Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
95. Makan malam romantis.


Keesokan harinya mereka sudah bangun secara bersamaan, Denis langsung mencium kening Risa dengan penuh kasih sayang.


"Selamat pagi Istriku" sapa Denis, lalu mencium kening Risa dengan lembut.


Risa memancarkan senyum bahagia dipagi hari ini.


"Denis, ternyata Kamu bisa bersikap semanis ini" gumam Risa, yang merasa tidak percaya.


"Selamat pagi Suamiku" jawab Risa, biarpun masih belum terbiasa menyebut Denis dengan sebutan Suamiku.


Denis beranjak dari tidurnya, lalu Risa bertanya pada Denis.


"Mau kemana?" tanya Risa, sambil melihat Denis.


"Kamar mandi, mau mandi dulu" jawab Denis, yang langsung terbesit ide jail didalam otaknya.


Dengan lirikan penuh arti, lalu Denis langsung mengangkat tubuh Risa dengan kedua tangannya, kini Risa langsung mengalungkan tangannya dileher Denis.


"Mau kemana?" tanya Risa, sambil melihat wajah tampan Suaminya.


"Ternyata Denis begitu tampan" gumam Risa.


"Mandi bersama" jawab Denis singkat.


Kini keduanya sudah berada dalam kamar mandi, mereka mandi bersama, bahkan berendam bersama dengan begitu romantis.


Setelah beberapa lama, akhirnya mereka selesei mandi, Denis langsung memakaikan handuk pada Istrinya, lalu mengangkatnya keluar dari kamar mandi.


"Kita pagi ini jadi pulang kerumah Kitakan?" tanya Denis, yang langsung menaruh Risa diranjang tempat tidur.


"Jadi, tapi bukanya Kamu harus berangkat ke kantor?" tanya Risa.


"Tidak apa-apa, ada Alan yang akan mengurus semuanya pekerjaan dikantor nanti" jawab Denis.


Skip..


Kini mereka sudah siap untuk pulang kerumah mereka, Risa sudah memasukkan semua baju dirinya dan Denis kedalam koper, setelah selesai Denis langsung memasukkan semua koper kedalam bagasi mobilnya.


Risa sudah mengunci pintu rumahnya, lalu menelpon Mamanya sebelum meninggalkan rumah.


Risa menelpon Mama Dina.


"Hallo Mama" sapa Risa.


"Hallo Nak, Kenapa apa ada masalah?" tanya Mama Dina.


"Tidak Ma, semuanya baik-baik saja, Mama Risa sama Denis mau pamit pulang ya, maaf Kita tidak menunggu Mama pulang lebih dulu" kata Risa.


Mama Dina tersenyum bahagia.


"Akhirnya, mudah-mudahan pernikahan Risa dan Denis langgeng" Doa Mama Dina dalam hatinya.


"Tidak apa-apa Nak, kalian hati-hati ya! ingat Risa jadilah Istri yang baik dan tidak boleh membantah Suamimu ya" nasehat Mama Dina untuk Risa.


"Iya Ma, Mama jaga baik-baik diri Mama dan Papa disana ya" kata Risa.


"Iya Nak" jawab Mama.


Mama Dina langsung mematikan saluran teleponnya.


Mama menaruh ponselnya diatas meja.


"Rasanya tidak sabar ingin segera punya cucu" gumam Mama Dina.


Kembali pada Risa dan Denis.


Kini keduanya sudah masuk kedalam mobil, Denis langsung menyalahkan mesin mobilnya untuk menuju kerumah mereka.


Skip...


Akhirnya Risa dan Denis sudah sampai dirumahnya, keduanya langsung masuk kedalam kamar mereka, Denis menarik kedua koper dirinya dan Risa, sedangkan Risa sudah berjalan lebih dulu karena sudah sangat merindukan kamar tidurnya.


"Ris, bantu Aku bawa kopernya" pinta Denis.


"Tidak mau, Kamu bawa sendiri saja!" jawab Risa.


akhirnya keduanya sampai dikamar mereka, Risa langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang sedangkan Denis masih berdiri sambil mengatur nafasnya.


Setelah selesai mengatur nafasnya, kini Denis langsung merebahkan tubuhnya disamping Risa.


"Apa Kamu senang sudah pulang kerumah?" tanya Denis.


"Iya Aku sangat senang" jawab Risa.


Skip.


Malam menunjukkan pukul 7 malam kini Risa sudah berdandan dengan begitu cantik, malam ini Risa memakai gaun berwarna putih yang begitu elegan dan menutupi bagian lehernya sesuai keinginan Suaminya, dengan riasan yang begitu nnatural membuat Risa terlihat begitu cantik.


Denis juga sudah siap dengan jas warna hitam yang dipadukan dengan dasi warna hitam, malam ini Denis terlihat begitu tampan.


