
Masih lanjutan episode sebelumnya ya😉.
Senyum Anggin dengan tatapan kagumnya pada Riko, menyanggah-kan kepala pada telapak tangan yang bersandar di kursi.
"Hmm, ganteng banget sih" bisingnya.
"Apa?" lirih Riko.
Dengan polos dan wajah lucunya, Anggin bertanya pada Riko apakah dia manusia atau bukan. Tajam Riko menatap mendengar ucapan Anggin, iapun membalikan pertanyaan.
"Kenapa lo nanya kayak gitu."
"Ya nggak papa sih, nanya aja. Lagian, lo ganteng buanget."
Senyum tipis Riko menatap Anggin, melirik leher Anggin yang ternyata dia memakai sebuah kalung. Namun, liontin itu tertutup oleh baju yang dipakainya. Mata penuh penasaran Riko mengarah pada kalung itu, iapun dengan santai bertanya pada Anggin kalung apa yang ia pakai.
"Ya, kalung biasa. Emang kenapa?"
"Boleh gue liat"
Angguk Anggin perlahan menarik kalung itu, Rikopun semakin penasaran dengan mata menyala mengendus tipis. Belum sempat mengeluarkan kalungnya, tiba-tiba sesuatu melesat dengan cepat didepan mereka. Terkejut mereka langsung berdiri, wajah bingung Anggin sedikit takut bertanya pada Riko apa yang tadi lewat didepannya.
Terdiam Riko mengendus, "Serigala" batinnya.
Yang mana tadi adalah Laga yang sengaja mengalihkan perhatian Riko dan mencoba melindungi Anggin. Terhenti Laga memantau dari kejauhan bersama kedua saudaranya, tanya Data apakah tindakan itu tidak akan membuat keberadaan mereka semakin terancam.
"Gue tau, tapi seenggaknya itu akan mengalihkan perhatian vampir keluarga Tara itu. Sebaiknya kita segera pergi, karena vampir itu pasti akan mencari kita."
Angguk mereka segera melesat pergi.
"Bebep, Bep! (teriak Anggin). Kok gue ditinggal sih!" rengek bete Anggin.
Tiba-tiba gen serigala dalam tubuh Anggin bereaksi, membuat Anggin mengendus bau yang aneh yang sebelumnya belum pernah ia cium (dimana itu adalah bau bangsa serigala dan vampir yang sudah mulai bisa ia rasakan).
"Kenapa gue jadi ngendus-ngendus gini?. Dan bau apa ini, baunya aneh banget."
Iapun melesat pergi dan mencari jejak bau itu dengan terus mengendus. Sementara Riko yang penasaran siapa serigala itu juga terus mencari, hingga ia melihat 3 serigala itu melesat pergi namun dengan tubuh yang tertutup jaket.
"Siapa sebenarnya mereka?" lirih Riko.
"Lebih baik kita memecah, dan bertemu dititik biasa" ucap Stif pada 2 saudaranya.
Riko segera mengikuti salah satu serigala itu. Insting Laga mengatakan kalau vampir itu masih mengikutinya, terpaksa laga mengeluarkan sedikit tenaga agar Riko kehilangan jejaknya. Rencana Laga berhasil, Riko pun terpental saat kekuatannya mengenai dada Riko.
Sakit Riko memegang dada dengan gigi taring dan mata menyala, "Hah, sial!. Kemana perginya serigala tadi" mengendus.
Intip Anggin dibalik pohon melihat Riko yang bertingkah aneh, kaget nya menutup mulut saat melihat Riko yang memiliki taring dan bisa melesat sepertinya.
"Siapa sebenarnya Riko?. Bagaimana bisa dia ngalamin hal yang sama seperti yang gue alami beberapa waktu terakhir ini?" Berfikir Anggin.
"Atau jangan-jangan, dia bukan manusia biasa?. Kalaupun iya, apa gue juga sama?. Tapi kan selama ini gue manusia, ada apa sih ini sebenarnya!" lanjut Anggin memegang kepala karena pusing dengan byaknya hal-hal aneh yang terjadi.
Terhenti Riko bertemu dengan Kana, tanya Kana pada Riko apa yang sedang ia lakukan di hutan itu. Sahut Riko kalau ia sedang mencari jejak serigala, terkejut Kana dengan mata menyala.
"Lo sendiri ngapain disini?"
"Gue cari makanan segar. Tapi kenapa gue nggak ngerasain kalau ada serigala disini?" bingung Kana.