SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG

SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG
EPISODE 55. PERUBAHAN SIKAP ROYAN


Royan tertawa saat mendengar anak buahnya telah menemukan anak dan istrinya Beni, dia yakin sebentar lagi Beni sendiri yang akan menyerahkan diri tanpa mereka harus susah payah mencarinya.


"Kerja bagus, bagaimana yang lain? Apa sudah menemukan keberadaan Nayla dan Abahnya?" tanya Royan kepada Frengky.


"Belum Bos, mereka sedang berusaha. Mereka sudah mencari ke tempat-tempat yang bos bilang bahkan di keluarga Abahnya juga tidak ada, mereka bahkan belum tahu jika pernikahan Bos dibatalkan."


"Apa! Berarti Nayla belum memberitahu keluarganya? Masih ada harapan dong jika begitu. Cari terus dan cepat kabari, aku tidak mau kehilangan mereka. Apapun akan aku lakukan agar bisa menikah dengan Nayla."


"Baik Bos!"


"Sekarang antar aku untuk menemui keluarga Beni, aku ingin melihat sampai dimana kepedulian Beni terhadap keluarganya. Aku sendiri yang akan menelephone dia."


Kemudian Frengky menyiapkan mobil, dia akan mengantar Royan ke rumah dimana sekarang anak buahnya sedang berkumpul.


Hanya membutuhkan waktu sekitar setengah jam, Royan dan Frengky pun sudah tiba di sana. Saat melihat Royan datang, semuanya tertunduk, mereka langsung terdiam dari segala celotehannya.


"Dimana mereka!" seru Royan.


"Di ruangan belakang Bos," ucap anggota Royan hampir berbarengan.


Royan tanpa basa basi lagi segera menuju ke ruangan yang mereka maksud.


Royan membuka kunci ruangan tersebut, di sana terlihat seorang wanita paruh baya sedang diikat di kursi dengan wajah tertunduk dan seorang remaja juga terikat di sebelahnya.


Saat mendengar suara pintu terbuka, wanita tersebut menengadahkan wajahnya. Royan sangat terkejut, dia seperti mengenal wanita itu tapi diapun lupa dimana pernah melihatnya.


Royan mengepalkan kedua tangannya, saat melihat sisi sebelah kanan wajah wanita itu terluka dan masih ada darah menetes di sana.


Seketika Royan berteriak lantang, memanggil pengawalnya, "Franky! Bawa orang yang telah menangkap dan membawa mereka kesini!"


"Baik Bos!" ucap Franky yang saat ini sedang berdiri di ambang pintu.


Franky segera mengumpulkan semua anak buahnya yang ada di sana lalu dia bertanya, "Siapa yang telah menangkap dan membawa wanita itu, harap masuk! karena Bos memanggil kalian."


"Aku Kak Frank!" ucap Trian sambil tersenyum, dalam hati dia berharap bos akan senang, memuji hasil kerjanya serta akan memberikan imbalan.


"Cepat masuk! Bos memanggilmu."


Trian segera masuk ke dalam, sambil tetap tertunduk, mereka memang harus bersikap seperti itu jika sedang berada di hadapan Royan. Karena Royan tidak suka jika anak buahnya berani menatap dirinya tanpa dia minta.


"Kamu yang membawa mereka kesini?" tanya Royan.


"Iya Bos, aku berhasil menemukan mereka."


Tiba-tiba tangan Royan melayang ke wajah Trian sekuatnya hingga menimbulkan bunyi dan meninggalkan bekas telapak tangan di sana.


Trian tidak berani bersuara sedikitpun karena pantang bagi mereka untuk membantah setiap perlakuan Royan.


Royan yang melihat Trian hanya pasrah menerima tamparan darinya pun segera berkata, "Kamu tahu, apa kesalahanmu hingga aku menamparmu?" tanya Royan sambil mencengkeram rahang Trian.


"Ampun Bos! Aku tidak tahu, aku salah apa Bos?" tanya Trian yang ketakutan sambil meringis kesakitan tapi dia tidak berani menatap mata Royan.


"Masih tidak tahu apa kesalahanmu?"


Trian hanya menggeleng.


"Sekarang ku beritahu, plaakk..."


Sekali lagi tamparan keras dari Royan mendarat di pipi Trian yang satunya lagi.


"Ampun Bos, maafkan kesalahanku Bos!" ucap Trian memohon.


"Sekarang kamu tahu kesalahanmu apa? Coba kamu pandang wanita itu, siapa yang memerintahmu untuk melukainya hah!" bentak Royan.


Lalu dia berkata lagi, "Apa ada aku perintahkan kalian untuk melukainya?"


"Tidak Bos, maaf Bos, aku salah," ucap Trian lagi.


"Sekarang kamu keluar! Ambilkan kotak P3K, cepat!"


"Baik Bos," ucap Trian bergegas pergi untuk mengambil apa yang di minta oleh Royan.


Franky yang melihat hal itupun merasa heran, kenapa Bosnya sekarang semakin aneh. Royan di hadapan Franky ini bukan Royan yang biasanya dia kenal.


Royan yang sekarang punya rasa belas kasih, sementara Royan yang biasanya adalah Royan yang sangat kejam bahkan terhadap seorang wanita.


Trian yang sudah kembali dengan membawa kotak P3K segera mendekat, dia ingin mengobati luka pada wajah istri Beni tapi Royan merampas kotak itu dari tangannya.


"Keluar!" bentak Royan.


Trian pun segera mundur, saat dia sudah diambang pintu, Royan kembali berkata, "Mulai saat ini, siapapun yang berani menyakiti seorang wanita, aku tidak akan memberi ampun. Ingat itu!"


"Iya Bos," ucap Trian. Dengan terburu-buru diapun meninggalkan tempat itu sebelum Royan berubah pikiran.


Royan dengan telaten membersihkan darah yang ada di wajah istri Beni, lalu dia memberikan bethadine pada luka itu dan menempelkan plaster untuk sementara.


Setelah selesai mengobati luka tersebut, Royan pun mengatupkan kedua tangannya tanpa bersuara. Kemudian Royan memberikan kotak P3K kepada Franky sambil berkata, "Lepaskan ikatannya dan beri mereka makanan."