SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG

SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG
EPISODE 68. CALON MENANTU


Zeya terbangun dari tidurnya, dia terkejut melihat sekeliling dan melihat dirinya ada di balik selimut. "Eh...dimana aku ini!" monolognya sembari bangkit dari sana.


"Oh...ini mungkin kamar Kak Zero," monolognya lagi saat melihat ada pakaian laki-laki tergantung di sana.


Zeya membuka pintu kamar untuk mencari keberadaan Zero. Saat dia berjalan melewati ruang keluarga, Zeya melihat seorang wanita tua baru keluar dari kamar.


Emak kaget ketika melihat ada seorang gadis cantik dan asing di dalam rumahnya, lalu beliaupun bertanya, "Siapa kamu?"


Zero yang saat ini sedang berjalan ke arah kamarnya ingin mengecek apakah Zeya sudah terbangun atau belum, begitu mendengar pertanyaan emaknya terhadap Zeya, diapun langsung menjawab, "Dia temanku Mak! Tadi Zeya tertidur, makanya Zero dan Kak Kiara membawanya ke kamar," ucap Zero menjelaskan ke Emak. Zero takut, emak menyangka yang bukan-bukan karena melihat seorang gadis keluar dari dalam kamarnya.


"Oh... Mak kira ada putri dari kahyangan sedang turun untuk memberikan berkahnya di rumah kita," ucap Mak Salmah sembari tersenyum ke arah Zeya.


"Perkenalkan Mak, saya Zeya," ucapnya sambil mengulurkan tangan.


"Mak Salmah, emaknya Zero," jawab emak dengan membalas uluran tangan Zeya.


"Cantik sekali kamu Nak! benar seperti seorang putri dan tanganmu halus, siapa yang mengira putri seperti mu mau berkunjung ke gubuk kami."


"Mak bisa saja," ucap Zeya malu.


"Bagaimana kakimu?" tanya Zero.


"Sudah lumayan kok Kak, nggak terlalu sakit lagi."


"Syukur deh, tadi saat kamu tidur, aku telah memberinya betadine, mudah-mudahan besok, lukanya sudah mengering. Oh ya...kamu 'kan sudah tahu rumahku, juga sudah kenal emak, ayo aku kenalkan kepada Kak Kiara dan yang lain, kebetulan mereka juga sedang berkumpul di ruang tamu," ajak Zero.


"Iya Nak, pergilah! Emak mau ke belakang dulu," ucap Mak Salmah.


Zeya mengikuti Zero ke ruang tamu, di sana telah berkumpul Kiara dan yang lain. Melihat kedatangan Zero dan Zeya semua tersenyum, mereka melihat ada kecocokan diantara keduanya.


Melihat senyum di wajah orang-orang yang sedang duduk di sana membuat hati Zeya menghangat, dia senang di sambut welcome oleh keluarga Zero.


Kenalkan Zey, itu Bang Togar dan istri, ini Kak Kiara, dan mereka, kamu pasti sudah mengenalnya.


Zeya mengangguk sambil menyalami semua yang ada di sana. "Oh ya Kak, Bang...Zeya adalah adik dari Kak Royan."


"Apa? Serius kamu Dek?" tanya semua yang ada di sana.


"Iya Bang, Kak...aku adek Kak Royan, maaf jika selama ini citra dan perlakuan Kak Royan sangat buruk di mata kalian. Aku mewakili Kak Royan mohon maaf."


"Maksud Ibu?"


"Aku tantenya Royan, adik Mamanya. Kami baru tahu tadi, saat Royan menunjukkan foto-foto lama ibunya karena dia merasa curiga ada kemiripan antara aku dan Mamanya saat mengobati luka di wajahku akibat perbuatan anak buahnya."


"Oh ya Tan, salam kenal, aku Zeya adik Kak Royan beda Ibu."


"Iya, tadi Royan sempat bilang bahwa dia punya seorang adik perempuan, tapi karena kamu sedang keluar, dia belum bisa memperkenalkanmu kepada kami."


Saat mereka asyik mengobrol, emak pun datang dan ikut bergabung dengan mereka.


"Kakimu kenapa kok sampai luka seperti itu Nak?" tanya emak kepada Zeya.


"Biasa Mak, orang kaya nggak pernah jalan kaki, eh... ngeyel, maksa mau ikut kesini, katanya ingin kenal Emak dan semuanya. Padahal dari Villa kakaknya tidak ada kenderaan umum yang lewat."


"Oh...pantasan Mak, tadi saat datang Dek Zeya digendong oleh Zero, berarti ini calon mantu dan calon adik kami," ucap Kiara cengengesan.


Kiara mendapatkan tatapan tajam dari Zero lalu dia menutup mulutnya sambil tertawa. Dia tahu, Zero tidak mungkin marah beneran terhadapnya.


Wajah Zeya memerah, dia malu, tapi dalam hatinya dia merasa senang. Menurutnya keluarga Zero cukup hangat dan terbuka, suka berterus terang dalam berucap serta ramah. Keluarga seperti inilah yang Zeya dambakan sejak lama, yang tidak pernah dia dapatkan dari orangtuanya.


"Mana mau Nak Zeya dengan anak emak, lihatlah tampangnya biasa, tidak pandai bergaya seperti pemuda lainnya, walau sebenarnya bagi emak, anak emak ini, paling ganteng, paling baik dan paling rajin sedunia," puji emak kepada Zero.


"Walaupun tampang pas-pasan begini, aku idola di sekolah lho Mak!" canda Zero.


"Pede amat! Memangnya siapa juga yang mau sama anak buluk emak!" ucap Mak Salmah sembari mengacak rambut Zero yang kebetulan duduk disamping beliau.


Semua yang di sana tertawa, mereka tidak menduga, jika Zeya nyeletuk tanpa malu-malu, "Zeya mau kok Mak, tapi sayang... Kak Zero nolak Zeya, katanya Zeya bukan tipe gadis idamannya."


"Huh... dasar anak emak, sok pilih-pilih!" ucap emak sambil menjewer cuping telinga Zero.


"Ampun Mak! bukan pilih-pilih, tapi memang harus milih, biar nggak salah dan berharap dapat calon istri yang nantinya sayang sama emak."


"Terutama harus sayang sama kamu Ro! Kalau emak, nggak bakal lama lagi bersama kalian, jadi carilah calon istri yang betul-betul sayang dan pandai mengurusmu serta pandai mengurus anak-anak kalian nantinya."


🌟 Terimakasih atas dukungan sahabat semuanya, semoga berkah selalu🤲. Aku tunggu terus lho... dukungan selanjutnya, dengan cara follow akun, Pavorit, vote, like, coment dan rate bintang limanya 🙏😉


SEE YOU ♥️♥️♥️