Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
99.Ciuman 100 kali.


Keesokan harinya, Denis bangun lebih dulu dari Risa lalu langsung pergi menuju kamar mandi.


Pagi ini bunga-bunga merah yang ada diatas ranjang sudah berserakan kemana-mana karena ulah Denis dan Risa semalam, biarpun mereka melakukannya dikamar mandi tetap saja semua bunga-bunga yang ada diatas ranjang berserakan.


Denis baru saja keluar dari kamar mandi, kali ini Denis memakai baju bekas semalam lagi karena memang tidak membawa baju ganti.


Setelah berganti baju, Denis menuju ketempat tidur untuk membangunkan Risa yang masih tertidur pulas, mungkin Risa kelelahan.


Denis duduk disamping Risa tidur, lalu membangunkan Risa dengan cara yang begitu lembut.


"Sayang, bangunlah sudah pagi" kata Denis, sambil membelai-belai pipi Risa dengan tangannya.


Risa hanya bergulat, membuka matanya namun kembali memejamkan matanya lagi.


"Sayang bangun, atau Aku akan menciummu 100 kali ciuman" ancam Denis.


Risa dengan cepat langsung membuka matanya.


"Aku masih ngantuk." rengkek Risa dengan begitu manja.


"Sekarang mandilah, terus ayo kita pergi sarapan." kata Denis, yang tidak mau mendengarkan rengkekan Risa.


Risa menatap kesal kearah Denis, namun Risa juga langsung beranjak dari tempat tidurnya dengan cepat karena tidak mau mendapatkan ciuman 100 kali dari Denis.


"Iya iya Aku mandi." kata Risa, yang langsung menuju ke kamar mandi.


Denis duduk ditepi ranjang sambil menunggu Risa yang sedang mandi, setelah beberapa lama akhirnya Risa selesei mandi. Risa keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk.


"Den, bajuku mana?" tanya Risa.


Denis pergi kedalam kamar mandi, untuk mengambil baju Risa.


"Kamu mau kemana?" tanya Risa.


"Kamar mandi" jawab Denis.


Risa duduk ditepi ranjang menunggu Denis, Denis keluar dari kamar mandi sambil membawa baju Risa bekas semalam.


"Ini baju Kamu" kata Denis, sambil memberikan baju Risa padanya.


Risa memanyunkan bibirnya.


"Inikan baju bekas semalam" keluh Risa.


"Pakai itu dulu saja, kitakan tidak membawa ganti baju" kata Denis.


Denis melihat kearah Risa, Denis tau pasti Risa tidak mau memakai baju bekas semalam.


"Risa pake bajunya sekarang atau Aku yang pakekan?" tanya Denis, agar Risa segera memakai bajunya.


Akhirnya mau tidak mau Risa langsung memakai bajunya.


"Denis bukannya belikan Aku baju lebih dulu" gumam Risa yang merasa kesal.


Risa selesei memakai bajunya, lalu berdandan sedikit agar fresh, lalu Risa mencepol rambut keatas dengan sedikit berantakan. namun tetap terlihat cantik.


Denis terus melihat Risa.


"Itukan baju semalam atau baju satu minggu yang lalu, tidak akan menghilangkan kecantikanmu Istriku" puji Denis dengan kenyataan yang ada.


Karena memang Risa cantik, mempunyai tubuh yang ideal bahkan bentuk tubuh yang begitu indah.


Setelah selesai, akhirnya Denis langsung mengajak Risa keluar dari kamar hotelnya untuk sarapan.


Dilantai bawah.


Alan sudah menunggu Denis dan Risa dari tadi disebuah restauran yang ada di hotel tersebut.


"Kenapa dua sejoli itu lama sekali? sebenarnya apa yang mereka sedang lakukan?" tanya Alan, yang sudah merasa kesal karena lama menunggu Denis dan Risa.


Alan sudah memesan makanan untuk dirinya, Denis dan juga Risa.


Tidak berapa lama Denis dan Risa datang menghampiri Alan yang sedang duduk menunggu mereka dimeja restauran tersebut.


"Sendirian aja Al." ledek Denis, sambil menyunggingkan senyumnya.


"Ada kursi yang nemeninku, Den" saut Alan, sambil melihat kearah kursi yang disampingnya.


"Haha kursi kosong maksudnya." timpal Denis, yang diiringi tawanya.


"Dasar bodoh." kesal Alan.


Risa tersenyum pada Alan.


"Duduklah kalian, ayo kita sarapan Aku sudah kelaparan gara-gara Kalian lama." kata Alan, yang diiringi dengan omelannya.


Denis menarik satu kursi untuk Risa, lalu Risa duduk setelah Risa duduk Denis juga menarik kursi untuk dirinya sendiri, lalu duduk.


