
Singkat Dita menceritakan, bahwa kabar kematiannya beberapa tahun yang lalu hanyalah kebohongan belakang yang disembunyikan bangsa vampir. Dan kebenaran yang sesungguhnya, ia harus merasakan pahitnya pengasingan seorang diri di penjara bangsa vampir.
"Maksud kamu?" henti Laga.
"Iya, aku diasingkan dan dibuang oleh bangsa vampir. Karena, mereka fikir aku sudah menghianati bangsaku sendiri. Tempat itu benar-benar sangat menyakitkan, hanya ada kegelapan dan kesunyian. Hanya aku sendiri, benar-benar sendiri" ucap Dita merenung.
Langsung Anggin melesat disamping Dita, "Bangsa vampir, pasti nggak akan ngelakuin itu kalau nggak ada sebab. Atau jangan-jangan, lo emang udah berhianat" tatapan curiga.
"Hhhe, gue vampir ksatria. Gue nggak akan mengkhianati bangsa gue sendiri, ataupun bangsa serigala. Gue cuma ngelakuin tugas gue, karena gue nggak mau kedua bangsa ini hanya mengedepankan ego mereka" sahut Dita.
"Ego?, ego apa yang kamu maksud. Bukankah memang ini takdir kita. Bangsa serigala dan bangsa vampir nggak akan pernah damai, takdir kita hanya antara hidup atau binasa. Antara bangsa serigala yang hidup, atau bangsa vampir. Jadi nggak ada yang namanya hidup bersama" cetus Anggin.
"Takdir apa yang mengedepan kehancuran, ini bukanlah takdir. Kalaupun ini takdir, akan saya ubah!. Kamu paham. Karena jika ini terus-menerus terjadi, yang ada bukan kemenangan, tapi kehancuran keduanya. Dan saya, nggak akan biarkan hal itu terjadi!" tekan Dita.
"Sudah cukup, bangsa vampir menipu bangsa serigala!. Dan sekarang, saya nggak mau membuka kesempatan dan membiarkan bangsa kami hancur dengan percaya ucapan dari kamu!"
Henti Laga mencoba menjadi penengah dan meminta Anggin untuk tidak tersulut emosi, iapun menjamin dan memastikan pada Anggin bahwa Dita adalah vampir yang bisa dipercaya atas segala ucapannya.
"Kamu, masih bisa percaya!"
"Gue juga bisa pastiin, kalau Dita memang bisa dipercaya. Bukan hanya sekarang, tapi banyak perjuangan yang sudah dia korbankan untuk menyatukan kedua bangsa ini, terutama untuk bangsa kita. Sampai ia harus merasakan pahitnya dibuang oleh bangsa sendiri" lanjut Stiv.
Angguk semua bangsa serigala yang menyaksikan seolah setuju dengan apa yang diucapkan Laga dan Stiv. Toleh Anggin merasa heran sekaligus bingung.
"Tenang aja, gue nggak minta untuk lo ataupun bangsa serigala menampung gue. Gue, cuma butuh lo dan bangsa lo percaya sama gue. Gue akan pergi, tapi bukan untuk kembali pada bangsa vampir ataupun menghianati kalian. Tapi disaat kalian butuh atau kalian sedang dalam kesulitan, disitu gue pasti ada buat kalian semua."
Melihat simpati bangsa serigala pada Dita, Anggin pun langsung tersentuh dan menghentikan langkah kaki Dita untuk pergi. Ia pun meminta Dita untuk tetap tinggal bersama bangsa serigala jika ia mau, dan kapanpun ia (Dita) membutuhkan bantuan, disitu bangsa serigala juga akan ada untuknya.
"Sebelumnya, gue minta maaf sama lo. Gue lakuin ini, karena gue takut hal buruk terjadi sama bangsa gue atas apa yang sudah terjadi belakangan ini. Gue cuma ingin pastiin, kalau bangsa gue baik-baik aja.
"Gue nggak masalah, karena bukan hal aneh buat gue ada diposisi kayak gini. Gue justru bangga sama lo, dan gue harap, lo bisa menjadi ratu yang adil buat mereka (bangsa serigala)" salut Dita.
"Gue bisa menjaga bangsa gue, tapi gue justru gagal menjaga bunda gue" sesal Anggin.
"Ini bukan akhir, masih panjang perjalanan yang harus dilewati" sambung Dita menguatkan Anggin.
...