Pernikahan Paksa Alea

Pernikahan Paksa Alea
PPA 107# Menanti Kepulangan


"Tumben, hari ini semangat bener kayanya," ucap Vika saat melihat Alea yang sedang merapihkan meja kerjanya.


Alea hanya melebarkan senyumnya tanpa mengeluarkan sepatah kata.


"Ya iyalah semangat, mau ketemu suami tercinta," ledek Sasya yang sudah menyandang structured bag keluaran prada berwarna biru dongker.


"Tau dari mana lu Pak Ravka pulang hari ini?" tanya Vika heran.


"Kan gue ikutan fans club-nya Pak Nino. Dimana ada Pak Nino pasti ada Pak Ravka. Aku denger hari ini Pak Nino balik dari dinas luar. Berarti Pak ravka juga udah balik dari luar kota dong," jawab Sasya yakin.


"Fans Club Nino?" kekeh Alea spontan, "Ada Fans Club-nya segala. Udah kaya artis aja tu orang."


"Ih, lu ga tau apa Al. Pak Nino itu most wanted-nya cewek-cewek seantero BeTrust. Dia itu udah lebih dari artis buat kita member fans club-nya. Udah ganteng, keren, kharismatik, mapan lagi. Kurang apa lagi coba?" ucap Sasya sembari menerawang, membayangkan wajah Nino yang menawan.


"Belum tau aja kelakuannya Nino itu somplak nya kaya apa. Beliin kado istri atasannya malah lingerie," ucap Alea dalam hati seraya menggelengkan kepala saat mengingat ucapan Ravka, bahwa lingerie yang menjadi bahan tertawaan Sandra dan Tiara merupakan pilihan Nino.


"Apa fungsinya coba itu fans club?" tanya Vika tak habis fikir.


"Yah biar kita bisa bersaing sehat buat merebut perhatiannya Pak Nino," jawab Sasya santai.


"Ada-ada aja sih," Vika menggeleng-gelengkan kepala. "Tapi iya Al, Pak Ravka balik hari ini?" tanya Vika memastikan.


"Iya Mbak. Katanya nanti langsung balik ke rumah. Makanya aku diminta pulang cepet hari ini," jawa Alea dengan riang. Tak sabar menanti kehadiran kekasih hati yang sudah teramat dirindukan.


"Pantes muka lu berseri gitu. Penganten baru sih yah. Baru ditinggal sebentar langsung kangennya setengah mati," ledek Vika kemudian.


"Penganten baru apanya, Mbak. Nikah udah mau setengah tahun juga," balas Alea.


"Yah tahun-tahun pertama mah masih anget-angetnya. Maklum penganten baru, masih manis-manisnya," sambar Vika lagi.


"Yah kalau bisa sih jangan tahun pertama doang, Mbak. Tapi tiap hari sampe tua tetep manis," Alea menimpali.


"Aamiin," ucap Vika mengamini.


"Udah sih, obrolannya jangan seputar nikah. Disini masih ada jones tau," Sasya memajukan bibirnya sebal. "Berarti hari ini Pak Nino masih belum ngantor dong," imbuh Sasya lagi.


"Udah sore juga kali Sya. Ngapain dia ke kantor sore-sore gini?" timpal Vika.


"Yah siapa tau aja," jawab Sasya tak bersemangat. "Kan ngarepnya, gue pas keluar bisa papasan sama dia, terus siapa tau ada kesempatan menyapa gitu. Apalagi kalau gue lagi bareng Alea. Kan bisa dapet peluang tuh," cengir Sasya.


"Ah lu mah, deketin Alea karena ada maunya aja," sambar Vika.


"Ya elah Mbak. Kan gue cuma mencoba memanfaatkan kesempatan yang ada. Siapa tau kan, jadi jalan jodoh nya gue sama Pak Nino," ucap Sasya berseri-seri.


"Ngimpi jangan ketinggian. Tar jatoh sakit loh," seru Vika.


"Namanya juga ngimpi Mbak. Justru harus tinggi-tinggi. Kalo jatoh ga bakalan berasa apa-apa. Kalo ngarep baru jangan ketinggian, sakit kalo ga kesampean."


"Bener juga tuh Mbak," kekeh Alea menanggapi perumpamaan yang dilontarkan Sasya.


"Lu tu paling bisa emang Sya ngelesnya," ucap Vika ikut menwrtawakan ucapan Sasya.


