REINKARNASI SERIGALA PUTIH

REINKARNASI SERIGALA PUTIH
Kenyataan


Laga bersama dua saudaranya yang mendengar auman itu langsung mengenali kalau itu adalah auman dari serigala putih. Mereka menatap bulan dan menduga kalau gen serigala itu sudah menguasai tubuh Anggin, mereka segera melesat pergi mencari Anggin karena tidak ingin Anggin melakukan suatu hal yang akan berakibat fatal.


Tara bersama ketiga anaknya langsung berkumpul saat mendengar auman serigala. Wajah cemas mereka karena purnama muncul lebih cepat dari perkiraannya, Tara lantas menyuruh Riko segera bertindak sebelum gadis serigala itu mengetahui semuanya.


"Tujuan kita saat ini adalah mengambil belati pusaka, ini tugas kamu Riko. Secepatnya, kamu ambil belati itu" ucap Tara.


Angguk lirih Riko. Sementara Cio bertanya pada bundanya bagaimana serigala itu akan tau, selagi tidak ada yang memberitahunya. Sahut Tara menjawab, kalaupun tidak ada yang memberitahu gadis serigala itu masalah yang sebenarnya. Tapi perlahan memori ingatannya akan muncul dan mengingat kejadian masalalu, karena indra dari serigala putih sangatlah kuat dan tajam.


Langkah Anggin terhenti di dalam hutan dan tubuh yang berubah menjadi manusia, namun dengan cakar dan taring serigala. Emosi yang tak terkontrol membuatnya menyakiti diri sendiri dengan menyamar beberapa bagian tubuh.


"Aaa!.. apa yang terjadi sama gue" tekan Anggin menahan sakit.


Tak berselang lama Laga dan kedua saudaranya tiba, mereka langsung mendekat pada Anggin dan memintanya untuk menenangkan diri dan mengontrol emosinya.


"Coba kamu tenang, jangan memberontak, dan kendalikan diri" lembut Laga.


Anggin mencoba mengikuti ucapan Laga sambil menarik nafas dalam-dalam, ia berusaha menahan diri dengan cengkraman yang begitu kuat. Perlahan taring dan cakarnya mulai menghilang, Anggin pun langsung terduduk lemas tak bertenaga. Laga membantu Anggin berdiri dan membawanya segera pergi dari tempat itu ke tempat yang lebih aman untuk mengobati lukanya.


Duduk Anggin terdiam lemas, ia masih tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


"Kenapa?. Kamu pasti bingung dan bertanya-tanya dengan apa yang baru aja terjadi sama kamu" ucap laga sembari mengobati luka Anggin.


"Sebenarnya apa yang terjadi sama gue?. Kalian pasti tau ini kan!. Atau jangan-jangan, ini ulah kalian bertiga?. Kalian yang udah buat gue jadi kayak gini, dengan pura-pura baik sama gue!"


"Nggak, gue bukan serigala!. Gue manusia!"


"Mau kamu menolak sekalipun, itu nggak akan mengubah kenyataan dan jati diri kamu yang sebenarnya. Dan kenyataannya, kamu adalah keturunan bangsa serigala. Dalam tubuh kamu, mengalir darah serigala" lanjut Data.


Syok Anggin tak percaya dengan wajahnya yang terlihat bingung dan sedih, ia begitu tak paham dengan apa yang sebenarnya terjadi. Ia lantas bertanya bagaimana bisa darah serigala mengalir dalam tubuhnya, sementara ia terlahir sebagai manusia normal.


Dengan tenang Laga menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana ia harus menjadi manusia dan hidup di bumi layaknya manusia biasa. Setelah mendengar pernyataan Laga dan saudaranya, Anggin masih tak percaya. Ia masih merasa kalau itu hanya rekayasa mereka saja yang ingin menjebaknya, bergegas Anggin bangkit dan pergi dari tempat itu.


"Menerima kenyataan ini, tentunya sangat sulit. Apalagi selama 18 tahun, kamu menjalani hidup layaknya manusia. Dan sekarang, kamu harus di hadapkan dengan kenyataan yang mungkin menurut kamu tidak masuk logika. Tapi inilah yang sebenarnya, karena semua bukti sudah ada di hadapan kamu" kata Laga.


Sejenak Anggin menghentikan langkah dan mendengarkan apa yang di katakan Laga.


"Ada banyak bangsa serigala yang sedang menunggu kamu agar bisa membebaskan mereka dari kaum vampir. Termasuk bunda kamu, Astra" sambung Laga.


Anggin yang masih belum menerima kenyataan dan belum percaya dengan ucapan mereka, langsung segera pergi.


"Dia perlu ruang sendiri untuk bisa mencerna apa yang kita katakan. Dan perlahan-lahan, dia pasti paham dan tau apa yang harus dia lakukan selanjutnya."


***