SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG

SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG
EPISODE 53. TIDAK PERNAH MENYANGKA


"Aku harus segera pergi dari sini, aku tidak ingin tertangkap oleh Bos besar. Pasti saat ini mereka semua sedang mencariku dan Togar, aku harus segera memberitahukan hal ini kepada Zero."


Saat Beni berbalik hendak melangkah pergi, tiba-tiba suara yang tegas memanggilnya, "Tunggu!"


Jantung Beni seperti berhenti berdetak, dia tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, berlari pun tidak mungkin, dia pasti tertangkap.


Beni memberanikan diri berbalik kearah asal suara, tapi wajahnya tetap tertunduk dan tertutup topi capingnya.


Kemudian pria yang di sebut Royan itupun berkata lagi, "Sebentar lagi kalian tidak bisa memulung di sini, karena tempat ini akan segera kami bangun Mall dan pertokoan. Segera kamu infokan kepada warga yang lain, agar mereka bersiap-siap. Kami kasi tempo sebulan ini untuk segera mengosongkan tempat ini. Mengenai uang ganti rugi, silahkan hubungi pihak kelurahan."


Beni yang takut ketahuan hanya mengangguk, lalu dia membungkukkan badannya pertanda dia permisi untuk pergi.


Dia buru-buru meninggalkan tempat itu, napasnya ngos-ngosan saat Beni sampai di rumah Mak Salmah. Lalu Beni pun meminta minum kepada Kiara, dengan memakai kode tangannya.


Kiara yang merasa khawatir segera mengambilkan Beni minum, lalu Kiara pun bertanya, "Ada apa Bang? Abang seperti baru melihat setan saja. Abang duduk dulu, tarik napas dan tenangkan diri baru cerita ke kami," ucap Kiara.


Zeni pun penasaran, setelah melihat Beni sedikit tenang, barulah dia bertanya, "Ayo Bang cerita! Sebenarnya Abang kenapa? Apa yang Abang lihat, hingga membuat wajah Bang Beni pucat seperti mayat gitu?"


"Abang melihat Bos besar," ucap Beni.


"Bos besar siapa Bang?"


"Bos misterius, Bos Abang dan Togar dulu, saat kami masih kerja yang nggak benar."


"Apa! Dimana Bang?" tanya Zeni yang takut sekaligus penasaran.


"Di dekat sini, perkampungan ini sedang dalam targetnya untuk pembangunan Mall dan pertokoan."


"Jadi bagaimana Bang! Apa dia mengenali Abang?" tanya Zeni


"Syukurnya enggak dan Abang langsung pergi menghindar sesuai yang diinstruksikan oleh Zero tadi pagi."


"Sebenarnya bagaimana rupanya Bang, kenapa semua orang takut sama dia, termasuk suamiku?" tanya Zeni.


"Tidak ada yang menyangka, jika Bos mafia terkenal itu, seorang pria muda yang gagah, tampan tapi memang terlihat dingin dan sorot matanya sangat tajam seperti elang," ucap Beni menggambarkan rupa Royan.


"Lantas bagaimana Bang? Apa semua rumah di sini bakal digusur? Termasuk rumah Emak?" tanya Kiara


"Ya, semua bakal digusur, tadi dia sudah kasi ultimatum, sebulan lagi semua rumah harus segera di kosongkan. Mengenai ganti rugi di suruhnya menghubungi pihak kelurahan."


"Waduh! Bagaimana ini ya? Apa yang bisa kita lakukan untuk menghalangi proyek mereka?" tanya Zeni.


"Ntahlah...nanti kita berembuk dulu dengan Zero, mungkin dia mempunyai jalan keluarnya agar perkampungan ini tidak jadi di gusur," ucap Beni.


"Abang sudah menghubungi Dek Zero?" tanya Kiara.


"Belum, nanti saja, saat ini mereka pasti sedang dalam perjalanan," ucap Beni.


"Iya, benar juga Bang."