"Udah ah, yuk pulang," ucap Alea seolah tak sabar ingin segera berlalu dari ruang kerjanya.


"Yaudah yuk balik. Kasian ada yang udah ga sabaran pengen ketemu sang pujaan hati," ledek Vika lagi.


"Ah .... aku juga kalo punya suami sekeren Pak Ravka, bakalan ga sabaran pengen berduaan mulu," timpal Sasya.


********


"Bi, Mas Ravka sudah sampe rumah?" tanya Alea saat Bi Mimah baru saja membukakan pintu untuknya.


"Belum Non. Masih di jalan mungkin," jawab Bi Mimah menghadirkan kekecewaan di wajah Alea.


"Yaudah deh, aku ke kamar dulu yah Bi," ucap Alea tak bersemangat.


Padahal selama perjalanan tadi, Alea sudah sangat tak sabar untuk tiba di rumah. Rasa rindu yang sudah membuncah di dada membuat ia tak ubahnya gadis remaja yang sedang kasmaran.


Dengan segera Alea membersihkan tubuhnya, kemudian memilihkan pakaian rumah yang menurutnya akan disukai oleh Ravka. Merias wajahnya setipis mungkin agar tetap terlihat segar, tapi tak meninggalkan kesan berlebihan sehingga memancing pertanyaan dari anggota keluarganya yang lain. Karena dalam kesehariannya, ia tak pernah mengaplikasikan make up di rumah. Lalu memoles bibirnya dengan lipstik berwarna coral pink. Setelah dirasa penampilannya sempurna, Alea langsun turun ke lantai satu rumah yang kini semakin terasa seperti rumahnya sendiri. Ia sudah merasa menjadi bagian dari rumah ini.


"Wuihhh, tumben Kak Al cantik begini kalau di rumah," ucap Tiara ketika melihat Alea menyambangi ruang keluarga.


Disana sudah duduk Sandra dan Tiara yang sedang menyaksikan acara Asia's Next Top Model melalui saluran TV Cable. Kedua adik iparnya itu selalu heboh mengomentari penampilan para wanita yang menjadi peserta dalam ajang pencarian model berkualitas se-Asia. Namun, kini kedua pasang mata adik iparnya itu malah lebih asik menyoroti Alea yang dengan santainya menjatuhkan tubuhnya pada single sofa yang terletak bersebelahan dengan sofa panjang yang diduduki oleh Sandra dan Tiara.


"Kudu cantik lah Kak, kan Kak Al mau menyambut kedatangan kekasih hati," ucap Sandra seraya membentuk love dengan kedua belah tangannya yang diletakkan menempel pada dadanya yang dimainkanya maju mundur.


"Apa sih San," ucap Alea yang tersipu malu.


"Oh iya bener. Mas Ravka bentar lagi pulang yah. Duuuh, ada yang jadi model nih bentar lagi," ucap Tiara seraya mengerling jahil.


"Model?" desia Alea tak mengerti.


"Model Victoria's Secret," ucap Tiara seraya tergelak.


Sontak Sandra ikut tertawa ngakak. Masih sambil tertawa, Sandra berdiri memeragakan lenggak lenggok para peragawati di atas catwalk. Kemudian berpose sensual.


"Ih najis. Anak kecil posenya sok sensual. Belajar dari mana kamu," ucap Tiara seraya melemparkan bantal kursi ke arah Sandra.


Reflek Sandra menangkap bantal itu kemudian menunjuk pada televisi yang masih menayangkan para model wanita yang sedang berpose dengan berani.


"Tuh .... kan kamu kak yang ngajarin aku nonton para model itu." Elak Sandra.


"Tapi ga seerotis kamu kali, mereka itu San," balas Tiara, "Mestinya yang jago itu justru Kak Al," ledek Tiara lagi.


"Ngomong apa sih kalian ini," ucap Alea yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus.


"Kak Al, lucu banget ih. Enak banget digodainnya. Baru di ledek dikit aja mukanya udah merah ampe ke kuping segala," Tiara kembali tertawa.


"Awas loh Kak, kamu ngeledek Kak Al mulu tar diaduin loh ama Mas Ravka,"


"Mau ngadu apaan nih?" Sebuah suara bariton mengagetkan ketiga perempuan itu.


Tanpa dikomando ketiganya kompak menolehkan kepala ke arah datangnya suara.


**********************************************


seperti biasa aku mau rekomemdasiin ceritanya temenku yah...