REINKARNASI SERIGALA PUTIH

REINKARNASI SERIGALA PUTIH
Tak bisa mengendalikan diri


Dalam perjalanan pulang, didalam mobil Anggin hanya terdiam melamun masih memikirkan kejadiannya tadi. Heran Marsel melihat tingkah adiknya yang tidak banyak bicara.


"Nggak biasa-biasanya seorang Anggin diem kayak gini nih. Atau jangan-jangan, lo bukan adek gue ya!" curiga Marsel menyodok pipi Anggin.


Kesal Anggin menyingkirkan tangan Marsel, "Ihh, sakit!. Kalo gue bukan Anggin terus siapa (membenarkan rambut), pertanyaan nggak bermutu banget."


"Ya lagian, tumben banget lo diem. Lo tu kalo diem kayak gini, bukan Anggin lagi nama lo. Tapi Anggun" humor Marsel.


senyum tipis Anggin, "Resek lo jadi Abang. Eh bang, gue mau tanya deh. Lo, tadi waktu disekolah ngerasa ada hal yang aneh gitu nggak.


"Aneh, aneh gimana?" bingung Marsel mengerutkan alis.


"Ya, kayak tubuh lo ngerasa sakit atau kepala pusing gitu?"


"Nggak sih, cuman gue bingung aja. Gue ngerasa kayak badan gue lemes aja tadi, dan bukan gue aja tapi temen-temen yang lain juga. Kayak orang abis bangun tidur gitu!" seru Marsel.


"Apa artinya mereka semua juga ikutan pingsan ya?. Tapi kenapa gue nggak, dan kenapa mereka bisa pingsan diwaktu yang bersamaan kayak gitu" batin Anggin bingung menggigit jari.


Marsel yang kembali melihat Anggin terdiam memainkan tangan dan memetik jari, kaget Anggin menoleh gugup. Tanya Marsel apa yang sebenarnya sedang ia pikirkan, ucap Anggin tidak ada dan menggelengkan kepala.


"Aneh deh lo" lirih Marsel berbisik.


...


Malam hari tiba, terduduk Anggin dikursi memainkan pulpen dan buku dihadapannya berniat untuk belajar. Namun, fokusnya masih teralihkan dengan kejadian hari ini yang membuatnya masih tercengang keheranan.


Menaruh pulpen sedikit keras lalu membuka pintu menuju balkon, menatap langit terdiam yang mana malam itu tepat malam bulan purnama merah (purnama ke-2 yang akan mengaktifkan kembali gen serigala). Tanpa berlama-lama, bulan itu mengeluarkan cahayanya dan langsung mengarah ke kalung yang di pakai Anggin bersinar terang.


"Ahh!.. kenapa lagi sama gue" tekan Anggin kesakitan.


Purnama ke-2 ini membuatnya kehilangan kendali diri, ia langsung melompat dari balkon dan melesat pergi. Laga bersama kedua saudaranya yang paham dengan auman serigala dan purnama kali ini langsung melesat pergi mencari Anggin. Sementara Tara yang mendengar auman itu justru senang, karena tujuannya untuk mencari gadis serigala dan mengambil belati miliknya akan segera tercapai.


Tara kembali mengingatkan pada anak-anaknya agar tidak keluar ketika purnama ini terjadi, dan kalaupun ada hal yang mengharuskan mereka untuk keluar maka mereka harus menggunakan pelindung diri agar sinar purnama tidak mengenai tubuhnya.


"Baik Bunda" angguk Riko.


Marsel dan Mami Sindi yang asik menonton TV kaget mendengar teriakan Anggin diiringi auman serigala. Bergegas berlari melihat Anggin, saat tiba dikamarnya mereka kaget melihat Anggin yang sudah tidak ada ditambah lagi pintu balkon yang terbuka. Sedih Mami Sindi langsung berasumsi kalau Anggin diterkam oleh serigala.


"Ihh, jangan gitu dong Mi. Mungkin aja Anggin lagi keluar" ucap Riko menenangkan Mami Sindi dengan wajah cemas dan lucunya.


"Keluar dimana!. Orang jelas-jelas tadi adek kamu teriak-teriak gitu. Nanti kalo adek kamu dimakan serigala gimana?. Anak Mami yang paling cantik" rengek Mami Sindi.


"Aku juga cantik kok Mi" candaan Marsel.


"Ihh, kamu ya! (menepuk pundak Marsel). Orang lagi panik, malah sempet-sempetnya bercanda."


Wajah serba salah Marsel meminta maaf.


Kira-kira apa yang terjadi sama Anggin selanjutnya ya?🤔.


Tungguin episode-episode selanjutnya ya👇.