REINKARNASI SERIGALA PUTIH

REINKARNASI SERIGALA PUTIH
Datang kembali


Langsung Anggin memotong jalan dan berdiri tepat dihadapan vampir itu, terkejut vampir itu dengan segera mencoba menghindar.


Henti Anggin dengan keras memegang tangan wanita vampir, "Kenapa kamu selalu mengikuti saya?"


"Lepasin!. Apa maksud kamu?" gugup sang vampir mencoba mengelak.


"Jangan bohong, dan jangan kamu fikir kalau saya tidak tahu. Saya tau kalau kamu adalah vampir mata-mata!. Saya nggak akan membiarkan kalian para vampir, punya kesempatan menyakiti bangsa serigala lagi!" hilang kendali Anggin mencoba menyerang wanita vampir itu.


"Tunggu!" teriaknya.


Disisi lain, dengan kelelahan Marsel terus berlari, dan tak sengaja ia bertabrakan dengan Cio yang sedang melesat. Sigap Cio menangkap Marsel yang jatuh ke pelukannya, tertegun mereka saling menatap. Degup kencang jantung Marsel memegang dadanya dengan gugup.


Lirih Marsel bangkit dari pelukan Cio dengan wajah yang memerah mencoba tetap tenang, batinnya merasa bahagia sekaligus takut saat mendengar ucapan Anggin yang mengatakan kalau Cio dan keluarganya adalah seorang vampir.


"Siapa sangka kalau ada vampir secantik ini" batinnya.


"Ka-kamu, ngapain disini?" ucap Cio.


"E-enggak, gue cuma mau berangkat sekolah aja. Sekalian jogging, biar sehat gitu" santai Marsel mengibaskan tangan seolah berolahraga.


Angguk Cio dengan senyum malu-malunya. Tanpa canggung, terus Marsel menggoda Cio dan mengajakknya untuk pergi ke sekolah bersama.


"Jalan kaki?" lirih Cio.


"Ia dong. Nanti kalau kamu capek biar aku gendong" menggandeng mesra tangan Cio.


"Kamu tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk menghadapi saya. Saya tidak akan pernah menyakiti bangsa serigala, karena saya bukan vampir seperti itu" ucap wanita vampir.


"Saya sudah muak dengan ucapan seperti ini, apalagi dari bangsa vampir. Karena ucapan kalian itu, hanya omong kosong!. Dibalik kebaikan yang kalian lakukan, sudah pasti ada maksud tersembunyi. Sebenarnya apa mau kalian, apa kalian hanya bisa menyerang dari belakang!" emosi Anggin.


Tanpa basa-basi, langsung Anggin menggenggam erat tangan wanita vampir itu dan membawanya melesat pergi. Henti langkah Anggin sedikit keras dibalut emosi melempar sang vampir tepat dihadapan bangsa serigala.


Tertegun kaget bangsa serigala menyorot tajam vampir itu, lirih sang vampir mengangkat kepalanya yang justru membuat bangsa serigala semakin terkejut.


"Dita?" lirih Laga diiringi bisikan bangsa serigala lainnya.


Sontak, Laga pun mendekati Dita dengan tatapan tak percaya sembari memegang pundaknya.


"Ka-kamu masih hidup?. Kamu kemana aja selama ini, kenapa kamu tiba-tiba menghilang?"


"Dita?" lirih Anggin.


Bingung Anggin bertanya pada seluruh bangsa serigala kenapa ia justru berbuat baik kepada wanita vampir itu, seolah ada kebaikan besar yang dilakukannya.


"Ada apa sama kalian?"


Lirih Laga membantu Dita berdiri, dan dengan tenang meminta Anggin untuk duduk dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


Singkatnya, Laga menjelaskan kebenaran Dita pada Anggin yang belum diketahuinya. Yang mana Dita merupakan vampir ksatria yang sangat menginginkan kedamaian antara bangsa serigala dan vampir.


Banyak pengorbanan yang sudah dilakukan Dita untuk menyatukan kedua bangsa itu (terutama bangsa serigala). Hingga akhirnya saat peperangan beberapa tahun lalu terjadi, Dita dinyatakan gugur oleh bangsa vampir.


"Tapi sekarang, bagaimana ini terjadi?" bingung Laga sembari menatap tak percaya Dita.


...