Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
Hari H


Anjeni tidur dengan keadaan kalut , ia tak menyangka Mas Daniel sosok yang sangat dingin rupaya mempunyai masa lalu yang sangat menyedihkan .


"Kak Daniel sebenarnya sudah tak ada keniatan hidup kak , makanya dia pasrah aja di atur atur Mamih , karena dia sudah tidak punya tujuan hidup , semoga saja saat dia sudah menikah dengan kak Jeni dia berubah yah . Percaya deh kalau dia sudah nyaman dengan kak Jeni sifat aslinya akan muncul , Manjanya lah , hangatnya lah , ngatur nya lah , ngambeknya lah , dan yang pasti dia itu sangat posesif kak"


Ucapan Meilan kembali terngiang di otak Anjeni ,


"Aku penasaran , cowok kaya dia emang bisa manja ??"


"Tapi aku juga penasaran apa si yang ditulis Park Minnaa di surat kecilnya sampai mas Daniel berubah mau melanjutkan hidup". ucap Anjeni sambil tidur miring


jam sudah pukul 11 dan Anjeni mulai memejamkan mata nya dan tertidur pulas .


Jam 3Pagi Anjeni dibangunin


'Ya tuhan perasaan baru merem kenapa sudah di bangunin ' ucap Anjeni ngedumel dalam hati .


Anjeni langsung duduk samping ranjang sambil ngumpulin nyawa . 15menit adanya Anjeni baru siap , setelah itu Anjeni masuk ke kamar mandi dan menjalani berbagai perawatan . Setelah selesai Anjeni diminta untuk makan agar nanti tidak pingsan . Pukul 4 tepat Anjeni di dandani untuk proses Akad .


Jam menunjukan pukul 6 kurang . Terdengar suara gaduh di lorong depan kamar Anjeni mengingat kamar Anjeni tidak ditutup rapat , sang MUA pun keluar untuk mengeceknya .


"Ada apa mbak kok kaya gaduh gitu?". Tanya Anjeni saat MUA sudah masuk kekamar lagi


"Itu Nyonya Maharani lagi marah marah tadi". Jawab mba rere selaku MUA


"Kenapa emang?" tanya balik Anjeni bingung


"Itu calon suami mu baru pulang habis dari tugas bisnis nya". Ucap Rere sambil masang aksesoris bunga di rambut sanggul Anjeni .


'Astagfirullah , ini orang kelewatan santai kayanya' Batin Anjeni .


"Siap siap deh MUA cowonya kedebugan orang acaranya udah mepet". Ucap Rere ngedumel .


Pukul 8 pas terdengar iring iringan Mas Daniel lewat didepan kamar Anjeni , Sedangkan Anjeni sudah sangat cantik dengan balutan kebaya dan sanggulan kepala yang sangat rapih dan cantik .


'MUA nya sangat bagus , sampai aku tidak bisa mengenali diriku sendiri' . Ucap Anjeni dalam hati .


Sedangkan dibawah iring iringan Daniel sudah tepat di depan Aula .


"Kau sudah hapal belum ijabnya " . Ucap Maharani di sebelah kanan Daniel


"Hmm". Balas Daniel cuek.


"Kamu ini sudah jelas Acara Pagi kenapa baru nyampe tadi si hah. lobet hp Mamih buat nelponin kamu terus". Ucap Maharani sewot


"Udah mih , yang penting Daniel sudah disini kok yah". Ucap papih menengah karena Mamih yang mulai marah lagi .


Daniel pun terlihat cuek , padahal tadi dari mulai sampai hotel sampai tadi selesai di rias Maharani ngoceh tanpa henti , hand phone dan laptop Daniel pun di sita oleh Mamih . begitu lamanya ngoceh sampai pihak MUA nya pun pengeng mendengar Maharani marah marah 2 jam lebih tanpa henti .


Pintu Aula pun di buka , dan menandakan acara akan dimulai .


Daniel Menggunakan baju adat jawa , terlihat sangat tampan duduk tegap di depan penghulu. Dimulai dari sambutan sampai doa dan tibalah di masa ucapan ijab .


"Saya terima nikah dan kawin nya Anjeni Agustin binti Abdul Damar dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!" .


"Gimana saksi sah?"


