
Lanjutan episode sebelumnya ya Readers 🤗.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca👍.
Lingak-linguk Nesa mencari Anggin yang tak kunjung datang, "Kemana sih tu anak. Katanya bentar lagi dateng, jangan-jangan tu anak mau bolos lagi. Wah, nggak bener."
Tak lama, Nesa melihat Anggin yang sudah ada di depannya. Terkejut Nesa bagaimana Anggin bisa datang lebih cepat darinya, teriaknya segera menghampiri Anggin.
Bingung Nesa yang melihat Anggin hanya terdiam melamun, lirihnya menyenggol dan bertanya ada apa dengannya dan bagaimana bisa ia sampai begitu cepat. Kepo Nesa dan melempar begitu banyak pertanyaan, risih Anggin langsung menutup mulut Nesa dan memintanya untuk diam.
"Lo kenapa sih Gin. Gue liat, tingkah lo akhir-akhir ini aneh banget deh."
"Biasa aja."
Heboh Nio berteriak menghampiri Anggin, "Astaga dek, kangen buanget gue sama lo" mencoba mencium Anggin.
Spontan Anggin tak sengaja menampar keras Nio dan membuatnya terpental menabrak Marsel yang ada di belakangnya, kaget Nesa tak percaya bagaimana Anggin bisa melakukan hal itu. Teriak humor Marsel kesakitan mendorong Nio untuk segera berdiri.
"Ihh, dasar tulang!. Sakit semua badan gue, lagian lo ngapain sih tidur-tidur di badan gue. Nyari kesempatan banget, awas awas!" kesal Marsel.
"Duhh, berisik banget sih kalian!. Nggak bisa apa sih sehari aja nggak usah ganggu gue, heran deh" kesal Anggin pergi sambil mengibaskan rambut.
"Iyadeh, heran juga gue" centil Nesa mengikuti gaya Anggin.
Bersamaan Marsel dan Nio mengikuti gaya mereka mengibaskan rambut, sejenak saling tertawa dan kembali melempar ejekkan. Saat berjalan menuju ruangan, Anggin melihat Riko dan sejenak mereka saling menatap. Berjalan Anggin mencoba menghindari Riko, lirih Riko memanggil Anggin dan segera mengejarnya.
Kerut alis Nesa melihat tingkah aneh tingkah sahabatnya itu, karena tak biasanya ia menghindari Riko. Kerut bibir Nesa yang tak terlalu memikirkan mereka, ia segera berjalan menuju kelasnya. Tak sengaja saat Kana melesat, ia menabrak Nesa dan dengan sigap menangkapnya. Melongo Nesa terkejut menatap lembut Kana, batinnya begitu senang dan tak percaya bisa menatap Kana sedekat itu.
Perlahan Kana membantu Nesa berdiri dan meminta maaf karena tak sengaja menabraknya.
"Nggak papa kok, nggak papa banget malah."
Senyum manis Kana dan bergegas pergi, namun Nesa menghentikan Kana dan memegang tangannya. Terkejut Nesa saat merasakan hawa dingin pada tubuh Kana, iapun teringat dengan ucapan Anggin kala itu yang juga merasakan hal yang sama. Segera Kana melepaskan pegangan Nesa dengan gugup.
"B-badan, kamu dingin ya" ucap Nesa.
"Gu-gue kelamaan di ruangan ber-AC, jadi dingin gini."
Tawa garing Nesa menganguk, ia lalu bertanya kenapa ia terlihat begitu terburu-buru. Sahut Kana mengatakan kalau ia sedang mencari Riko.
"Oo.. Riko. Ya paling, dia lagi pacaran sama Anggin. Daripada nyari Riko, mending makan sama gue. Yuk" menarik tangan Kana.
"Ta-tapi.."
"Udah, nggak usah tapi-tapian. Ayokk.." paksa Nesa.
Teriak Riko memanggil Anggin, tapi ia tidak mau berhenti dan malah mempercepat jalannya. Melesat Riko dan menarik tangannya, seketika badan Anggin berbalik menghadap Riko. Tertegun mereka saling menatap, tanya Riko pada Anggin kenapa ia tidak menghentikan langkahnya saat ia memanggil.
"Gue nggak percaya Rik, ternyata lo vampir. Apa bener, lo sengaja deketin gue hanya untuk belati. Gue benci sama lo dan keluarga lo Rik, kalian udah pisahin gue sama bangsa gue dan bunda gue!" menatap Riko dengan penuh kebencian.
Kira-kira, apa yang terjadi setelah ini?.
Semua jawaban ada di episode-episode selanjutnya 👇.