REINKARNASI SERIGALA PUTIH

REINKARNASI SERIGALA PUTIH
Demi kebaikanmu


Lirih Anggin dengan sayu membuka mata perlahan, sadarnya dibuat terkejut dengan tubuh yang terikat kekuatan vampir. Sejenak ia berfikir dan mengingat apa yang terjadi sebelumnya, namun ia tidak bisa mengingat apapun kecuali tubuhnya lemas dan jatuh pingsan saat peperangan terjadi.


"Kenapa gue bisa ada disini, siapa yang bawa gue?" lirihnya sambil mencoba membuka ikatan ditubuhnya.


Berkali-kali Anggin membuka ikatan itu, namun percobaannya selalu gagal. Sekali lagi Anggin mencoba membuka ikatan itu dengan seluruh kekuatannya, namun kembali gagal karena ikatan yang begitu kuat.


"Hah!. Kenapa kekuatan gue nggak ngaruh ke ikatan ini!. Siapa yang udah berani iket gue disini!"


Tiba-tiba salah seorang datang dengan pakaian yang serba hitam, yang mana tak lain itu adalah Riko. Tertegun Anggin mengerutkan alis terkejut melihat Riko yang berada di tempat itu.


"Riko?" lirihnya.


"Iya aku. Dan aku juga yang udah bawa kamu ke sini."


Jelas Riko menceritakan pada Anggin kalau ia sengaja melakukan hal ini untuk kebaikannya, ia juga memberitahu Anggin kalau dia meminta bantuan Nesa untuk memberi obat bius serigala kedalam makanan/minumannya, yang mana obat itu akan bekerja dalam 2-3 jam setelah ia meminumnya.


Anggin mencoba mengingat kejadian sebelumnya, ia pun teringat kalau dia memang sebelumnya meminum minuman yang diberikan Nesa padanya.


"Kenapa Nesa tega lakuin hal ini sama gue!. Lo emang bener-bener licik!. Lo nggak bisa iket gue kayak gini, disaat semua saudara gue sedang berperang!. Sekarang, lepasin gue!. Jangan jadi pengecut dengan ngiket gue disini, lepasin gue Riko!" teriak Anggin sembari mencoba melepaskan diri.


"Aku nggak akan lepasin kamu sampai peperangan ini selesai, dan sekeras apapun kamu berusaha, ikatan ini nggak akan bisa lepas" tenang Riko mengucap.


"Maksud lo?"


Riko lalu menunjukan kristal dan cincin dari bangsa vampir, yang mana perpaduan kekuatan kristal dan cincin itu akan membuat suatu ikatan yang kuat.


"Pecundang!. Lo dan bangsa vampir lo itu emang pengecut, kalian cuma bisa ngelakuin hal licik untuk bisa dapetin kemenangan. Kalo lo emang berani, sekarang lo lepasin gue dan hadapi gue!. Lepasin gue!"


"Nggak, aku nggak akan lepasin kamu. Aku nggak perduli soal kemenangan, tapi aku peduli sama keselamatan kamu."


Terdiam Anggin.


"Aku nggak bisa liat kamu kenapa-napa. Aku ngelakuin ini juga demi kebaikan kamu Gin. Bangsa vampir sudah membuat jebakan yang bahkan aku sendiri nggak tau, dan aku nggak bisa liat kamu celaka, aku nggak siap buat kehilangan kamu" lanjut Riko.


Tawa Anggin mengejek tak percaya, "Hahaha.. apa lo bilang, kebaikan gue?. Perduli apa lo sama hidup gue, bukannya ini yang lo dan bangsa lo mau, menghabisi keturunan serigala putih!. Asal lo tau, gue nggak butuh bantuan lo Riko. Karena gue bisa untuk jaga diri gue sendiri. Dan lo, nggak usah pura-pura untuk peduli sama gue, karena gue tau kalau semua kepedulian lo itu palsu!" tekan Anggin.


"Seperti apapun penilaian kamu ke aku sekarang, semua yang aku bilang ini bukan suatu kepalsuan. Aku pergi dulu, setelah peperangan ini selesai, aku janji aku akan kesini dan lepasin kamu."


Teriak Anggin memberontak meminta Riko agar melepaskan ikatannya, "Biarin gue pergi Riko, Bunda serta saudara-saudara gue sedang butuh bantuan gue!"


Henti langkah Riko sambil membelai lembut rambut Anggin, dengan tatapan serius Riko mengatakan kalau ia berjanji akan menjaga Ratu Serigala (Astra) dalam peperangan ini.


Segera ia melesat pergi meninggalkan Anggin, tertegun Anggin dengan datar menggelengkan kepala.


"Nggak Gin, lo nggak bisa sepenuhnya percaya sama ucapan Riko. Dia itu vampir licik, dan apapun bisa dia lakuin. Sekarang gimana caranya gue bisa keluar dari sini, hah!" kesal Anggin.


**"