REINKARNASI SERIGALA PUTIH

REINKARNASI SERIGALA PUTIH
Tong sampah


Malam hari, terduduk Riko ditaman rumah sambil menatap langit. Tatapan seolah memikirkan suatu hal yang membuatnya begitu gelisah. Ya, seperti biasa. Anggin yang selalu memenuhi pikirannya, membuat ia tak tahu bagaimana mengontrol diri dan tak fokus pada tujuan awalnya.


Berdiri ia menggaruk kepala dan mengusap wajah bingung, menendang kursi yang ada disebelahnya dengan emosi.


"Hahh!.."


Tak lama, Cio datang melihat Riko dengan senyum dinginnya.


"Sepertinya lo udah lupa sama tujuan awal lo karena manusia itu."


"Manusia apa maksud lo?"


"Hehe, Riko Riko. Lo pikir gue bodoh. Lo kira gue nggak tau, kalau lo udah mulai ada rasa dengan gadis manusia yang namanya Anggin itu kan!"


Gugup Riko menjawab kalau dia tidak memiliki rasa dengan manusia itu, tawa lirih Cio mengatakan kalau mungkin dia tidak bisa membaca pikirannya. Namun, ia adalah vampir dan memiliki insting yang tajam.


"Gue ingetin sekali lagi. Tujuan kita datang ke bumi, untuk mencari gadis serigala. Bukan untuk mencari cinta sama para manusia. Lo buang perasaan lo untuk manusia itu. Atau perlu gue yang singkirin dia, supaya dia nggak menghalangi jalan kita!"


Emosi Riko memberi peringatan pada Cio untuk diam dan tidak melakukan hal yang bodoh, apalagi membunuh manusia yang tidak mengganggu mereka.


"Apa lo bilang, nggak mengganggu?. Dia udah jelas-jelas mengganggu dan membuat lo lupa sama tujuan awal lo!"


"Lebih baik lo diem, lo nggak tau apa-apa" tekan Riko.


"Ya lo kasih tau gue, apa maksud lo!"


Geleng Riko menahan emosi dan melesat meninggalkan Cio "Lo nggak akan tau maksud gue."


Merunduk Marsel ditengah jalan mencoba menangkap kucingnya yang kabur dan bersembunyi di semak-semak. Tak sengaja Riko menabrak Marsel dari belakang dan membuatnya terpental tak bisa menyeimbangkan badan, alhasil kepalanya kepala Marsel masuk ke dalam tong sampah yang ada didepannya.


Lucu Marsel merengek kesal mengangkat kepalanya dari tong sampah dengan beberapa sampah yang masih menempel di wajah dan kepala.


"Bau banget!"


Balik badan Marsel dengan kesal sedikit terkejut melihat Riko, berjalan sok gagah sambil berteriak lucu marah pada Riko.


"Wah, elo lagi. Emang biang korek ya lo. Sembarangan main nabrak orang!"


Datar Riko menatap, sambil meminta maaf karena ia tak sengaja.


"Maaf maaf. Kepala gue sampek nyungsep ke tong sampah, lo cuma minta maaf!. Udah nggak bisa dibiarin lagi ini, sekarang lo rasain jurus gue!"


Gaya Marsel dengan tingkah kocaknya seolah mengeluarkan jurus kungfu, berbalik badan sambil menarik nafas dengan panjang dan menutup mata. Riko yang tak mau meladeni Marsel dan membuat urusan semakin panjang, iapun memutuskan untuk pergi.


Marsel yang tak sadar kalau Riko sudah pergi, langsung mengeluarkan jurusan mendorongnya dan membuatnya jatuh tengkurap.


"Aduh.. sakit. Dua kali gue sial gara-gara si Riko codet. Lagian tu orang kenapa cepat banget yak ngilangnya" lirih Marsel mengangkat kepala dan tangannya untuk berdiri.


"Awas lo ya, tunggu pembalasan gue nanti. Kalo ketemu, gue gibeng juga dia. Dia belom tau, kalo gue ini nguasain jurus kungfu, karate, silat, taekwondo, gulat, tawuran. Hehe, emang tawuran jurus yak (lirihnya bicara sendiri)."


***