SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG

SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG
EPISODE 142. BERUSAHA MENYADARKAN


Royan memberi kode kepada Zero agar membiarkan Zeya pergi sendiri. Nanti setelah Zeya berangkat barulah Zero mengikutinya secara diam-diam.


Zeya pun pergi mengendarai mobilnya ke arah yang disebutkan oleh anak buah Royan. Dengan perasaan kesal Zeya mengemudikan mobilnya di atas kecepatan rata-rata karena sudah tidak sabar ingin segera menemui mamanya.


Ternyata sang mama menuju ke pelabuhan di mana para pengawal tadinya menyekap para wanita dan juga Nayla serta abahnya.


Dengan petunjuk ini Zeya jadi tahu bahwa mamanya terkait dengan bisnis kotor penjualan wanita keluar negeri.


Kemudian Zeya menerima info lagi bahwa mama Shena di sana sedang marah karena bisnisnya telah dihancurkan oleh Zero.


Zeya tidak peduli dengan kemarahan sang mama, walau bagaimanapun dia harus menyadarkannya.


Akhirnya Zeya pun sampai di tempat itu, dia langsung masuk untuk menemui mamanya. Mama Shena heran, kenapa Zeya tahu tempat tersebut, lalu bertanya, "Ngapain kamu kesini dan darimana kau tahu tempat ini Zey!" bentak sang mama yang tidak senang dengan kedatangan Zeya di sana.


"Seharusnya aku yang bertanya Ma! Ngapain juga Mama ada di sini! ini tempat terpencil dan di sini tempat menjalankan bisnis kotor. Apa memang Mama yang punya bisnis tersebut?" tanya Zeya.


"Kamu sebagai anak tahu apa, nggak perlu ikut campur urusan orang tua!" bentak mama.


"Malu ma dengan usia, apalagi yang mama cari, harta sudah cukup dan aku juga bisa memberikan apa yang Mama mau," ucap Zeya.


"Satu lagi Ma, kenapa Mama tega memperlakukan Kak Royan dan keluarga Kak Nayla seperti itu! Kurang baik apa Kak Royan selama ini Ma? dia selalu memenuhi permintaan Mama dan Kak Royan selama ini sangat menyayangiku seperti adik kandungnya sendiri. Apa yang aku minta selalu dituruti saat itu juga, tanpa harus menunggu esok."


"Mama seharusnya sebagai orang tua malu, apalagi mama telah berniat membunuh Kak Royan. Kalau Kak Royan mau, saat ini juga, Mama pasti mendekam di penjara," ucap Zeya kesal.


"Apa maksudmu Zey, jangan sembarangan ngomong dengan orang tua!"


"Mama tidak perlu berkilah, aku sudah tahu semuanya. Lihat ini Ma! apa yang telah Mama lakukan tadi di rumah sakit," ucap Zeya sambil menunjukkan foto yang anak buah Royan kirim di ponselnya.


"Ini bohong! Siapa yang berani memfitnah Mama," ucap Mama Shena.


"Jadi, apa yang terjadi di tempat ini juga bohong Ma! 20 orang wanita termasuk Kak Nayla, jika saja Kak Zero terlambat menyelamatkan mereka, mau jadi apa ke-20 wanita tersebut Ma! Mama terlalu kejam. Coba jika salah satu di antara mereka itu, adalah aku! Bagaimana perasaan Mama?" ucap Zeya lagi.


"Kamu nggak perlu ikut campur! Itu urusan Mama, toh ke depannya semua hasilnya untuk kamu!" seru Mama Shena.


"Maaf Ma, aku tidak butuh semua itu! apa yang ku miliki sekarang sudah lebih dari cukup. Aku sudah memiliki usaha sendiri Ma dan apa yang telah kak Royan berikan juga belum pernah aku pakai. Jika Mama mau berhenti menjalankan bisnis kotor ini, semua itu akan aku berikan kepada Mama. Kita bisa hidup lebih dari layak Ma dengan apa yang aku punya sekarang," ucap Zeya.


"Jika mama masih kurang percaya, ayo sekarang juga ikut aku Ma, aku akan tunjukkan perusahaan milikku sama Mama."


"Sudahlah! Kamu tidak perlu membual, apa yang kamu punya itu belum ada apa-apanya dengan usaha Mama," kekeh Sang Mama.


"Sekarang terserah Mama, jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap Mama, jangan salahkan aku! Aku sudah mengingatkan ya Ma!"