Pagi ini mereka menikmati sarapan pagi bersama, setelah selesai sarapan Alan langsung mengantarkan Denis dan Risa pulang kerumahnya.


Skip..


"Kamu tidak mampir dulu?" tanya Denis.


"Tidak Den, Aku mau langsung pulang" jawab Alan.


"Tugasku untuk menjadi supir Kalian sudah selesai, sekarang Kamu lanjutkan saja bucin-bucinanya sama Istrimu" kata Alan, yang meledek Denis.


Risa tertawa mendengar perkataan Alan.


"Ris, Kamu jangan ikutan jadi BUCIN ya" pinta Alan sambil tertawa.


Denis menatap kearah Alan dengan sorot matanya yang begitu tajam.


"Dasar sekertaris brengsek sana pulang, cari pacar biar tidak jomblo terus" omel Denis, yang tidak terima dengan ledekan Alan.


Alan langsung menyalakan mesin mobilnya lalu meninggalkan Denis dan Risa.


Risa melihat kearah wajah Denis.


"Bisakah kalian tidak berdebat setiap hari." kata Risa.


"Kalau tidak debat dengan Alan itu ada yang kurang Ris" jawab Denis.


Langit begitu mendung, akhirnya Denis mengajak Risa untuk masuk kedalam rumah karena takut hujan.


"Ayo masuk, sebentar lagi akan turun hujan." kata Denis, yang langsung mengandeng tangan Risa untuk masuk kedalam rumah.


Kini keduanya sudah berada didalam rumah, Risa langsung masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian, karena sudah merasa risih sekali dari semalam memakai pakaian yang sama.


Sedangkan Denis, merebahkan tubuhnya di sofa ruang keluarga sambil fokus melihat ponselnya.


Setelah selesai berganti pakaian Risa kembali turun kebawah untuk nyamperin Denis.


Diruang keluarga.


Denis sibuk nonton flim drama yang diponselnya sambil tersenyum-senyum sendiri seperti Orang tidak waras.


"Sepertinya Denis, sudah mulai gila gara-gara ponselnya" gumam Risa, yang melihat Denis terus tersenyum-senyum.


"Sebenarnya apa yang Dia tonton didalam ponselnya?" tanya Risa dalam hatinya.


Risa menghampiri Denis, lalu diam-diam melihat apa yang ditonton oleh Suaminya betapa terkejutnya Risa. ternyata Suaminya juga suka dengan film drama.


"Hahaha Aku tidak menyangka ternyata seorang Denis Kusuma suka nonton film drama juga" kata Risa yang diiringi dengan tawanya.


Denis langsung melihat kearah Risa.


"Kapan Kamu datang?" tanya Denis.


"Aku sudah dari tadi" jawab Risa yang masih asik tertawa.


Denis melihat kearah arah Risa.


"Berhentilah tertawa Ris!" pinta Denis.


"Aku tidak menyangka saja, Kamu suka diam-diam nonton film drama pantesan Kamu jadi BUCIN" ledek Risa, yang terus tertawa ngakak didepan Denis.


Risa tidak menghentikan tawanya, karena menurut Risa sangat lucu ternyata Suaminya suka menonton flim drama seperti dirinya.


"Kalau Kamu tidak menghentikan tawamu, akan Akan menciumu sebanyak 100 kali" ancam Denis, agar Risa menghentikan tawanya.


Akhirnya Risa langsung menutup mulutnya agar tidak tertawa lagi, lalu Risa duduk disamping Denis.


"Sejak kapan Kamu suka flim drama?" tanya Risa, sambil mengambil cemilan yang ada ditoples.


Denis kembali melihat ponselnya, lalu menjawab pertanyaan Risa.


"Aku nonton, jika ada flim drama yang Aku suka saja" jawab Denis.


"Kapan-kapan kita nonton drama bareng ya Den!" ajak Risa, yang menang dirinya suka sekali dengan flim drama.


"Diluar hujan?" kata Denis.


"Iya seperti hujan" jawab Risa.


"Sepertinya deras, petirnya saja bunyi sangat keras" kata Risa.


"Jegerrrrr....." bunyi petir yang begitu mengglegang.


Risa yang mersa kaget dan takut, lalu memeluk Denis begitu saja.


"Aku takut." kata Risa.


Denis mematikan ponselnya, lalu menaruhnya dimeja kini tangannya langsung memeluk Risa dengan penuh kehangatan.


"Jangan takut! ada Aku disini." kata Denis, yang terus memeluk Risa.


Risa menyandarkan kepalanya di dada bidang Denis, Denis mengambil selimut yang ada didekatnya duduk lalu menyelimuti tubuh Risa dan dan dirinya.


Bersambung πŸ™