"SAHH!!!"


terbukalah pintu aula dan masuklah perempuan dengan kebaya jawa sangat cantik berdiri disebelah Daniel , Daniel menatap Anjeni kagum , dia sangat cantik , meskipun para pengawalnya selalu mengirim foto aktivitas Anjeni namun tetap saja Daniel pangling Anjeni bisa secantik ini.


Anjeni mencium punggung tangan Daniel lalu Daniel memegang kepala Anjeni dan mencium puncak rambut Anjeni sambil membisikan doa pada sosok wanita yang sudah sah jadi istri nya itu .


Saat Anjeni selesai menanda tangani buku nikah , Anjeni melihat kearah Damar .


"Pak?".. Ucap Anjeni pelan


Damar menghampiri Anjeni lalu mengelus punggung Anjeni .


"Putri tomboi bapak sangat cantik , bahagia ya nak ". Ucap Damar sambil meneteskan air mata


"Pak , jangan Gitu". Ucap Anjeni tiba tiba menitik air mata


"Jangan nangis cah ayu , lihat suamimu dia lah imammu sekarang , jangan kecewakan dia yah , kau harus mengabdi padanya , nurut lah padanya seperti kau nurut pada bapak". Ucap Damar sambil memegang lengan Daniel.


"Dan kau Daniel , jaga putri ku satu satu nya , berat rasanya tapi bagaimna lagi ini sudah jalannya , kau harus membahagiakan dia , seumur hidup bapak tak pernah membentak apalagi memukulnya , jika kau bosan dengannya bawa dia pulang , jangan mengkasarinya , paham!". Ucap tegas Damar


"Iya pak ". Ucap Daniel mantap


"Okeh , bapak percaya padamu". Ucap damar pergi meninggalkan pasangan baru itu .


Setelah itu proses poto pun dilaksanakan . Tamu dibagi jadi 2 ada yang datang pada acara akad dan resepsi .


Tamu saling gilir minta foto . Mayoritas tamu adalah tamu Anjeni , Tamunya Daniel ada cuma hanya sedikit mungkin Nanti malam datangnnya .


"Mbak , ini lihat ". Kata tari menghampiri ke atas panggung sambil nunjukin layar Hp pada Anjeni .


Anjeni melihat dan nampak ada 39 panggilan tak terjawab dari Davin . Saat Anjeni sedang memegang Hp Tari pun , Davin masih mencoba menelfon .


"Dia nelfon terus mba , lama lama Hpku lobet iki". Ucap Tari


"Blokir aja si". Ucap Anjeni sambil Melirik Daniel yang sedang ngobrol di bawah panggung bersama temannya .


"Gimana mau blokir mba baru mau blokir nelfon lagi , Hp mbak dimana ? , dia gak nelfon mbak?" . Tanya Tari


"Seperti lobet semalem lupa mau ngeces". jawab Anjeni.


"Tadi dia kerumah aku , minta ikut jadi pasangan aku , soalnya dia gak di kasih undangan mba". Ucap Tari


Anjeni hanya diam .


"Coba mbak angkat sebentar saja". Ucap Tari karena cape Hpnya getar terus .


Akhirnya di angkat oleh Anjeni , dan saat panggilan terhubung , terlihat jelas Davin memakai tuxedo lengkap dan di belakan seperti Bangun an .


"Anjeni itu kau kah !!!??, aku depan hotel plis kasih aku masuk , kau sangat cantik jen ". Ucap Davin semangat


"Pulanglah , acara nya sudah selesai , jangan nelfon lagi". Ucap Anjeni .


"Anjeni aku ........ Tut...


belum sempat Davin ngomong langsung di matikan sepihak oleh Anjeni .


"Okeh , mbak foto yuk". Ucap Tari sembari mengarahkan Hpnya untuk selfie .


Pukul 10 Anjeni dan Daniel disuruh masuk ke kamar masing masing untuk salin baju , setelah salin mereka di arahkan untuk pindah ke kamar 70 karena kamar sebelumnya digunakan khusus untuk salin dan make up saja


Saat Anjeni masuk ke kamar 70 nampak Daniel sedang tertidur pulas di samping kanan ranjang .


"Apa Daniel sudah masuk ?" . Ucap Maharani di belakang Anjeni . Sampai Anjeni tersentak kaget


"Yaampun mih kaget , itu ada lagi tidur orangnya. Ucap Anjeni


"Hehehe gitu ya , yaudah kamu istirahat ya , nanti jam 3 di bangunin buat resepsi , okeh? tutup pintunya ya sayang .