, Vano akhirnya sadar bahwa cinta tidak bisa di paksakan dan cinta tidak selamanya harus memiliki, seperti yang telah dilakukan Alena sekarang.
Alena tetap berpegang teguh pada janjinya, dia akan tetap bersama Vano dan berjanji akan mengabdi suatu saat dalam ikatan pernikahannya bersama Vano.
Dalam ketertegunannya, Vano dikejutkan oleh suara, "Ayo pulang Van!" ajak Alena.
"Eh...memangnya kita sudah diizinkan pulang ya Al?" tanya Vano yang hanya berpura-pura tidak tahu.
"Sudah! Coba lihat disekeliling kita, sepi 'kan? Teman-teman sudah pulang sejak tadi," ucap Alena.
Vano pun melihat ke sekelilingnya, ternyata benar suasana di sekolah itu sudah sepi, lalu Vano pun berkata, "Ayo...tunggu apa lagi Al! Aku juga takut berlama-lama di sini, jangan-jangan nanti di ujung lorong sana, muncul suster ngesot, eh... salah, guru cantik ngesot, hihihi...," ucap Vano sambil tertawa dan menarik tangan Alena untuk segera meninggalkan tempat itu, menuju ke parkiran.
Alena yang melihat kelakar Vano hanya tersenyum simpul, setelah itu diapun kembali diam, mengikuti Vano, berjalan masuk ke dalam mobil, hingga Vano mengemudikan mobil tersebut dan mengantarkannya pulang ke rumah.
Ibu Alena yang sedang duduk di teras rumah, melihat kedatangan keduanya pun bertanya, "Lho...kalian kok sudah pulang Nak?"
"Iya Bu, tadi kami hanya mendengarkan pengarahan dari dewan guru saja tentang pengambilan hasil kelulusan yang tidak boleh diwakilkan, harus orangtua murid bersangkutan yang boleh mengambilnya Bu," jawab Vano.
"Oh...gitu ya Nak,"
"Ayo masuk dulu!" ajak Alena.
"Iya Nak, masuk sana. Al ajak Nak Vano makan! Ibuk sudah masak masakan kesukaan kalian lho...," ucap ibu.
"Tapi Bu...kita tadi sudah makan di kantin, bingung mau di letakkan di mana lagi makanan itu dalam perut Vano Bu! Jika tidak keberatan bungkus saja ya Bu," ucap Vano sambil bercanda.
"Iya Bu, Al juga masih kenyang."
"Ya sudah...bungkus juga boleh, apa sih yang nggak, buat Nak Vano! Yang bisa Ibu berikan hanya makanan kampung."
"Ah...Ibu merendah, memang masakan kampung tapi rasa nggak kalah sama masakan hotel bintang lima lho Bu!" ucap Vano lagi sambil mengacungkan jempolnya.
"Oh ya Bu...Al, aku pulang dulu ya, titip salam buat ayah," pamit Vano.
"Lho...kok buru-buru Nak, katanya mau bawa pulang makanan? Sebentar...biar dibungkuskan oleh Alena."
"Nggak Bu! Vano cuma bercanda kok, lain kali Vano pasti makan masakan Ibu," ucap Vano sambil mengulurkan tangan untuk pamit pulang.
Kemudian Vano melambaikan tangan kepada Alena dan ibu, lalu diapun naik ke dalam mobil dan melajukannya dengan kecepatan sedang untuk pulang ke rumah.
Orang tidak akan pernah mengira jika seorang pemuda sederhana seperti Zero saat ini sedang membawa uang sebanyak itu, dengan menggunakan kantongan plastik berwarna hitam.
Dengan sangat berhati-hati Zero membawa uang tersebut di dampingi Zeya menuju mobil.
Kemudian Zeya melajukan mobilnya ke arah rumah Ahmad.
Ternyata Ahmad dan ibunya sudah menunggu saat Zero tiba dan tanpa turun dari mobil mereka kembali berangkat karena dokter sudah menunggu kedatangan Ahmad untuk pemasangan tangan palsunya.
Setibanya mereka di rumah sakit, perawat langsung mempersilakan Ahmad untuk masuk dengan di dampingi oleh Ibu dan juga Zero, sementara Zeya duduk di ruang tunggu.
Dokter dan tim pembuat sudah menunggu kedatangan Ahmad. Lalu merekapun segera memasang kedua tangan itu dan memberikan arahan tentang cara menggunakannya.
