
Masih lanjutan episode diatas ya😉.
Jangan lupa setelah baca tinggalin jejak kalian juga ya👍🤗.
Terhenti Riko didepan rumahnya dibarengi 2 saudara dan bundanya keluar rumah, tanya Riko dengan heran kenapa di bulan purnama kali ini serigala mengaum 2 kali.
"Ini bagus, karena ini adalah tanda awal bangkitnya serigala putih. Yang mana gen serigala dalam tubuh gadis itu perlahan mulai aktif."
Lanjut Tara meminta agar anak-anaknya tidak keluar malam saat 3 kali purnama mendatang. Bukan tanpa alasan, karena yang pasti sinar purnama itu akan menghasilkan racun untuk bangsa vampir. Dimana sinar purnama sedang bekerja aktif memulihkan gen serigala gadis serigala putih itu.
Anggin menutup mulut menahan sakit yang begitu aneh, "Astaga, kenapa badan gue sakit banget" menggigit tangan.
Ketakutan heboh Marsel yang mendengar suara serigala berusaha bersembunyi dibawah kasur, begitu juga Mami Sindi dengan tubuh gemetar pergi ke kamar Marsel menoleh-noleh mencari Marsel. Tak sengaja tangan Marsel terinjak diiringi teriakan kesakitan, Mami Sindi ikut berteriak kaget.
"Marsel!. Kamu ngagetin Mami aja. Lagian kamu ngapain dibawah sana!"
Marsel segera bangkit sambil mengibaskan tangan, "Aku tu lagi ngumpet Mi, emang Mami nggak denger apa tadi ada suara serigala. Mana suaranya kayak deket banget lagi" merinding memegang leher.
"Iya sih, Mami juga denger. Makannya Mami kesini."
Tiba-tiba, secara bersamaan mereka teringat Anggin. Bergegas turun untuk melihat dengan berjalan mengindip takut, kaget mereka melihat Anggin bersama Riko yang tidak ada diruang tamu.
"Mana Anggin sama Riko codet" ucap Marsel.
"Lah iya, mana adek kamu" bingung Mami Sindi.
"Jangan-jangan, dibawa kabur serigala Mi?"
Tertegun saling menatap, sejenak Anggin menatap bingung Marsel dan maminya lalu memegang pundak mereka dari belakang. Kaget Mami Sindi dan Marsel berteriak, karena terkejut Anggin pun juga ikut berteriak.
"Anggin, kamu ngagetin kita aja!" kata Mami Sindi.
"Mami sama Abang kenapa sih?, tegang banget tu muka."
Tawa geli Anggin mendengar ucapan Marsel, "Hhahah.. lagian gimana caranya serigala masuk kerumah kalau pintu aja tertutup semua. Serigala tu tempatnya dihutan, ada-ada aja deh Mami sama Abang. Orang aku tadi aja abis dari kamar mandi."
Malu Marsel mengiyakan ucapan Anggin sambil menggaruk kepala, kemudian ia bertanya dimana Riko.
"Emang dia udah pulang?"
PD nya Anggin menunjuk kearah sofa, dengan kaget melihat Riko yang sudah tidak ada.
"Lah, kemana dia" berjalan kearah sofa disusul Marsel dan Mami Sindi.
"Tadi disini, apa dia pulang?. Tapi kenapa nggak bilang dulu" bingung Anggin.
"Hhaha, mungkin dia takut sama suara serigala tadi. Makannya dia kabur" ejek Marsel.
"Yee.. emangnya dia Abang. Diamah cowok gentle, bukan kayak Abang. Liat kecoa aja takut, apalagi liat serigala" sahut Anggin balik mengejek sambil berjalan pergi.
Marsel mencoba mengejar Anggin, namun ditahan Mami Sindi.
"Mau kemana kamu?"
"Dia ngatain aku Mi!"
"Ya, kan emang bener yang dibilang sama adek kamu. Udah, jangan gangguin adek kamu lagi. Sekarang kamu masuk kamar, mami mau tidur dan jangan teriak-teriak lagi"
"Lah, perasaan tadi yang teriak paling kenceng Mami deh. Kenapa jadi gue yang disalahin sih" lirih bingung Marsel.
Didalam kamar, Anggin berdiri menatap cermin dengan bingung bertanya pada diri sendiri kenapa akhir-akhir ini dia sering merasakan sakit dibadannya.
"Kenapa badan gue rasanya aneh banget, sebenernya apa yang terjadi sama gue sih!" terduduk Anggin memegang kepala lalu mengusap wajahnya dan berbaring dikasur sambil berfikir.