REINKARNASI SERIGALA PUTIH

REINKARNASI SERIGALA PUTIH
Tebing Van


Lirih Laga membaringkan Dita yang terlihat begitu lemas dengan beberapa luka sayatan dan darah vampir yang mengalir. Laga mencoba membantu Dita dengan mengobati lukanya agar rasa sakit itu sedikit berkurang.


Dengan manahan sakit, Dita meminta Laga untuk tidak terlalu mencemaskannya. Karena luka itu tak sebanding dengan luka yang dialami bangsa serigala karena ulah bangsa vampir.


"Lalu sekarang bagaimana, Ratu kita sudah di bawa pergi oleh bangsa vampir. Apa kita hanya tinggal diam di sini dan menunggu kabar buruk kembali menimpa bangsa serigala!" ucap salah seorang serigala.


"Benar!. Kita sudah menanti selama bertahun-tahun kembalinya Ratu Serigala Putih. Dan dalam situasi ini, kita tidak bisa tinggal diam. Jika kita tidak menyelamatkan Ratu, maka 12 jam kedepan kita akan kehilangan dia selama-lamanya. Kita harus segera bertindak dan menyelamatkan Ratu. Karena jika tidak, maka kehancuran bangsa serigala hanya tinggal menghitung jam!" ujar bangsa serigala yang lain.


Data dan Stiv pun ikut membenarkan hal itu, karena jika mereka tidak segera bertindak dan menyelamatkan Ratu serigala maka darah Ratu mereka akan masuk sepenuhnya ke dalam belati pusaka bangsa vampir. Dan keinginan bangsa vampir untuk menghancurkan bangsa serigala akan tercapai dengan segera.


"Kalian tidak perlu khawatir akan hak itu," kata Dita.


"Bagaimana kita tidak khawatir, sementara nyawa ratu kita sedang berada di ambang kematian!"


Jelas Dita mengatakan kalau Riko pun tidak akan membiarkan nyawa ratu serigala dalam bahaya.


Namun, salah seorang vampir pun langsung memotong ucapan Dita dengan mengatakan bahwa Riko itu vampir, dan keluarga dialah yang sangat menginginkan kematian Ratu Serigala Putih.


"Sejujurnya, sampai detik ini saya tidak bisa percaya dengan vampir manapun, apalagi dari keluarga Astra. Kita percaya dengan kamu, itu karena Laga. Dan kami yakin, kamu tidak akan mengecewakan kami. Tapi dalam situasi ini apapun bisa terjadi, untuk sekarang nyawapun akan kami korbankan untuk Ratu Serigala!" lanjutnya.


Angguk serigala lainnya setuju, namun mereka bingung harus mencari Ratu mereka kemana, dan mereka pun berasumsi bahwa Riko telah membawa Ratu serigala ke istana vampir.


Dita pun meminta bangsa serigala kali ini percaya padanya kalau Riko justru pergi membawa Ratu serigala untuk menyelamatkan.


"Dan saya tau kemana Riko membawa ratu serigala pergi?" sambung Dita.


Dita pun menjelaskan hanya ada satu tempat yang akan menyelamatkan Ratu serigala Putih dari belati pusaka, yang mana tempat itu tidak lain adalah "Tebing Van" yang hanya di ketahui oleh vampir ksatria. Dimana di puncak tebing itu terdapat sebuah bunga putih kristal yang telah berumur ribuan tahun.


"Tapi.."


"Tapi apa, tapi apa Dita. Katakan?" tekan Laga.


"Untuk mencapai puncak itu terbilang sangat sulit. Karena tebing itu dikelilingi dengan tumbuhan duri beracun yang sangat mematikan. Sedikit saja duri itu mengenai tubuh, maka kalian akan menghadapi sakitnya kematian secara perlahan. Itulah kenapa tebing itu merupakan tebing terlarang, dan hanya vampir ksatria saja yang mengetahui.


"Tapi bagaiman Riko mengetahui tempat itu?"


"Saya yang memberitahu. Karena sejak kecil saya sudah melihat jiwa ksatria Riko yang sebenarnya tidak menginginkan peperangan dari kebanyakan vampir lainnya. Dan sebelum peperangan terjadi kami sudah saling bertemu. Saat ia membawa Anggin, dia juga memberikan isyarat pada saya."


Dita pun meminta bangsa serigala untuk menyusul Riko, karena pastinya Seli akan memberitahu dan memerintahkan bangsa vampir menggagalkan rencana Riko menyelamatkan Ratu serigala.


"Tapi.." terpotong Stiv.


"Tapi apa?. Mungkin tebing itu terbilang sulit, namun bukan berarti tidak memungkin mencapai puncaknya. Seperti yang saya bilang, kalau bangsa vampir sangat menginginkan kematian Ratu serigala, dan apapun bisa mereka lakukan. Sementara Riko hanya mempunyai waktu kurang lebih 12 jam saja, manalagi dengan kondisinya yang juga begitu lemah" jelas Dita.


"Benar apa yang di ucapkan Dita. Kita harus segera kesana, kita tidak bisa tinggal diam dan menunggu waktu" balas Laga.


Bangsa serigala pun bersiap dan langsung melesat pergi ke tebing itu.


...