Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
147.Masakan rasa garam.


"Ceklek...." Alan membuka pintu.


"Siapa yang datang pagi banget seperti ini." gumam Alan.


Melihat yang datang ternyata Ayumi, Alan langsung memancarkan senyum bahagianya.


"Ayumi..." panggil Alan dengan senyum bahagianya.


"Selamat pagi kekasihku." sapa Ayumi.


Alan hanya menggelengkan kepalanya, lalu mencubit kedua pipi Ayumi.


"Dasar gadis nakal, kenapa pagi-pagi datang kerumah? bukannya tunggu Aku menjemputmu." kata Alan sambil mencubit pipi kedua pipi Ayumi dengan tangannya.


"Ahh auhh.... sakit." rintih Ayumi dengan manja.


"Kamu kesini sama siapa?" tanya Alan sambil menggendeng tangan Ayumi masuk kedalam rumahnya.


"Diantar sama supir, Aku kesini pagi-pagi sekali karena Aku mau mengantarkan kotak bekal ini untukmu, Aku sedang belajar memasak jadi Kamu harus mencobanya." jawab Ayumi dengan begitu bawelnya.


Alan menarik kursi meja makan, lalu menyuruh Ayumi untuk duduk.


"Duduklah." kata Alan.


Ayumi langsung duduk, lalu menaruh kotak bekal yang dibawanya diatas meja makan.


"Kamu sudah sarapan?" tanya Alan.


"Belum, Aku buru-buru tadi." jawab Ayumi.


"Sarapan dulu, biar Aku suapin Kamu." kata Alan yang langsung menyuapi Ayumi.


Ayumi tidak menolaknya, karena sebenarnya Ayumi juga sangat lapar sekali.


"Lain kali, jangan sampai telat makan lagi." Alan mengomeli Ayumi.


"Tidak telat hanya buru-buru saja." jawab Ayumi.


"Jangan banyak alasan, pokoknya biarpun buru-buru Kamu harus makan dulu." Alan kembali mengomeli Ayumi.


"Iya iya, lain kali Aku tidak akan melakukannya lagi." jawab Ayumi.


Setelah selesai makan, Alan langsung membereskan semua bekas tempat makannya. lalu membawanya ke dapur.


"Biar Aku saja." kata Ayumi yang sudah mengambil alih piring ditangan Alan.


Namun Alan menahannya.


"Duduklah, Aku saja yang melakukannya." kata Alan pada Ayumi.


Akhirnya Ayumi hanya duduk menunggu Alan mencuci piring bekas makannya. setelah beberapa menit Alan selesei, lalu Alan langsung mengajak Ayumi untuk berangkat ke kampusnya.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Alan dan Ayumi sampai dikampus Ayumi.


Ayumi langsung turun dari mobil Alan, lalu berpamitan pada Alan.


"Aku berangkat dulu ya, ingat Kamu harus habiskan bekal yang Aku buatkan ya!" kata Ayumi pada Alan.


"Iya sayangku, Masuklah nanti terlambat!" jawab Alan.


"Tenang saja Aku bukan Risa, yang tidurnya seperti kebo, jadi Aku tidak bakal terlambat." jawab Ayumi yang meledek Risa.


Alan hanya tertawa.


"Untung tidak ada Denis, coba kalau ada Denis masalahnya bisa panjang mendengar Istrinya diledekin seperti itu." gumam Alan.


"Kamu hati-hatilah." kata Ayumi.


Denis dan Risa tiba-tiba menghampiri Alan dan Ayumi, lalu Risa berkata pada Ayumi.


"Masih pagi sudah pacaran saja." ledek Risa.


"Alan jadi bucin sayang." sambung Denis.


"Apasih kalian, pacaranlah kan punya pacar." jawab Alan dengan penuh kemenangan.


"Dia lupa waktu Dia masih jomblo dulu, Dia selalu ngeces kalau Kita berduaan istriku." kata Denis pada Risa.


Mengingat waktu Alan dan Ayumi belum pacaran dulu, Alan dan Ayumi selalu saja melihat adegan mesra Denis dan Risa, yang membuat mereka sama-sama menelan ludahnya dengan kasar.


Risa hanya tertawa, sedang Ayumi sudah senyum malu-malu, lalu Alan hanya menggelengkan kepalanya.


"Iya, biarkanlah sekarang main bucin-bucinan." sambung Risa yang diiringi dengan tawanya.


"Sudahlah Ris, ayo Kita masuk nanti Kita terlambat." ajak Ayumi yang langsung menarik tangan Risa.


"Kapan Kamu akan menikahinya?" tanya Denis sambil melirik kearah Alan.


"Tunggu Dia, lulus kuliah dulu." jawab Alan.