Alan sudah datang dari tadi, kini Dia sedang menunggu Denis dan Risa.


"Lama sekali dua sejoli ini" kesal Alan, yang sudah menunggu mereka begitu lama.


"Kita sudah siap" kata Denis dan Risa.


"Baiklah ayo berangkat sekarang!" ajak Alan.


Denis langsung membukakan pintu mobil untuk Istrinya, setelah Risa masuk Denis langsung menutup kembali pintu mobilnya.


Denis juga sudah naik, kini sudah duduk disamping Risa, sambil terus memegang tangan Risa.


Setelah semuanya masuk kedalam mobil, Alan langsung menyalaka mesin mobilnya lalu langsung melajukan ketempat tujuannya malam ini.


Alan yang melihat Denis terus memegangi tangan Istrinya, hanya menggelengkan kepalanya.


"Jangan gandengan terus udah kaya truk gandeng aja kalian" ledek Alan, sambil tertawa.


"Diam, dasar jomblo! ngeyel sih disuruh cari jodoh tidak mau terus" omel Denis, dengan berbagai sumpah serapahnya untuk Alan.


Denis dengan sengaja menyandarkan kepalanya di bahu Risa.


"Enak punya Istri, anggap aja yang lain ngontrak" sindir Denis, sambil melirik kearah Alan.


"Emang dasar BUCIN... dasar bodoh" kesal Alan, sambil melempar tissu tempat dimuka Denis.


"Aduh sayang, siapa yang melempar tissu?" tanya Risa, yang padahal tau kalau Alan yang melempar tissunya.


"Anggap aja dedemit sirik, yang melempar tissu itu" jawab Denis, yang langsung memeluk tubuh ramping Risa.


"Panas banget telingaku" gumam Alan.


Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, mereka sampai dihotel xx.


Mereka turun dari mobil, kali ini Alan menutup mata Denis dan Risa dengan kain.


"Apa harus mata kita ditutup seperti ini?" tanya Denis dan Risa secara bersamaan.


"Iyalah, kan kejutan" jawab Alan.


Alan mengandeng tangan Denis dan Risa, Alan langsung membawa mereka ketempat yang sudah Alan siapkan.


"Kamu mau bawa kita kemana sih?" tanya Denis.


"Diamlah, nanti Kamu akan tau" jawab Alan.


Akhirnya mereka sampai ditempat yang sudah disiapkan oleh Alan, sebuah makan malam romantis, ditempat itu sudah hiasi dengan lampu-lampu cantik, bahkan sudah ada musik yang melantunkan musik.



Makan malam romantis yang dipesan khusus oleh Alan untuk kejutan Denis dan Risa.


Alan membuka kain penutup mata Denis dan juga Risa.


"Bukalah mata kalian!" pinta Alan.


Denis dan Risa pelan-pelan membuka mata mereka, betapa terkejutnya mereka melihat kejutan dari Alan malam ini.


"Ini Kamu yang menyiapkannya?" tanya Denis, tidak percaya.


"Iya, ini Aku menyiapkan khusus untuk sahabatku, untuk hadiah pernikahannya, biarpun telat" kata Alan.


Denis dan Risa langsung saling melempar senyum.


"Sekertaris Alan, segeralah punya kekasih, Kamu sangat romantis sekali" puji Risa, sambil tersenyum begitu manis.


"Hay, berhentilah memuji laki-laki lain dihadapan Suamimu!" omel Denis.


"Sudah-sudah kalian jangan berdebat, nikmatilah makan malam kalian dengan romantis, Karena Aku masih punya kejutan lagi untuk kalian" kata Alan, agar Denis dan Risa berhenti berdebat.


Denis dan Risa saling menatap kearah Alan.


"Apa masih ada lagi?" tanya Denis dan Risa secara bersamaan.


"Iya Masih adalagi, tapi sekarang Kalian nikmati makan malam kalian, jangan sampai berdebat lagi" kata Alan, sambil mengedipkan matanya.


"Aku tinggal dulu, telpon Aku kalau sudah selesai ya! Kita akan melanjutkan kejutan kedua" kata Alan, yang sudah berjalan pergi meninggalkan Denis dan Risa.


Kini Denis dan Risa duduk dikursi sambil menikmati makan malam romantis yang sudah disiapkan oleh Alan sebagai kejutan, sambil melihat pemandangan malam yang begitu indah.


"Aku tidak menyangka Alan bisa melakukan ini" kata Denis tiba-tiba.


"Apa sebelumnya tidak pernah?" tanya Risa.


"Tidak pernah, Aku saja kaget" jawab Denis.


"Tapi kejutan selanjutnya apa ya?" tanya Risa.


"Ntahlah Aku juga tidak tau, Alan itu suka sulit ditebak" jawab Denis.


Malam ini Denis dan Risa makan malam romantis, hadiah pernikahannya dari Alan.


Bersambung πŸ™