Setelah mengatakan semuanya, Zeya pun pergi dari tempat itu meninggalkan mamanya. Lalu dia menelepon Royan dan berkata, "Kak... aku sudah menyerah, percuma menasehati Mama, Mama tetap kekeh dengan pendiriannya. Sekarang aku serahkan semua kepada Kak Royan, mau Kakak apakan Mama," ucap Zeya.


Namun tanpa Zeya sadari sang Mama sudah menyuruh anak buahnya untuk menangkap Zeya dan mengurungnya di kamar.


Mama Shena tidak ingin Zeya terus mencampuri urusannya hingga dia sulit untuk menyingkirkan Royan beserta ibunya.


Setibanya di sana Mama langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengurung Zeya di dalam kerangkeng yang tadinya dia gunakan untuk mengurung para wanita.


Zeya pun berteriak, "Ma! Lepaskan aku, Mama tidak bisa memperlakukan aku seperti ini! Aku anak Mama, kenapa Mama memperlakukan aku seperti seorang tahanan!"


"Jaga dia! Jangan sampai dia keluar dari tempat ini, jika sampai keluar, kalian tidak akan melihat matahari besok pagi!" ancam Mama Shena kepada anak buahnya, lalu beliau pun berniat pergi dari tempat itu.


Namun sebelum mobilnya melaju, Zero yang sedari tadi memperhatikan segera menghadang Mama Shena.


"Lepaskan Zeya Tante! Mama macam apa Anda, sampai tega mengurung anak sendiri. Aku tidak akan membiarkan Anda semena-mena terhadap Zeya," ucap Zero tanpa segan lagi.


"Hahaha...kebetulan kamu di sini, jadi tidak susah lagi aku mencarimu. Kalian semua tangkap dia, jika melawan bunuh saja!" perintah Mama Shena kepada anak buahnya.


Empat orang anak buah Mama Shena langsung menyerang Zero dan mereka menggunakan senjata tajam.


Zero yang melihat lawannya mulai menyerang, dia pun segera menggunakan kekuatan supernya untuk menangkis serangan mereka.


Dengan sekali terjang, keempat anak buah itu terjungkal ke tanah dan Zero tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, lalu dengan sekali injak mereka langsung tidak berkutik lagi.


Mama terperanjat melihat langsung kekuatan Zero, pantas saja selama ini anak buahnya selalu kalah. Belum hilang rasa terkejutnya, tiba-tiba Zero menangkap Mama dan membawanya masuk ke dalam rumah di mana Zeya disekap.


Zero membuka gembok kerangkeng. Dengan sekali pukul gembok itu pun terbuka, lalu Zero mengeluarkan Zeya dari sana dan gantian memasukkan Mama Shena ke dalamnya.


"Zey...coba cari tali dan kita akan mengikat pintu ini hingga mama kamu tidak bisa keluar," pinta Zero.


"Ba**ngan kamu! Keluarkan aku dari sini, kamu akan menyesal telah mengurungku!" teriak Mama Shena.


"Kak...ini talinya," ucap Zeya sambil menyerahkan seutas tali tambang yang cukup besar.


Zero pun mengikat kuat-kuat pintu kerangkang agar Mama Shena tidak bisa lepas dari sana, jika tidak ada orang yang membukakan pintu kerangkeng tersebut.


"Zey...keluarkan Mama dari sini! cepat! Dasar kamu anak durhaka!" teriak mama kepada Zeya.


Zeya tidak memperdulikan teriakan sang mama, lalu setelah mengambil tas mama, Zeya pun bersama Zero


segera meninggalkan tempat itu.


Dalam perjalanan, Zeya menelepon anak buah Royan yang ada di sekitar tempat itu agar membawa makanan dan minuman untuk mamanya.


Walau bagaimanapun Shena adalah mamanya, Zeya tidak akan pernah tega, membiarkan sang mama mati kelaparan dan kehausan di dalam sana.


Zeya juga memberi tugas kepada anak buah Royan untuk menjaga rumah itu, jangan sampai ada orang yang datang untuk membebaskan mamanya.


Zero dan Zeya berjanji akan kembali besok pagi untuk melihat keadaan Mama Shena, tapi sebelum pergi Zero membisikkan sesuatu ke telinga pengawal tersebut.


Dia meminta, agar pengawal mencarikan seekor tikus, lalu memasukkannya ke kerangkeng mama Shena. Zero ingin membuat Mama jera dan meminta maaf kepada Royan.