"Kita lanjutkan ngobrol Kita dikantor saja Den, kebetulan Aku pingin curhat sama Kamu." kata Alan pada Denis.


Akhirnya mereka berdua berangkat ke kantor bersama, hanya saja dengan mobil yang berbeda.


Sesampainya dikantor, Alan mengikuti langkah kaki Denis menuju ruangan Denis.


Kini Alan dan sama-sama duduk di sofa yang ada diruangan Denis.


"Katakan ada apa?" tanya Denis.


"Masalalu datang kembali, kemarin malam Dia datang kerumahku." jawab Alan.


"Lalu, Apa Kamu kembali lagi padanya?" tanya Denis dengan tatapan wajah yang begitu serius.


"Awas saja jika Alan sampai kembali pada wanita itu dan menyakiti hati Ayumi, sebelum Risa mencabik-cabik Alan. Aku orang yang pertama yang akan menghajar Alan." gumam Denis.


Biarpun Denis bukan siapa-siapa Ayumi, tapi tetap saja Ayumi adalah sahabat Risa dan Denis juga yang mendukung Alan untuk membuka hatinya untuk Ayumi. jadi kalau Alan sampai menyakiti hati Ayumi, Denis yang akan berdiri dipaling depan untuk menghajar Alan nanti.


"Dia mengajakku untuk kembali lagi bersama, tapi Aku menolaknya." jawab Alan.


"Baguslah kalau Kamu menolak, jika Kamu sampai menerimanya dan membuat Ayumi terluka hatinya, Aku akan menghajarmu sebelum Risa mencabik-cabik dirimu." kata Denis dengan tatapan mata begitu membunuh.


Mendengar ancaman Denis, Alan hanya tertawa lalu menggelengkan kepalanya.


"Kamu tidak usah kawatir, Aku bukan Denis Kusuma yang plin-plan dalam mencintai wanita." ledek Alan dengan tawa jailnya.


"Dasar Kamu ini, tapi Kamu benar jangan sampai menyesal seperti Aku dulu, ingat wanita itu adalah masalalumu jadi tidak perlu Kamu perdulikan lagi!" nasehat Denis untuk Alan.


Alan beranjak dari tempat duduknya, lalu Denis bertanya pada Alan.


"Mau kemana Kamu?" tanya Denis.


"Mau keruanganku, Aku mau nikmati bekal dari Ayumi." jawab Alan.


Alan langsung pergi meninggalkan ruangan Denis, lalu Denis bergumam.


"Risa Aku juga mau dibikinkan kotak bekal seperti Alan." gumam Denis yang merasa iri dengan Alan, karena Alan dibuatkan bekal oleh Ayumi.


Denis langsung duduk dikursi kerjanya, kini dirinya sedang sibuk dengan laptopnya.


Diruangan Alan.


Alan sudah duduk dikursi meja kerjanya, karena sudah tidak sabar menunggu jam makan siang. Akhirnya Alan membuka kotak bekal makan dari Ayumi sebelum jam makan siang tiba.


Alan membuka kotak bekalnya.


"Sepertinya enak." gumam Alan.


Alan mulai mencoba masakan Ayumi.


"Rasanya asin sekali." kata Alan, namun Alan tetap memakannya.


"Sayang, apa yang Kamu masak ini garam semua?" kata Alan yang kembali memakan masakan Ayumi.


Untuk menghargai kerja keras Ayumi yang sudah memasakan untuk dirinya pagi-pagi sekali, Akhirnya biarpun masakannya rasa garam Alan tetap menikmatinya.


"Untung Aku sudah menetapkan dirimu menjadi calon Istriku, biarpun masakanmu rasa garam tapi Aku bahagia sekali." kata Alan yang akhirnya berhasil menghabiskan bekal yang dibuatkan oleh Ayumi.


Jam menunjukkan pukul 2 siang, kini Alan dan Denis me jemput Risa dan Ayumi. hari ini Denis dan Alan menjemput wanita-wanita mereka dengan satu mobil, karena mereka ingin pergi jalan berempat.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh, Akhirnya Denis dan Alan sampai didepan kampus Risa dan Ayumi.


Kini Alan dan Denis sedang menunggu Risa dan Ayumi, keluar dari Kampus mereka.


"Kita mau jalan kemana?" tanya Alan.


"Yang penting jalan berempat." sambung Denis.


"Baiklah." jawab Alan.


Ntah kemana? Denis dan Alan akan mengajak Risa dan Ayumi, pergi kencan ganda nanti.


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


Maaf ya menunggu lama, soalnya Authornya lagi sakit. tapi Author tetap usahakan untuk up kok, demi para pembaca setia yang selalu mendukung dan menghargai karya Author 😊***