
Oh iya, ini masih lanjutan episode sebelumnya ya🤗.
Riko, Cio dan Kana mencari gadis serigala itu dan memeriksa mereka satu persatu. Namun, pencarian mereka belum membawakan hasil karena mereka tidak bisa menemukan gadis yang memiliki tanda belati ataupun memakai kalung dengan liontin bulan.
Mereka berkumpul dalam satu titik, tanya Riko pada saudaranya apakah mereka berhasil menemukan gadis serigala putih. Mereka hanya menggelengkan kepala berkata kalau semua gadis yang jatuh pingsan sudah mereka periksa, namun tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kalau mereka manusia serigala.
"Atau mungkin, gadis itu memang tidak ada disini?" lirih Cio.
"Kita belum memeriksa semua, ada beberapa orang yang nggak ada disini. Gue udah cari mereka, tapi gue nggak tau kemana mereka" ucap Riko.
Tanya Kana siapa yang tidak di tempat itu, lalu Riko menjawab kalau ada 8 gadis yang menghilang.
"Bagaimana lo tau" kata Cio.
Riko lalu mengatakan kalau sebelumnya ia sudah melihat daftar list siswa/i yang ada ditempat itu. Heran Kana bertanya bagaimana bisa mereka hilang namun dalam keadaan terbius, ditambah lagi yang hilang adalah para wanita.
"Bener kata dia. Bagaimana bisa mereka hilang secara bersamaan, sementara bius yang kita kasih ke mereka itu bukan bius sembarangan. Atau mungkin, gadis serigala itu tau kalau kita sedang mencarinya. Makannya dia membuat rencana dan membawa beberapa wanita pergi agar kita nggak mencurigai dia" asumsi Cio.
"Nggak. Karena gimana bisa dia membuat rencana seperti itu, kalau dia aja nggak tau jati diri yang sebenarnya" lanjut Riko.
Merekapun dibuat bingung akan hal itu. Disisi lain 3 serigala yang menolong Anggin itu berniat untuk membawanya kembali ke sekolah karena merasa kalau bius vampir itu akan segera berakhir. Anggin memberontak saat laga memegang pundaknya dan bertanya apa yang akan ia lakukan.
"Lepasin gue, lo mau ngapain gue. Jangan macem-macem lo ya!" tegas Anggin.
"Udah, kamu nggak perlu takut. Kita cuma mau bawa kamu kembali ke sekolah kamu" memainkan mata lalu segera melesat.
Laga dan 2 saudaranya menaruh Anggin dan teman-temannya didepan sebuah ruangan dan segera melesat pergi meninggalkan mereka. Tak lama setelah mereka pergi teman-temannya itu terbangun bingung dan segera bangkit saling bertanya bagaimana bisa mereka ada ditempat itu.
Nesa bertanya pada Anggin sambil memegang kepala dengan mata sayu apa yang sebenarnya terjadi, Anggin mengatakan kalau dia juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi lalu pergi berjalan lirih.
Terdiam Anggin sambil berjalan bicara lirih pada diri sendiri siapa sebenarnya 3 pemuda tadi.
"Apa maksud dia bawa gue sama temen-temen gue, dan kenapa dia bisa melesat secepet itu. Persis sama yang gue alami tadi, kenapa orang-orang jadi pada aneh sih" lanjutnya.
Endus Riko bersama saudaranya samar-samar mencium bau serigala, saat ia ingin mengejar tiba-tiba bau itu hilang.
"Serigala," saling menatap dengan gigi taring yang keluar.
"Bagaimana bisa ada serigala? (endus Cio). Atau jangan-jangan ada serigala lain disini."
"Tapi bagaimana bisa, sementara bunda bilang kalau bangsa serigala berada dalam kendali vampire" lirih Kana.
"Bunda hanya bilang kalau bangsa serigala, tapi bukan semua!" seru Cio.
Terkejut Riko melihat Anggin dan Nesa yang tiba-tiba sudah kembali di sekolah, ia lalu melesat menghampiri dan bertanya kemana saja mereka daritadi. Sedikit kebohongan Anggin mengatakan kalau ia juga tidak tahu atas apa yang terjadi dan tidak mengingatnya.
"Gue ke kelas dulu ya"
Angguk Riko, bergegas Cio dan Kana menghampiri memainkan mata seolah bertanya.
"Apakah salah satu diantara mereka adalah serigala" sinis Cio.
Geleng Riko menjawab kalau dia juga tidak tahu, dan berkata untuk urusan mereka biar dia yang akan mengurusnya.
"Baiklah, untuk urusan 6 orang lainnya biar gue sama Cio yang akan urus" ucap Kana.
Dingin mereka menatap.