REINKARNASI SERIGALA PUTIH

REINKARNASI SERIGALA PUTIH
Penuh emosi!


Peperangan antara bangsa serigala dan vampir masih belum berakhir, serangan demi serangan mereka lemparkan satu sama lain. Dalam peperangan ini, Tara mencoba melumpuhkan Ratu Serigala (Astra). Kali ini Tara memakai sebagian kekutan dari belati pusaka, tanpa berlama-lama, Tara langsung mematahkan kekuatan Astra dan membuatnya terjatuh lemas karena serangan belati itu. Salah satu bangsa serigala yang mencoba menolong Astra pun ikut menjadi korban.


"Dean!" teriak lemas Astra yang melihat salah satu bangsanya menjadi korban.


"Udah cukup, kalian semua lari dari takdir kalian. Sekarang saatnya sudah tiba, semua yang gagal beberapa tahun lalu, akan saya tuntaskan sekarang!" tekan Tara.


"Kamu mungkin bisa habisi saya, tapi tidak dengan calon Ratu Serigala Putih!. Mungkin kamu menganggap semuanya sama seperti beberapa tahun lalu, tapi nyatanya, semua keadaan sudah sangat jauh berbeda. Bangsa serigala, sekarang tidak selemah itu!"


"Omong kosong!. Apapun yang kamu bicarakan, tidak akan mempengaruhi saya sedikitpun!"


Tanpa berlama-lama lagi, Tara langsung mengarahkan belati pusaka tepat ke jantung Ratu Serigala. Namun tak disangka-sangka, saat belati hampir mengenai tubuhnya, Astra tiba-tiba menghilang dan membuat belati itu tertancap pada sebatang pohon.


Terkejut Tara segera melesat dan mengambil perlahan belatinya, bertanya-tanya ia bagaimana hal itu bisa terjadi sementara ia sendiri melihat kalau Astra sudah lemas tak berdaya karena serangan belati pusaka. Ia mencoba mengendus apakah ada pihak serigala yang sudah membantunya.


"Tapi, kalau benar ada serigala yang membatu dia, kenapa saya tidak bisa mencium sedikit saja bau serigala itu?" bingung Tara.


Disisi lain Laga mulai merasakan hal yang aneh, yang mana dalam dalam peperangan itu dia tidak melihat keberadaan Anggin.


"Kenapa bisa dia menghilang tiba-tiba dan diwaktu yang tidak tepat. Kemana sebenarnya dia?" kembali Laga melanjutkan peperangan.


Sejenak keluarga Tara dan Seli berkumpul, lirih Seli mengatakan kalau ia sama sekali tidak melihat keberadaan serigala putih (Anggin) dalam peperangan itu. Tara juga mengatakan kalau Astra tiba-tiba menghilang saat ia akan melancarkan serangannya.


"Atau mungkin, ini memang rencana mereka. Sengaja pergi, dari peperangan ini?"


"Tidak mungkin Astra bisa pergi begitu saja, karena serangan belati puh saka sudah melumpuhkan kekuatannya" lanjut Tara.


"Tapi, Anggin bisa?"


Kerut alis Riko sedikit terkejut mendengar ucapan Seli, batinnya bertanya bagaiman bisa Anggin melakukan hal itu sementara dia saja sedang disekap, dan Riko juga baru saja datang dan belum melakukan hal apapun.


Orang misterius itu pun membawa Astra ke sebuah tempat yang aman, dengan wajah yang tertutup ia segera pergi meninggalkan Astra. Dengan menahan sakit, Astra melihat ke sekeliling tempat itu.


"Siapa dia, kenapa dia bawa saya ke tempat ini dan pergi begitu saja?. Saya tidak bisa mencium apapun dari dirinya, tidak aroma serigala ataupun vampir," lirih Astra.


Disisi lain, Anggin terus berusaha membuka ikatannya dengan meraih kristal menggunakan kaki. Namun, percobaannya itu terus gagal dan membuatnya merasa lelah.


"Ahhh!. Semua usaha gue percuma, gue tetep nggak bisa keluar dari sini!. Gue nggak tau, sekarang apa yang sedang bangsa gue hadapi tanpa gue disana. Ini semua karena Riko!, gue nggak akan maafin lo kalau sampai bangsa serigala menghadapi masalah besar. Riko!.." teriaknya.


***