REINKARNASI SERIGALA PUTIH

REINKARNASI SERIGALA PUTIH
Luap


"Penghianat!" teriak lirih Seli tersulut emosi.


Bangsa vampir pun ikut dibuat terkejut dengan kehadiran Dita di peperangan malam itu, manalagi Dita yang justru muncul dengan membela pihak musuh.


"Dita?" ucap lirih bangsa vampir.


"Penghianatan macam apalagi ini?. Tiba-tiba lo ada disini, dan yang paling parah, bisa-bisanya lo membela pihak musuh!. Memang salah jika bangsa vampir hanya mengasingkan lo, karena penghianat seperti lo ini memang pantas untuk dihabisi!" ucap Seli.


Langsung Seli menyerang Dita dan mencoba melumpuhkannya dan peperangan pun kembali terjadi.


Tubuh Riko yang terbaring lemah tak bertenaga mencoba meraih tangan Anggin berniat untuk menyelamatkannya. Berulang kali Riko mencoba, namun untuk mengangkat tangannya saja ia tak mampu.


Melihat keadaan Anggin yang semjnakin memburuk dan niat bangsa vampir untuk menyingkirkan Anggin hampir tercapai, Riko pun tak tinggal diam.


"Selama aku masih hidup, aku nggak akan biarin hal buruk menimpa kamu Anggin. Aku, ada di sini cuma untuk kamu!" lirih Riko mencoba bangkit menahan sakit.


Sebelum bangsa vampir datang mengamankan Anggin, Riko pun lekas membawa Anggin pergi jauh tanpa sepengetahuan dari kedua bangsa itu.


Beberapa serangan Seli keluarkan dan berhasil melumpuhkan Dita yang membuatnya tak mampu berkutik bahkan bangkit, "Penghianatan seperti lo, tidak pantas hidup!" teriak Seli menghabisi Dita.


Pasrah Dita sembari menutup matanya seolah ikhlas jika ia harus binasa saat itu juga. Namun, sebelum tangan Seli menyentuh tubuh Dita, Laga pun datang menghentikan dengan memegang erat tangan Seli.


Lirik Seli menatap tajam Laga penuh emosi, "Lepasin tangan gue, atau lo juga akan gue habisi!" geramnya.


"Silahkan kalo lo bisa!. Apakah, Riko juga termasuk penghianat yang akan lo habisi juga?" singgung Laga.


"Apa maksud lo?" bingung Seli.


Laga pun seolah memainkan mata memberi isyarat bahwa Riko telah membawa Anggin pergi. Toleh Seli dengan tatapan tak percaya, liriknya kesana kemari mencari Riko dan ratu serigala.


"Kemana Riko?. Dan, Anggin?"


"Riko, membawa Anggin pergi untuk menyelamatkannya" ucap tenang Laga.


"Mungkin lo nggak akan paham seberapa besar cinta Riko untuk Anggin. Tapi gue, paham betul bagaimana perasaan mereka. Jika Riko saja mampu mengorbankan hidupnya sendiri untuk Anggin, maka tidak akan ada kata tidak kalau dia juga akan mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan cintanya itu" sambung Laga.


Angguk Dita dengan senyum lega terbaring tak berdaya.


"Nggak, ini nggak mungkin!"


Bergegas Seli meninggalkan medan peperangan untuk mencari Anggin dan Riko, namun Laga pun kembali menghentikan langkah Seli.


"Lo mau kemana, kita selesaikan peperangan ini, baru lo boleh pergi."


"Lepasin gue!. Gue nggak ada waktu, buat ngadepin serigala mental lemah kayak lo!"


Terus Laga mengulur waktu untuk menghentikan Seli dan membiarkan Riko mencari cara untuk bisa menyelamatkan Anggin. Akhirnya, peperangan antara Laga dan Seli pun terjadi, hingga akhirnya Laga berhasil melumpuhkan Seli dengan memberi sayatan pada tubuhnya.


Namun, sebelum Laga berhasil menghabisi, peperangan pun berakhir dan membuat Laga mengurungkan niatnya.


"Ini belum berakhir, jika hal buruk terjadi pada Ratu serigala, bisa jadi peperangan selanjutnya akan menjadi akhir dari kalian semua!" ancam Laga.


Segera Laga menolong dan membawa Dita pergi. Sementara Astra beserta bangsa vampir mencoba menolong Seli dan beberapa vampir yang terluka.


"Kamu tidak kenapa-napa?"


Geleng Seli dengan raut wajah kesalnya, "Jangan pikirin gue!. Tapi kita harus segera mencari Ratu serigala, karena Riko telah menghianati kita dengan mencoba menyelamatkan Anggin!"


"Apa, Riko?" terkejut Cio.


Begitu juga dengan bangsa vampir lainnya yang tak percaya dengan penghianatan yang dilakukan Riko.


...