Tangan robotik dengan kecerdasan buatan sangat mahal harganya, pertangan bisa mencapai diatas 200 jt lebih, jadi untuk dua tangan membutuhkan dana kurang lebih 500 jt belum termasuk biaya pemasangan dan latihan yang bakal dilakukan.
Tangan robot ini sempat dipamerkan dalam gelaran pameran teknologi Consumer Electronic Show atau CES 2020 di Las Vegas, AS. Dalam sebuah demonstrasi, seorang pemakai mendemonstrasikan dengan memakai tangan pintar itu, dan hasilnya menarik, karena pengguna bisa menutup dan membuka semua jari bersama.
“Ini artinya orang yang diamputasi tidak lagi harus bergantung pada sejumlah gerakan yang diprogram sebelumnya, dan dapat menyesuaikan protestik dengan tubuh mereka sendiri,” kata Newlon.
Si pemakai juga menunjukkan cengkeraman tangannya dengan mengambil gelas plastik dan meletakkannya kembali di atas meja. BrainCo mengatakan bahwa tangan itu bahkan bisa digunakan untuk menulis kaligrafi, artinya dapat memanipulasi pena dan dengan hati-hati menggerakkannya, termasuk bermain piano.
Caranya adalah pada platform, pengguna akan melihat representasi visual dari tangan palsu pada aplikasi. Pengguna mengklik tombol, kemudian memanipulasi tangan yang sebenarnya untuk merekam isyarat khusus. Sistem akan mencatat tanda spesifik yang diberikan otot.
“Setiap kali tangan merasakan tanda tertentu, itu akan melakukan gerakan terprogram, membentuk gerakan yang diinginkan. Hanya perlu sekitar lima sampai sepuluh menit untuk memprogram enam gerakan,” tutur Newlon. “Semakin banyak Anda menggunakan tangan, semakin baik dan lebih hidup.”
Untuk sementara, menurut laman Daily Mail, jika mengacu pada tipikal prostetik robot harganya bisa mencapai US$ 20.000- US$ 30.000 (setara Rp 276 juta-Rp 414 juta), sementara perangkat BrainCo berharga antara US$ 10.000-US$ 15.000 (setara Rp 138 juta-Rp 207 juta).
Zero ingin memberikan yang terbaik untuk Ahmad dan keluarganya, dia telah mencadangkan dana sekitar 1M untuk pemasangan tangan palsu, untuk modal dagang serta sewa toko.
Dua ratus juta sisanya akan Zero pergunakan untuk mendanai usaha Kiara bersama istri Togar dan istri Beni serta untuk uang sakunya.
Setelah selesai, Zero langsung membayar cash sesuai nilai yang tertera pada kuitansi yang di sodorkan oleh pihak rumah sakit.
Sisa dari 1M tersebut, kemudian Zero serahkan kepada ibunya Ahmad agar beliau kelola untuk keperluan usahanya nanti.
🌟Selamat pagi sobat semua, maaf jika promosi author buat para pembaca sebal, tapi kami sesama penulis harus saling tolong menolong. Jujur ya sobat...cari pembaca itu, susah lho... jadi author mohon, kalian semua harap maklum.🙏
Kami ini para penulis receh, berusaha menghibur kalian para pembaca dengan memeras otak berusaha untuk menyuguhkan bacaan berkualitas tapi gratis, cuma berharap dukungan jempol, jadi jika dengan ini saja kalian keberatan.... nggak tahu lagi lah mau ngomong apa.
Bahkan terkadang ada yang memberi kami kritikan pedas berupa caci maki tetap kami terima dengan lapang dada.
Jadi jika ada yang keberatan dengan promosi novel teman-teman kami, tolong diabaikan saja ya... nggak perlu di komentari. Mudah-mudahan nggak ada disini pembacaku yang seperti itu....yang ada di sono-sono.
Terimakasih sebelumnya dan maaf ya sobat, pagi-pagi udah merepet alias curhat 🙏
Blurb cerita
Perjuangan Seorang wanita bernama Aracelia Daneen Gunawan untuk meluluhkan hati seorang karyawan di kantor ayahnya. Hingga Ia mengubah penampilan demi menutupi identitas sebenarnya, bahwa ia pernah ada dalam kejadian masa kelam pria itu. Ali Danish Mahendra, nama pria yang terpaksa menikahi gadis culun. Putri sang bos tempatnya bekerja. Lalu bagaimana perjuangan Ara untuk meluluhkan hati Danish??