Ahmad yang tubuhnya kecil, di jepit di tengah antara Zero dan Togar. Lalu Togar membawa mereka melalui jalan potongan untuk menghindari kecurigaan polisi karena surat menyurat sepeda motor yang belum lengkap, belum dikirim oleh pihak dealer.


Setelah perjalanan sekitar 40 menit, merekapun akhirnya tiba di rumah sakit, Zero langsung di minta oleh bagian pelayanan untuk menghadap ke Dokter Spesialis Orthopedi atau ahli bedah.


Mereka mengkonsultasikan tentang kondisi Ahmad yang merupakan penyandang disabilitas, cacat tangan.


Dokter meminta Ahmad untuk melepaskan bajunya dengan di bantu oleh Zero, lalu beliau memeriksanya dengan seksama.


Berdasarkan hasil analisa sementara, kemungkinan untuk Ahmad bisa memiliki tangan palsu sangatlah besar. Kabar ini sangat membuat mereka bahagia.


Dokter meminta Ahmad untuk kembali lagi minggu depan untuk pemeriksaan lebih lanjut, karena dokter besok akan berangkat keluar negeri selama tiga hari untuk menghadiri seminar masalah operasi.


Zero pun mengiyakan karena dalam seminggu kedepan dia juga masih sibuk untuk mengikuti ujian akhir sekolah jadi tidak mungkin bisa mengantar Ahmad.


"Syukurlah Dok, jadwal pemeriksaan terhadap Ahmad dilakukan setelah saya selesai ujian, jadi saya bisa ikut mendampinginya nanti Dok," ucap Zero.


"Kalau begitu kami pamit dulu Dok, terimakasih atas bantuannya Pak Dokter, mudah-mudahan nanti operasinya bisa sukses, Ahmad sudah nggak sabar lho Dok, ingin punya tangan dan bisa menulis seperti anak-anak lain."


"Iya, sabar ya Dek, kamu nanti, pasti bisa menulis dengan menggunakan tangan barumu," ucap pak Dokter yang memberikan semangat kepada Ahmad.


"Terimakasih Dok," ucap Ahmad sambil tersenyum.


Merekapun kembali ke rumah Ahmad, harapan baru untuk Ahmad dan keluarganya akan segera terwujud.


Melihat senyum di wajah anak dan Ibu itu membuat Zero merasa bersyukur, dia diberi kesempatan, bisa berbuat sesuatu untuk membahagiakan orang lain.


"Bu, Mad...kami permisi dulu ya, minggu depan kami akan datang lagi untuk menjemput Ahmad guna pemeriksaan lanjutan, jadi tolong jaga kesehatan ya Dek."


"Siap Bang," ucap Ahmad.


Zero dan Togar pun meninggalkan rumah Ahmad, saat ini Zero memilih pulang ke rumah karena harus bersiap untuk pelaksanaan ujian besok pagi. Setidaknya dia ingin belajar, mengulang pelajaran yang yang selama ini telah di berikan oleh para guru.


Begitu sampai di rumah, Beni langsung menggeleng, lalu berkata, "Gawat...gawat Dek!"


"Apanya yang gawat Bang, ngomong yang jelas lho Bang," ucap Zero.


Kemudian Beni pun menceritakan apa yang dilihatnya tadi pagi kepada Zero dan Togar.


"Apa Bang! Jadi Abang sudah melihat wajah asli Bos besar Royan?" tanya Togar.


"Ya...aku saja nggak nyangka, jika dia Bos mafia, penampilannya seperti pria yang sangat baik dan juga tampan. Jika aku wanita, mungkin aku sudah jatuh cinta sama dia," ucap Beni yang membuat Zero dan Togar tertawa.


🌟 Selamat malam sahabat semua, selamat beristirahat ya. Terimakasih aku ucapkan kepada para sobat yang telah setia mendukung karyaku ini, semoga dukungan kalian semua berkah untukku dunia akhirat. Aamiin 🀲


Aku berharap terus lho...dukungan dari kalian semua, dengan cara follow akun, pavorit, vote, like, coment dan rate bintang limanya πŸ™πŸ˜‰


SEE YOU β™₯️β™₯️β™₯️