
Lanjutan episode sebelumnya ya guys👇.
Langsung Anggin memberikan serangannya untuk melumpuhkan Riko. Melesat Anggin mendekat dengan mencekik leher Riko.
"Gue nggak peduli mau lo balas serangan gue atau nggak, tapi satu yang harus lo tau, gue akan akhiri semuanya malam ini!" bisik lirihnya.
Serangan pertama Anggin berikan, "Rasa sakit ini, untuk kebahagian bangsa serigala yang sudah kalian renggut!"
Serangan kedua, "Ssstt.. Dan ini, karena kalian sudah menjauhkan gue dari bangsa gue selama bertahun-tahun!"
Di serangan ketiga, Anggin seolah mengeluarkan kekuatan penuh yang membuat Riko terpental cukup jauh dan membuatnya tergeletak tak berdaya dengan banyaknya luka di tubuh.
"Dan ini, untuk penghianatan serta rasa sakit karena kalian bangsa vampir telah menghabisi Ratu serigala!" ucap Anggin sembari memegang wajah Riko.
Dari kejauhan tak sengaja Seli melihat Riko yang diserang habis-habisan oleh Anggin, kagetnya melihat keadaan Riko yang tergeletak tak berdaya.
"Riko?" lirihnya.
Jujur dari dalam hati Anggin, menghabisi Riko adalah sesuatu yang berat dan juga menyakitkan. Dengan air mata yang menetes melihat keadaan Riko yang begitu memprihatinkan karena ulah dari tangannya sendiri.
Namun, karena tugasnya sebagai Ratu serigala, ia merasa mempunyai tanggung jawab besar pada bangsanya, dan harus mampu mengubur perasaannya.
"Maafin gue Riko, jujur ini berat banget buat gue harus ngelakuin ini ke orang yang gue sayang. Gue nggak punya pilihan lain, maafin gue Riko" batin Anggin sesak menghapus air mata.
Berdiri Anggin dengan beratnya memberikan serangan keempat yang mana di serangan kali ini akan mengakhiri hidup Riko. Saat Anggin mengeluarkan serangannya, tiba-tiba secara bersamaan belati melesat menembus tepat ke jantung sang serigala putih itu.
Serangannya pun meleset dan membuat Anggin justru jatuh tergeletak tak berdaya. Laga yang melihatnya pun langsung berteriak kaget dan membuat seluruh bangsa serigala dan vampir menghentikan sementara peperangan.
"Anggin!" teriak Laga.
Yang mana serangan belati itu tidak lain dilakukan oleh Seli.
Riko yang masih tersadar dan melihat Anggin terbaring tak berdaya karena belati vampir pun berusaha bangkit dengan tenaga yang masih ia miliki untuk menolong Anggin. Merangkak-rangkak Riko tak memperdulikan dirinya demi bisa mencapai Anggin.
"Anggin, aku nggak akan biarin kamu kenapa-napa."
Saat Laga beserta bangsa serigala mencoba menolong Ratu mereka, bangsa vampir justru dengan sigapnya menghalangi dan kembali memberikan serangan sembari menunggu seluruh darah Serigala Putih itu masuk ke dalam belati pusaka.
Darah Serigala Putih ini akan masuk penuh ke dalam belati pusaka dalam waktu 1x12 jam. Dan dalam waktu itu Serigala Putih akan binasa dan kemenangan pun berada ditangan bangsa vampir.
"Kita harus bisa menyelamatkan Ratu kita!" tekan Laga pada bangsa serigala mencoba lepas dari serangan bangsa vampir.
Astra mencoba memberi isyarat memainkan kontak mata pada Seli untuk mengamankan Ratu serigala itu jauh dari jangkauan bangsa serigala.
Angguk Seli dengan senyum tipisnya paham dengan maksud sang Ratu vampir. Iapun mencoba menjauh dari serangan bangsa serigala dan mengamankan Anggin. Namun, langkahnya itu langsung di hentikan oleh lawannya yang misterius (Dita).
"Jangan halangi langkah gue, kalo lo nggak mau habis di tangan gue!" ujar Seli.
Tanpa basa-basi lagi Seli langsung memberikan serangan, namun mampu dihalau oleh lawan misteriusnya itu. Seli pun di buat terkejut saat serangannya justru banyak meleset dan dibalas hebat.
"Siapa sebenarnya lo?. Kenapa gue nggak bisa mencium bau serigala dari diri lo?" heran Seli.
Seli pun mencoba bermain licik dan mencoba menarik penutup wajah lawan misterius itu, alangkah terkejutnya saat ia mengetahui jika lawannya itu tidak lain adalah Dita.
"Dita?"
...